MY FIERCE WIFE

MY FIERCE WIFE
Dia Bukan Cinderella



Selamat membaca ...


...****************...


"Sudah aku katakan, jika kau mengkhianati aku, jangan cegah aku untuk pergi. Apa kau berniat berkhianat padaku, hingga menanyakan hal ini padaku. Percayalah, aku tidak akan meninggalkan mu tanpa alasan," ucap Yola dengan sarkas, membuat Sekretaris Roy tetap saja tidak merasa tenang.


"Aku hanya ingin kau berjanji padaku, agar aku bisa tenang. Berjanjilah untuk hal itu, bahwa kau akan tetap berada di sisiku apapun yang akan terjadi," ucap Sekretaris Roy dengan tegas.


"Kenapa kau khawatir?" tanya Yola dengan penuh selidik, membuat Sekretaris Roy gugup seketika.


"Aku tidak ingin kau pergi dari hidupku, apalagi pria yang menjadi teman mu itu selalu mengejar mu," jawab Sekretaris Roy dengan santai.


" Apa sekarang kau yang merasa cemburu?" tanya Yola sambil terkekeh.


"Sangat, aku sangat cemburu jika ada orang lain yang mendekati dirimu. Sekarang berjanjilah padaku," ucap Sekretaris Roy dengan nada perintah.


"Baiklah, aku berjanji," ucap Yola sebelum akhirnya menghela napasnya panjang.


Sekretaris Roy yang mendengar ucapan Yola merasa sangat senang dan mulai merasa tenang, setidaknya ia bisa memegang ucapan sang istri jika ada hal yang tidak ia inginkan.


...----------------...


Sekretaris Roy pergi ke tempat seseorang yang sudah mengusik kehidupannya saat ini. Dengan sorot mata yang tajam, pria itu melihat ke arah sekitar jalanan yang ia lewati. Sebenarnya, ia tidak ingin menemui orang yang sudah lama ia tinggalkan tersebut.


Namun, kali ini Roy harus bersikap tegas untuk memperingati orang tersebut, bahwa ia tidak akan pernah mengikuti semua keinginan orang lain. Roy melihat gedung yang ia ketahui sebagai tempat keberadaan orang tersebut.


Roy segera memarkirkan mobil mewah di depan sebuah apartement besar dan segera melangkahkan kakinya memasuki bangunan besar itu dengan langkah cepat.


Tokk! Tokk! Tokk!


Roy mengetuk pintu sebuah kamar dengan sedikit kasar. Ia sudah tidak sabar ingin mengatakan apa yang sudah ada dalam hatinya saat ini.


Terdengar suara pintu terbuka hingga menampilkan sosok pria paruh baya dengan seulas senyum di bibirnya.


“Masuklah,” ucap seorang pria yang tak lain adalah Tuan Dendra.


Roy segera melangkahkan kakinya masuk dan segera duduk di sebuah sofa besar di dalam sana. Tuan Dendra yang melihat Roy bersikap dingin, hanya terseyum smirk dan segera duduk di hadapan putranya.


“Apa kau merindukan Daddy, Son?” tanya Tuan Dendra sambil tesenyum penuh arti.


“Aku datang ke sini, tidak ingin berbasa basi. Sebaiknya Tuan lenyapkan saja rencana yang sudah tuan susun itu,” ucap Sekretaris Roy sambil menatap Tuan Dendra dengan tajam.


“Mengetahui orang seperti mu tidak lah sulit bagiku. Jangan berpura- pura bodoh di hadapan ku, atau aku akan bertindak sesuatu yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya,” ancam Roy dengan tegas.


“Roy, apa begitu kau memanggil ku, yang sudah jelas Ayah mu sendiri?” tanya Tuan Dendra dengan tatapan penuh selidik ke arah sang putra.


“Apa kau berharap aku memanggil mu dengan sebutan Daddy?” tanya Sekretaris Roy dengan tatapan tak habis pikir.


“Roy!” bentak Tuan Dendra sejak tadi sudah ditahan. Namun, kali ini ia tidak akan tinggal diam terhadap putranya yang sangat pembangkang.


“Batalkan rencana mu atau aku akan bertindak secepat mungkin untuk menyelesaikan masalah ini,” ancam Roy yang tak bergeming dengan bentakan sang Daddy.


“Apa yang kau pikirkan Roy, apa kau sudah dibutakan oleh cinta? Aku merencanakn ini demi kebaikan mu,” ucap Tuan Dendra tak habis pikir.


“Apa yang Daddy ucapkan itu tidak bisa menjamin kebahagiaan ku. Sejak dulu, aku selalu hidup dalam genggaman Daddy dan keluarga besar Daddy dengan alasan demi kebaikan keluarga, tapi apakah Daddy pernah berpikir tentang kehidupan dan kebahagiaan ku? Tidak pernah! Daddy tidak pernah memikirkan aku, tidak sama sekali,” ucap Sekretars Roy dengan tatapan yang tak dapat diartikan.


“Daddy, saat ini aku masih bisa mengatakannya dengan baik-baik, tapi jika Daddy masih berusaha keras untuk melakukan perjodohan itu, jangan salahkan aku jika aku menghancurkan semuanya. Aku sudah menikah, dan aku sangat yakin jika Daddy juga tahu hal itu,” ucap Sekretaris Roy dengan tegas tanpa bantahan.


“Kau berbicara seolah kau tahu akhir dari jalan cerita mu. Kau bahkan belum melihat calon istrimu, dia wanita cantik, anggun dan berpendidikan. Dia wanita berkarisma dan juga seorang putri tunggal dari pengusaha ketiga yang paling sukses, jika kau bisa menikah dengannya, keluarga kita akan semakin berkedudukan tinggi,” ucap Tuan Dendra dengan tegas.


Sekretaris Roy masih diam tak bergeming saat mendengar ucapan sang Daddy. Benar adanya, jika ia memang belum dan tidak akan tahu akhir dari kehidupannya. Namun, bukan berarti ia harus menerima perjodohan yang di susun oleh sang Daddy.


Yola adalah istrinya yang tidak akan pernah tergantikan oleh siapa pun. Bahkan pernikahan mereka hanya berusia satu hari, dan Roy tidak akan pernah mengkhianati sang istri hanya karena wanita lain.


Yola, adalah satu-satunya wanita, yang mampu mengalihkan perhatiannya terhadap selain sang Tuan muda Sean. Wanita yang sudah menendangnya di tempat muka umum, malah mencuri hati dan pikirannya. Beruntung Roy bisa menikahi wanita itu, meskipun harus dengan cara sedikit mengancam.


“Daddy, siapa pun wanita itu, tidak akan pernah mampu menggoyahkan diriku untuk menikah dengan wanita pilihan mu itu. Yola adalah wanita yang sangat baik, lalu apa yang membuat mu menginginkan wanita lain untuk jadi pendamping hidupku?” tanya Roy tak habis pikir.


“Karena dia adalah wanita miskin, keluarga kita tidak pernah menerima wanita miskin untuk setiap keturunan dan seorang pewaris termasuk dirimu,” jawab Tuan Dendra dengan tegas tanpa bantahan.


“Sejak kapan aku harus menerima peraturan itu, sekarang aku bukan lagi bagian dari keluarga mu yang kaya itu. Sampai kapan pun, aku tidak akan pernah kembali ke rumah itu. Lupakan semua rencana mu yang tidak akan pernah terwujud itu,” ucap Roy sambil menatap tajam ke arah Tuan Dendra.


“Kau terlalu keras kepala Son, tapi aku menyukai hal itu. Maya, dia wanita yang akan menjadi calon istrimu, kau pasti akan sangat menyukainya, dibandingkan dengan wanita miskin itu,” ucap Tuan Dendra dengan santai dengan wajah tanpa dosa.


“Cukup Dadd! Jangan pernah menghina Yola lagi, karena dia adalah istriku yang sangat aku cintai. Sampai kapan pun aku tidak akan pernah meninggalkan istriku,” bentak Roy dengan tatapan penuh amarah. Ia tidak akan pernah menerima bentuk penghinaan apapun untuk istrinya, Yola.


“Apa dia tahu kau mencintainya? Karena yang aku tahu, kau menjebak wanita itu agar mau menikah dengan mu. Sehebat apa wanita itu, hingga membuat putraku sekaligus pewaris keluarga ternama Xavier, menggunakan cara kotor untuk bisa menikah dengannya. Apa dia adalah Cinderella?” tanya Tuan Dendra dengan tatapan mengejek.


Terima kasih.


...****************...