
Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.
Happy Reading!!
**
Walaupun kini So Eun sudah menikah dengan Kyuhyun, namun So Eun tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai OG di Cho Corp. Dan Kyuhyun tidak mempedulikan tindakan So Eun itu karena pernikahan mereka juga tertutup, tidak ada yang tahu putra dari Cho Young Hwan menikah dengan siapa dan sosoknya seperti apa. Hanya orang-orang terdekat dan relasi bisnis yang datang ke pernikahan Kyuhyun dan So Eun yang mungkin akan menyadari hal itu.
“ahh… hatiku sesak sekali karena kini Cho sajangnim telah dimiliki oleh seseorang. Huhu…” So Eun hanya tertawa kecil mendengar ucapan Jieun padahal dalam hati So Eun gugup karena bagaimana pun yang sedang mereka bicarakan adalah Kyuhyun dan dirinya sendiri.
“aku ingin sekali tahu wajah istrinya Cho sajangnim.. apakah dia begitu cantik sampai bisa menarik perhatian Cho sajangnim yang selama ini dingin terhadap wanita?” So Eun terdiam sejenak.
“dia pasti wanita yang hebat. Pria seperti Cho sajangnim saja bisa ditaklukan, apalagi pria lainnya”
“tidak, kau salah besar, Jieun-ah” batin So Eun sedih.
Tiba-tiba saja ada yang menyela pembicaraan So Eun dan Jieun yang sedang bersantai. “So Eun-shi, ada yang mencarimu. Pria tampan”
Jieun menatap So Eun menggoda ketika mendengar ‘pria tampan’. So Eun hanya menggelengkan kepalanya seraya berdiri untuk menemui seseorang yang mencari itu. Ketika berdiri tepat di belakang tubuh tinggi pria yang sedang memunggunginya itu, So Eun membulatkan mata karena pria yang menghilang berhari-hari ini muncul kembali.
“Jaerim oppa” pria itu tersenyum lebar seperti tidak memiliki kesalahan apapun. Langsung saja, Jaerim menarik So Eun ke belakang gedung Cho Corp yang tersedia taman.
“oppa kemana saja? Menghilang begitu saja” kata So Eun kesal.
“haha… maaf-maaf. Aku memiliki pekerjaan yang mendesak jadi tidak sempat memberitahumu. Dan… maaf karena tidak bisa datang ke acara pernikahan kalian” So Eun tersenyum maklum.
“tidak apa-apa, aku pikir oppa marah karena merasa dibohongi olehku” Jaerim tiba-tiba memasang wajah datarnya mendengar ucapan So Eun itu.
“ya, awalnya aku terkejut dan marah mendapat berita itu. So Eun yang kukenal ternyata calon istri rekan bisnisku yang sudah kuanggap adikku sendiri itu. Jadi mungkin bisa dikata aku cukup syok berat setelahnya” So Eun memukul lengan pria itu sambil tertawa kecil menanggapi candaan Jaerim, padahal Jaerim mengatakan hal yang sebenarnya.
So Eun menengadahkan kedua tangannya di depan Jaerim membuat pria itu menyerngitkan dahinya bingung. “mana hadiah pernikahannya? Aku menunggu hadiah dari oppa” Jaerim terkekeh seraya mengusap rambut gadis dihadapannya ini.
“nanti ya, cantik. Aku tidak membawanya sekarang. Tapi, aku akan mengirimkannya ke tempat tinggal kalian. Sekarang kalian tinggal dimana? Di rumah baru?” So Eun menggeleng.
“kami masih tinggal di rumah omma dan appanya”
“begitu. Nah, hadiah dariku akan datang nanti. Kau tunggu saja ya”
Tanpa disengaja, Donghae yang sedang melintasi taman itu melihat kebersamaan Jaerim dan So Eun yang begitu dekat. Wajah curiga mulai timbul di wajah tampannya terlebih dia bisa melihat seragam yang digunakan So Eun seperti seorang… office girl? Donghae membulatkan matanya lebar-lebar. Dia meyakinkan diri bahwa dia tidak salah lihat saat ini.
“sialan, Cho Kyu itu! Bagaimana bisa dia memberikan pekerjaan OG untuk istrinya sendiri?” batin Donghae tidak percaya.
“apa aku harus memberitahu ahjushi Cho?”
~~
Di tengah kesibukannya, ponsel Kyuhyun berdering nyaring mengganggu konsentrasi pria itu. Ketika melihat nama yang muncul, dia menggerang kesal. Tapi, kalau dibiarkan ponselnya tidak akan pernah berhenti berbunyi. Akhirnya Kyuhyun menerima panggilan tersebut dengan nada ketusnya.
“ada apa, tuan Lee? Aku sedang sibuk saat ini!”
“YA BAGAIMANA BISA KAU MEMBERI PEKERJAAN KEPADA ISTRIMU SEPERTI ITU?!” Kyuhyun menjauhkan ponselnya dari jangkauan telinganya ketika Donghae di sebrang sana berteriak sangat kuat.
“ya, kau ingin membuat gendang telingaku yang berharga ini pecah?!”
“aku kesal padamu! Apa ada suami macam sepertimu? Benar-benar kejam! Apa jangan-jangan So Eun kau suruh macam-macam selama ini?! Ya Cho Kyuhyun, dia itu istrimu. Kenapa kau__”
“bisa diam, tuan Lee? Apa kau menelponku hanya ingin membicarakan Kim So Eun? Lebih baik lupakan! Jawabannya, AKU TIDAK PEDULI! Tut”
Kyuhyun menggerutu setelah ia mematikan panggilan secara sepihak. Ia kembali melanjutkan pekerjaannya dengan sisa-sisa rasa kesalnya. Hingga pintu ruangannya diketuk membuat konsentrasinya kembali pecah.
“APA LAGI?!” teriak Kyuhyun marah.
Pria yang baru membuka pintu itu terkejut mendapat bentakan tersebut. Ia baru saja datang dan sudah diberi sambutan seperti itu. Kyuhyun mendesah pasrah sambil memijit keningnya ketika sadar siapa yang datang.
“hyung… maafkan aku”
Song Jaerim menutup pintu dengan sebelah tangannya kemudian melangkah menuju sofa dan duduk di sana. “kenapa kau ini? Seharusnya kau sedang di masa kasmaran karena baru-baru saja menikah”
“…”
“jujur saja, Kyu. Aku iri, menyesal, dan marah sekaligus. Aku iri karena kau bisa menikah dengannya semudah itu. Aku menyesal karena terlalu lambat bergerak untuk menjadikannya milikku. Dan aku juga marah karena kenapa harus dia yang menikah denganmu? Kenapa bukan gadis lain saja?” Kyuhyun bungkam mendengar ucapan Jaerim yang terdengar seperti pengakuan dosa. Pria itu mengatakan secara jujur perasaannya kepada Kyuhyun tentang perasaan tertariknya pada So Eun, yaitu istri Kyuhyun.
“hyung…”
“aku tahu, kau tidak perlu memperingatkanku. Aku cukup tahu diri. Tapi, hanya saja permintaanku” Kyuhyun menatap Jaerim dari meja kerjanya.
“jangan buat dia menangis karena saat itu terjadi, maka aku akan langsung bertindak tanpa pikir panjang”
“apa hyung sedang mengibarkan bendera perang padaku saat ini?” Jaerim hanya terkekeh menanggapinya karena pria itu berdiri dari posisinya kemudian pergi dari ruangan Kyuhyun tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun. Sementara Kyuhyun, dia tidak menyadari kedua tangannya yang ada di bawah mejanya menepal kuat seperti menahan sesuatu yang tertahan dalam dirinya untuk keluar.
**
Bisa Kyuhyun lihat, So Eun sudah ada di samping mobilnya. Gadis itu selalu menunggunya di sana setiap pulang bekerja tanpa mengeluh apapun kepadanya. Padahal Kyuhyun selalu pulang terlambat dibanding pekerja seperti So Eun. Melihat kedatangan sang suami, So Eun menundukkan kepalanya persis seperti dua orang yang asing.
“masuk!” hanya itu yang Kyuhyun ucapkan untuk menyapa istrinya. Dan So Eun menurutinya tanpa protes.
Di perjalanan, So Eun sibuk mengotak-atik ponselnya yang masih belum semua di dalamnya ia jelajahi. Dan kegiatannya itu membuat Kyuhyun merasa diacuhkan. Entah mengapa, Kyuhyun kesal karena So Eun mengabaikannya padahal dia terkadang lebih sering mengabaikan So Eun.
“matikan ponselmu, So Eun!” terkejut, gadis itu langsung mematikan ponselnya. Benar-benar mematikannya.
“apa kau lapar?” pertanyaan yang keluar dari mulut Kyuhyun seperti sesuatu yang langka bagi So Eun sehingga gadis itu langsung menatap pria itu takjub.
“a-aku lapar, kalau kau tidak lapar. Ya terserah” ujar Kyuhyun salah tingkah ketika menyadari kebodohannya mengucapkan pertanyaan itu.
“iya, aku juga lapar. Apa.. kau akan membelikanku makanan juga?” tanya So Eun dengan polosnya. Kyuhyun ingin sekali menjitak kepala gadis itu. Tentu saja dia akan membelikannya karena dia menawarkan hal itu.
@at restoran.
“pesan apapun yang kau inginkan” kata Kyuhyun seraya membaca buku menu. So Eun menatap menu dihadapannya dengan mata yang membulat. Apa Kyuhyun yakin menyuruhnya memesan makanan yang harganya selangit?
“apa sebaiknya kita mencari tempat makanan yang lebih murah? Semua makanannya mahal sekali. Aku tidak mampu membayarnya” Kyuhyun menatap So Eun tidak percaya. Jadi gadis itu masih berpikir mereka akan makan sendiri-sendiri.
“Cho So Eun! Cepat pilih makananmu dan jangan banyak protes!” titah Kyuhyun mulai kesal. So Eun menggeleng.
“aku tidak mau… uangku tidak cukup”
“aku yang akan membayarnya, puas? Sekarang pilih makananmu! Lagipula aku ini adalah suamimu, mana mungkin mengajak istrinya makan tapi tidak membayar milik istrinya juga. Kadang kebodohanmu jangan dibiarkan dalam otakmu itu” cibir Kyuhyun. So Eun mengkerutkan bibirnya lalu menatap kembali buku menunya. Tanpa sadar dia menggigit bibir bawahnya karena bingung ingin memilih yang mana.
“Kyuhyun-shi”
“ckt! Apa lagi?!” So Eun terkejut ketika Kyuhyun membentaknya. Itu membuat orang-orang menatap mereka sambil berbisik-bisik. Kyuhyun mendesah pelan dengan mata terpejam.
“apa? Apa lagi masalahnya sekarang?” kata Kyuhyun akhirnya dengan suara normalnya. So Eun yang masih terkejut begitu takut membuka suaranya.
“So Eun”
“a-a-aku tidak tahu jenis makanan di buku menu ini… bisakah kau yang pilihkan saja?” Kyuhyun menatap tajam So Eun yang memandanginya dengan pandangan takut.
“aku akan memilihkannya tapi berhenti memanggilku Kyuhyun-shi!”
“eh?”
“aku tidak akan menyuruhmu memanggilku oppa atau apalah itu, tapi aku tidak menyukai kau menggunakan kata –shi kepadaku. Aku ini suamimu!” So Eun beroh ria kemudian mengangguk patuh.
“em.. Kyu? Bolehkah aku memanggilmu seperti itu?” Kyuhyun tidak menjawabnya dan kembali sibuk membaca buku menu.
“baiklah, aku akan memanggilmu Kyu. Dan untuk menghormatimu di depan orang tua kita, aku akan memanggilmu oppa” Kyuhyun membiarkan So Eun berbicara sendiri karena dia mulai mengangkat tangannya memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka.
SKIP
Setelah makan, mereka pulang. Di rumah, mereka melihat nyonya Cho dan tuan Cho baru saja keluar dari rumah dengan menarik koper. “omma, appa… mau kemana?”
“ah, kalian sudah pulang. Begini, Kyu… appamu akan menemui teman lama di Jerman dan sudah pasti omma akan ikut. Jadi kami akan pergi ke Jerman hari ini juga. Kalian jaga rumah baik-baik ya” jelas nyonya Cho.
“appa harap, kepulangan kami disambut dengan berita bahagia dari kalian” Kyuhyun dan So Eun saling tatap mendengar ucapan penuh harap dari tuan Cho. So Eun menyunggingkan senyum canggungnya lalu membantu nyonya Cho memasukkan koper ke dalam bagasi mobil daripada harus dalam posisi kikuk mendapat ucapan seperti itu.
Kyuhyun dan So Eun masuk ke dalam rumah setelah mobil tuan Cho sudah berjalan keluar dari lingkungan rumah. Tidak seperti Kyuhyun yang langsung menuju kamar, So Eun lebih memilih menuju dapur, biasanya sepulang kerja dia membantu pelayan memasak makan malam, tapi karena dia dan Kyuhyun sudah makan. So Eun melihat apakah ada piring yang kotor di belakang.
Dan ternyata masih ada beberapa piring dan gelas yang kotor. Baru saja So Eun memasang sarung tangan karet biru yang ada di sana ketika salah satu pelayan keluarga Cho menahannya. “nona, biar saya saja. Nona sebaiknya istirahat…”
So Eun tidak bisa berkata-kata ketika pelayan itu merebut sarung tangan karetnya. Akhirnya So Eun pergi ke kamar untuk mandi. Namun, timingnya bertepatan ketika Kyuhyun baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan selembar handuk. So Eun sentak memalingkan wajahnya. Kyuhyun yang melihat tingkah So Eun cuek sambil melangkah menuju walking closet.
“ya!” So Eun menghentikan langkahnya memasuki kamar mandi begitu mendengar suara Kyuhyun yang sepertinya memanggilnya.
“malam ini bisa kau melakukan kewajibanmu sebagai istriku?”
“umm… baiklah” Kyuhyun mengerutkan kening mendapat jawaban tak terduga dari So Eun. Biasanya para wanita akan berpikiran macam-macam ketika mendengar kalimat seperti itu. Kenapa So Eun terlihat biasa saja?
“kau yakin mau?”
“emm.. nanti setelah aku mandi”
Kyuhyun dibuat panik sendiri. Apakah So Eun yakin akan melakukannya? Sebelum Kyuhyun menahan So Eun, gadis itu sudah menutup pintu kamar mandi rapat. Kyuhyun bergerak tidak teratur sambil menggigit bibir bawahnya.
“apakah gadis itu tidak masalah sama sekali?” batin Kyuhyun.
Sekitar 20 menit So Eun membersihkan diri, Kyuhyun masih sibuk menormalkan wajahnya yang terlihat kikuk berhadapan dengan So Eun. Sementara itu, So Eun keluar dengan wajah polos tanpa dosanya.
“So Eun..” gadis itu menoleh ketika sedang melihat wajahnya di cermin hingga senyum tipis tersungging di bibir gadis itu.
“oh iya, naiklah ke tempat tidur. Aku akan menyusulmu” kata So Eun santai. Berbeda dengan Kyuhyun yang dibuat pening dengan jawaban So Eun.
Masih dengan perasaan ragu dan bingung, Kyuhyun membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan posisi ke atas. Kaku. Itu yang terlihat dari postur tubuh Kyuhyun saat ini karena pria itu benar-benar tegang. Sebenarnya dia hanya ingin mengerjai So Eun, tapi kenapa justru dia yang kena kejahilannya sendiri?
“kau sudah siap?” dari ujung matanya, Kyuhyun melirik So Eun yang perlahan menaiki ranjang dan mendekat ke arahnya. Mata mereka bertemu ketika So Eun sudah duduk di sebelah tubuh Kyuhyun tegang karena tidak ada yang bersuara saat ini.
“kau salah posisi! Putar!” perintah So Eun.
Kyuhyun ingin sekali menjitak So Eun karena berani memerintahnya. Tapi, akhirnya Kyuhyun bergerak bangun kemudian mendorong So Eun dan menimbulkan pekikan terkejut dari gadis itu karena kini tubuhnya berada dalam kukungan Kyuhyun.
“a-a-apa yang kau lakukan?” Kyuhyun semakin bingung dengan jalan pikiran So Eun. Bukankah ini maksud gadis itu?
“kau bilang aku salah posisi…”
“eh? Memang… bukankah kau memintaku untuk memijitmu?”
.
.
.
Kyuhyun ambruk di samping So Eun saat menyadari pemikirannya dan So Eun sangat bertolak belakang. Wajahnya memanas seketika karena malu sementara So Eun menatap Kyuhyun yang menelungkupkan wajahnya di atas bantal dengan bingung.
Beberapa detik selanjutnya, Kyuhyun memutar kepalanya menjadi ke samping sambil bernafas panjang. Dia menatap So Eun yang kini mulai memijit punggungnya dengan telatennya. Wajahnya masih terasa panas karena dia sudah berpikir sangat jauh, ternyata So Eun menerima ajakannya karena ia pikir dirinya menyuruh gadis itu melayaninya dalam taraf normal, bukannya… omg… Kyuhyun merutuki dirinya yang sudah berpikiran mesum.
“kau baik-baik saja?” tanya So Eun saat Kyuhyun menggerakkan kepalanya brutal untuk menyadarkan dirinya.
“emm..” jawabnya singkat.
“apakah pijitanku enak? Aku sering memijit appa, katanya aku sangat pintar memijit dan pasti keesokan harinya tubuhmu menjadi fit”
“mmmm…”
TBC