My Fate Is With You

My Fate Is With You
16 - Kesalahan



Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.


Happy Reading!!


**


Di hari persidangan, Kyuhyun dan So Eun tentu saja datang karena So Eun akan menjadi kesaksian korban atas penculikan Jaejoong. Kyuhyun dan So Eun membuat rencana agar Jaejoong mendapat keringanan pada hukumannya. Kyuhyun duduk di tempat penonton ketika So Eun duduk di kursi kesaksian.


Dan persidangan itu lancar dengan hakim yang menerima permintaan So Eun untuk meringankan hukuman Jaejoong yang akan dipenjara selama 25 tahun menjadi 13 tahun dan denda sebesar 20 juta. Sementara itu, Jaejoong yang mendengar permintaan So Eun terenyuh dengan kebaikan hati gadis itu yang masih saja mengampuninya padahal dia sudah berbuat jahat padanya. Keluarga Jaejoong juga bersyukur karena putra mereka bisa mendapat keringanan karena So Eun.


Saat sidang berakhir, Jaejoong dibawa oleh polisi dengan kaki pincangnya. Namun, sebelum meninggalkan ruangan sidang dia menyempatkan diri untuk menatap So Eun yang ternyata juga menatapnya. Gadis itu memberikan senyuman hangatnya sehingga Jaejoong semakin merasa bersalah pada So Eun. Kyuhyun memeluk pinggang istrinya sambil mengusap lembut perut So Eun ketika mereka berhadapan dengan orang tua Jaejoong yang berterima kasih atas kebaikan So Eun untuk mengampuni Jaejoong walaupun bukan membebaskan Jaejoong dari penjara karena tindakan menculiknya tidak bisa diampuni oleh hakim.


“jangan berterima kasih lagi, nyonya. Sudah seharusnya aku melakukan itu karena Jaejoong-shi sama sekali tidak menyakitiku selama penculikan. Dia bahkan memperlakukanku dengan baik. Maka dari itu, setidaknya bisa meringankan bebannya”


“tidak apa-apa, sayang. Kau justru benar-benar menyelamatkan Jaejoong, terima kasih. Anda juga, tuan Cho” kata nyonya Kim.


“ya, nyonya. Dan aku tidak akan menghentikan kerja sama dengan JJ Company dan akan membantu JJ Company tapi, kuharap Jaejoong-shi tidak mengganggu rumah tangga kami lagi. Aku berharap seperti itu”


“kami akan berusaha untuk menyadarkan anak kami, terima kasih atas kebaikan anda”


Setelah itu, So Eun dan Kyuhyun pulang ke rumah. Sebenarnya Kyuhyun hanya mengantar So Eun pulang dan dia akan langsung ke kantor. Tapi, di tengah jalan So Eun ingin ikut dengan suaminya ke kantor. Walau Kyuhyun sudah berkata akan sangat sibuk dan mengabaikan So Eun, gadis itu tetap memaksa pergi jadi Kyuhyun menyetujuinya.


@at Cho Corp.


Tanpa disembunyikan lagi, Kyuhyun memeluk pinggang So Eun ketika mereka memasuki lobby Cho Corp. Tentu saja semua karyawan yang melihatnya langsung menghentikan kegiatan mereka demi bisa melihat CEO mereka bersama sang istri. Sampai di lantainya bekerja, sekertarisnya menyambut suami-istri itu dan berkata bahwa ada tamu yang sudah menunggu di dalam. So Eun yang mengerti mengangguk pelan dan berkata dia akan menunggu di luar saja agar tidak mengganggu.


Kyuhyun membiarkan So Eun duduk ditemani sekertarisnya dan masuk ke dalam ruangannya untuk menemui tamunya. So Eun menatap keseluruhan lantai tempat suaminya bekerja. Dia memang sering ke sini, tapi tidak sempat melihat semuanya secara detail. Dan di sini benar-benar sepi karena semuanya focus bekerja. Tentu saja karena mereka bekerja satu lantai dengan CEO mereka.


“nyonya, apa ingin kubuatkan minuman?” tawar sekertaris Kyuhyun ramah.


“ah, ya boleh kalau tidak merepotkanmu. Dan tolong So Eun saja”


“saya tidak boleh memanggil nama istri bos saya dengan santai seperti itu, nyonya”


“tapi aku tidak nyaman kalau kau memanggilku seperti itu”


“baiklah, So Eun-shi. Jadi, ingin teh hangat atau susu hangat?” So Eun tersenyum.


“karena ada susu, aku ingin susu” pria yang menjabat sebagai sekertaris Kyuhyun itu terkekeh pelan sebelum bangun dari duduknya untuk membuatkan istri bosnya itu susu.


2 hours later.


Tidak ada tanda-tanda bahwa Kyuhyun akan keluar. So Eun sudah sangat bosan. Kalau begini, dia akan lebih baik di rumah. Makan, nonton tv, dan bersantai. Dibanding menunggu tanpa melakukan apapun karena setiap dia ingin melakukan sesuatu, sekertaris Kyuhyun akan selalu menegurnya takut So Eun kenapa-kenapa. Pria itu tahu kalau So Eun sedang hamil jadi dia tidak ingin disalahkan kalau sampai So Eun kenapa-kenapa karena kelelahan.


“oh… kenapa ada So Eun di sini?” So Eun menoleh mendengar suara yang dikenalnya itu. Terlihat dua pria baru saja datang sambil tersenyum. Dua pria itu adalah Eunhyuk dan Siwon yang juga akan menemui Kyuhyun.


“oppadeul…” seru So Eun senang. Eunhyuk dan Siwon terkekeh melihat So Eun yang begitu bahagia melihatnya.


“kenapa senang sekali? Apa begitu membahagiakan melihat pria tampan menghampirimu?” kata Eunhyuk percaya diri. So Eun berdiri lalu menghampiri dua pria itu.


“oppa, aku sudah menunggu lama sekali di sini. Dan Jun tidak memperbolehkanku melakukan apapun daritadi. Kyuhyun oppa di dalam lama sekali” Eunhyuk memeluk bahu So Eun dan langsung mendapat tamparan oleh Siwon.


“aish kenapa?”


“ingat dia istri temanmu”


“aku tahu, Choi Siwon! Jangan berlebihan. Cah, ayo nyonya muda Cho. Kita hampiri suamimu” kata Eunhyuk kembali memeluk So Eun.


“apa tidak mengganggu?” tanya So Eun khawatir.


“aku sering mengganggunya saat rapat, jadi tidak masalah. Ayo, Siwon-ah!” Siwon sendiri ikut-ikut saja karena sebenarnya dia datang ingin memberikan undangan kepada Kyuhyun dan Eunhyuk hanya ingin mengganggu Kyuhyun karena tidak memiliki pekerjaan di kantor. Dan Donghae, pria itu sedang sibuk di Jeju.


Tanpa mengetuk, Eunhyuk membuka lebar pintu ruangan Kyuhyun dan saat itulah keadaan hening. Sekertaris Kyuhyun penasaran dengan hal yang dilihat Eunhyuk, Siwon dan So Eun sehingga dia mengintip sedikit untuk melihat apa yang terjadi. Dan saat itulah dia tidak bisa menahan mulutnya untuk menganga.


“CHO KYUHYUN, APA YANG KAU LAKUKAN?!” teriakkan membahana milik Eunhyuk memenuhi lantai itu sehingga karyawan Cho Corp yang sedang bekerja sedikit penasaran dengan keributan itu.


Dan So Eun, gadis itu tidak bergerak sama sekali dengan mata menatap suaminya yang tadi berciuman dengan seorang wanita asing dengan pakaian sexynya. Siwon langsung berdiri di depan So Eun untuk menutupi pandangan ibu hamil itu dan membiarkan Eunhyuk mengurus di depan perang karena dia sudah melangkah maju dan mencengkram kerah Kyuhyun dengan kasar.


“i-ini salah paham, a-aku tidak melakukannya!” kata Kyuhyun membela diri.


“tidak melakukannya, huh? Kami melihatnya menggunakan mata kami sendiri kau menindihnya, sialan!”


“wanita ini menarikku!!”


“cih, teruslah berbohong!”


“aku tidak berbohong”


“sudahlah! Siwon-ah, kita pergi saja. Sekalian bawa So Eun juga, dia pasti syok bersama bayinya”


“tidak, kalian salah paham. Shit! Lee Eunhyuk, berhenti!! Choi Siwon jangan bawa istriku!”


Kedua pria itu tidak mendengarkan teriakkan Kyuhyun. Siwon tidak membiarkan So Eun menoleh, lagipula So Eun juga menurut saja karena masih diambang kesadarannya. Dia masih terkejut dengan kejadian tidak terduga itu.


“lupakan saja, So Eun-ah. Anggap saja kau tidak melihat apapun” So Eun tidak membalas ucapan Siwon yang berusaha menenangkan dan menyadarkannya. Eunhyuk masih menggerutu di samping Siwon karena kesal.


**


So Eun diantar Siwon ke rumah orang tua Kyuhyun atas permintaan So Eun sendiri. Siwon berusaha untuk menyemangati kembali gadis itu, tapi sepertinya hatinya sudah terluka saat ini karena kejadian tadi.


“kalau ingin memberinya pelajaran, jangan beri maaf sampai dia menangis darah. Mengerti?” So Eun akhirnya tertawa kecil mendengar ucapan Siwon yang sangat mustahil. Mana bisa orang menangis darah. Itu jarang terjadi.


“siap, oppa. Hati-hati di jalan dan ucapkan terima kasihku juga pada Eunhyuk oppa” Siwon mengangguk.


“bagaimanapun kau sekarang sudah kami anggap adik semenjak menikah dengan Kyuhyun, jadi kalau ada sesuatu jangan sungkan untuk menghubungi kami”


“aku hampir saja lupa, ini… datanglah, aku tidak memaksamu untuk datang dengan bocah itu karena kau pasti masih sakit hati. Tapi, kuharap kehadiranmu” So Eun menerima undangan tersebut dan sangat bersemangat melihatnya.


“oppa akan menikah? Ahh, aku belum mengucapkan apapun padamu”


“lagipula pernikahannya belum dilakukan, nanti saja ucapan selamatnya. Cah, sekarang masuklah, ibu hamil” So Eun terkekeh lalu menundukkan kepala sebelum turun dari mobil Siwon. Dia memasuki rumah keluarga Cho sambil mengusapi perut ratanya dengan wajah sedih jika mengingat kejadian di kantor suaminya.


Di dalam nyonya Cho terkejut mendapat kunjungan mendadak dari menantunya yang memasang wajah sedihnya. Sebagai sesama wanita, nyonya Cho tahu kalau terjadi sesuatu yang buruk jika melihat dari raut wajah So Eun.


“sayang, kenapa? Kau kelihatan sedih” So Eun langsung menubruk nyonya Cho dengan pelukan dan tanpa bisa ditahan, air mata yang sejak di kantor ia tahan akhirnya keluar karena rasa sesak itu semakin membuatnya tersiksa.


“hikkkss… ommaa… huwaa…” nyonya Cho semakin dibuat bingung namun tidak bisa bertanya apapun saat ini. Jadi dia menuntun So Eun untuk duduk di sofa tanpa melepaskan pelukannya dan membiarkan So Eun meluapkan semua rasa sesaknya.


“keluarkan semuanya, sayang. Omma akan menunggu sampai kau tenang” bisik nyonya Cho lembut sambil memberikan usapan pada rambut panjang menantunya.


Setelah beberapa menit So Eun menangis dalam dekapan nyonya Cho, gadis itu mulai menguasai dirinya untuk tenang dan perlahan menceritakan kejadian yang membuatnya begitu sedih. Nyonya Cho terkejut mendengar cerita So Eun tentang putranya yang berciuman dengan perempuan lain di kantor dan saat So Eun juga ada di sana.


“anak itu, aku akan menghukumnya saat dia datang!” desis nyonya Cho.


“om-omma, aku tidak mau bertemu dengannya dulu. H-hatiku sakit… pasti baby Cho juga terkejut melihatnya” nyonya Cho menghela nafas lalu menangkup wajah So Eun.


“tentu saja, anak itu memang harus diberi pelajaran. Omma akan mendukungmu kalau kau ingin mengabaikannya selama berhari-hari sampai dia menyadari kesalahannya” So Eun tersenyum dan memeluk kembali nyonya Cho.


Sementara itu, Kyuhyun mengamuk di dalam ruangannya. Wanita yang menjadi awal keributan tadi sudah ditendang Kyuhyun sejauh mungkin dan jangan lupa wanita itu juga harus menerima akibat karena sudah membuat keributan dengan kelakukan tidak pantasnya itu. Sekertaris Kyuhyun tidak berani untuk memasuki ruangan bosnya itu walaupun sudah banyak sekali berkas yang harus ditandatangani Kyuhyun.


“JUN!!” teriakkan itu membuat pria yang berdiri di depan ruangan Kyuhyun masuk dengan tergesa-gesa tak lupa dengan berkas-berkas penting dipelukannya.


“ya, sajangnim!”


“CEPAT BERI PELAJARAN PADA PERUSAHAAN YANG TELAH MENGIRIM PEREMPUAN JALANG ITU!” Jun terlihat gemetaran mendengar bentakan Kyuhyun layaknya petir di tengah badai.


“b-baik, sajangnim! Em… s-sajangnim, berkasnya…”


“LETAKKAN SAJA DI ATAS MEJAKU! SHIT!!”


Dengan cepat Jun meletakkan berkas-berkas tersebut di atas meja Kyuhyun lalu dengan cepat keluar dari ruangan dan tentu saja melaksanakan tugas yang tadi Kyuhyun berikan padanya. Kyuhyun sendiri, dia terus mengumpat kasar ketika So Eun tidak kunjung mengangkat teleponnya. Kedua sahabatnya juga mengabaikannya sehingga dia semakin naik darah dan hampir menghancurkan isi ruangannya ini.


Kyuhyun masih ingat jelas tatapan terluka So Eun saat melihatnya dicium oleh wanita asing tadi. Wanita kiriman dari salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan Cho Corp, awalnya pembicaraan mereka benar-benar tentang pekerjaan. Tadi, diakhir pembicaraan wanita itu memberikan kata menggoda juga tubuh dengan balutan baju sexy itu untuk menggoda Kyuhyun.


Kyuhyun tidak tertarik sama sekali dengan godaan wanita itu dan mengusirnya dengan kata kasar. Tapi, hal tidak terduga datang. Ketika Kyuhyun akan pergi menjauh dari wanita itu, tiba-tiba saja dia menarik Kyuhyun dan langsung menciumnya. Kesialannya yang lain adalah saat hal tidak terduga itu terjadi, pintu ruangannya terbuka menampilkan Eunhyuk, Siwon, dan So Eun yang terkejut. Ketika melihat kepergian tiga orang tadi, Kyuhyun tidak segan-segan memberikan tamparan kuat pada wanita yang menciumnya itu dan mendorongnya keluar dari ruangannya.


“SIALAN!!”


Kyuhyun tidak bisa menahan diri lagi, dia mengambil jas miliknya dan kunci mobilnya. Dia harus bertemu So Eun secara langsung dan menjelaskan semuanya. Jun, dia mengerti kepergian Kyuhyun untuk menemui istrinya jadi tanpa disuruh dia harus menghandle pekerjaan Kyuhyun atau tidak membatalkan sebagian jadwal yang sudah tertera karena dia sudah lama bekerja dengan Kyuhyun jadi dia tahu bagaimana Kyuhyun.


~~


Kyuhyun tidak bisa menemukan So Eun di rumah mereka jadi satu-satunya tempat yang kemungkinan didatangi So Eun adalah rumah orang tuanya. Tidak perlu menunggu lama Kyuhyun langsung menuju rumah orang tuanya dengan perasaan kacau. Dia sudah pasrah kalau So Eun akan marah padanya, tapi dia paling tidak ingin kalau So Eun akan mengabaikannya mulai sekarang.


“So Eun!!! So Eun kau di sini?” baru saja masuk ke dalam rumah Kyuhyun berteriak memanggil nama istrinya. Nyonya Cho yang sedang membuat makanan untuk So Eun menghentikan aktivitasnya ketika mendengar suara putranya.


“apa yang kau lakukan berteriak di rumah? Kau pikir ini hutan!” omel nyonya Cho dengan raut wajah dingin. Kyuhyun mendekati ibunya.


“omma, So Eun di sini? Dia tidak ada di rumah, kami memiliki sedikit kesalahpahaman, aku harus menjelaskan pada So Eun”


“tidak perlu! Lebih baik kau menjernihkan pikiranmu dan renungkan kesalahanmu itu” tolak nyonya Cho sinis.


“omma, So Eun salah paham. Apapun yang dilihatnya tidak seperti yang ada dalam pikirannya. Aku tidak melakukan itu” jelas Kyuhyun cepat. Wajahnya semakin panik mendengar ibunya sendiri malas meladeninya yang dipastikan bahwa So Eun memang ada di sini dan sudah menceritakan semuanya kepada ibunya ini.


“cih, omma tidak ingin membantumu, tapi kalau kau begitu percaya diri bahwa ini benar hanya kesalahpahaman. Omma akan membiarkanmu menemui So Eun, tapi omma tidak mau membantumu kalau So Eun memang tidak ingin melayanimu lagi!” Kyuhyun tersenyum senang lalu memeluk sang ibu erat. Ditatap sang ibu lekat.


“dia di kamar omma”


Tanpa menunggu lama, Kyuhyun langsung berlari menaiki tangga untuk menuju kamar orang tuanya. Ketika dia sudah berada di depan pintu kamar, gerakannya terhenti untuk menenangkan diri terlebih dahulu. Setelah tenang, dengan perlahan Kyuhyun membuka pintu sepelan mungkin agar tidak mengganggu istrinya yang sudah dipastikan ada di dalam.


Dan benar. So Eun sedang duduk di ranjang dengan pandangan menghadap balkon yang terbuka. Menutup pintu rapat, Kyuhyun menghentikan langkah tidak berani mendekati sang istri yang masih tidak menyadari kedatangannya.


“ekhm!”


So Eun menoleh cepat saat suara deheman kecil terdengar. Kyuhyun kecewa tidak melihat senyum di wajah So Eun. Biasanya gadis itu selalu tersenyum ketika berhadapan dengannya, kini hanya ada raut datar di sana. Dan rasanya Kyuhyun baru saja memakan empedu yang pahit.


“apa yang oppa lakukan di sini? Sudah selesai dengan wanitamu?” Kyuhyun tidak bergerak sama sekali mendengar sindiran So Eun kepadanya. Kepalanya tertunduk. Tidak ada Cho Kyuhyun dingin dan angkuh. Hanya adalah Kyuhyun yang mengharapkan ampunan dari istrinya sendiri. Kyuhyun sudah berubah sepenuhnya sejak bertemu So Eun dan Kyuhyun sadar perubahan pada dirinya sendiri.


“kau salah paham… dia menarikku” ujar Kyuhyun tanpa memandang So Eun.


“begitu? Apakah semua wanita itu selalu menarikmu untuk dapat menciummu? Atau mereka juga menggunakan cara itu untuk menarikmu ke ranjang mereka?” saat itulah Kyuhyun mendongakkan kepalanya. Suara serak So Eun mempengaruhinya. Dia tidak suka So Eun menangis. Kakinya perlahan melangkah mendekat, tapi So Eun mengangkat tangannya menyuruhnya berhenti.


“jangan mendekatiku!”


“aku akan menjelaskan semuanya. Tanpa kebohongan! Beri aku kesempatan untuk menjelaskannya”


“a-aku tidak ingin berbicara denganmu untuk sementara waktu. Aku butuh waktu untuk bisa memaafkanmu kembali”


“tapi, So Eun…”


“aku mohon…”


Seperti terkena hipnotis, Kyuhyun langsung menuruti So Eun ketika gadis itu memberikan nada lemah dan tatapan memohonnya. Itu pertanda gadis itu bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Kyuhyun akhirnya undur diri dari kamar tersebut untuk memberikan So Eun ruang memikirkan semuanya. Tapi sebelum menutup rapat pintu, Kyuhyun menatap So Eun lekat-lekat dengan mata sendunya. “jangan lama marahnya. Aku akan merindukanmu”


So Eun tak bisa menahan isak tangisnya ketika pintu sepenuhnya tertutup setelah Kyuhyun mengucapkan kalimat yang menggetarkan hatinya. Tapi, So Eun benar-benar harus menata kembali hatinya yang dihancurkan oleh Kyuhyun sendiri kembali seperti semula. Walau dia tidak ingin melakukan ini kepada Kyuhyun, namun kilasan wanita asing mencium suaminya itu selalu membayanginya sehingga hatinya kembali sakit.


“maaf, Kyuhyun oppa…”


TBC