
Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.
Happy Reading!!
**
Seminggu berlalu. Hari-hari So Eun terkadang tenang dan menyenangkan, tapi terkadang juga bisa mencekam dan mengesalkan jika berhubungan dengan Kyuhyun. Pekerjaannya sebagai office girl juga masih dilakukannya dengan hati senang. Dan beruntungnya, tuan Cho ataupun nyonya Cho tidak mengetahuinya. Dia tidak tahu harus memberi alasan apa untuk tuan Cho jika tahu pekerjaan yang diberikan Kyuhyun kepadanya di Cho Corp hanya sebagai office girl.
Dan hari ini, Cho Corp mendapat kunjungan dari CEO Jr. Group yang tidak lain adalah Song Jaerim. Sebenarnya Jaerim hanya ingin berkunjung karena tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan dengan Kyuhyun, hanya saja ada yang ingin dilihatnya di sana.
“tumben sekali…” kata Kyuhyun sambil mempersilakan Jaerim duduk. Pria itu terkekeh pelan.
“aku haus..” ujar Jaerim langsung. Kyuhyun menautkan alisnya heran, namun ia tetap menyuruh sekertarisnya untuk menyiapkan minuman.
“sebenarnya apa yang hyung ingin lakukan? Hanya ingin minum?”
“aish, kau ini. Apa aku harus ada urusan penting baru bisa berkunjung?”
“masalahnya aku sedang banyak pekerjaan”
“ya sudah, kerjakan saja. Aku tidak akan mengganggumu. Ada seseorang yang ingin kulihat maka dari itu aku ke sini” Kyuhyun menatap serius pada Jaerim ketika pria itu menyebutkan tujuannya sebenarnya.
“seseorang? Siapa?”
“ada… sudah, sana kau pekerja!”
“cih!”
10 menit kemudian, ketukan pintu terdengar. Jaerim yang sedang menatap laptop yang ia bawa segera melihat ke arah pintu. Kyuhyun yang melihat hal itu semakin penasaran dengan siapa yang ingin Jaerim lihat. Dia mempersilakan orang di luar ruangannya masuk dan saat itu Kyuhyun menatap tajam seorang gadis yang membawa nampan itu.
“apakah tidak ada orang lain untuk mengantar minuman itu selain dirimu?!” So Eun, gadis itulah yang mendapat bagian mengantar minuman ke ruangan Kyuhyun. Itu karena seluruh teman sesama office girl dan boy memiliki pekerjaan masing-masing dan saat itu hanya dia yang bisa mengantarnya, jadi dia tidak memiliki pilihan lain selain mengantarnya.
“apa masalahmu? Itu pekerjaannya” ujar Jaerim tiba-tiba. So Eun masuk ke dalam dan mengantar dua gelas yang dibawanya lalu meletakkan di meja yang ada di depan Jaerim. Kyuhyun mendengus kemudian melanjutkan pekerjaanya menganggap So Eun tidak ada.
Berbeda dengan Jaerim yang tersenyum manis pada So Eun. “ini minuman anda, tuan” ucap So Eun.
“terima kasih, oh ya.. bolehkan aku tahu siapa namamu?” So Eun berdiri kikuk dihadapan Jaerim yang masih duduk di sofa.
“em.. Kim So Eun”
“nama yang indah, aku Jaerim. Song Jaerim… senang berkenalan denganmu”
“iya.. k-kalau begitu saya permisi, tuan Song” So Eun berniat untuk undur diri dari ruangan Kyuhyun, tapi gadis itu terkejut ketika Jaerim menahan lengannya. Di samping itu, Kyuhyun sudah menghentikan pekerjaannya dan mencuri dengar pembicaraan Jaerim dan So Eun. Kyuhyun tidak habis pikir pada Jaerim yang mau berkenalan dengan So Eun.
“maaf, reflek” kata Jaerim sambil tersenyum polos lalu melepaskan tangan So Eun. Pria itu kemudian mengeluarkan ponsel canggihnya lalu disodorkan pada So Eun. So Eun menatap wajah Jaerim dan ponsel yang disodorkan pria itu bergantian dengan wajah bingungnya. Jaerim tertawa geli melihat raut wajah So Eun yang menurutnya sangat menggemaskan.
“tulis nomormu..”
“tuan.. saya_”
“sudah, tulis saja!”
So Eun melirik Kyuhyun di meja kerja dan pria itu tidak peduli. Jadi So Eun mengambil ponsel Jaerim lalu mengetikkan nomor ponselnya. Jaerim menatap jari-jari So Eun dengan senyum lebarnya. Dia sangat senang karena sudah mendapatkan nomor gadis yang menarik perhatiannya pada pandangan pertama itu.
“terima kasih…” ucap Jaerim ketika So Eun mengembalikan ponselnya. So Eun langsung keluar dari ruangan Kyuhyun meninggalkan kedua pria yang berbeda perasaan itu. Jaerim yang senang karena mendapat nomor seorang gadis yang menarik perhatiannya dan Kyuhyun yang diam-diam kesal melihat interaksi Jaerim dan So Eun.
“thanks, Kyu. Aku pergi dulu, tujuanku datang ke sini sudah kudapatkan” Kyuhyun menepalkan tangannya ketika Jaerim keluar dari ruangannya. Wajah dinginnya mengeras ketika mengingat Jaerim berbincang tadi apalagi saat Jaerim meminta nomor So Eun.
“cih, apa peduliku? Terserah Jaerim hyung menginginkan gadis itu atau tidak, lagipula aku tidak tertarik dengan gadis materelialis itu”
~~
Saat sudah waktu pulang, So Eun harus menunggu di tempat parkir dekat mobil Kyuhyun karena So Eun sudah tinggal bersama di kediaman Cho, jadi tuan Cho ingin Kyuhyun pergi dan pulang bersama. Tuan Cho hanya tidak tahu kalau Kyuhyun setiap hari selalu menurunkannya jauh dari Cho Corp.
Hampir satu jam So Eun menunggu dengan tubuh kedinginan karena musim sudah mulai memasuki musim gugur. Jadi udara sudah mulai dingin dan Kyuhyun menyuruhnya menunggu di tempat parkir. Dan setelah itu, Kyuhyun datang dengan wajah tanpa dosa telah membuat So Eun menunggu.
“apa yang kau tunggu? Cepat masuk!” perintah Kyuhyun. So Eun masuk ke dalam mobil sambil menahan diri mengutuk Kyuhyun dalam batinnya.
“mulai besok kau harus belajar mengemudi, aku lelah harus menjadi supir untukmu!” So Eun diam mendengar ucapan Kyuhyun.
“bukankah kau tahu aku bekerja?” kata So Eun.
“memang siapa yang bilang kau tidak bekerja? Pokoknya aku tidak mau tahu, kau harus bisa mengemudi secepatnya”
“kalau begitu ajari aku”
Mobil yang Kyuhyun kemudikan dihentikan dengan sengaja oleh sang pengemudi sampai So Eun terdorong ke depan. Kyuhyun menatap So Eun tajam. “kau sudah mulai berani padaku?! Siapa kau menyuruhku untuk mengajarimu, huh?!”
So Eun menutup matanya ketika mendapat bentakan keras dari pria di sampingnya itu. “apa salahnya? A-aku… calon_”
“STOP! Sekali lagi kau bicara, aku akan menurunkanmu di tengah jalan!” sesak. Itu yang dirasakan So Eun. Tidak ada kata hinaan di dalamnya, tapi So Eun benar-benar merasa sakit hati. Apakah sebegitu tidak inginnya Kyuhyun berdekatan dengannya?
“dan kuperingatkan padamu, jangan pernah mengucapkan bahwa dirimu adalah calon istriku. Dihadapanku! Camkan itu, Kim So Eun!”
Deg.
Kyuhyun menyebut namanya. Ya, ini pertama kalinya Kyuhyun menyebut namanya saat mereka berdua saja. Biasanya Kyuhyun menyebutnya gadis tidak tahu diri atau kau saja. Kyuhyun kembali melajukan mobilnya dengan wajah dinginnya, namun berbeda dengan So Eun yang masih dengan keterkejutannya ketika Kyuhyun menyebut namanya.
“perasaan apa ini? Tidak, aku tidak boleh memiliki perasaan itu!” batin So Eun sambil menggelengkan kepalanya berkali-kali.
**
“Han, hati-hati. Jaga calon menantu saya” seru tuan Cho pada supir pribadinya itu. Pria paruh baya yang sudah bertahun-tahun menjadi supir pribadi di keluarga Cho itu hanya tersenyum.
“jadi ingin latihan dimana, nona?”
“ah, ahjushi… tolong panggil aku So Eun saja” pria itu hanya tertawa pelan kemudian memutar kemudi mobil memasuki sebuah taman yang lumayan sepi dan cocok untuk latihan So Eun.
“oke, saya akan memanggil nona So Eun saat hanya berdua saja, tapi saat ada tuan Cho ataupun nyonya Cho, saya akan memanggil nona. Emm… kita latihan di sini saja, sepertinya ini cukup bagus untuk tempat latihan pertamamu” So Eun yang terlihat gugup itu menatap Han dengan ragu. Han turun dari mobil kemudian berputar untuk bertukar tempat dengan So Eun.
SKIP
Sudah dua jam So Eun belajar dan gadis itu sudah sedikit bisa walaupun masih harus diperlancar lagi. Tapi, menurut Han, So Eun belajar dengan cepat tidak seperti orang kebanyakan yang sulit untuk belajar mobil.
“jadi kau tinggal memperhalus jalannya saja agar tidak tersendat-sendat… mungkin latihan hari ini sudah cukup” So Eun tersenyum puas pada hasil belajar mengemudinya hari ini. Akhirnya So Eun mengajak Han untuk makan terlebih dahulu di luar sebelum pulang karena kebetulan tuan Cho memberikannya beberapa uang saku untuknya.
Dan tidak disangka mereka bertemu dengan Jaerim yang juga sedang makan di restoran yang sederhana itu. So Eun heran sendiri karena biasanya orang seperti Jaerim dan Kyuhyun akan lebih memilih makan di tempat yang mewah. Tapi, sepertinya Jaerim pengecualian. Pria itu juga sangat ramah.
“bergabung saja denganku, aku hanya makan sendirian” ujar Jaerim mempersilakan So Eun dan Han untuk makan bersamanya. Mereka makan dalam kesunyian.
“sedang apa?” tanya Jaerim pada So Eun yang duduk di sampingnya setelah menyelesaikan makanan mereka.
“ah, itu… baru saja lari pagi. Iya… lari pagi”
“begitu…” pandangan Jaerim beralih pada Han yang mengenakan pakaian formalnya.
“kau yakin? Lalu pria itu siapa? Appamu? Samchon?” So Eun menatap Han panik apalagi ketika dia lihat Han ingin mengucapkan hal yang bisa saja membuatnya dalam masalah.
“tidak-tidak, dia majikanku. Aku adalah pembantu di rumahnya dan tadi kebetulan bertemu. Dengan kebaikan hatinya, dia mengajakku makan di sini” jelas So Eun panjang lebar. Han terkejut ketika mendengar jawaban So Eun.
“non_”
“tuan Han, maaf ya. Lain kali aku tidak akan merepotkan anda lagi” Jaerim yang awalnya curiga mulai rilex kembali. Dia tersenyum.
“itu tidak masalah, untuk makanan kali ini aku yang akan membayarnya” So Eun menatap Jaerim kaget.
“i-itu tidak perlu. Aku jadi merepotkanmu juga”
“tidak-tidak, aku tidak merasa direpotkan oleh gadis cantik sepertimu” Jaerim menyentuh kecil dagu So Eun dengan kedipan mata diakhir. Han membulatkan matanya melihat Jaerim yang jelas-jelas sedang menggoda calon istri tuan mudanya itu.
“maaf, tuan. Anda tidak boleh memperlakukannya seperti itu” ujar Han sigap. Jaerim menatapnya menyelidik. Hingga mulutnya membulat.
“oh? Ahjushi bukankah… supir pribadi tuan Cho? Aku sering melihatmu saat bersama tuan Cho” ujar Jaerim yang baru menyadari hal itu. So Eun kini kembali dibuat panik. Lalu Jaerim kembali menatap So Eun.
“a-aku harus kembali, ayo tuan Han!”
So Eun bangun dari duduknya dengan cepat, namun Jaerim lebih cepat darinya. Pria itu menahan lengan So Eun yang membuat gadis itu kembali terduduk di sampingnya. Mata Jaerim mendelik tajam pada So Eun yang semakin ketakutan dengan reaksi Jaerim.
“siapa kau sebenarnya?” tanya Jaerim dengan suara dinginnya. So Eun gugup setengah mati mendapat pertanyaan seperti itu.
“ahjushi Han, bisakah menungguku di mobil?” pinta So Eun akhirnya. Walau enggan, Han menuruti perkataan So Eun dan bangun dari duduknya, meninggalkan So Eun bersama Jaerim.
“jelaskan!”
“maaf, tapi bisakah melepaskan tanganku dulu?”
“janji jangan lari!”
“iya”
Jaerim melepaskan genggamannya dan beralih bersedekap sambil menatap So Eun lekat. Gadis itu menghela nafas. “baiklah, sebenarnya aku sedang belajar mengemudi dengan ahjushi Han”
“bukankah kau seorang office girl? Untuk apa belajar mengemudi? Dan ada hubungan apa dengan keluarga Cho?”
“a-aku… aku…aku men… menumpang! Ya, aku menumpang di rumah keluarga Cho. Maka dari itu aku enggan berkata jujur. Akan sangat aneh seorang office girl di Cho Corp ternyata tinggal bersama di kediaman Cho. Dan… hubunganku dengan keluarga Cho… tidak ada! Aku hanya orang yang tidak sengaja dipungut oleh tuan Cho. Kau tahu kan? Tuan Cho sangat baik hati, dia… dia melihatku yang berada dipinggir jalan dengan keadaan berantakan dan kelaparan. Dan dia membawaku ke rumahnya dan membiarkanku tinggal di sana. Dan sebagai bayaran, aku bekerja di Cho Corp juga belajar mengemudi agar bisa mengemudikan mobil untuk tuan Cho Kyuhyun saat pergi ke kantor dan saat pulang” jelas So Eun panjang lebar. Dalam cerita singkatnya itu, ada kebenaran dan kebohongan. Dan mungkin kebohongan masih lebih banyak dari kebenarannya. Biarlah, yang terpenting Jaerim tidak mengetahui semuanya. Bisa mati kalau Jaerim tahu dan mengatakannya pada Kyuhyun.
“…”
So Eun memandang Jaerim yang terbungkam mendengar cerita karangannya itu. Hingga pria itu menyunggingkan senyumnya dan tiba-tiba mengusap kepala So Eun lembut.
“jadi begitu ceritanya…” So Eun lega karena Jaerim mempercayai bualannya itu.
“kalau begitu, mulai pekan besok kau belajar mengemudi denganku saja. Aku free setiap hari minggu” kata Jaerim.
“huh?”
“deal! Minggu depan kita bertemu di sini. Kita belajar menggunakan mobilku. Oke? Sampai jumpa lagi”
Tanpa mendengar jawaban So Eun, Jaerim langsung meninggalkan gadis itu. So Eun menatap punggung Jaerim yang menjauh itu. Akhirnya So Eun menghela nafas. Mungkin lebih baik seperti itu agar dia tidak merepotkan Han lagi.
~~
So Eun mengetuk pintu kamar Kyuhyun dengan ragu. Pintu itu akhirnya terbuka memperlihatkan Kyuhyun yang baru saja selesai mandi karena hanya terbalutkan handuk. So Eun langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
“ada apa?” So Eun segera menyodorkan jas yang ada di tangannya pada Kyuhyun dan ketika jas tersebut diambil oleh Kyuhyun So Eun langsung pergi begitu saja.
Kyuhyun mengkerutkan keningnya menatapi jas di tangannya. Tiba-tiba kilasan ingatannya muncul tentang jas tersebut. “shit! Aku baru ingat bahwa gadis itu adalah gadis pelayan yang pernah menumpahkan minuman padaku. Kenapa aku baru ingat hal itu?” gerutu Kyuhyun sambil membanting pintu kesal.
Ya, dia ingat ketika seorang pelayan menumpahkan air padanya dan dia membuat gadis itu kehilangan pekerjaannya. Hingga akhirnya mereka bertemu di acara makan malam bertema perjodohan itu. “jelas sekali. Dia benar-benar menginginkan hartaku sekaligus membalas dendam ternyata. Tidak akan kubiarkan dia berhasil menguasaiku!”
TBC