
Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.
Happy Reading!!
**
“kenapa kau membuat keputusan tiba-tiba seperti ini?” So Eun baru saja sampai di rumah ketika menemukan nyonya Cho, tuan Cho dan Kyuhyun berada di ruang tengah sedang berbicara serius. Dia baru dari supermarket membeli keperluannya sebagai perempuan karena persediaan di rumah sudah habis.
“kau bahkan tidak mengatakan apapun tentang rumah itu pada omma” So Eun mengkerutkan keningnya penasaran. Apa yang sudah dilewatkannya?
“apakah aku tidak bisa menentukannya sendiri? Lagipula aku sudah menikah, aku tidak perlu pendapat omma lagi. Dan… aku tidak ingin omma mencampuri urusan pernikahanku dengan So Eun lagi”
“beraninya kau berbicara seperti ini kepada omma!! Omma hanya ingin membantu kalian, omma tidak ingin sampai terjadi hal-hal yang tidak inginkan pada kalian”
“tapi, kami sudah dewasa omma… jadi biarkan aku dan So Eun pindah ke rumah kami sendiri”
Rumah sendiri? So Eun akhirnya masuk lebih dalam sehingga tuan Cho dan nyonya Cho yang duduk menghadapnya langsung memasang senyum. Sementara Kyuhyun tetap pada posisinya duduk membelakanginya.
“ada apa ini? apa ada yang kulewati?” tanya So Eun dengan senyum tipisnya. Wajahnya tidak menunjukkan bahwa dia mendengar sesuatu.
“tidak ada apa-apa” Kyuhyun langsung berdiri dan pergi ke kamar. So Eun semakin bingung. Akhir-akhir ini hubungan mereka sudah mulai membaik, sikap dingin Kyuhyun sudah sedikit berkurang walaupun memang masih ada sisa-sisa keketusannya. Tapi, Kyuhyun sudah lebih baik dari pertama kali pertemuan mereka.
“sayang, darimana saja?” tanya nyonya Cho.
“emm… membeli roti, omma” ketika nyonya Cho melihat benda yang ada dalam plastic, wanita itu tersenyum tipis.
“ya sudah… omma dan appa harus pergi sebentar. Jaga rumah ya”
“baik, omma”
Melihat kepergian mertuanya, So Eun melanjutkan langkahnya menuju kamar. Di dalam kamar, Kyuhyun sedang duduk di atas ranjang dengan laptop dipangkuannya. Pemandangan yang selalu So Eun lihat saat Kyuhyun di kamar. Kalau bukan tidur, Kyuhyun bekerja di sana. Padahal pria itu biasanya menggunakan ruang kerja tuan Cho, tapi terkadang Kyuhyun lebih memilih mengerjakannya di kamar agar bisa langsung istirahat setelah semuanya selesai.
“minggu depan kita pindah ke rumah baru!” So Eun terkejut mendengar kalimat yang dikeluarkan Kyuhyun tiba-tiba itu.
“eh? Kenapa mendadak begitu?”
“kau tidak mau?” tanya Kyuhyun dengan mata mendelik tajam. So Eun tanpa sadar mundur selangkah karena takut.
“ak-aku hanya heran…”
“pokoknya minggu depan kita pindah. Titik!”
So Eun menggigit bibir bawahnya bingung. Namun, dia seperti mendapat ingatan kelam. Apa jangan-jangan Kyuhyun ingin menyiksanya? Pria itu memaksa pindah supaya di rumah baru, Kyuhyun bisa menyiksanya lebih leluasa tanpa harus diketahui orang tuanya.
“hilangkah pikiran burukmu tentangku, Cho So Eun! Apa aku seburuk itu bagimu?” So Eun tersentak kaget mendengar suara Kyuhyun yang seperti bisa membaca pikirannya itu.
“apa bagimu aku hanya ingin menyiksamu?”
“eh… itu… aku…”
“oke, dulu kuakui pernah mengancamku. Tapi, setiap orang bisa berubah. Bukan begitu, istriku?” So Eun berdesir mendengar Kyuhyun memanggilnya dengan sebutan ‘istriku’. Kenapa So Eun merasa canggung mendengar itu? Apalagi ketika ia kembali mengingat kejadian malam itu, di villa.
“kenapa pipimu memerah?” tanya Kyuhyun yang ternyata sudah menatap intens So Eun dari tempatnya duduk.
“ah, haha.. aku kepanasan habis berjalan ke supermarket” jawab So Eun asal untuk menutupi kebodohannya yang menampilkan wajah meronanya.
“benarkah? Tapi, di rumah ini memiliki penyejuk ruangan. Dan di kamar ini juga memilikinya. Apa kau yakin hanya itu alasanmu?”
“i-iya, ten-tentu saja! Sudahlah, ribet berbicara denganmu!” kata So Eun lalu masuk ke dalam kamar mandi. Sementara Kyuhyun menahan bibirnya untuk tersenyum. Tapi, akhirnya bibirnya tertarik lebar bahkan suara tawanya mulai terdengar.
“JANGAN TERTAWA!!” So Eun berteriak dari dalam kamar mandi yang semakin membuat Kyuhyun tidak bisa berhenti tertawa.
Menurutnya sangat menyenangkan bisa membuat So Eun malu seperti tadi. Padahal dia tidak berkata apapun untuk menggoda So Eun ataupun melakukan hal yang mesum. Tapi, gadis itu sudah merona saja.
~~
A week later.
Nyonya Cho memaksa untuk ikut dengan Kyuhyun dan So Eun yang pindah hari itu. Katanya ingin melihat-lihat saja. Akhirnya setelah perdebatan panjang antara ibu dan anak itu, akhirnya Kyuhyun menyerah dan membiarkan ibunya ikut ke rumah baru mereka.
...“seleramu bagus juga” sindir nyonya Cho pada putranya itu. Suaranya masih terdengar sinis karena masih kesal dengan kepindahan putra dan menantunya itu. ...
“tentu saja. Omma tahu kan Kyu suka rumah yang tidak terlalu besar yang terpenting ada kolamnya” sementara ibu dan anak itu berbicara, So Eun sudah lebih dulu masuk dengan semangat. Wajahnya terlihat berbinar melihat rumah baru yang akan ditempatinya ini langsung membuat jatuh hati. Dia menyukai rumah seperti ini.
“aku bisa memasak sepuasnya di dapur ini” kata So Eun senang dengan menyatukan tangannya di depan dada. Posisi dapur dan ruang santai yang memang digabung tanpa pembatas dinding itu memudahkannya jikalau ingin menonton acara memasak. Dia bisa sambil memasak juga. Apalagi sekarang Kyuhyun sudah melarangnya bekerja, jadi sekarang dia hanya menyibukkan diri di dapur saja.
“kau menyukainya?” So Eun terkejut saat suara Kyuhyun terdengar di belakang tubuhnya. Sejak kapan pria itu ada di belakangnya?
“iya, suka. Oh.. dimana omma?”
“tiba-tiba saja omma mendapat kabar dari teman arisannya kalau ada pertemuan mendadak, jadi tadi langsung pergi dengan taksi”
“kenapa tidak mengantarnya?” Kyuhyun mengedikkan bahunya santai sambil duduk di kursi yang ada di depan meja berbahan kramik itu.
“omma melarang, mau bagaimana lagi?”
“kau sudah melihat keseluruhan rumah ini?” So Eun menggeleng.
“apa kau sudah lihat dapur kedua?” So Eun membulatkan mata mendengarnya.
“dapur kedua? Maksudmu?”
“di sana” Kyuhyun menunjuk ke arah kolam. So Eun langsung bergegas ke sana dan benar saja. Di dekat kolam juga ada dapur lainnya walaupun lebih kecil. Kyuhyun mengikuti langkah riang istrinya menuju kolam.
“kau bisa memasak sambil memandangiku yang sedang berenang” bisik Kyuhyun menggodai So Eun yang langsung menegang dibuatnya.
“ish, mesum!” So Eun kembali berlari meninggalkan Kyuhyun sementara Kyuhyun tertawa kecil melihat tingkah istrinya itu.
Hingga dia berdeham pelan dan menormalkan wajahnya kembali datar. “apa kau mulai tertarik padanya, Cho? Haha tentu saja kau pasti sudah mulai tertarik pada istrimu itu setelah kejadian malam itu. Padahal kau membencinya. Munafik sekali” bisikan batinnya seperti muncul dari otaknya membuatnya menggelengkan kepalanya.
“mana mungkin aku menyukainya” gumam Kyuhyun.
**
Pagi hari di rumah baru, So Eun bangun pagi seperti biasanya. Senyumnya mengembang lebar ketika sadar kini dia bisa menguasai dapur sendirian karena ini adalah rumah mereka. So Eun melirik tempat Kyuhyun tertidur, pria itu masih tidur nyenyak sambil memeluk bantal peluknya.
Sebelum memulai memasak, So Eun menggulung lengan baju panjangnya dan tak lupa memakai celemek setiap memasak karena dia selalu mendapat ceramah nyonya Cho kalau kebiasaannya tidak memakai celemek saat memasak. Dan sekarang dia mulai terbiasa akan hal itu.
...Sementara itu, di dalam kamar. Kyuhyun baru saja terbangun dari tidurnya. Mulutnya terbuka lebar pertanda ia sedang menguap lebar. Kepalanya menoleh ke tempat So Eun biasa tidur, sudah kosong. Tanpa mempedulikan itu lagi, dia segera bangkit lalu masuk ke dalam kamar mandi karena hari ini dia akan mengadakan rapat bersama perusahaan baru. ...
5 menit Kyuhyun masuk ke dalam kamar mandi, So Eun tiba-tiba muncul di kamar. Menemukan ranjang kosong dan suara air dari kamar mandi, So Eun tentu saja sudah bisa menebak siapa yang sedang mandi saat ini. So Eun membereskan tempat tidur yang sedikit berantakan kemudian menyiapkan pakaian kerja untuk Kyuhyun kenakan hari ini. Ya, beginilah pekerjaan barunya setelah berhenti dari Cho Corp. Melayani Kyuhyun seperti seorang istri pada umumnya.
Setelah dirasa yang diperlukan Kyuhyun sudah lengkap, So Eun kembali ke dapur melanjutkan memasaknya. Setelah 15 menit kemudian, Kyuhyun selesai membersihkan diri dan menemukan pakaian kerja sudah tersedia di atas ranjang yang rapih. Dia tidak heran lagi karena sudah beberapa hari belakangan ini hal itu terjadi.
Sudah rapih dengan pakaiannya, Kyuhyun keluar dari kamar dan pergi ke dapur. So Eun masih sibuk dengan masakannya sampai tidak menyadari Kyuhyun yang sudah duduk di kursi pantry.
“tuhanku, kau mengejutkanku!” seru So Eun ketika menemukan Kyuhyun sedang menopang dagu menatapinya.
“sudah selesai?”
“um.. ini..”
Mereka makan dalam diam. Hingga akhirnya So Eun membuka suaranya. “mm.. apa siang ini mau kubawakan makan siang?” Kyuhyun mendongak untuk menatap So Eun.
“kau tidak keberatan? Bagaimana dengan karyawanku? Mereka akan bertanya-tanya tentangmu” So Eun mengangguk menyetujuinya. Kyuhyun hanya menatapnya hingga pria itu terkekeh.
“aku bercanda, datanglah! Tidak perlu pedulikan karyawanku” sikap Kyuhyun juga sudah lebih baik dari awalnya. Biasanya pria itu hanya menjawab singkat dengan wajah datarnya. Sekarang sedikit meningkat dengan senyum tipisnya.
“benarkah?”
“ya! Kau harus membawa makan siangku dan tentunya harus enak” So Eun tersenyum lebar sambil mengangguk semangat.
“apa yang ingin kau makan siang ini? aku akan buatkan”
“bagaimana kalau… bulgogi? Jajangmyeon juga aku suka”
“baiklah, nanti aku akan ke supermarket lagi untuk membeli daging”
~~
@at Supermarket.
So Eun berjalan melewati lorong demi lorong dan memastikan semua bahan masakan yang dibutuhkan sudah masuk ke dalam keranjang belanja yang dibawanya. Hanya satu yang belum didatanginya. Bagian daging. Itu yang sangat dibutuhkannya untuk membuat makan siang untuk Kyuhyun hari ini.
Tiba di counter daging, So Eun melihat sejenak daging apa yang bagusnya dibelinya. Sementara dirinya sibuk memilih, tiba-tiba seorang pria dengan pakaian rapihnya berdiri di samping So Eun sambil berbicara dengan seseorang di sambungan teleponnya.
“apa? Kenapa aku harus memilih sendiri? Kan ada petugas yang bisa mengambilkannya untukku. Lagipula aku tidak tahu bagian yang omma maksud!” mendengar suara seseorang di sampingnya, So Eun menoleh menatap pria yang menggerutu tidak jelas itu.
“aku tahu kalau noona sedang hamil dan ngidam. Tapi, jangan buat adiknya ini tersiksa”
“aish, terserah!”
So Eun terkekeh dalam hati mendengar kekesalan pria yang sedang terkena bagian mengidam seorang wanita. “dada ayam… oke, ambil saja semuanya kalau begitu daripada aku harus bingung” gumamnya yang masih bisa didengar So Eun.
Pria itu mengambil plastic dan penjepit untuk mengambil daging. Wajahnya terlihat ragu dan kebingung setiap kali ingin mengambil salah satu daging ayam yang ada di sana. Hingga tiba-tiba tangan seseorang mengarahkan tangannya ke salah satu daging ayam tersebut. Pria itu sentak saja menoleh dan menemukan So Eun tersenyum tipis.
“itu dada ayam, yang diinginkan noonamu” setelah itu So Eun pergi karena dia sudah selesai memilih dan menimbang daging yang diinginkannya tadi. Sementara pria itu terus memandangnya bahkan sampai tubuh So Eun menghilang dibalik rak.
“gadis itu… aku harus memilikinya!”
SKIP
@at Cho Corp.
Dengan pakaian sederhananya, So Eun baru saja turun dari taxi untuk sampai lebih cepat daripada naik bus. Tentu saja dia menggunakan kartu yang pernah diberikan Kyuhyun. Dia memandang ragu bangunan megah dan kokoh dihadapannya, tempat yang pernah menjadi tempatnya bekerja walau hanya beberapa bulan saja.
...Masuk ke dalam, dia menjadi bahan tontonan karyawan Cho Corp yang bertanya-tanya kenapa dirinya datang ke sana sambil membawa kotak bekal di tangannya. Walau terlihat tenang, dalam hatinya So Eun merasa terintimidasi dan gugup ditatap banyak orang. Untuk mengurangi rasa gugupnya, dia mempercepat langkah menuju lift dan langsung menekan tombol menuju lantai kerja Kyuhyun. ...
Di tengah jalan lift berhenti dan masuk beberapa karyawan yang sepertinya ingin makan siang karena sudah waktunya istirahat. Lagi-lagi So Eun harus menahan diri untuk berteriak kesal karena ditatap dengan mata tajam karyawan Cho Corp. Dan itu semakin menjadi ketika lift berdenting karena sudah sampai di lantai Kyuhyun bekerja So Eun keluar dari lift.
Di depan meja sekertaris Kyuhyun, So Eun berhenti sejenak memandang pria yang masih sibuk di belakang meja kerjanya itu. “oh, So Eun-shi. Mencari Cho sajangnim?” di Cho Corp hanya sekertaris Kyuhyun dan beberapa karyawan dengan pangkat tinggi yang mengetahui identitasnya sebagai istri Kyuhyun. Jadi So Eun sudah bisa bernafas lega sampai di lantai ini.
“hehe.. iya, aku membawa makan siang”
“kalau begitu masuk saja, Cho sajangnim masih rapat dengan perusahaan baru. Mungkin sebentar lagi selesai”
“baiklah, terima kasih, Jun-shi”
“sama-sama, So Eun-shi”
So Eun masuk ke dalam ruangan Kyuhyun dan langsung menata makanan yang dibawanya di atas meja dengan sofa yang mengelilinginya. Kiranya 5 menit kemudian, Kyuhyun datang sambil melepaskan dasinya. “kau sudah datang?”
“iya, duduklah”
Mereka akhirnya makan dengan santai dan sesekali mengobrol ringan. So Eun sudah mulai terbiasa dengan sikap Kyuhyun yang sering berubah-ubah. Terkadang baik, terkadang juga kembali ke sifat awalnya. Sinis, datar, dan ketus.
“oh ya, tadi si supermarket aku bertemu dengan seorang pria. Dia terlihat kebingungan memilih daging ayam. Dan aku ingin sekali tertawa melihatnya, dia benar-benar tidak tahu harus memilih daging ayam yang mana sementara itu adalah tugasnya sebagai adik pada permintaan kakaknya yang sepertinya sedang hamil dan mengidam ingin dirinya membeli daging ayam pada bagian dada, tapi dia harus mengambilnya sendiri tanpa bantuan petugas”
“oh ya? Bodoh sekali dia, walaupun aku tidak pernah belanja daging. Aku bisa membedakan daging ayam bagian dada, paha dan lainnya. Apa dia tidak pernah makan ayam?” ucap Kyuhyun menanggapi sambil memasukkan makanan terakhir ke dalam mulutnya. So Eun mengedikkan bahunya santai dan sesekali terkekeh geli kalau mengingat kejadian di supermarket itu.
“aku akhirnya membantunya menunjukkan daging ayam yang dimaksudkan dan tahu bagaimana reaksinya? Dia langsung menoleh dengan wajah terkejut. Hahaha…”
“jangan terlalu baik pada seseorang, bisa saja dia berbuat buruk padamu dipertemuan kedua kalian. Aku sering bertemu orang seperti itu sehingga aku tahu jelas harus bagaimana bersikap”
“tapi, aku hanya ingin membantu saja. Kasihan dia…”
“ya, ya, ya.. terserah..”
So Eun tersenyum polos sambil menyodorkan buah yang juga dibawanya dan sudah dipotongnya di depan mulut Kyuhyun yang terkantup. Sejenak Kyuhyun hanya menatap buah itu dan wajah So Eun bergantian hingga akhirnya dia membuka mulutnya menerima suapan gadis itu.
“aku sudah mencobanya dan rasanya manis. Bagaimana?” tanya So Eun semangat. Kyuhyun bergumam pelan.
“em.. manis” jawab Kyuhyun singkat sambil memalingkan wajah ke arah lain.
Apakah kalian tahu yang dipikirkan Kyuhyun saat ini? Tebak saja sendiri karena ini saatnya…
TBC