My Fate Is With You

My Fate Is With You
1 - Awal



PROLOG ~


Kyuhyun adalah seorang General Manajer di perusahaan ayahnya. Banyak yang heran karena ayahnya belum memberikan jabatannya kepada putranya itu padahal Kyuhyun sudah dikatakan sangat layak untuk menggantikan posisi CEO di sana. Dan ternyata masalahnya hanya satu : ayahnya ingin Kyuhyun mencari pendamping dalam kata lain menikah setelah itu dia akan memberikan jabatannya.


Tapi Kyuhyun menolak keinginan ayahnya. Selalu menolak. Dia menyukai hidup bebas tanpa kekangan. Hingga ayahnya membuat rencana yang membuat anaknya itu frustasi.


Perjodohan.


Sementara itu So Eun adalah gadis ceria, polos, ramah, dan tentu cantik. Hanya saja dia memiliki kehidupan yang sulit, bekerja sebagai pelayan untuk membantu perekonomian keluarganya yang terlilit hutang. Sampai dia harus kehilangan pekerjaannya karena membuat masalah dengan salah satu pelanggan tempat ia bekerja.


Namun, tidak hanya sampai di sana kesialan yang menimpanya.Setelah meratapi hidupnya yang baru saja kehilangan pekerjaan.Di rumah dia dikejutkan dengan perkataan ayahnya yang ingin menjodohkannya dengan anak temannya.


ingin dia menolak tapi, dia juga tidak ingin menjadi anak durhaka. Akhirnya dia menerima perjodohan itu.


Dan sejak itulah, kehidupan barunya dimulai. Penuh rintangan, suka duka, dan suka cita.


Bagaimana kelanjutannya?? baca aja 😊


**Ini cerita keduaku dengan cast Kyuhyun x So Eun. Yang pertama judulnya The Mission Love, bisa mampir kalo tertarik.


Ini mungkin cerita yang banyak ditemui yaitu tentang perjodohan dari cowok kaya dengan cewek miskin. cowoknya yang merasa tidak cocok dengan si cewek yang mungkin hanya menginginkan hartanya saja.


Tapi, kedua orang tuanya sepakat untuk melanjutkan perjodohan karena itu demi kebaikan anak mereka yang tidak pernah terlihat dekat dengan wanita manapun**.


Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA.THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.


 Happy Reading!!


 


**


@at Cho Corp.


"selamat pagi, kwajangnim"


Kalimat itulah yang selalu dilontarkan setiap karyawan Cho Corp ketika seorang pria yang memiliki kulit putih hampir pucat itu berjalan melewati mereka. Sapaan untuk pria yang menjabat sebagai General Manager di Cho Corp itu. Pria itu bernama lengkap Cho Kyuhyun. Dia merupakan putra bungsu dari keluarga Cho, ayahnya adalah CEO di Cho Corp tempat ia bekerja. Dan selama ia bekerja, dia sebenarnya sama sekali tidak gila hormat, hanya saja karena semua orang sudah mengetahui identitasnya yang merupakan putra dari keluarga Cho, karyawan Cho Corp tentu sangat menghormatinya. Terlebih Kyuhyun terkenal cukup tegas dan tidak menyukai kesalahan. Banyak wanita yang bekerja di Cho Corp berusaha mendekatinya, tapi hanya ditanggapi dengan dingin olehnya.


Itu memang sudah menjadi rahasia umum kalau General Manager di Cho Corp berkepribadian dingin, terutama untuk wanita-wanita yang berusaha mendekatinya. Walau dia terlihat menghindari wanita, tidak menapik bahwa Kyuhyun juga pria yang gemar pergi ke Club untuk menyenangkan diri. Tapi, bukan bermain dengan wanita jalang, melainkan hanya minum-minum bersama teman-teman seperjuangannya.


"selamat pagi, kwajangnim. Anda dipanggi Cho sajangnim..." Kyuhyun baru saja duduk di belakang meja kerjanya saat salah satu bawahannya membawa perintah dari ayahnya. Kyuhyun mendesah pelan.


"iya, aku akan ke sana setelah menyelesaikan beberapa berkas ini" kata Kyuhyun pelan.


"baik, kwajangnim"


~~


Sementara itu, di tempat lain. Seorang gadis cantik terlihat berlari keluar dari rumah sederhana yang pastinya adalah rumahnya itu. Dan alasan yang membuatnya berlarian adalah itu karena dia sudah terlambat pergi ke tempat kerjanya. Dia adalah putri tunggal di keluarganya. Dan nama lengkapnya adalah Kim So Eun. Gadis yang terkenal ramah, baik hati, serta polos dan lugu.


So Eun hanya gadis lulusan SMA karena keadaan keluarganya yang tidak memungkinkannya untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi. Ayahnya yang bekerja sebagai karyawan pabrik baru-baru ini di PHK dari tempatnya bekerja sedangkan ibunya bekerja sebagai pencuci pakaian orang. Dan untuk meringankan pekerjaan orang tuanya, So Eun mencari pekerjaan. Dia mendapatkan pekerjaan itu, di sebuah restoran bintang lima sebagai tukang cuci piring dan juga pelayan dengan gaji yang tidak tetap.


"Kim So Eun! Kau belum mencuci piringnya!"


"ah, maaf. Saya akan mencucinya"


"So Eun-shi, tolong antar makanan ini di meja 45!


"baik!"


"So Eun-shi..."


Dan seterusnya seperti itu. Itulah kehidupan berat yang harusn So Eun rasakan selama bekerja di sana. Disuruh macam-macam padahal pekerjaannya yang lain belum ia selesaikan. Tapi, So Eun melakukannya tanpa lelah karena memikirkan kedua orang tuanya yang juga bekerja keras selama ini.


"ayo, So Eun! Kau pasti bisa!" batin So Eun menyemangati dirinya sendiri.


**


"mau sampai kapan kau sendiri? Umurmu sudah memasuki 25 tahun, tapi tidak ada satu gadis pun yang kau perkenalkan pada omma dan appa" Kyuhyun menghela nafasnya kesekian kalinya mendengar ocehan ayahnya yang tidak pernah berubah semenjak ia mulai memasuki umur 20 tahun. Pacar? Entah, Kyuhyun tidak begitu tertarik melakukan hal semacam itu karena dia lebih mengutamakan pendidikannya selama ini dan sekarang adalah pekerjaannya. Jadi, untuk mencari seorang wanita untuk ia pacari sepertinya itu sulit. Apalagi selama ini tidak ada gadis yang mampu membuatnya tertarik.


"appa.. bukankah aku sudah katakan? Aku tidak tertarik!"


"kalau begitu jangan salahkan appa selamanya kau akan menjadi General Manager bahkan sampai appa mati sekalipun!"


"appa, jangan bicara seperti itu! Appa ingin mati cepat?!"


"oleh karena itu cepat cari pendampingmu! Appa dan omma ingin cucu secepatnya" Kyuhyun mendesah panjang kemudian mendengus kesal.


"bukankah appa dan omma sudah memiliki cucu dari Ahra nuna? Mau apa lagi?"


"tapi cucu darimu belum!! Pokoknya, sebelum kau mendapatkan pacar dan menikah, appa akan memberikan posisi appa kepada orang lain bukan padamu!"


"appa... jangan begitu, aku anakmu, bagaimana bisa appa memberikan posisi itu pada orang lain yang bukan keluarga kita?"


"maka dari itu cari pacar!!"


"yaish, aku tidak tertarik!" Kyuhyun berdiri dari duduknya kemudian meninggalkan ruangan ayahnya dengan rasa dongkolnya.


"aku tidak dengar, appa..."


Tuan Cho mendengus mendengarnya. Ketika pintu ruangannya sepenuhnya tertutup rapat, ia berpikir keras agar putranya itu mendapat pendampingnya. Dia juga tidak gila memberikan posisi penting pada orang lain padahal ada anaknya yang mampu dan pantas mendapatkan posisi ini untuk menggantikannya. Tapi, tidak ada cara lain untuk mengancam Kyuhyun seperti ini. Dan dia juga harus mencari cara lainnya agar semakin memperlancarnya.


"ah, sepertinya dengan cara itu dia tidak akan menolak lagi!" tuan Cho tersenyum smirk saat ide cermelang muncul di otaknya.


Sepulang dari kantor, Kyuhyun tidak langsung pulang ke rumah. Sebelum pulang ke rumah, dia selalu menyempatkan pergi ke Club bersama teman-temannya. Mungkin minum sedikit tidak akan membuatnya sampai mabuk karena itu sudah biasa ia lakukan. Biasanya mereka akan berkumpul di depan Club sepulang kantor karena teman-temannya itu juga sudah bekerja apalagi mereka memiliki jabatan CEO di perusahaan orang tua mereka. Bisa dikata, hanya Kyuhyun yang belum menggantikan posisi ayahnya di perusahaan karena masalah yang membuat Kyuhyun frustasi itu.


"yo!" Kyuhyun baru sampai dan melihat seorang pria yang tak kalah tampan darinya berdiri di depan Club sambil memandangi ponselnya. Pakaiannya juga masih menggunakan jas kantornya.


"kau sudah datang?" pria itu tersenyum tipis kemudian Kyuhyun dan pria itu saling berpelukan ala pria. Tidak lama kemudian, muncul pria lainnya yang datang dengan ditemani wanita berpakaian sexy.


"baru sampai saja sudah mendapatkan mangsanya, dia itu benar-benar tidak berubah" gumam pria yang pertama datang itu. Kyuhyun hanya diam dengan wajah dingin ketika wanita yang bergelantungan pada salah satu temannya itu menatapnya dan juga pria di sampingnya itu dengan kedipan mata genit.


"dimana Siwon? Dia belum datang?" tanya pria yang baru datang itu.


"sepertinya dia tidak bisa bergabung. Katanya banyak pekerjaan, tapi kalau masih sempat dia akan datang" jelas pria di samping Kyuhyun. Dia bernama Lee Donghae, pemilik LDH Group yang memuat pusat perbelanjaan di Korea. Selain pusat perbelanjaan, Donghae baru saja menyelesaikan proyek yang ada di Jeju, sebuah Resort berbintang lima dengan harga per-malam yang sangat menguras dompet orang kaya. Wajahnya tampan, dia juga pria yang paling ramah dan murah senyum diantara teman-temannya. Tapi, menurut teman-temannya, justru keramahannya itu membuat banyak wanita sakit hati karena hanya diberi harapan palsu darinya.


Sedangkan pria yang datang dengan wanita malam itu bernama lengkap Lee Hyukjae, namun akrab dipanggil Eunhyuk. Walau ia terkenal dengan tingkah casavonanya, tapi dia tidak kalah hebat dari Donghae. Ia baru-baru ini memenangkan tender besar yang membuat perusahaannya semakin ditakuti dalam bidangnya yaitu IT. Perusahaannya bernama LHJ Company. Mungkin dia yang paling suka bermain wanita diantara teman-temannya, tapi jika sudah berhadapan dengan pekerjaan, dia bisa berubah menjadi pria yang sangat serius.


Dan satu lagi adalah pria yang tidak bisa datang. Bernama Choi Siwon. Pemilik Hyundai Company, perusahaan otomotif terbesar di Korea dan juga ada beberapa pusat perbelanjaan seperti milik LDH Group hanya saja Hyundai Company lebih focus pada bidang otomotifnya. Siwon juga tidak kalah tampan dari ketiga temannya, dia juga menjadi sasaran para wanita datang karena senyum malaikat yang dimilikinya. Dia juga memiliki sifat yang hampir sama dengan Donghae. Murah senyum dan baik.


Cah, sudah kenal dengan ketiga kawan Kyuhyun itu. Mereka sudah bersama sejak SMP sampai sekarang. Dulu mereka sering dijuluki 'empat sekawan kaya' karena masing-masing dari mereka memang berasal dari keluarga kaya.


"lalu kapan kau menggantikan appamu?" tanya Donghae saat Kyuhyun baru saja menegak wine yang dipesannya. Mereka duduk di meja bar sedangkan Eunhyuk sedang bersenang-senang dengan jalangnya.


"tidak tahu.. appa ingin aku menikah sebelum menggantikannya. Tapi, kau tahu seperti apa aku... aku masih ingin hidup bebas" Donghae tertawa kecil seraya menyesap minumannya.


"kurasa pilihan appamu bagus. Kau memang harus mencari kekasih... atau setidaknya berdekatan dengan wanita seperti Eunhyuk. Aku terkadang berpikir kalau kau tidak normal" Kyuhyun meninju kecil bahu Donghae karena kesal.


"aku masih normal! Aku hanya malas menghadapi wanita yang sukanya hanya menghamburkan uang tanpa perhitungan, aku juga mudah kesal dengan kecerewetan mereka nantinya. Dengan omma saja aku sudah hampir gila... aku tidak mau menambah rasa pusing ini"


"mana mungkin kau terus seperti ini? Aku sebentar lagi akan bertunangan, Siwon sudah dekat dengan hari pernikahannya. Dan Eunhyuk... abaikan saja dia, tapi setidaknya dia lebih baik darimu karena dia mampu menarik perhatian wanita dan ia menanggapinya" jelas Donghae mencoba membuka sedikit pemikiran Kyuhyun tentang wanita. Memang sejak dulu Kyuhyun orang yang dingin pada setiap wanita yang mendekatinya, terkadang Kyuhyun menggunakan kata-kata kasar untuk mengusir wanita-wanita itu dan sepertinya hal itu masih terjadi sampai sekarang.


Sebagai sahabat, Donghae khawatir kalau Kyuhyun benar-benar menjadi tidak normal. Tapi, Donghae meyakinkan diri bahwa Kyuhyun masih normal. Ya, hanya saja ia butuh kepastian dengan mencoba mendekatkan Kyuhyun dengan beberapa wanita yang ia kenal. Tapi, Kyuhyun menolak mentah-mentah hal itu.


"kalau kau seperti ini terus, appamu akan lebih memilih untuk menjodohkanmu" Kyuhyun mendelik tidak suka mendengar perumpamaan dari Donghae. Mana mungkin ayahnya akan melakukan itu? Sekarang sudah zaman modern dan ayahnya tidak seperti dalam cerita-cerita yang menginginkan seseorang yang sederajat untuk menjadi menantunya. Kyuhyun tahu jelas itu karena selama ini ayahnya tidak sombong kepada siapapun.


"apa yang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali" tiba-tiba Eunhyuk datang dan langsung mengambil tempat di samping Donghae. Pria itu sudah selesai dengan wanita-wanitanya sehingga bergabung dengan teman-temannya.


"hey, Hyuk. Sebaiknya kau ajari bocah itu agar bisa menarik perhatian para wanita" Eunhyuk melirik ke arah Kyuhyun dengan tatapan penuh tanda tanya kemudian menatap Donghae bingung.


"tanpa melakukan apapun, wanita akan berdatangan kepadanya, Hae. Hanya saja dia kurang pintar memanfaatkannya, tidak sepertiku" Donghae tertawa, ia mengerti maksud ucapan Eunhyuk dari kata 'memanfaatkan' itu.


"lalu kau? Mau sampai kapan terus bermain wanita?" kali ini Kyuhyun bertanya pada Eunhyuk yang baru saja memesan minuman.


"em.. sampai aku puas. Hahaha..."


Donghae dan Kyuhyun menggelengkan kepalanya pasrah mendengar jawaban Eunhyuk. Mereka sudah bisa menebaknya, tapi tetap saja tidak percaya kalau Eunhyuk benar-benar akan menjawabnya seperti itu.


"sebaiknya kau harus lebih bergaul dengan Siwon agar penyakitmu itu hilang karena sering beribadah" cibir Kyuhyun.


"hey, siapa bilang aku tidak sering beribadah. Setiap hari aku selalu beribadah dan berdoa pada Tuhan untuk mengirimkan pujaan hatiku, wanita terakhirku, dan ibu dari anak-anakku. Mungkin itu berlaku untukmu, Kyu. Kau harus banyak bertobat agar Tuhan membuatmu sadar bahwa pria itu sangat membutuhkan namanya wanita di sampingnya. Aku khawatir kau gay..."


Dua kali. Kyuhyun kesal karena kedua temannya berpikiran hal yang sama kepadanya. Apa salahnya kalau dia tidak ingin serius dengan wanita manapun? Dia masih ingin menikmati hidup sendiri sampai puas. Hanya itu saja.


"kau itu sudah tua, siapa yang akan mengurusmu selain istrimu kelak? Mana mungkin kau terus bersama orang tuamu kan? Appa dan ommamu sudah seharusnya beristirahat dengan tenang dan menikmati masa tuanya dengan ditemani cucu-cucu mereka. Apa kau tidak kasihan pada appamu?" Kyuhyun mendengus mendengar ceramahan dari Eunhyuk. Selain Siwon yang paling ia hindari, Eunhyuk juga menjadi salah satu yang Kyuhyun hindari jika sudah mulai berceramah panjang lebar.


"ya, ya, ya..."


"jangan hanya bilang iya saja! Kau akan merasakannya nanti!"


Donghae hanya tersenyum tipis mendengar interaksi Eunhyuk dan Kyuhyun. Dulu sebenarnya dia juga memiliki jalan pikiran yang sama seperti Kyuhyun, tapi semua berubah saat ia bertemu pujaan hatinya yang bekerja untuknya di kantor sebagai karyawan Accounting. Dan di sana Donghae sadar bahwa dia tidak mungkin sendiri terus. Dia membutuhkan pendamping untuk menyempurnakan hidupnya dan memberikan keturunan untuknya juga.


~~


Kyuhyun pulang diantar oleh teman-temannya karena mala mini dia mabuk berat. Tuan Cho yang menunggu kepulangan anaknya menghela nafas pelan melihat putranya mabuk. Donghae dan Eunhyuk hanya bisa menunduk karena malu. Sedangkan tuan Cho hanya maklum akan hal itu, dia hanya memberi nasehat untuk teman-teman Kyuhyun yang sudah ia anggap sebagai anak-anaknya juga.


"apakah ahjushi akan menjodohkan Kyuhyun? Aku dengar dari Kyuhyun, ahjushi mengancamnya" tuan Cho hanya tersenyum misterius tanpa menjawab pertanyaan Donghae yang membuat pria itu penasaran.


"lihat saja nanti... apa kau akan menentang rencana ahjushi kalau tahu?" Donghae menggeleng.


"aku justru akan mendukung karena aku ingin Kyuhyun berhenti bermain-main. Dulu kami memiliki prinsip yang sama, tapi setelah aku bertemu dengan kekasihku, prinsip itu langsung berubah karena aku sadar seorang pria memang membutuhkan wanita di sampingnya" Eunhyuk hanya diam mendengar permbicaraan Donghae dan ayah Kyuhyun itu. Tiba-tiba tuan Cho tertawa keras membuat Donghae maupun Eunhyuk terkejut.


"kau benar, Donghae-ya. Aigoo... tidak salah appamu menjadikanmu CEO di LDH Group. Kau memang pintar..." tuan Cho mengusap rambut Donghae dan Eunhyuk bergantian kemudian menyuruh mereka untuk pulang karena sudah tengah malam, tentunya setelah membawa Kyuhyun ke kamarnya.


Tuan Cho masuk ke dalam kamar dan nyonya Cho terlihat menunggu suaminya datang. Setelah bertanya keadaan Kyuhyun, nyonya Cho akhirnya bisa bernafas lega karena putranya pulang dengan selamat.


"yeobo, sepertinya kita memang harus melakukannya. Besok hubungi Won Hee dan istrinya"


"baiklah..."


TBC