
Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.
Happy Reading!!
**
Hari sudah menjelang pagi dan Kyuhyun sudah bangun dari tidurnya. Matanya tidak pernah merasa bosan menatap wajah polos istrinya yang masih tidur lelap. Perut So Eun juga sudah membesar mengingat sekarang sudah memasuki bulan ke delapan. Semenjak kejadian kesalahpahaman dan hukuman dari So Eun, keduanya berbaikan dan semakin dekat satu sama lain.
Melihat So Eun, Kyuhyun jadi teringat pertemuan pertamanya dengan gadis ini. Cukup tidak mengenakan karena dirinya telah membuat gadis itu sengsara hanya karena menumpahkan air ke jasnya. Bahkan saat pertemuan kedua mereka, Kyuhyun justru mengibarkan bendera perang pada So Eun. Tapi, yang anehnya So Eun terlihat tidak terpengaruhi dengan kebenciannya itu.
Bahkan ketika Kyuhyun ingin menjebak So Eun dengan memberikan kartu unlimited untuk membuka semua kedok pada So Eun agar bisa menjadi bukti bahwa So Eun hanya menginginkan hartanya. Dan lagi-lagi dia harus menerima kekalahan ketika So Eun tidak menggunakan uang itu banyak. Gadis itu hanya menggunakan uang untuk kebutuhan rumah dan hal mendesak saja.
Dan perasaan benci itu perlahan menghilang berganti dengan perasaan nyaman. Terlebih ketika mendapat setiap perhatian dari So Eun membuat Kyuhyun merasa menjadi pria beruntung mendapatkan gadis seperti So Eun.
“kurasa… aku mulai jatuh cinta padamu. Bahkan mungkin saja perasaan ini sejak lama tumbuh hanya saja aku tidak menyadarinya” gumam Kyuhyun sambil mengelus lembut pipi gembil istrinya. Nafsu makan istrinya meningkat seiringnya umur kehamilannya semakin besar. Dan Kyuhyun tidak mempermasalahkan semua itu asal semua makanan yang masuk ke dalam tidak membahayakan So Eun dan anak mereka.
“enghh… oppa..” Kyuhyun tersenyum geli mendengar igauan istrinya. Dikecup gemas dahi So Eun hingga gadis itu perlahan membuka matanya dan menyunggingkan senyum cantiknya.
“selamat pagi, oppa”
“pagi, sayang… tidurmu nyenyak?” So Eun mengangguk menjawab pertanyaan Kyuhyun dan menggerakkan tubuhnya mendekati suaminya. Kepalanya menyuruk di dada bidang Kyuhyun dengan gumaman manja.
“oppa…”
“mau apa?”
“aku mau tteobokki super pedas buatanmu” Kyuhyun membulatkan mata mendengar permintaan So Eun. Tidak mungkin dia menuruti keinginan So Eun yang satu ini karena bisa-bisa dia meracuni istrinya.
“tidak! Aku akan memberikan apapun, tapi tidak yang akan membuatmu sakit”
“tapi aku ingin itu… ini keinginan bayi kita”
“sayang, kumohon… yang lain saja, oke?” So Eun menggeleng lalu menjauhkan tubuhnya dari dekapan Kyuhyun. Gadis yang sebentar lagi menjadi ibu itu memutar tubuhnya membelakangi suaminya sambil mendengus kesal.
Kyuhyun menghela nafas frustasi. Bagaimanapun dia tidak akan menuruti keinginan So Eun yang satu ini. Dia bangun lalu duduk dipinggir ranjang sambil melirik punggung So Eun yang sedikit bergetar. Kyuhyun melangkah keluar dari kamar dan bisa mendengar suara isak tangis So Eun.
Sementara itu, So Eun menepalkan tangannya kesal karena Kyuhyun benar-benar meninggalkannya di dalam kamar tanpa mengucapkan apapun. Digigit bibir bawahnya sambil mengusap perut besarnya. Dia benar-benar menginginkan tteobokki buatan Kyuhyun ketika mengingat video yang dikirimkan Eunhyuk untuknya tentang misi yang dilakukan Kyuhyun.
“sepertinya kali ini appamu benar-benar tidak akan membuatkanmu tteobokki, sayang. Kalau begitu, kita cari di luar saja” So Eun bangun pelan-pelan mengingat kini dia mulai kesulitan untuk melakukan sesuatu sendirian. Kakinya melangkah pelan menuju lemari untuk mengambil mantel karena udara pagi cukup dingin. Bahkan matahari masih malu-malu untuk menyinarkan sinarnya.
So Eun pergi dari rumah tanpa berkata apapun, bahkan dia tidak menyadari kalau Kyuhyun sedang berada di dapur untuk membuatkan tteobokki seperti yang diinginkan istrinya. Hanya saja dia membuatnya dengan sungguh-sungguh dan tidak pedas karena bahaya untuk kehamilan So Eun.
Kyuhyun mengangkat kepalanya ketika mendengar suara pintu terbuka dan tertutup serta langsung terkunci. Siapa itu? Kyuhyun mencuci tangannya dan melangkah terburu-buru ke kamarnya dan So Eun. Kosong. Berusaha berpikir tenang, dia memeriksa kamar mandi dan hasilnya sama.
“So Eun…” Kyuhyun berlari keluar ketika menyadari sesuatu. Suara tadi adalah So Eun yang keluar dari rumah. Mau kemana gadis itu dengan perut buncitnya?
“Cho So Eun, dia benar-benar keras kepala” gumam Kyuhyun cemas dengan mata bergerak mencari keberadaan So Eun di luar.
~~
“hhh~” So Eun bernafas berat ketika sudah berjalan lumayan jauh dari rumahnya. Sebenarnya dia tadi menunggu taksi, tapi tidak ada taksi yang lewat jadi dia memutuskan berjalan pelan-pelan sambil mencari kendaraan umum.
Tapi, lama dia berjalan. Tidak ada kendaraan yang melintas sehingga So Eun memutuskan untuk beristirahat di bekas batang pohon yang dipotong ada dipinggir jalan. Mengatur nafasnya yang berat sambil mengusapi perutnya yang sudah berat mengingat umur kehamilannya sudah memasuki bulan ke delapan. Keringat bercucuran didahinya dan entah mengapa hatinya merasa sesak membuatnya mengeluarkan air mata. Dia baru sadar sesuatu, tidak seharusnya dia pergi sejauh ini sendirian. Apalagi dia tidak mengatakan apapun pada suaminya. Pasti Kyuhyun khawatir saat ini.
“hikss.. hikss..” isaknya dengan kedua tangan menutup wajahnya.
“hikss.. Kyuhyun oppa… aku lelah…” kakinya lelah berjalan jauh sambil menahan bobot bayinya yang sudah membesar. Dan dia semakin menyesali perbuatannya meninggalkan rumah sendirian.
“menyesal dengan perbuatanmu, hm?”
Deg.
So Eun mendongak mendengar suara yang familiar itu dan benar saja. Suaminya kini berdiri di depannya dengan nafas tersengal-sengal seperti habis berlari. Wajahnya masih memancarkan kecemasan dan So Eun semakin tidak bisa menahan air matanya.
Grep
Dengan susah payah dia berusaha memeluk suaminya itu erat tapi, kesulitan karena kini ada perut besar yang menghalangi mereka. Kyuhyun menghela nafas lega dengan keadaan So Eun yang masih baik-baik saja. Dia hampir gila karena tidak menemukan So Eun tadi dan ketika jauh dari rumah dia melihat gadis dengan perut buncitnya duduk sambil menangis.
“oppa… maaf… hikss.. aku bersalah… hikss…” Kyuhyun mengusap rambut So Eun lembut. Dia tersenyum tipis karena So Eun kini mudah sekali menangis.
“sudah-sudah, sekarang kita pulang” kata Kyuhyun singkat.
“tapi kakiku lelah…” rengek So Eun. Kyuhyun menghembuskan nafas.
**
one month later.
Kyuhyun berlarian sambil menggendong istrinya yang terus berteriak kesakitan. Di belakangnya ada nyonya Cho yang memang tinggal di rumah mereka saat So Eun sudah mendekati waktu kelahirannya. Dan siang ini, So Eun tiba-tiba berteriak dari arah kamar mandi sambil memegangi perutnya.
“sudah kubilang menginap di rumah sakit, kau tidak percaya padaku!” omel Kyuhyun sambil menjalankan mobilnya dengan cepat.
“aaahhkk… kenapa kau… aahkk marah.. kepadaku aakhh! Sakit, omma…” nyonya Cho mengusapi perut So Eun lembut karena dia mengerti perasaan So Eun. Dia dulu pernah merasakan sakitnya mengandung.
“karena kau tidak menurut padaku!!”
“AAKHH!! JAHAT!”
Nyonya Cho mendesah frustasi ketika Kyuhyun dan So Eun masih sempat bertengkar ditengah kepanikan dan rasa sakit itu. “sudah, Kyu. Kau focus saja pada jalanan… kasihan So Eun…”
Dokter yang akan menangani persalinan So Eun adalah salah satu keluarga dari keluarga Cho atau lebih tepatnya adalah bibi dari Kyuhyun. Sebenarnya So Eun pernah masuk ke rumah sakit karena keram pada perutnya beberapa hari lalu dan bibi Kyuhyun yang menjadi dokter So Eun menyarankan untuk rawat inap untuk berjaga-jaga. Tapi, So Eun memaksa pulang dan akhirnya seperti sekarang.
“imo, bolehkah aku masuk?” tanya Kyuhyun. Awalnya bibi Kyuhyun ingin menolaknya, tapi melihat So Eun menarik tangan suaminya untuk tetap bersama akhirnya dia memperbolehkan pria itu ikut sementara nyonya Cho menunggu di luar.
SKIP
“oekkkk oeekkk…”
Suara itu membuat nyonya Cho dan tuan Cho –yang datang setelah dihubungi istrinya– bangun dari duduknya. Di sana juga sudah ada orang tua So Eun setelah mendapat kabar bahwa cucu mereka akan segera lahir. Kyuhyun keluar dari ruang persalinan dengan keadaan berantakan. Bagaimana tidak..? So Eun menggempurnya tanpa perasaan. Menjambak rambut, menggigit lengan, bahkan berteriak kepada Kyuhyun karena merasa sakitnya melahirkan.
Tuan Cho hampir tertawa melihat keadaan putranya seperti habis berperang. Wajah Kyuhyun cemberut melihat ayahnya menahan tawa, tapi tidak lama kemudian pria itu tersenyum lebar dan memeluk kedua orang tuanya.
“aku jadi appa!” serunya senang. Nyonya Cho terharu karena akhirnya Kyuhyun telah sepenuhnya dewasa dengan predikat ayah sekarang. Setelah memeluk kedua orang tuanya, Kyuhyun selanjutnya membungkuk hormat pada kedua orang tua So Eun.
“terima kasih…” kedua orang tua So Eun mengkerutkan kening heran begitu juga kedua orang tua Kyuhyun yang tidak mengerti maksud ucapan Kyuhyun. Kyuhyun mengangkat kepalanya sambil tersenyum.
“terima kasih karena telah melahirkan dan menjaga So Eun sehingga dia menjadi istriku. Jujur, awalnya aku hanya ingin bermain-main dengan So Eun dan akan membuat So Eun mengeluarkan sifat sebenarnya. Tapi, ternyata… wajah yang kuanggap topeng itu adalah keadaannya yang sebenarnya. Gadis polos, baik, dan cantik seperti So Eun sangat langka dan aku beruntung mendapatkannya. Maafkan aku karena aku pernah berpikiran untuk membuat putri kalian menderita menikah denganku. Tapi, lagi-lagi… So Eun benar-benar membuatku membuka mataku tentang dunia ini. Dia juga mengubah pandanganku terhadapnya dengan perhatiannya. Aku sering bersikap dingin kepadanya dan bahkan pernah memperkosanya secara paksa saat aku dibawah pengaruh obat… namun, aku tidak menyesal dengan terjadinya semua itu” Kyuhyun berkata panjang lebar sambil mengingat kejadian yang telah dilewatinya bersama So Eun. Kedua orang tua So Eun sempat terkejut dengan perkataan Kyuhyun yang ingin membuat So Eun menderita, tapi mereka tidak ingin bereaksi cepat untuk mendengar penjelasan dari Kyuhyun secara keseluruhan.
“So Eun, aku sadar… bahwa aku mulai jatuh cinta pada istriku sendiri. Mungkin ini aneh, tapi aku bahkan masih tidak menyangka bahwa aku bisa mencintai istriku. Tidak pernah terlintas jika akhirnya akan seperti ini, tapi So Eun membuatku nyaman. Dia memperlakukanku seperti pria beruntung yang mendapatkan istri ideal sepertinya. Dia selalu membuatkanku makanan yang enak, melayaniku tanpa lelah, dan tidak ingin membebaniku dengan berfoya-foya uang. Dia gadis pertama yang berhasil membuatku terkejut berkali-kali… dan sekarang kami sudah menjadi orang tua. Aku tidak ingin menyembunyikan apapun kepada kalian. Kalian berhak tahu isi hatiku dulu, tapi yang ingin kukatakan kepada kalian. Hal penting yang harus kalian ketahui adalah…” Kyuhyun menghentikan ucapannya sejenak lalu melirik ayah dan ibunya.
“aku ingin memulai semuanya dari awal dengan So Eun. Kehidupan suami-istri yang sebenarnya. Aku ingin membuatnya bahagia karena dulu aku tidak sempat membahagiakannya, aku baru bisa membuatnya tersenyum lebar di saat-saat terakhir. Jadi, aku ingin menebus semuanya”
Tuan Shin menghembuskan nafas lalu tersenyum. Pria paruh baya itu mendekati menantunya itu lalu memeluk Kyuhyun sambil menepuk punggung tegap Kyuhyun. “sebenarnya aku ingin sekali memukulmu, tapi…” tuan Shin melepaskan pelukannya lalu memberi tinjuan kecil pada dada Kyuhyun.
“kami akan mengizinkanmu memulainya lagi. Jadi, jangan kecewakan kami. Tolong jaga dan bahagiakan So Eun selamanya” Kyuhyun senang mendengar keputusan itu. Dengan semangat dia mengangguk.
**
“oppa, kita mau kemana? Kenapa mataku ditutup?” Kyuhyun hanya terkikik di samping So Eun yang kebingungan. Hari ini adalah dua minggu setelah keluarnya So Eun dari rumah sakit. Bayi mereka yang diberi nama Cho Jaehyun dititipkan sehari di tempat kakek dan neneknya karena Kyuhyun akan memberikan kejutan untuk istrinya.
“sudah… ikuti ucapanku, sayang” So Eun tersenyum akhirnya dia mempercayakan dirinya pada Kyuhyun yang mengemudikan mobilnya dengan tenang.
15 menit kemudian, mobil itu berhenti. Kyuhyun turun lalu memutari mobilnya untuk membukakan pintu untuk So Eun yang masih tertutup matanya. Sambil membisikkan kata-kata menenangkan, Kyuhyun menuntun So Eun pelan-pelan mendekati tempat yang sudah diaturnya untuk kejutan.
“siap?” So Eun mengangguk. Kyuhyun melepaskan penutup mata So Eun membiarkan istrinya melihat tempat dia akan dinner bersama. Dia sudah menyiapkan ini bersama seseorang yang ahlinya dan membuat suasana romantic untuk Kyuhyun dan So Eun.
“i-ini… oppa?” So Eun menatap Kyuhyun dengan mata berbinar. Sebuah meja single menghiasi bukit tempat Kyuhyun menyiapkan kejutannya. Di sana juga ada koki yang siap untuk membuatkan makanan enak untuk Kyuhyun dan So Eun. Dan tidak lupa juga pemain music yang melengkapi acara dinner itu. Tapi, yang membuat So Eun terkagum adalah pemandangan yang bisa mereka dapatkan dari bukit ini adalah keindahan kota Seoul.
Kyuhyun menarik lembut So Eun mendekati meja lalu menarik kursi untuk diduduki istrinya. Dia ikut duduk setelahnya dan dengan satu jentikan jari, koki yang sudah siap dengan tugasnya langsung menjalankan pekerjaannya. Menyajikan makanan untuk Kyuhyun dan So Eun.
“seharusnya oppa tidak perlu melakukan ini…” desah So Eun namun tidak bisa menahan senyum bahagianya.
“tapi kau senang… itu tujuanku sebenarnya” balas Kyuhyun sambil menuangkan wine ke dalam gelas tinggi yang tersedia.
Mereka makan malam dalam keheningan sehingga Kyuhyun lagi-lagi menjentikkan jarinya dan mulai suara music indah teralun oleh pemain music itu. So Eun tersenyum geli melihat tingkah suaminya. Setelah makan makanan penutup, koki dan pemain music perlahan menjauh meninggalkan mereka dalam keheningan.
“apa sudah selesai?” tanya So Eun menatap kepergian koki dan pemain music. Kyuhyun berdeham kecil lalu berdiri dari kursinya kemudian mendekati So Eun. Ditarik lembut So Eun agar ikut berdiri bersamanya dan kemudian dirinya berlutut dengan satu kakinya membuat So Eun membungkam mulutnya tidak percaya kalau Kyuhyun akan melakukan ini kepadanya.
“mungkin ini terlambat kulakukan karena kita sudah lama menikah. Tapi, aku ingin menebus semuanya. Aku ingin kita seperti pasangan pada umumnya yang akan menikah dengan didahului sebuah lamaran. Dan maaf kalau aku tidak pintar merangkai kata-kata romantis untukmu…” Kyuhyun membasahi bibirnya untuk mengurangi rasa gugupnya. Bodoh! Seharusnya dia tidak merasakan kegugupan ini karena apapun hasilnya, mereka sudah menikah.
“selama ini aku selalu berambisi untuk membuatmu melepaskan topeng yang kau gunakan untuk memerasku dan aku selalu memperlakukanmu dengan buruk. Aku tidak ingin seperti itu lagi… aku ingin kita memulainya dari awal, aku ingin membuatmu bahagia dengan menikah denganku. Mungkin aku pria yang sulit untuk mengungkapkan rasa cinta setiap saat, tapi aku lebih menyukai perbuatan daripada kata-kata. Kurasa Tuhan menginginkan kita untuk bersama dan dia juga sekaligus ingin mengubah persepsiku kepada setiap wanita hanya melihat materi seorang pria. Tuhan mengirimkanmu kepadaku dan membuatku membuka mata tentang semua itu tidak benar. Mungkin memang benar ada wanita yang hanya melihat kekayaan pria, tapi tidak semua. Kau salah satunya wanita yang tulus padahal kehidupanmu begitu sederhana. Aku merasa bersalah karena dulu pernah membuatmu mendapat masalah karena kearogananku. Dan aku juga bersalah karena berniat untuk membuatmu menderita di pernikahan kita. Tapi, itu dulu… dan sekarang, aku ingin kita…” Kyuhyun menghentikan ucapannya lalu merogoh saku jas yang dikenakannya. So Eun membulatkan matanya melihat kotak yang begitu familiar untuknya.
“oppa…” Kyuhyun membuka kotak itu menampilkan sebuah cincin bermata berlian putih membuat So Eun tidak bisa menahan air mata harunya.
“maukah kau menikah denganku… lagi?” Kyuhyun terkekeh diakhir katanya, perutnya terasa geli karena kini melamar istrinya sendiri. Tanpa banyak kata So Eun mengangguk dengan mata berkaca-kaca. Kyuhyun menyematkan cincin baru di jari So Eun lalu berdiri dan memeluk So Eun erat.
“aku mencintaimu…”
So Eun semakin mengeratkan pelukannya ketika kalimat itu terucap oleh Kyuhyun. Ternyata selama ini cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, dia tidak sia-sia menunggu Kyuhyun selama ini. So Eun merasa bahagia karena akhirnya Kyuhyun mengungkapkan kata yang menjadi keinginan So Eun yang sangat ingin terkabul itu.
“aku juga mencintaimu…” balas So Eun malu-malu.
“cah, kita sekarang pulang dan melakukan malam pertama lagi”
“oppa, aku baru saja melahirkan. Dan kata dokter oppa belum boleh melakukan ‘itu’ dulu untuk beberapa bulan ke depan”
Kyuhyun mendesah kecewa mendengar ucapan So Eun. Padahal dia berniat untuk bermanja-manja pada So Eun karena sudah lama dia menahan diri ketika So Eun sedang hamil. Dan sekarang dia masih harus menunggu lagi.
“kenapa…??? Padahal aku sengaja menitipkan Jaehyun di rumah omma untuk menopoli dirimu” ucap Kyuhyun merengek. So Eun tertawa sambil mengusap wajah tampan suami yang dicintainya ini.
“entah, oppa tanya saja pada dokter” jawab So Eun singkat.
“ahh… Cho So Eun, kau hanya mengerjaiku bukan?” kata Kyuhyun kesal ketika So Eun berjalan meninggalkannya.
“aku tidak mengerjaimu, oppa”
“So Eun…”
“kekekeke….”
“Cho So Eun!!”
“berisik oppa, ini sudah malam!”
“aish… sial!”
THE END