My Fate Is With You

My Fate Is With You
7 - Liburan Tak Terduga



Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.


Happy Reading!!


**


Pagi hari yang cerah, Kyuhyun dan So Eun sarapan bersama dalam diam. Setelah kejadian semalam, Kyuhyun menjadi diam dan So Eun ikut diam karena takut salah  berbicara. Tiba-tiba ponsel Kyuhyun berdering di tengah keheningan.


“hm..” So Eun hanya melirik ketika Kyuhyun menerima panggilan itu dingin.


“…”


“tidak”


“…”


“kubilang tidak, ya tidak, Lee Eunhyuk!” So Eun tahu orang yang menghubungi Kyuhyun ketika pria itu menyebut nama Eunhyuk dengan bentakan. Apa Kyuhyun itu selalu marah-marah setiap saat?, batin So Eun heran.


“…”


“itu salahmu, aku tidak memintamu untuk memberikan hadiah tidak berguna seperti itu!”


“…”


“jangan coba-coba atau aku akan membunuhmu!” So Eun bergidik ngeri mendengar suara Kyuhyun yang penuh ancaman itu. Dia sebenarnya penasaran dengan pembicaraan Kyuhyun dengan Eunhyuk.


“sialan kau, Eunhyuk!! So Eun aku pergi duluan, kau bisa berangkat dengan taksi. Ini uangnya…”


Tanpa membiarkan So Eun mengeluarkan suaranya, Kyuhyun langsung pergi begitu saja. So Eun menatap beberapa lembar uang di meja, namun gadis itu melihat kertas plastic yang tentunya juga milik Kyuhyun. Kalau So Eun tidak salah ingat, ini yang namanya kartu kredit.


“sepertinya Kyuhyun tidak sengaja menariknya” So Eun berlari mengejar Kyuhyun yang untungnya baru saja membuka pintu mobilnya.


“Kyu, kau meninggalkan kartumu” Kyuhyun menoleh pada So Eun yang mendekat sambil menyodorkan kartu kredit yang sengaja ia tinggalkan bersama uang tadi untuk So Eun.


“itu memang untukmu, kau bisa gunakan itu untuk berbelanja”


“eh? Tapi, kau sudah memberikan uang kepadaku. Sepertinya itu cukup untukku”


“sudahlah, kau simpan saja. Siapa tahu kau membutuhkannya”


Setelah itu Kyuhyun menaiki mobilnya dan melesat pergi dengan cepat. So Eun penasaran hal apa yang membuat Kyuhyun terburu-buru pagi ini setelah berteleponan dengan Eunhyuk. “mungkin pekerjaan” gumam So Eun.


Sementara itu, Kyuhyun tersenyum miring di tengah kegiatan menyetirnya. Sebenarnya dia sengaja meninggalkan kartu kredit unlimitednya pada So Eun untuk melihat seberapa banyak gadis itu memeras uangnya dan dia bisa memberitahukannya kepada orang tuanya tentang niat So Eun menikah dengannya.


“kita lihat, berapa banyak kau berbelanja dengan kartu itu, gadis miskin. Dan setelah itulah aku akan menendangmu dari kehidupanku” batin Kyuhyun.


~~


“oppa?” So Eun terkejut karena bertemu Jaerim saat baru saja sampai di Cho Corp dengan bus. Ya, dia tidak mengikuti ucapan Kyuhyun yang menyuruhnya naik taksi karena menurutnya bus lebih murah dan nyaman.


“kali ini dia tidak mengikutsertakanmu datang bersamanya?” awalnya So Eun bingung maksud ucapan Jaerim hingga senyuman tipis timbul di wajahnya.


“ah, itu.. dia mendadak ada urusan penting maka dari itu aku pergi sendiri” jelas So Eun.


Jaerim dan So Eun memang tidak pernah menyebut nama Kyuhyun dalam pembicaraan mereka karena keinginan So Eun dan juga untuk mengantisipasi orang lain mendengar pembicaraan mereka. Bisa gawat kalau pernikahannya dan Kyuhyun terbongkar.


“oppa sedang apa di sini?”


“emm.. bagaimana kalau siang ini kita makan siang bersama?”


“oppa ini.. oppa bisa mengirim pesan saja kalau ingin membicarakan itu, kenapa harus langsung datang?”


“aku juga ingin melihatmu saja”


“kalau begitu aku bekerja dulu, oppa. Sampai jumpa siang nanti” Jaerim melambaikan tangannya ketika So Eun pergi untuk masuk ke dalam Cho Corp.


Dan lagi-lagi, kebersamaan mereka diketahui oleh Donghae yang melihat mereka. Sehingga dia memutuskan berbincang serius dengan para sahabatnya kecuali Kyuhyun tentang masalah kedekatan So Eun dan Jaerim.


“tadi pagi aku sudah memaksanya untuk memakai tiket bulan madu yang kuberikan, tapi dia justru marah-marah padaku. Kalau saja tidak ada rapat pagi ini, mungkin aku habis di tangan Kyuhyun” jelas Eunhyuk.


“pokoknya kita harus membuat mereka dekat karena kupikir Kyuhyun juga sudah mulai melunakan hatinya untuk adik ipar kita itu” kata Donghae. Mereka bertiga memang sering menyebut So Eun dengan sebutan ‘adik ipar’ bukan namanya.


“bagaimana kalau kita pancing saja? Jangan mengatakan apapun pada Kyuhyun, cukup bicarakan dengan adik ipar saja” usul Siwon.


“kalau masalah adik ipar, serahkan saja padaku” ujar Eunhyuk percaya diri.


“jangan sampai Kyuhyun mengetahuinya!”


**


Saat jam makan siang, seperti janjinya. Jaerim datang untuk menjemput So Eun makan siang bersama. Tapi, agar tidak membuat orang berpikiran macam-macam tentang mereka, So Eun meminta Jaerim menunggunya di depan jalan Cho Corp.


“maaf lama…” So Eun masuk ke dalam mobil Jaerim yang tersenyum tipis.


“siap?” So Eun mengangguk. Jaerim menjalankan mobilnya menuju restoran yang biasa ia datangi. Diperjalanan menuju restoran, tiba-tiba So Eun mendapat telpon dari nomor asing.


Walau kebingungan, So Eun menjawab telpon itu. “yeobseyo?”


“adik ipar!!” So Eun menjauhkan ponselnya dari telinganya ketika penelpon itu berteriak keras di sana.


“emm.. maaf, ini siapa?” tanya So Eun berusaha sopan.


“ahh.. menyedihkan sekali harus dilupakan oleh adik ipar sendiri. Aku teman suamimu, Lee Eunhyuk. Ingat?” So Eun beroh ria kemudian menanyakan maksud Eunhyuk menelponnya.


“jadi begini, aku ingin membicarakan hal penting kepadamu, adik ipar. Bisakah kita membicarakannya sambil makan siang bersama?” So Eun melirik Jaerim yang tetap focus pada jalanan dengan wajah bingung.


“bagaimana ini... tapi Eunhyuk-shi... aku…”


“ayolah, adik ipar. Sudah lama pula kita tidak bersapa ria. Ya-ya-ya, kita bertemu di restoran Japanese dekat kantor Kyuhyun. Oke, aku akan menunggumu. Sampai jumpa, adik ipar”


“tap__ halo? Haloo…?”


Jaerim mulai melirik So Eun yang terlihat frustasi menatap ponselnya. “ada apa? Apa ada masalah?” tanya Jaerim khawatir.


“eh.. mm… begini oppa, tadi Eunhyuk-shi dia menelpon.. dan katanya ada yang ingin dibicarakan. Sangat penting. Tapi, aku belum menjelaskan bahwa aku akan makan siang denganmu dan dia sudah menutup teleponnya” jelas So Eun takut-takut.


“apakah sangat penting?”


“aku juga tidak tahu seberapa penting, tapi sepertinya sangat penting” Jaerim terlihat menghembuskan nafas pasrah lalu menyunggingkan senyumnya.


“baiklah, aku akan mengantarmu. Katakan saja tempatnya”


@at Japanese Restoran.


Eunhyuk yang sedang bermain ponsel menatap kembali pintu utama restoran untuk memastikan bahwa orang yang ditunggunya itu sudah datang atau belum. Dan itu merupakan tengokan ke 20 kalinya untuk terakhir kali karena dia sudah melihat So Eun muncul di sana.


“daebak, dia membawa Jaerim hyung…” batin Eunhyuk meringis.


“bagaimana caranya aku memancing adik ipar kalau begini? Gerakkanku tidak bisa leluasa” gumam Eunhyuk. So Eun dan Jaerim berdiri di samping meja Eunhyuk.


“maaf, Eunhyuk-shi. Tidak apa-apa kan kalau Jaerim oppa ikut bergabung, soalnya sebenarnya kami akan makan siang bersama”


“double daebak, dia bahkan memanggil Jaerim hyung dengan sebutan ‘oppa’ sementara suaminya sendiri tidak!” batin Eunhyuk lagi. Sebenarnya dia ingin sekali berteriak heboh saat ini, hanya saja dia harus menahan diri untuk menjaga imagenya.


“iya, duduklah…” setelah So Eun dan Jaerim duduk dihadapan Eunhyuk dan saat itulah Eunhyuk merasa seperti pengganggu pasangan yang sedang kencan.


“abaikan saja diriku, kau bisa berbicara dengan So Eun, Eunhyuk-ah”


“haha.. iya, hyung”


Eunhyuk berdeham-deham kecil sambil melirik So Eun dan Jaerim bergantian sementara kedua tangannya yang ada di bawah meja sibuk mengirim pesan kepada dua sahabatnya. Dia ingin meminta bantuan pada Donghae maupun Siwon.


“emm.. jadi begini, adik ipar. Aku__”


“maaf menyela, Eunhyuk-shi. Jangan panggil aku seperti itu, rasanya aneh sekali” sela So Eun.


“kalau begitu panggil aku oppa, jangan formal begitu” ujar Eunhyuk sambil menampilkan senyum gusinya.


“baiklah…”


“oke, aku lanjutkan ya, adik ipar”


“Eunhyuk oppa…” Eunhyuk tertawa kecil sambil menggaruk kepala belakangnya.


“tapi…”


“kurasa itu tidak buruk, tidak ada yang salah dengan panggilan itu, So Eun-ya” tiba-tiba Jaerim masuk ke dalam pembicaraan mereka. So Eun menatap pria di sampingnya ragu hingga akhirnya gadis itu menyetujui keinginan Eunhyuk.


“nah, kembali ke topic. Jadi, aku, Donghae, dan Siwon niatnya akan berlibur di salah satu villa milik Kyuhyun, tapi kalau tidak dengan pemilik villa itu terasa tidak enak. Jadi, maukah kau membujuk Kyuhyun untuk ikut?”


“eh? Aku?”


“iya, Kyuhyun pasti mau menuruti keinginanmu itu. Jadi kami mohon untuk membujuknya” dalam hati Eunhyuk kebingungan setengah mati karena sebenarnya bukan ini rencana awalnya. Tapi, sudahlah… nasi telah menjadi bubur. Lagipula rencana barunya ini tidak buruk juga.


“tapi, bukankah oppa dan oppadeul lainnya sangat dekat dengan Kyuhyun. Jadi mungkin lebih baik oppa yang mengatakan langsung… ak-aku sedikit takut pada Kyuhyun”


“kenapa takut? Dia kan suamimu”


“iya, dia__”


“ahhh, kau takut diserang lagi di ranjang ya. Haha, Kyuhyun memang begitu, sangat mesum”


Bruuufftt


Entah bagaimana, tiba-tiba Jaerim menyemprotkan air yang sedang diminumnya setelah mendengar ucapan Eunhyuk itu. So Eun mengambil tisu untuk Jaerim dengan wajah terkejutnya. Sementara Eunhyuk, menahan sekuat tenaga agar tidak tertawa melihat reaksi Jaerim yang tiba-tiba itu.


“aku mohon ya, kau tidak perlu takut padanya. Dia pasti akan lebih menurut padamu. Apalagi akhir-akhir ini dia sedang kesal pada kami, jadi kemungkinan besar dia akan menolak ide liburan itu” So Eun berpikir sejenak menimbang keputusan yang harus diambilnya.


“ba-baiklah, oppa. Aku akan mencobanya, nanti kalau berhasil aku akan menghubungimu”


“YEAH!! Terima kasih, adik ipar”


**


Berkali-kali So Eun melirik Kyuhyun yang sibuk dengan laptopnya sedangkan dirinya berpura-pura bermain ponsel padahal gadis itu sedang mencari waktu yang tepat untuk berbicara dengan Kyuhyun. Tapi, sepertinya Kyuhyun sedang tidak bisa diganggu saat ini. Sewaktu pulang dari kantor, pria itu langsung membersihkan tubuhnya, makan, lalu ke kamar dan duduk di atas ranjang dengan laptop dipangkuannya.


Dan sudah berkali-kali juga So Eun menghembuskan nafasnya karena sepertinya dia tidak bisa berbicara dengan Kyuhyun saat ini. “apa yang ingin kau bicarakan?”


So Eun terkejut mendengar suara Kyuhyun. Jadi pria itu menyadarinya sedaritadi dia melirik terus. Kegugupan semakin melandanya, apalagi ketika Kyuhyun menutup layar laptop kemudian meletakkan di atas meja nakas terus melirik So Eun yang masih bungkam.


“emm… itu… aku…”


“bicara yang jelas”


“a-aku… ingin..”  So Eun semakin gugup ketika Kyuhyun menatapnya tanpa berkedip, jangan lupa tatapannya yang sangat tajam menurut So Eun.


“katakan cepat atau kau kutinggal tidur!”


“ayo liburan!!”


.


.


“kau mabuk?”


So Eun berpikir keras untuk memberikan alasan yang masuk akal karena dia masih ingat kalau Eunhyuk bilang jangan sampai Kyuhyun tahu ini telah direncanakan.


“emm.. aku hanya ingin jalan-jalan dan… dan aku kemarin ngobrol dengan.. dengan omma Cho, katanya kau memiliki villa. Bisakah kita liburan di sana?” jelas So Eun berusaha untuk terlihat biasa, nyatanya tatanan kata-katanya hancur ditambah suaranya yang bergetar takut ketahuan.


“yakin itu keinginanmu?” So Eun mengangguk cepat-cepat.


“bukankah aku sudah memberikan kartu kredit untukmu? Kenapa tidak kau pergi sendiri? Atau perlu diantar oleh ahjushi Han?”


“t-tidak bisakah kita liburan bersama? Aku akan kesepian kalau hanya sendirian”


“tujuanmu mengajakku sebenarnya apa? Apa kau memiliki rencana jahat untukku?” melihat Kyuhyun memincingkan mata curiga, So Eun memalingkan pandangannya agar pria itu tidak bisa melihat kegugupannya ini.


“mana mungkin!”


Setelah beberapa detik Kyuhyun masih dengan tatapan curiganya, akhirnya pria itu menghembuskan nafas. “baiklah. Minggu depan kita ke villa itu…”


“benarkah?”


“hum…”


Sementara itu, di tempat lain Eunhyuk, Siwon dan Donghae sedang bersama ketika mendapat pesan dari So Eun tentang Kyuhyun yang setuju untuk berlibur. Senyum smirk muncul di wajah mereka bertiga karena rencana mereka berjalan lancar.


SKIP


A week later.


“baik-baik di jalan… oh ya, jangan lupa bawakan oleh-oleh istimewa untuk omma dan appa sepulangnya” ujar nyonya Cho.


“siap, omma” jawab So Eun yang sama sekali tidak mengerti maksud ucapan dari mertuanya sedangkan Kyuhyun hanya menggeleng pasrah dengan kepolosan istrinya itu. Apa gadis itu tidak tahu maksud ibunya adalah diberikan cucu dari mereka? mungkin sewaktu sekolah, So Eun selalu bolos kelas reproduksi sehingga menjadi bodoh dalam hal seperti ini.


Butuh berjalanan 3 jam untuk sampai di villa milik Kyuhyun karena berada di atas gunung itu. Dan saat ini Kyuhyun tidak menggunakan jasa supir untuk pergi karena hanya dia dan So Eun yang pergi. Sementara Kyuhyun sibuk menatap jalanan, So Eun sedaritadi melihat ke luar jendela dengan tatapan senang. Ini pertama kalinya dia liburan walaupun sebenarnya bukan rencana. Tapi, akhirnya dia bisa liburan juga.


Setelah menempuh perjalanan jauh, Kyuhyun membelokkan mobilnya ke dalam perkarangan villa, lebih tepatnya pintu masuk villanya di bagian belakang villanya. Biasanya mobilnya akan langsung dimasukkan ke dalam garasi. Namun, Kyuhyun menghentikan mobilnya secara tiba-tiba membuat So Eun yang sedang tertidur langsung tersentak bangun.


“apa maksudnya ini?!” So Eun menatap bingung pada Kyuhyun yang terlihat marah lalu gadis yang masih diambang kesadarannya itu menatap ke arah pandang Kyuhyun. Dan taraa… Eunhyuk, Donghae, dan Siwon berserta pasangan mereka sudah menunggu di sana.


“So Eun! Kau merencanakan ini semua?” ujar Kyuhyun tajam. Takut, So Eun langsung keluar dari mobil tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun dan menyapa dengan riang sahabat Kyuhyun.


“oppadeul… annyeonghaseyo…”


Kyuhyun menghembuskan nafas pasrah. Mau gimana lagi? Mana mungkin dia pulang di saat tubuhnya sudah lelah. Jadi, nikmati saja walaupun harus menerima ketiga sahabatnya ternyata menjebaknya dengan menggunakan So Eun.


“awas kalian!” ancam Kyuhyun sambil menatap kesal ketiga sahabatnya itu.


“haha… ayolah, Cho Kyuhyun. Kita sedang berlibur saat ini. Jadi hilangkan kekesalanmu” ujar Siwon sambil merangkul Kyuhyun namun ditepis cepat oleh Kyuhyun.


“terserah” Kyuhyun lebih memilih masuk ke dalam villanya meninggalkan teman-temannya dan juga So Eun.


...Mereka akan berada di sana selama 3-4 hari karena Kyuhyun tidak bisa berlibur panjang dengan suasana kantor yang selalu padat itu. Dan keuntungannya saat ini, dia bisa beristirahat sejenak dari pekerjaannya di kantor. Tapi, dia juga merasa sial karena dijebak oleh ketiga sahabatnya itu....


“apa tujuan kalian?” tanya Kyuhyun ketika mereka sedang menikmati makan siang yang telah disiapkan pelayan yang biasa mengurus villanya. Tapi, pelayannya hanya bertugas hari ini saja untuk menyiapkan makan siang dan membersihkan kamar-kamar untuk digunakan, setelah itu mereka akan istirahat selama Kyuhyun dan kawan-kawan ada di sana.


“hanya bersenang-senang… ah, bagaimana setelah ini kita berenang? Menurutmu bagus tidak, adik ipar?” So Eun yang sedang memasukkan makanan ke dalam mulutnya terhenti ketika Eunhyuk tiba-tiba melempar pertanyaan padanya. Kyuhyun berdecak saat melihat betapa berantakannya So Eun ketika makan. Berbeda dengan para pasangan ketiga sahabatnya yang menjaga image mereka agar terlihat baik.


“emm.. boleh, oppa hehe…” jawab So Eun.


“tidak bisakah kau makan dengan sedikit etika? Mulutmu berlepotan” omelan itu terdengar, So Eun segera mengambil kain untuk membersihkan mulutnya.


“maaf, habis… makanannya enak sekali”


“kau seperti tidak pernah makan spageti saja”


“memang tidak pernah!”


.


.


.


Kyuhyun terdiam saat itu juga. Entah mengapa, dia jadi merasa bersalah karena berkata seperti itu. Apalagi saat melihat wanita yang ia yakini dibawa oleh Eunhyuk memandang So Eun dengan tatapan cemooh.


“sudahlah, lanjutkan makanmu! Dan Eunhyuk hyung, kenapa kau harus membawa wanita sepertinya ke dalam villaku? Apa kau sudah kehabisan wanita yang berderajat tinggi?” mendapat sindiran itu, Eunhyuk melirik wanita di sampingnya.


“oh, mengapa? Aku hanya membawanya asal-asalan soalnya aku sudah bosan dengan yang lain” jawab Eunhyuk santai.


“lain kali bawalah wanita yang lebih baik darinya dan tahu diri juga”


“kenapa kau sesinis itu? Biasanya juga kau tidak peduli”


“dia menertawakan istriku seakan So Eun gadis buruk sementara dia tahu jelas antara dia dan So Eun siapa yang lebih buruk!”


“woo… apa kau sedang membela istrimu?”


“terserah, aku hanya memperingati saja. Jaga wajahmu, nona!” wanita itu hanya bisa menundukkan wajahnya malu karena ketahuan oleh Kyuhyun. Sementara itu, So Eun merasa tersanjung mendapat belaan dari Kyuhyun yang biasanya mengacuhkannya.


“ternyata dia tidak buruk juga, berbeda ketika pertama kali kami bertemu” batin So Eun senang.


TBC