MY FIERCE WIFE

MY FIERCE WIFE
episode 1



Istanbul, Turkey 2015


Malam hari, 19.00 WIB.


Selin sedang tidur di kasur empuknya sedari sore sepulang kerja hingga kini berganti malam dia masih sibuk di alam mimpinya tanpa mengganti pakaian kerjanya.


Pintu kamarnya diketuk dari luar namun tak juga membangunkan tidurnya yang pulas karna kelelahan seharian ini bekerja.


Ceklek..


Alina langsung membuka pintu kamar yang memang tidak dikunci itu. Saat pintu terbuka dia melihat sang kakak yang tertidur pulas masih mengenakan pakaian kerjanya, dia segera mendekati sang kakak kemudian mencoba membangunkannya.


"Kak.. kakak.. ayo bangun." Sambil menggoyang goyangkan pundak Selin.


"Hmm.." Selin hanya berdehem tanpa membuka matanya.


"Kakak.. cepatlah bangun dan mandi kemudian segera keluar, papa sedang ada tamu." sambil menarik kedua tangan Selin agar segera bangun.


"Hoamp.." Selin menguap sambil mengumpulkan nyawanya.


"Siapa tamunya?" tanya nya sambil duduk dan menyandarkan badannya ke sandaran ranjangnya.


"Rekan bisnis papa katanya." jawab Alina.


"Al.. kakak sangat lelah, kalian saja yang menemani tamu papa ya." Pinta Selin sambil menatap sang adik.


"Tapi mama bilang kakak harus turun." jawab Alina menyampaikan pesan sang mama.


"Bilang saja kakak lelah dan ingin beristirahat ya pliss." ucapnya memohon sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada untuk memohon pada sang adik.


"Yasudah kalau gitu kakak mandilah kemudian segera istirahat, aku akan turun menemui mereka." Alina yang memang paham betul sang kakak yang kelelahan karna seharian bekerja. Dan ini memang bukan hal yang baru bagi Alina.


"Terima kasih adik kakak tersayang yang paling cantik." sambil berdiri memeluk sang adik.


"Ya beginilah kalau ada mau nya." gumam Alina pelan namun masih didengar Selin, Selin yang mendengar pun lantas cengengesan.


"Kakak mau mandi dulu." sebelum beranjak ke kamar mandi dia menyempatkan mencium pipi sang adik yang sangat disayanginya itu.


Selin Devrim dan Alina Devrim adalah putri dari tuan dan nyonya Devrim Ayhan. Mereka memiliki dua orang putri yang sangat cantik.


Selin Devrim, gadis berusia 25 tahun yang terkenal cuek dan bisa jadi galak ketika merasa terusik. sekarang dia bekerja di sebuah restoran miliknya sendiri yang di rintis dari nol tanpa bantuan dari orang tuanya yang kaya raya.




Alina Devrim, adik dari Selin yang terpaut 5 tahun di bawah Selin masih menyandang gelar mahasiswa di sebuah universitas Di Istanbul. Selin sangat menyayangi sang adik melebihi apapun, tak jarang dia menuruti apapun yang di minta Alina. Begitu pun Alina dia sangat menyayangi sang kakak karna menurutnya kakaknya adalah kakak terbaik sejagad raya walaupun banyak orang yang mengatai kakaknya si gadis judes.


Alina orang yang ceria dan dia juga terbuka pada Selin tak ada rahasia yang disembunyikan dari sang kakak. Sementara Selin selalu setia mendengar curahan hati sang adik, mulai dari masalah tugas, teman, pacar semuanya dia ceritakan. Tak jarang juga Selin memberikan saran dan nasehat pada Alina yang masih bisa dibilang ABG (Anak Baru Gede). Namun Selin selalu menganggap adiknya gadis kecil yang masih harus di pantau kegiatannya.


Alina segera keluar dari kamar Selin dan turun menuju ruang tamu yang memang sedang ada tamu. Dia lantas duduk di sebelah sang mama dan membisikkan sesuatu.


Sang mama yang mendengar bisikan Alina lantas meminta ijin pada suami dan tamu nya untuk pergi sebentar.


Selin yang kala itu sedang memakai baju mendengar suara pintu diketuk pun dengan secepat kilat menyelesaikan kegiatannya.


"Mama.. kenapa kemari? bukankah kata Alina papa sedang kedatangan tamu?" tanya Selin seraya menghampiri sang mama.


"Iya, mama kesini hanya ingin menjemput kamu." jawab sang mama ketus.


"Ma.. Selin capek pengen istirahat," ucap Selin memelas.


"Sebentar saja sayang, setelah itu kamu boleh istirahat." pinta sang mama.


Selin menghembuskan nafasnya kasar kemudian tanpa berkata kata berjalan keluar kamar.


"Kamu mau kemana?" tanya sang mama.


"Mau turun lah ma emangnya mau kemana lagi." gerutu Selin kesal.


"No no no, masa iya kamu turun pake piyama tidur sih sayang, ayo cepat ganti pake dres." ujar sang mama sambil menarik tangan Selin ke arah ruang ganti.


Selin hanya menurut dan mengikuti keinginan sang mama. Setelah selesai di dandan, nyonya Devrim kemudian menarik tangan Selin turun ke ruang tamu. Selin hanya bisa menggerutu dalam hati sambil mengikuti langkah mamanya.


Sesampainya di ruang tamu,


"Maaf sedikit menunggu, perkenalkan ini putri sulung kami namanya Selin, Selin ayo beri salam pada tuan dan nyonya Ergenc." pinta sang mama.


Dengan senyum terpaksa Selin memberi salam kepada tuan dan nyonya Ergenc.


"Hai Selin kamu cantik sekali." puji nyonya Ergenc sambil tersenyum manis.


"Terima kasih nyonya." jawab Selin ramah, sambil mendudukkan dirinya di sisi kanan sang mama sementara di sisi kiri ada Alina.


"Kemana putra kalian?" tanya Nyonya Devrim.


"Dia sedang menerima telpon diluar sebentar." jawab nyonya Ergenc ramah.


Tak berapa lama masuklah seorang pemuda yang tak lain adalah Kenan Ergenc, putra semata wayang tuan dan nyonya Ergenc.


_to be continue_


-


-


-


-


-


Hai readers...!


Terima kasih karna sudah mau mampir di novel nya aku.


Jangan lupa like, komen & vote ❤😊