My Fate Is With You

My Fate Is With You
12 - Kim Jaejoong



Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.


Happy Reading!!


**


Pagi yang cerah menyambut dua insan yang masih tertidur sambil berpelukan di atas ranjang itu. Bahkan keduanya tidak terpengaruh dengan keadaan kamar yang berantakan menandakan sisa-sisa pertemuran cinta mereka semalam. Hingga sang gadis perlahan bangun dari tidur nyenyaknya. Hal yang menjadi objek penglihatannya adalah wajah tertidur suaminya.


So Eun tersenyum malu dengan rona di pipinya saat mengingat kejadian semalam. Mereka melakukannya untuk kedua kalinya, tanpa paksaan sedikitpun. Tapi, satu yang So Eun ragukan. Apa jangan-jangan Kyuhyun meminum sesuatu yang buruk seperti kejadian di villa sehingga menyerangnya? Tapi, mereka bersama semalam dan So Eun tidak melihat Kyuhyun meminum sesuatu yang mencurigakan.


Sejenak So Eun tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah sang suami yang sangat damai itu. Pertama kali pertemuan mereka sebenarnya So Eun terpesona dengan wajah tampan ini, tapi sikap arogan pria ini yang membuat So Eun mengganti rasa kekaguman terhadap wajah tampan ini menjadi kekesalan. Tapi, tidak lama setelah itu So Eun harus kembali mengakui bahwa Kyuhyun memang tampan.


“baru menyadari suamimu ini begitu tampan, hum?” So Eun terkejut setengah mati saat Kyuhyun tiba-tiba bersuara. Pria itu sudah bangun? So Eun semakin malu lagi saat tahu Kyuhyun memergokinya sedang menatapinya seperti ini.


Perlahan Kyuhyun membuka matanya dan langsung menatap tepat di manik mata So Eun yang berusaha menghindarinya. Jujur, kejadian semalam memang diluar dugaannya. Tapi, Kyuhyun sama sekali tidak menyesal karena setelah kejadian di villa, rasa ingin menyentuh So Eun terus mendesaknya. Dan semalam dia benar-benar melampiaskan rasa tertahannya selama ini dengan menggembur So Eun semalaman penuh sampai mereka kelelahan.


“oppa.. kau.. bisa terlambat” cicit So Eun dengan suara kecilnya. Wajahnya masih merah karena malu ditatap oleh Kyuhyun dengan lekat.


“aku CEO-nya, tidak perlu takut akan terlambat” balas Kyuhyun santai.


“k-kalau begitu, aku… mandi duluan” baru saja So Eun ingin bangun dan melepaskan diri dari dekapan Kyuhyun, dia kembali tertahan oleh dekapan suaminya yang mengerat.


“nanti..”


“oppa..” Kyuhyun tersenyum penuh arti.


“oke, kalau kau ingin mandi...” So Eun menghela nafas tanpa ditutupi dihadapan Kyuhyun. Namun, dia kembali dibuat tegang dengan ucapan Kyuhyun selanjutnya.


“...tapi, kita mandi bersama. Mau?”


SKIP


Setelah melewati perdebatan panjang, So Eun menang melawan Kyuhyun saat datang panggilan penting dari sekertaris Kyuhyun yang memberi informasi kepada bossnya itu. Sementara Kyuhyun sibuk menyiapkan diri, So Eun tentu saja bertugas di dapur.


“So Eun-ya, sepertinya aku tidak bisa sarapan. Aku langsung pergi karena terburu-buru” So Eun menoleh cepat mendengar suara Kyuhyun dan suaminya itu terlihat sibuk memakai dasinya secara terburu-buru.


“tidak bisa, kau tetap harus sarapan” kata So Eun lalu mengambil alih pekerjaan Kyuhyun pada dasi tersebut. Kyuhyun memperhatikan jam tangannya.


“tidak bisa, So Eun-ya. Aku ada rapat penting pagi ini”


“oke, kalau begitu aku akan bawakan bekal saja untukmu. Tunggu sebentar”


So Eun berlari ke dapur dan menyiapkan makanan yang seharusnya menjadi sarapan Kyuhyun pagi ini ke dalam kotak makanan. Mengingat waktu Kyuhyun sedang terbatas, So Eun tidak memperhatikan bentuknya lagi yang penting nanti pria itu bisa sarapan di kantor.


“ini, cepat”


So Eun mengantar Kyuhyun sampai pintu dan membantu membukakan gerbang untuk suaminya itu. Dan So Eun dibuat terkejut saat Kyuhyun memberikan kecupan hangat di dahinya. “aku pergi..”


So Eun masih mematung di tempatnya bahkan sampai mobil Kyuhyun tidak terlihat lagi. Gadis itu masih tidak percaya dengan perubahan sikap Kyuhyun sejak semalam. Dan menurut So Eun, itu belum bisa menjadi kebiasaannya. So Eun masih sering terkejut kalau Kyuhyun bersikap seperti suami yang mencintai istrinya itu.


~~


Bosan berada di rumah, So Eun memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar perumahan elit ini. Tentunya dia tidak mungkin berjalan kaki karena perumahan itu sangat besar. Setiap rumah dan rumah lainnya memiliki jarak yang jauh sehingga tidak terlihat seperti perumahan. Jadi So Eun menggunakan sepeda milik Kyuhyun yang sepertinya sudah jarang digunakan karena kesibukan pria itu menuntutnya untuk terus bekerja di kantor dan tidak memiliki waktu untuk sekedar berolahraga.


Tidak sadar, So Eun ternyata sudah keluar dari komplek perumahan tapi gadis itu tetap mengayuh sepedanya dengan santai. Di tengah jalan, dia menemukan penjual es krim sehingga dia menghentikan laju sepedanya untuk membeli es krim. Untungnya dia membawa uang dan tidak lupa pula ponselnya takut ada kejadian yang tidak terduga.


“es krimnya dua, ahjushi. Yang satu cokelat dan satunya vanilla”


“siap, nona. Cah… ini es krim cokelatnya” So Eun menerima satu es krim itu.


“dan ini yang vanilla” So Eun menerima kembali es krim lainnya dan ketika ingin membayarnya, dia terlihat kesulitan karena kedua tangannya sibuk memengang es krim.


“emm.. ahj_”


“ini uang untuk es krimnya, ahjushi”


So Eun menoleh kaget mendengar suara yang dikenalnya itu. Dan benar saja, Kim Jaejoong tersenyum menatapnya. “Jaejoong-shi, tidak perlu repot-repot. Aku bisa membayarnya sendiri. Aku membawa uangnya”


“sudahlah, aku sudah terlanjur membayarnya”


Jaejoong menarik So Eun menjauhi penjual es krim itu kembali ke sepeda yang So Eun parkir tak jauh dari sana, di pinggir jalan tentunya. “terima kasih es krimnya… mau?” tawar So Eun menyodorkan salah satu es krimnya.


“tidak perlu, sepertinya kau memang menginginkan kedua es krim itu. Lagipula aku bukan anak kecil” So Eun mengkerutkan bibirnya kesal.


“memangnya hanya anak kecil yang boleh membeli es krim, tentu tidak!” Jaejoong hanya tertawa mendengar gumaman kesal So Eun kepadanya.


“sedang apa di sini?” tanya So Eun sambil menikmati es krimnya. “sepertinya ini masih jam kerja, jangan-jangan kau membolos ya?”


“cih, membolos apa? Aku CEO-nya, terserah aku ingin pergi kemana walau masih jam kerja”


“kesombonganmu persis seperti Kyuhyun oppa pagi ini” walau dalam hati kesal mendengar ucapan So Eun, Jaejoong berusaha tetap tersenyum.


“kenyataannya, cantik” So Eun memekik ketika Jaejoong mencubit pipinya dengan gemas. Semenjak pertemuan kedua mereka di pesta, So Eun merasa bahwa Jaejoong pria yang menyenangkan karena sering memberikan guyonannya.


“mau kemana setelah ini?”


“masih ingin jalan-jalan” jawab So Eun.


“menggunakan sepeda?” So Eun melirik sepedanya lalu kembali menatap Jaejoong dengan wajah polos.


“apa ada yang salah?”


“tidak, oke. Ayo naik, biar aku yang mengayuhnya. Kau duduk di belakang saja sambil menghabiskan es krimmu”


“tidak perlu! Lagipula, bukankah kau ke sini menggunakan kendaraan?”


@at Park.


Mereka berhenti di sebuah taman yang dipenuhi oleh pasangan-pasangan muda berkencan. Ingin menghindari keadaan itu, So Eun lebih memilih untuk mendekat ke taman bermain anak-anak daripada pasangan muda yang bermesraan itu. Jaejoong mengikutinya dalam diam dan So Eun tidak begitu mempedulikan keberadaan Jaejoong saat ini.


“kenapa kau masih di sini? Kau benar-benar ingin membolos ya” kata So Eun melirik Jaejoong yang baru saja duduk di sampingnya. Mata So Eun memandang anak-anak yang sedang bermain riang itu hingga tanpa sebab bibirnya tersenyum lebar. Gadis itu membayangkan jika dirinya dan Kyuhyun memiliki anak, apakah itu akan mirip dengannya atau justru Kyuhyun? Atau juga apakah sifatnya mengikutinya atau Kyuhyun.


“So Eun…” gadis itu tersadar mendengar suara Jaejoong yang membuyarkan khayalannya. Pria itu menatapnya dengan wajah bingung karena keterdiamannya itu.


“apa?”


“itu_”


Kring kring kring


Jawaban Jaejoong terpotong oleh suara ponsel Jaera yang berdering kencang. Gadis itu segera memeriksanya. “yeobseyo? Apa ada yang tertinggal?”


“…”


“oh, maaf. Aku hanya sedang berjalan-jalan. Aku akan pulang secepatnya”


“…”


“baiklah”


So Eun menatap Jaejoong setelah mengakhiri teleponnya yang berasal dari Cho Kyuhyun. Yap, suaminya. Katanya pria itu kembali ke rumah untuk mengambil berkas yang tertinggal di meja kerjanya, tapi saat di rumah So Eun tidak ada di sana. Itulah sampai Kyuhyun menelponnya.


“aku harus pulang…” Jaejoong tidak menjawabnya hanya mengangguk kecil dengan wajah yang tidak bisa diartikan. So Eun bangun lalu menaiki sepedanya, sebelum pergi dia sempat melambaikan tangannya kepada Jaejoong yang dibalas dengan lambaian juga.


Melihat So Eun dari kejauhan, Jaejoong menggeram karena rencananya kembali gagal untuk mendekatkan diri dengan So Eun. Walaupun tadi mereka sudah banyak berbicara, tetap saja sulit untuk menggapai So Eun hingga masuk ke dalam pelukannya.


“sepertinya cara pertemanan akan gagal. Aku harus menggunakan cara paksa untuk mendapatkannya” gumam Jaejoong bertekad.


**


Sampai di rumah, So Eun bisa melihat mobil Kyuhyun masih terparkir di halaman rumah mereka. Yang menandakan pria itu belum pergi lagi. Masuk ke dalam rumah, tapi keadaan rumah sepi. Kemana Kyuhyun? Itu yang dipikirkannya.


“Kyuhyun oppa... kau di dalam?” So Eun berkeliling di dalam rumah untuk mencari keberadaan suaminya itu. So Eun melihat ke arah kolam melalui kaca dekat meja makan itu, dan hasilnya kosong.


“So Eun-ya…” So Eun menoleh cepat mendengar suara bass yang sudah berada di belakangnya. So Eun hampir saja berteriak karena terkejut sementara pria yang dicarinya tadi hanya terkekeh melihat So Eun terkejut.


“katanya hanya ingin mengambil berkas yang tertinggal, kenapa masih di sini?” tanya So Eun heran. Kyuhyun tanpa ragu meraih pinggang So Eun sehingga tubuh mereka tidak berjarak lagi.


“hanya ingin menunggumu kembali, tidak boleh?” So Eun tidak membalasnya karena sibuk menutupi rona merah di pipinya dengan menundukkan kepalanya.


“kenapa menunduk? Lihat aku…” So Eun menggeleng tanpa berniat untuk menuruti ucapan Kyuhyun. Gadis itu masih belum bisa terbiasa dengan sikap baru Kyuhyun yang seperti ini. Jadi sulit untuknya menahan rasa malunya jika pria itu berkata manis padanya.


“So Eun-ya, aku ingin melihat wajahmu” mau tak mau So Eun akhirnya mendongakkan kepalanya sehingga berhadapan dengan Kyuhyun yang sedikit menundukkan kepalanya karena tinggi badan mereka yang berbeda.


.


.


.


Mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa berkata apapun. Seperti keduanya sedang memuaskan diri untuk saling menatap wajah pasangan mereka ini. Hingga Kyuhyun menghapus jarak wajah mereka agar bisa ******* bibir So Eun yang terlihat menggoda untuknya daritadi.


Di sisi So Eun, gadis itu yang sudah melihat gerakan Kyuhyun menerimanya dengan menutup matanya dan membiarkan Kyuhyun menciumnya. Awalnya Kyuhyun menciumnya dengan lembut, namun setelahnya pria itu mulai memberikan ciuman yang sedikit menuntut untuknya sehingga sesuai naluri So Eun membuka kedua belah bibirnya memberi akses Kyuhyun untuk menciumnya lebih dalam.


Sementara itu, dua wanita paruh baya baru saja sampai di rumah milik putra putri mereka dengan senyum lebar. Kedua wanita itu adalah nyonya Cho dan nyonya Kim yang berniat untuk menengok keadaan So Eun dan Kyuhyun. Mereka tidak tahu bahwa putra putri mereka sedang sibuk dengan dunia mereka. Jika kita kembali ke sisi dua sejoli yang masih saling bertautan itu, keduanya masih belum ingin mengakhiri kegiatan menyenangkan itu sampai Kyuhyun mengangkat tubuh So Eun tanpa melepaskan ciumannya. Lalu dengan cepat melangkah menuju tempat terdekat yaitu dapur.


Dengan mudahnya dia meletakkan So Eun di atas meja makan dengan kedua tangan tak melepaskan dekapannya pada So Eun yang hanya menerima perilakunya dengan senang hati. Keduanya tidak menyadari ada dua pasang mata memperhatikan mereka dengan raut wajah terkejut sekaligus senang tanpa bersuara apapun agar tidak mengganggu kegiatan mereka. Tentu saja mereka ada nyonya Cho dan nyonya Kim. Keduanya terkejut karena kedatangan mereka langsung disungguhi dengan pemandangan panas kedua anak mereka.


Kembali ke KyuSso, Kyuhyun menurunkan ciumannya ke leher So Eun dengan nafas tersenggal dan So Eun menjenjangkan lehernya untuk memudahkan pria itu berbuat lebih kepadanya. Hingga kedua mata sayunya terbuka dan…


“ya ampun!!”


Teriakkan So Eun membuat Kyuhyun menghentikan kegiatannya dan langsung menatap So Eun yang terlihat terkejut dengan wajah memerah antara malu atau sedang menahan gairahnya itu. Kyuhyun yang masih tidak mengerti dengan sikap So Eun akhirnya menolehkan kepalanya untuk melihat penyebab gadis itu berteriak tadi.


Shit!


Kyuhyun membulatkan matanya melihat ibunya dan ibu So Eun dengan santai duduk di sofa yang mengarah langsung pada kegiatan live mereka tadi dengan senyum menggoda. Dan Kyuhyun menggeram tertahan dengan tingkah ibunya yang juga merekam kegiatan mereka tadi menggunakan ponselnya “kenapa berhenti? Lanjutkan… ini akan omma jadikan dokementasi pembuatan cucu omma”


“omma…” rengek Kyuhyun kesal.


~~


Di tempat lain.


“kami mengerti, tuan”


“jangan sampai kalian gagal melakukan tugas mudah seperti itu! Kalau sampai gagal, maka katakan selamat tinggal pada pekerjaan dan keluarga kalian”


“siap, tuan!”


“pergi!”


Kim Jaejoong, pria yang mengancam karyawannya itu terlihat tersenyum puas setelah kepergian dua pria yang diberi tugas untuk memperlancar rencananya mendapatkan So Eun dari Kyuhyun. Di dalam ruangan kecil yang dipenuhi lukisan wajah So Eun dan tentu saja yang membuatnya adalah Jaejoong. Berkat ingatan tajamnya, dia bisa mengingat hal apapun walau hanya sekejap. Dan melukis wajah gadis yang memikat hatinya tentu hal mudah  baginya untuk melakukan itu tanpa kekurangan sedikitpun. Setiap detail pada So Eun dia lukisankan dengan sempurna di atas kanvas putih itu. Hingga tidak sadar lukisan-lukisan tersebut memenuhi satu ruangan.


“sebentar lagi, sayang. Kita akan bahagia bersama…” ucap Jaejoong senang sambil mengarahkan sebatang rokok pada mulutnya kemudian menghisapnya dalam-dalam sebelum menghembuskannya yang mengeluarkan asap putih.


Ya. Dia tidak ingin melihat So Eun dari jauh lagi karena dia sudah tidak tahan untuk menjadikan So Eun menjadi miliknya. Dan dia semakin gemas pada So Eun yang tidak pernah menatapnya sedikitpun, namun itulah yang semakin memperkuat keinginan Jaejoong untuk mendapatkan So Eun.


TBC