
Pagi hari yang cerah, mentari bersinar terang seperti ikut ceria dengan hari ini. Ya seminggu telah berlalu dan hari ini adalah dimana Kenan dan Selin akan mengucapkan janji suci.
Tak butuh waktu lama, mereka telah sah menjadi sepasang suami istri. Sekarang mereka sedang menemani para tamu undangan, terlihat Kenan yang sedang berbincang dengan rekan bisnisnya, sedangkan Selin memilih untuk duduk sendiri di sudut ruangan dengan tatapan kosong. Kenan yang melihat itu lantas menghampirinya.
"Hey tidak bisakah kau sedikit tersenyum? orang bisa berpikir kalau aku memaksa mu menikah." ucap Kenan yang baru tiba, dia berdiri di sebelah Selin sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana.
"Kenan!" panggil Selin tanpa menghiraukan ucapan Kenan barusan.
"Hm?"
"Kenapa kau menyetujui perjodohan ini?" tanyanya tanpa menatap lawan bicaranya.
"Apa saat ini masih penting membahas hal itu?" tanya Kenan balik, dia terlihat santai.
Selin lantas mendongak menatapnya Kenan yang merasa ditatap pun menundukkan pandangannya, beberapa saat pandangan mereka bertemu. Namun tiba tiba Butar saat seseorang menghampiri mereka.
"Hey Kenan!" sapa Steven menepuk pundak Kenan dan di sebelahnya ada Jonathan yang matanya jelalatan melirik wanita wanita cantik yang hadir di pesta itu.
"Ah kalian sudah datang?" tanya Kenan mengalihkan pandangannya ke arah sahabatnya.
"Ya, selamat atas pernikahan kalian ." ucap Steven sambil melirik Kenan dan Selin bergantian.
"Terima kasih." jawab Kenan seadanya, sedangkan Selin, dia hanya tersenyum tipis menanggapinya.
"Hey Jonat! kau ini selalu saja begitu jika melihat wanita cantik sedikit, cepat beri selamat pada sahabat kita!" perintah Steven pada Jonathan.
"Ah iya aku sampai lupa, Ken selamat ya atas pernikahan kalian." sambil tersenyum manis mengulurkan tangannya pada Kenan untuk bersalaman, Kenan menyambut uluran tangannya.
"Hai Selin, kita bertemu lagi apa kabar mu?" tanya Jonathan basa basi.
"Aku baik, bagaimana denganmu?" tanya Selin balik meski hatinya menolak.
"Seperti yang kau lihat, aku terlihat gagah bukan, ah tidak tidak aku memang sudah gagah semenjak kuliah dulu, benar begitu kan Selin?" tanyanya dengan gaya sok kerennya, Kenan dan Steven yang mendengarnya tiba tiba merasa mual, sedangkan Selin dia terkekeh geli, dia sudah sangat paham dengan sahabat Kenan yang satu itu.
"Ya, kau memang sangat gagah sejak dulu." ucap Selin menyanjung Jonathan.
"Kalian dengar itu? Aku memang gagah." ucapnya pada. kedua sahabatnya.
"Kau terlalu percaya diri." celetuk Steven.
"Hey Stev aku tidak percaya diri tapi Selin sendiri yang bilang, bukan begitu Selin?" tanya Jonathan, Selin hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia sangat gemas dengan kelakuan Jonathan.
"Tuh kan lihat dia mengangguk." ucap Jonathan.
Kenan memang sengaja mengundang kedua sahabatnya karna tidak ada rahasia diantara mereka, Tadi malam Kenan menyempatkan diri datang ke klub hanya untuk menemui para sahabat memberikan kartu undangan. kedua sahabatnya awalnya merasa tidak percaya namun Kenan menjelaskan apa yang terjadi dan mereka pun akhirnya paham.
Dan perbincangan mereka hanya sampai penjelasan Kenan karna mamanya yang sedari tadi menelponnya menyuruhnya untuk pulang, awalnya nyonya Erganc memang tidak memberi ijin pada putranya namun karna Kenan bilang ingin mengundang kedua sahabatnya jadi dia mendapatkan ijin dengan syarat dalam waktu satu jam harus sudah sampai di rumah. Kenan pun langsung mengiyakan tanpa banyak protes.
***
Hari sudah larut dan semua tamu undangan juga sudah berpulangan termasuk keluarga Selin juga sudah berpamitan untuk pulang, tinggal lah mereka berempat yaitu tuan dan nyonya Erganc dan Kenan beserta Selin yang baru beberapa jam sah menjadi istrinya.
"Kalian kembali lah ke kamar, kalian pasti sangat lelah bukan." perintah nyonya Erganc. Tanpa berucap Kenan langsung beranjak menuju kamarnya tanpa memperdulikan Selin.
"Selin kenapa masih disini? ayo susul suami mu." perintah Nyonya Erganc kembali karna Selin tak bergeming dari tempatnya.
"I- iya tante." jawab Selin gagap.
"Loh kok tante sih kan kamu sudah menjadi istri Kenan berarti sudah menjadi anak tante juga jadi panggil mama papa aja ya sama kayak Kenan." perintah nyonya Erganc.
"I- iya ta- mama." jawab Selin belum terbiasa.
"Yasudah, sana susul suamimu." perintah nya lagi untuk kesekian kalinya. Selin berpamitan pada kedua mertuanya dan segera beranjak ke kamar Kenan.
Sesampainya di depan kamar Kenan, entah kenapa tiba tiba jantungnya berdebar kencang padahal dia belum pernah mengalami hal semacam ini, dia selalu berani dalam menghadapi masalah apa pun itu, namun ini dia malah mematung di depan pintu kamar Kenan, dia ragu untuk masuk karna baru kali ini ia akan sekamar dengan seorang pria.
Akhirnya setelah beberapa menit mengumpulkan keberanian, dia akhirnya memberanikan diri untuk memutar knop pintu kamar Kenan, saat pintu terbuka Selin tidak melihat keberadaan Kenan namun dia mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, dia bernafas lega setidaknya dia masih mempunyai waktu untuk mengumpulkan keberanian nya.
Selin beranjak ke meja rias yang masih terdapat beberapa make up, dimana tadi pagi dia juga di rias di kamar Kenan. Dia menghapus sisa make up beserta keringatnya, setelah selesai dia mencoba membuka resleting gaunnya namun sedikit kesulitan karna resleting nya berada di belakang.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka, Kenan keluar dengan hanya menggunakan handuk yang memilih di pinggangnya, Selin yang melihat pun berhenti dengan aktivitasnya dan segera menundukkan pandangannya karna baru kali ini dia melihat tubuh seorang pria, Kenan sempat melihat Selin yang kesulitan membuka resleting nya namun dia tidak perduli dan langsung masuk ke ruang ganti.
Saat Kenan masuk ke ruang ganti, Selin langsung masuk ke dalam kamar mandi masih dengan mengenakan gaunnya. Di dalam kamar mandi dia juga butuh waktu yang cukup lama untuk berhasil membuka resleting gaunnya. Saat selesai mandi dia menepuk pundak kepalanya karna melupakan membawa baju ganti ke dalam kamar mandi. Perlahan dia membuka pintu kamar mandi dan mengintip Kenan yang sedang duduk bersandar di sandaran tempat tidur sambil memainkan ponselnya dengan serius.
Selin menggunakan saat itu untuk keluar kamar mandi sambil berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara. Namun dia salah, Kenan bahkan bisa merasakan pergerakannya dan meliriknya dengan ujung matanya. Selin mengendap seperti pencuri membuat Kenan menahan tawanya.
Secepat kilat Selin langsung masuk ke ruang ganti. Sesampainya di ruang ganti dia tidak langsung berpakaian, dia masih berusaha menetralkan detak jantungnya yang memompa dengan cepat, dia masih berdiri di depan lemari sambil memegang dadanya dengan handuk yang melilit dadanya sampai selutut.
Dan tanpa di sadari nya Kenan sudah berdiri di belakangnya dengan bersidekap sambil memperhatikan dirinya dari atas kepala hingga ujung kaki, Kenan berulang kali menelan salivanya kasar melihat lekuk tubuh istrinya.
"Apa kau sedang menggoda ku?"
Jangan lupa like komen & vote ❤😊