
Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.
Happy Reading!!
**
Setelah makan, So Eun memutuskan berkeliling di dalam villa itu. Dan mulutnya tidak pernah berhenti berdecak kagum karena ini rumah mewah kedua yang ia datangi dan bisa tinggali walau hanya untuk beberapa hari.
...“adik ipar, kenapa masih di sana? Cepat ganti bajumu dan kita berenang!” di saat So Eun sedang melihat daerah dapur yang tergabung dalam satu ruangan dengan meja makan dan sofa ruang tengah, Donghae tiba-tiba memanggilnya. ...
“baik!”
So Eun melangkah menuju kamarnya dan Kyuhyun di lantai atas. Dan lagi-lagi So Eun tidak bisa menahan kekaguman kamar mereka tanpa mempedulikan Kyuhyun yang ada di dalam sedang membuka koper menatapnya aneh.
...“jangan melamun saja! Cepat ganti bajumu” ...
“sebenarnya aku tidak ingin bergabung untuk berenang karena aku tidak bisa berenang, ja… jadi aku hanya akan mengganti baju dengan pakaian yang lebih nyaman saja” jelas So Eun sedikit gugup ketika ditengah penjelasannya Kyuhyun membuka kemeja yang dikenakan sehingga bertelanjang dada.
“k-kalau begitu aku ke kamar mandi lebih dulu!”
Kyuhyun tersenyum geli melihat wajah So Eun yang memerah melihatnya telanjang. Ternyata gadis itu mengerti juga kalau keadaannya seperti ini. Kyuhyun keluar lebih dulu dan So Eun masih berusaha menenangkan dirinya yang berdegup karena melihat pemandangan yang masih belum terbiasa untuknya lihat.
“aahh…. Apa yang kupikirkan? Hilanglah!”
~~
Ketika sampai di bawah setelah mengganti baju, semua orang sudah berkumpul didekat kolam dengan baju renang mereka. Hanya So Eun yang tidak mengganti bajunya untuk berenang. Gadis itu mengamati semua orang dengan wajah polosnya hingga Siwon yang sedang duduk ditepi kolam menyadari keberadaannya.
...“oh, adik ipar. Kenapa tidak mengganti baju renang?” Kyuhyun yang mendengar itu melanjutkan lomba renangnya dengan Donghae. ...
“ah haha… aku tidak bisa berenang, oppa. Jadi tidak perlu…”
“ada suamimu yang akan mengajarimu berenang”
“tidak-tidak, aku tidak apa-apa…”
“sudahlah, oppa. Jangan memaksa So Eun-shi lagi” tiba-tiba gadis yang sepertinya seumuran dengan So Eun mendekat seraya menyentuh kedua bahu So Eun sambil tersenyum ramah.
“hai, aku Kim Yunjeong. Kekasih Siwon oppa. Salam kenal…” So Eun membalas senyuman gadis itu.
“ah itu, Jung Hwa Yeon. Kekasihnya Donghae oppa” kata Yunjeong menunjuk satu wanita lagi yang sedang bermain air ditepi kolam. Wanita itu melambai dengan senyum tak kalah ramah.
“mulai sekarang kita berteman”
So Eun senang mendapat teman baru apalagi sepertinya Yunjeong dan Hwa Yeon baik dan ramah. Hanya satu orang saja yang terlihat angkuh. Wanita yang dibawa Eunhyuk bernama Kang Hyejin. Bahkan pakaian renang yang digunakan lebih terbuka dibandingkan Yunjeong dan Hwa Yeon.
“bagaimana besok malam kita buat pesta barbeque? Kau suka daging, So Eun-shi?”
“semua orang menyukai daging” jawab So Eun sambil tertawa kecil.
**
Malam harinya, setelah makan malam semua kembali ke kamar masing-masing. Hal yang baru So Eun ketahui adalah setiap kamar ternyata semuanya berpasangan padahal mereka belum menikah. Dalam hati So Eun berbicara dengan kata hatinya bahwa dunia ini memang sudah banyak berubah.
Di dalam kamar, Kyuhyun sudah berbaring di atas ranjang. Sepertinya kelelahan setelah berenang siang tadi. Perlahan So Eun duduk ditepi ranjang agar tidak mengganggu Kyuhyun, tapi nyatanya pria itu membuka matanya tepat ketika So Eun duduk di atas ranjang.
“maaf mengganggu istirahatmu…” ujar So Eun tidak enak.
“So Eun, bisakah kau membantuku?”
“tentu saja”
Sret!
So Eun menegang saat Kyuhyun menarik lengannya sehingga tubuhnya terjatuh di atas tubuh Kyuhyun. Bisa dirasakannya hembusan nafas berat dari Kyuhyun dan pelukannya yang mengerat padahal So Eun berusaha untuk melepaskan diri.
“sialan, entah siapa yang memasukkan barang busuk itu, tapi aku tidak bisa menahannya lagi. Kau harus membantuku”
“a-ap-apa maksudmu? L-lepaskan aku…”
“ayo kita buat oleh-oleh yang diinginkan omma dan appa”
“o-oleh-oleh? Besok kan kita bisa membelinya”
“So Eun, apa kau memang sebodoh itu yang tidak mengerti maksud omma? Yang omma maksud adalah dia ingin anak dari kita”
Deg.
Sata itulah So Eun mengerti maksudnya. Gadis itu semakin memberontak ketika Kyuhyun mulai menggerayangi tubuhnya apalagi ketika posisi keduanya berubah menjadi Kyuhyun yang berada di atas tubuh So Eun.
“t-tidak. Jangan! Aku belum siap”
“siap tidak siap, kau harus menuruti keinginanku mala mini. Tubuhku sudah semakin panas saat ini karena obat perangsang”
“huh? Ap-apa itu?”
Kyuhyun menyunggingkan senyum miringnya. “ingin tahu?” So Eun dengan ragu mengangguk. Kyuhyun meraih tangan So Eun yang kemudian diarahkan pada kejantanannya yang sudah mengeras sejak tadi.
“AAAAA~”
BRUK!
So Eun yang terkejut dengan hal itu berteriak sambil mendorong sangat kuat tubuh Kyuhyun sampai terjatuh dari atas tempat tidur. Kesempatan itu digunakannya untuk menjauhi Kyuhyun. So Eun keluar dari kamar yang menurutnya sangat berbahaya itu. Dia berlari ke arah ruang tengah, namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara aneh dari sana. Dan betapa terkejutnya gadis polo situ melihat adegan dewasa di depannya antara Donghae dan kekasihnya Hwa Yeon.
So Eun membekap mulutnya sendiri agar tidak berteriak sambil berlarian ke arah lain menghindari ruang tengah. Dan tanpa sadar ia pergi jalan menuju garasi, tapi kesialan sedang didapatkannya karena kali ini dia menemukan Eunhyuk dan wanitanya di sana. So Eun berlari kembali bahkan sampai membuatnya menabrak dinding.
“bagaimana bisa mereka melakukan hal itu sebelum menikah? Dan kenapa harus ditempat terbuka?” gerutunya kesal karena matanya harus ternoda seperti ini. So Eun berdoa agar dia tidak harus melihat hal tidak senonoh itu lagi di tempat lain.
Sebuah ruangan besar ia masuki dan kalau tidak salah ini ruangan menonton. So Eun bernafas lega karena ruangan itu kosong. Sejenak dia mengagumi ruangan tersebut sambil mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada.
...“ahh, bahkan lantainya nyaman untuk dibuat tempat tidur” So Eun membaringkan tubuhnya di lantai yang beralaskan karpet halus itu. Sepertinya dia bisa menghindari Kyuhyun dengan tidur di sini dan agar tidak ketahuan, dia tidur di balik kursi. ...
“ahh, nyaman”
So Eun teringat sikap menyeramkan Kyuhyun tadi. Kenapa Kyuhyun bisa seperti itu? Oke, anggaplah pria itu bercanda tapi, bercandanya terlalu berlebihan menurutnya. Ia menatap tangannya yang telah menyentuh sesuatu yang baru dirasakannya itu. “aish, tidak!” gumam So Eun sambil memejamkan matanya untuk menghilangkan pikiran kotornya.
Cklek
Cap cap cup
So Eun membuka matanya cepat mendengar suara yang datang. Apa itu? Apakah ada yang datang? Kyuhyun? So Eun menggeleng pelan. Semoga dia tidak ketahuan.
“eenghh.. oppa…”
“jangan lagi” batin So Eun frustasi.
Dengan takut-takut So Eun mengintip melalui sela sofa yang ada di depannya untuk melihat keadaan di depannya itu. Dan pikirannya benar, dalam hati So Eun mengumpat berkali-kali karena semua teman Kyuhyun harus semesum ini.
“apa mereka tidak bisa melakukannya di kamar? Bagaimana caranya aku keluar tanpa mereka ketahui” gerutu So Eun pelan sekali.
Akhirnya So Eun merangkak seperti kura-kura. Perlahan namun pasti dan tidak berani melirik ke arah suara desahan itu. Kendalanya ada pada pintu, melirik cepat untuk melihat keberadaannya masih tidak diketahui, So Eun mulai meraih gagang pintu dan memutarnya pelaaaaaan-pelan.
Ck..kle..k
So Eun memejamkan matanya ketika suara itu terdengar, namun kedua manusia itu tidak menyadarinya karena terlalu sibuk dengan kegiatan panas mereka. Dengan cepat So Eun merangkak keluar dari ruang menonton itu sambil melihat sekitarnya. Gadis itu kembali melarikan diri mencari tempat persembunyian.
So Eun memasuki sebuah ruangan acak dan langsung menutupnya rapat. Beruntungnya ruangan itu kosong. Benar-benar kosong karena So Eun berkeliling ke seluruh ruangan memastikan ruangan itu hanya ada dirinya.
“akhirnya…” So Eun menjatuhkan tubuhnya di kursi malas dengan nafas tersengal-sengal. Ini sudah malam tapi, dia harus melakukan olahraga dengan berlari kemana-mana di dalam villa ini. Menyadari sesuatu, ini ruangan baru yang dimasuki olehnya hari ini. Ruangan ini lebih mirip seperti ruang kerja.
“ah, terserah. Semoga aku bisa tenang sekarang” gumamnya.
Tak lama kemudian, So Eun tertidur karena kelelahan. Dan tidak lama dia tertidur, pintu terbuka menampilakan pria yang tersenyum puas melihat So Eun tertidur di sana. “aku mendapatkanmu, sayang”
~~
“apa ini? Kenapa sesak sekali?” batin So Eun yang terganggu tidurnya oleh gerakan di atas tubuhnya. Dengan malas So Eun membuka matanya perlahan, kedipan pertama masih buram, kedipan kedua mulai jelas, dan saat kedipan ketiga So Eun tidak bisa menahan diri untuk berteriak, namun tertahan oleh benda lunak yang membungkam mulutnya.
CUP
Kyuhyun, pria itu yang kini berada di atas tubuhnya menciuminya dengan ganas. So Eun bahkan tidak menyadari piyamanya sudah terbuka kancingnya oleh tangan nakal Kyuhyun yang sejak beberapa menit lalu menggerayanginya.
“eenghhh… ahhh… Kyu…”
“emm.. ada apa, sayang? Aku sudah tidak tahan, jadi berhenti bermain petak umpetnya” ucap Kyuhyun dengan suara seraknya. So Eun menahan tangis ketika merasa tekanan benda asing dipangkal pahanya yang terhalang celana piyamanya.
“j-jangan…”
“tidak, jangan menangis. Aku tidak akan menyakitimu. Aku berjanji ini akan nikmat”
“jangan lakukan… hikss..”
“tapi aku tidak bisa menahannya, obat sialan itu sudah benar-benar bereaksi dan aku membutuhkanmu”
“a-apa yang terjadi padamu?”
CUP
Kyuhyun kembali mencium bibir So Eun kali ini lebih menuntut. Tidak lupa tangannya meremas payudara So Eun yang masih tertutup bra. Kyuhyun tidak bisa menghentikannya lagi, perasaannya telah menggebu-gebu ingin bercinta dengan So Eun yang terlihat pasrah dengan sesekali penolakannya.
“Kyu… hhh…”
“aku tidak akan bermain kasar, sayang. Nikmati saja..”
SKIP 18+ content
Suara burung menyambut pagi yang cerah di villa Kyuhyun. Semua orang di dalam masih sibuk dengan dunia mimpi mereka. Tidak terkecuali Kyuhyun dan So Eun yang berbaring di lantai beralaskan karpet berbahan kulit hewan itu dan pakaian mereka dalam keadaan berpelukan dengan tubuh polos.
“enghh…”
Kyuhyun terbangun dari mimpi indahnya dengan kepala yang berdenyut. Matanya langsung memandang sang istri yang ada dalam pelukannya. Hingga umpatan kasar keluar dari mulutnya. Dia ingat semuanya. Kejadian panas semalam bersama So Eun.
“shit! Ini semua karena obat sialan itu! Akan kubunuh orang yang memberikanku obat itu!” gerutu Kyuhyun kesal.
Lalu tatapannya beralih pada kursi malas tempatnya mengambil kesucian istrinya malam tadi. Ada noda di sana yang membuktikan bahwa dia telah mengambil sesuatu yang berharga bagi So Eun. Tapi, Kyuhyun juga merasa itu tidak masalah karena sudah menjadi haknya melakukan itu pada So Eun. Hanya saja… mungkin caranya… ah sudahlah, dia tidak ingin mengingat itu lagi.
**
Keadaan pagi itu terlihat sunyi padahal semua penghuni sudah berkumpul di meja makan. Oh kecuali So Eun yang tidak ikut makan bersama mereka. Sementara Kyuhyun sedang mengambil makanan lalu diletakkan di atas nampan. Sebelum pergi dia menatap satu persatu sahabatnya.
“siapa?” tanyanya tajam penuh ancaman.
“apa__”
“aku butuh jawaban bukan pertanyaan! Siapa?! Jawab sebelum aku bermain kasar!” hingga Eunhyuk mengangkat tangannya. Kyuhyun melempar sendok yang ada didekatnya ke arah pria itu yang beruntung dapat dihindari Eunhyuk.
“SIALAN KAU!! APA KAU TAHU AKIBAT PERBUATANMU ITU?!” teriak Kyuhyun penuh amarah.
“aku hanya berusaha membantumu agar dekat dengan adik ipar” balas Eunhyuk membela diri. Sementara Siwon dan Donghae tidak bisa berbuat apapun ketika Kyuhyun dengan mode marah.
“TIDAK ADA GUNANYA, BODOH!”
Setelahnya, Kyuhyun pergi sambil membawa makanan untuk So Eun yang ada di kamar. Itu karena So Eun langsung demam karena kejadian semalam dan juga pusat tubuhnya yang nyeri. Kyuhyun benar-benar merasa bersalah karena walau dia sadar telah memaksa gadis itu, tapi dia juga dalam pengaruh obat.
Cklek
Melihat kedatangan Kyuhyun, So Eun masih berusaha untuk tersenyum pada suaminya itu padahal dalam hatinya dia menangis karena kejadian semalam terlalu cepat untuknya. Dia ingin melakukannya dengan perasaan cinta dan keinginannya sendiri bukan paksaan, tapi mau dikata apa. Semua sudah terjadi.
“makanlah dulu.. setelah itu minum obatnya”
“aku tidak nafsu” Kyuhyun tidak mendengarkan ucapan So Eun, pria itu duduk ditepi ranjang dan berusaha menyuapi So Eun.
“buka mulutmu”
“aku_”
“jangan membantah! Aa!”
Terpaksa So Eun membuka mulutnya menerima suapan Kyuhyun. Mengunyah perlahan sambil menatap Kyuhyun dengan tatapan sendu. Menyadari ditatap oleh So Eun, Kyuhyun semakin merasa bersalah.
“maafkan aku…”
“…”
“semalam aku dalam pengaruh obat perangsang dan aku sama sekali tidak bisa menahan tubuhku untuk melakukan itu padamu. Maaf karena telah memaksamu dan merebut kesucianmu” So Eun menelan makannya dengan susah payah.
“jangan berkata seperti itu…” ucap So Eun pelan.
“aku sama sekali tidak menyalahkanmu karena telah mengambilnya dariku karena memang sudah seharusnya kau mengambil hakmu sebagai suami. Ak-aku hanya syok saja”
“tetap saja__”
“aku baik-baik saja, Kyu oppa”
Kyuhyun berdesir mendengar So Eun untuk pertama kalinya memanggilnya ‘oppa’. Ada perasaan senang dipanggil So Eun dengan sebutan seperti itu. Tapi, dia berusaha menyembunyikan perasaannya di depan So Eun.
“sudah, lupakan. Makan lagi”
“aku bisa makan sendiri, oppa sudah makan?” ketika So Eun berusaha merebut piring di tangan Kyuhyun untuk makan sendiri, pria itu menjauhkannya.
“biarkan aku melakukannya, kau cukup menerima suapanku. Mengerti?”
“tapi, oppa sudah makan?”
“aku akan makan bersamamu” Kyuhyun menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sampai mulutnya penuh. Dengan gerakannya, Kyuhyun menunjuk bahwa So Eun sudah melihatnya makan. Gadis itu tersenyum tipis.
Tanpa Kyuhyun dan So Eun ketahui, tiga sahabat Kyuhyun mengintip melalui celah pintu kamar yang tidak tertutup rapat. Mereka saling berhigh five satu sama lain karena rencana mereka berhasil untuk membuat Kyuhyun dan So Eun dekat.
“rencana kita berhasil walaupun aku harus terkena amukan bocah itu” ujar Eunhyuk.
“haha.. untung kau bisa menghindari sendok itu” kata Donghae sambil tertawa mengingat ketika Kyuhyun melempar sendok dengan penuh amarah ada Eunhyuk.
“itu dinamakan kereflekan demi mempertahankan wajah tampanku. Bisa gawat kalau itu mengenai wajahku”
“dasar!”
“sudah, kita kembali turun saja. Biarkan mereka berdua”
TBC