
Huruf miring bisa jadi Flashback atau ngomong dalam hati. TYPO BERTEBARAN HARAP ABAIKAN SAJA. THIS IS JUST FICTION. Sifat dan karakter cast merupakan hasil pemikiran dan khayalan penulis saja. ONE MORE TIME. THIS IS JUST FICTION.
Happy Reading!!
**
Lewat dua minggu lamanya So Eun masih tidak ingin menemui Kyuhyun dan dua minggu itu juga Kyuhyun menjadi emosional di kantor. Dia tidak menerima tamu yang berjenis kelamin perempuan sepenting apapun. Dan sudah banyak karyawannya yang terkena semburan amarahnya selama dua hari berlalu itu.
Dan alasan satu-satunya karena So Eun belum juga memaafkannya. Kyuhyun bisa saja menemui So Eun di rumah orang tuanya, tapi dia lagi-lagi mengingat permintaan So Eun yang tidak ingin menemuinya. Jadi yang bisa dilakukannya hanya memperhatikan So Eun dari jauh dan bertanya kabar dari ibunya untuk menuntaskan rasa rindunya.
“KAU BODOH!! MENGAPA LAPORAN ITU SUDAH SEPERTI TULISAN ANAK SD YANG TIDAK BECUS?! BUAT LAGI!”
“b-b-baik, sajangnim”
Jun menggelengkan kepalanya melihat karyawan ke 10 untuk hari ini yang keluar dari ruangan bosnya itu dengan wajah pucatnya. Dan dia juga termasuk dalam sepuluh orang itu bahkan dia adalah orang pertama yang mendapat amarah Kyuhyun hanya karena terlambat 5 detik saja. Jun tidak begitu mempermasalahkan hal itu karena dia tahu bosnya lebih frustasi darinya karena belum mendapat maaf dari istrinya.
“semoga So Eun-shi memaafkan tuan Cho secepatnya. Bisa-bisa darahnya semakin naik kalau marah-marah terus” gumam Jun pelan.
Kring kring
“selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?”
“Jun-shi… ini aku So Eun” pria itu membulatkan mata terkejut mendengar nama yang baru saja digumamkannya tadi.
“So Eun-shi, apa ada sesuatu?”
“bisa katakan pesanku kepada Kyuhyun?” Jun mengerutkan keningnya heran.
“kenapa tidak menghubungi tuan Cho secara langsung?”
“aku masih marah padanya, oke… jadi begini…” Jun mendengarkan baik-baik permintaan So Eun bahkan mencatatnya agar tidak lupa. Sesekali dia terkekeh mendengar permintaan So Eun yang menurutnya konyol.
“sudah kau catat?”
“iya, sudah. Hanya itu saja? Sepertinya kau sudah mulai mengidam ya atau bisa kusebut penyiksaan dini untuk tuan Cho?” So Eun di sebrang hanya tertawa pelan.
“ya, kurasa juga begitu. Oh ya, dan pastikan kalau Kyuhyun melakukan itu! Kalau bisa rekam sebagai bukti” Jun tertawa mendengarnya sepertinya lumayan bagus idenya.
“Apa yang kau lakukan saat jam kerja, Jun?! Berpacaran hah?!”
Jun terkejut mendengar bahkan hampir saja melempar gagang telepon mendengar teguran dari Kyuhyun yang sudah berdiri di ambang pintu. Dia sentak berdiri dari posisinya dan langsung menatap mata bosnya walau sedikit takut. Apa dia akan mendapatkan teriakkan untuk kedua kalinya untuk hari ini?
“siapa yang berbicara denganmu?!” Jun menatap gagang teleponnya bimbang lalu beralih pada kertas berisi permintaan So Eun.
“sebenarnya… ini dari istri anda, tuan Cho” mendengar itu Kyuhyun membulatkan matanya terkejut lalu dengan langkah cepat mendekat ke meja sekertarisnya.
“kenapa dia menelponmu bukan kepadaku?! Berikan telepon itu!”
“jangan berikan! Kau harus pastikan semuanya berhasil, Jun-shi!”
Bertepatan So Eun memutuskan panggilan, Kyuhyun merebut kasar telepon itu dan hanya suara telepon yang terputus yang terdengar. Ditatap Jun tajam seakan ingin menelan pria itu. Jun segera menunjukkan kertas permintaan So Eun kepada Kyuhyun berharap bisa menangkal amarah Kyuhyun.
“istri anda… menginginkan anda melakukan ini untuknya. Dan alasan dia tidak menghubungi anda karena dia masih marah. Maafkan saya, tuan Cho” Kyuhyun mengambil kertas tersebut dan membacanya.
Permintaan So Eun-shi
Membuat tteobokki, kimchi, bulgogi dan bibimbab buatan Cho Kyuhyun.
Tidak boleh meminta bantuan orang lain.
Menggunakan pakaian ibu hamil saat memasak dan jangan lupa menggunakan celemek.
Berikan tteobokki pada Eunhyuk oppa, bulgogi untuk Siwon oppa, dan bibimbab untuk Donghae oppa masih dengan pakaian ibu hamil.
Dan bawa pulang kimchi untuk So Eun.
Belikan es krim rasa cokelat, apel, jeruk, dan lemon.
Terakhir, Kyuhyun menghadap So Eun.
Kyuhyun mengangkat kepalanya menatap Jun yang tersenyum aneh. “istri anda juga menginginkan bukti kuat dengan merekam semua yang anda lakukan untuk melaksanakan permintaannya”
“aish… kita pergi sekarang! Temani aku ke supermarket!”
@at supermarket.
Jun sibuk merekam semua yang dilakukan Kyuhyun melalui kamera milik Kyuhyun sendiri. Jun sedikit kagum pada Kyuhyun yang langsung melaksanakan permintaan So Eun yang sedang hamil. Atau mungkin karena Kyuhyun tidak ingin mengecewakan So Eun. Sementara Jun merekam sambil mendorong troli. Kyuhyun sibuk memilih bahan untuk membuat makanan yang diminta So Eun.
Berandalkan ponsel canggih, dia melihat bahan-bahan yang harus dibutuhkan melalui internet. Walau tidak tahu cara memasak, Kyuhyun akan melakukannya. Lagipula bukan dia yang memakannya. Dia membuatnya asal-asal tidak masalah yang terpenting dia sudah melaksanakan semuanya.
Banyak ibu-ibu memperhatikannya yang sibuk memilih bumbu dapur dengan serius. Mungkin ini pertama kalinya ada seorang pria muda dengan jas formal berbelanja. Dan Kyuhyun semakin mencolok dengan keberadaan Jun yang sedang merekamnya. Ini jadi seperti Kyuhyun sedang melakukan acara tv.
“Cho Kyuhyun-shi?” Kyuhyun menoleh cepat dan menemukan seorang pria menatapnya penuh ingin tahu. Kyuhyun tahu pria ini karena selalu menghandiri setiap acara konferensi pers siapapun. Dia juga sering keluar di layar tv menyampaikan berita.
“aish, kenapa harus sekarang?” batin Kyuhyun kesal karena keberadaan seorang jurnalis dihadapannya.
“apa yang sedang anda lakukan?”
“tentu saja berbelanja, mana mungkin aku sedang rapat di tempat ini!” balas Kyuhyun sinis. Kyuhyun sama sekali tidak peduli dengan imagenya kali ini karena yang utama saat ini adalah permintaan So Eun.
“kudengar ada kabar bahwa anda dan istri anda sedang bertengkar. Sekarang sudah dua minggu anda berpisah rumah dengan istri anda. Apa itu benar?”
“sebaiknya tutup mulutmu sebelum kututup dengan tinju!” pria itu justru tertawa lebar tanpa takut dengan ancaman Kyuhyun. Sikap Kyuhyun ini membuatnya semakin tertantang untuk mengganggu Kyuhyun.
“apa itu tandanya jawabannya iya?” Kyuhyun menatap pria itu tajam dan hampir memberikan pukulan keras di wajahnya, namun tertahan oleh Jun yang menghalanginya.
“tuan Cho, ingatlah… istri anda sedang menunggu” Kyuhyun meredakan amarahnya mendengar bisikan Jun yang dia benarkan. Saat ini dia tidak memiliki waktu banyak karena setelah ini dia harus memasak.
“kau beruntung, sialan!” kata Kyuhyun kasar lalu pergi diikuti dengan Jun. Sementara jurnalis itu tersenyum penuh kemenangan karena mendapat berita bagus kali ini.
SKIP
“cah sudah siap!” lega Kyuhyun tersenyum sambil menatap hasil masakannya. Jun yang sedari tadi diam sambil merekam Kyuhyun ikut tersenyum.
“apakah tuan yakin rasanya enak untuk diberikan kepada tuan Lee dan tuan Choi?”
“aku tidak peduli dengan itu, yang penting aku sudah melakukan semua ini dengan baik. Sekarang bantu sedikit untuk mengemasinya di tempat” tanpa menolak Jun langsung melaksanakan perintah Kyuhyun.
Tujuan pertama adalah apartemen Eunhyuk. Kyuhyun harus menutupi wajahnya dengan topeng karena saat ini penampilannya benar-benar diluar kata keren. Dia masih memakai pakaian ibu hamil saat ini dan sudah banyak orang menertawakannya. Kalau sampai mereka tahu bahwa dibalik topeng itu adalah seorang Cho Kyuhyun, CEO dengan wibawanya itu habis sudah kehidupan tenang Kyuhyun.
Jun sendiri hanya mengikuti langkah Kyuhyun dengan santai tanpa mempedulikan sekitarnya karena saat ini yang menarik perhatian adalah bosnya. Tapi karena hal itu juga dia harus memakai topeng atas perintah Kyuhyun. Dan Kyuhyun rela melakukan ini demi So Eun. Dia yakin So Eun menyuruhnya seperti ini bisa jadi karena keinginan bayi mereka, jadi dia tidak akan mengecewakan So Eun. Kyuhyun menekan tombol bel apartemen Eunhyuk dan tidak lama kemudian terbuka pintu tersebut sehingga Kyuhyun langsung masuk ke dalamnya tanpa mempedulikan protesan dari pemilik apartemen.
Jun menutup pintu rapat sehingga Kyuhyun bisa bernafas lega dan melempar topeng dengan kesal. Saat itulah tawa keras terdengar dari Eunhyuk ketika tahu Kyuhyun yang berada dibalik topeng itu.
“HAHAHAHAHAHAHA~~ apa yang kau lakukan, tuan Cho? Hahah… tunggu, aku harus mengabadikan ini dulu” Eunhyuk bergerak untuk mengambil foto Kyuhyun dan tentu saja digagalkan Kyuhyun dengan memiting leher pria bergummy smile itu.
“berani kau melakukannya, kubunuh kau!”
“oke, jadi tujuanmu?”
“ini! tteobokki untukmu. Khusus buatanku” Eunhyuk memandang kotak makan itu aneh sekaligus terkejut.
“kau memasak?! Wah… pengaruh So Eun benar-benar besar ternyata! Tapi… apa kau yakin itu bisa dimakan?”
“bagus kubuatkan! Cepatlah, aku harus ke tempat Siwon dan juga Donghae!” seru Kyuhyun kesal.
“eits… tidak bisa semudah itu, Cho Kyuhyun. Sebenarnya So Eun sudah menghubungiku bahwa kau akan datang. Dan dia menitipkan pesan untuk memastikan kau memakan tteobokki itu sampai habis”
Jun hampir saja tertawa mendengar teriakkan heboh Kyuhyun. Dia juga tidak menyangka kalau So Eun membuat rencana lainnya selain dengannya. Sekarang dia harus mengasihani bosnya itu. Bahkan makanan itu tidak tahu bagaimana rasanya karena Kyuhyun sama sekali tidak mencicipinya. Kyuhyun pikir memang semua makanan itu untuk teman-temannya, jadi dia tidak mempedulikan rasanya dan sekarang dia harus menyesal dengan keputusannya membuat makanan secara asal.
“cepat, aku harus mengirimkan videonya kepada So Eun sebagai bukti”
“kenapa gadis itu kejam sekali? Padahal masalah itu hanya kesalahpahaman…” gumam Kyuhyun lemah tapi dengan terpaksa duduk dan mulai membuka kotak makanan. Eunhyuk terkikik melihat bentuk tteobokki buatan sahabatnya itu benar-benar berantakan.
“sudah, demi bayi kalian dan maaf dari So Eun. Siap? Action!” Eunhyuk mengarahkan kamera ponselnya pada Kyuhyun yang mulai mencicipi makanannya sendiri. Terlihat jelas raut wajah Kyuhyun berubah cepat pada suapan pertama. Eunhyuk bisa menebak rasa tteobokki itu seperti apa.
“bagus… semangat appa Cho…” ujar Eunhyuk memberi dukungan.
“aish, pedas sekali” Eunhyuk tertawa mendengar Kyuhyun mengeluh pada masakannya sendiri.
~~
Pukul 20.00 PM, Kyuhyun sampai di rumah orang tuanya. Setelah dari apartemen Donghae dan kembali mendapat tantangan yang sama seperti Eunhyuk, Kyuhyun rasanya ingin memuntahkan seluruh makanan itu karena perutnya mulai sakit diisi terlalu banyak hari ini. Dan sepertinya dia masih belum bisa bernafas lega karena bisa saja So Eun juga menyuruhnya kembali makan.
“aish… perutku” Kyuhyun keluar dari mobil sambil meringis. Tanpa diketahuinya, So Eun melihat dari balkon kamar. Gadis itu jadi merasa bersalah melakukan permintaan seperti itu saat melihat Kyuhyun sekarang.
Kyuhyun masuk ke dalam rumah dan bertemu sang ibu yang sedang berada di dapur. “omma, So Eun?” tanya Kyuhyun.
“oh kau sudah datang, So Eun di kamar. Sebentar lagi juga turun” balas nyonya Cho. Kyuhyun mengangguk lalu meletakkan kimchi di atas meja sedangkan dia duduk di kursi meja makan sambil bernafas lega.
Dari tangga, So Eun turun dengan cepat namun hati-hati mengingat sekarang dia tidak sendirian. Ada si cabang bayi di dalam rahimnya saat ini. Kyuhyun sedang meminum air putih yang diberikan nyonya Cho ketika So Eun tiba-tiba menyerangnya dengan pelukan sampai membuat pria itu menyemburkan air dari mulutnya karena terkejut.
“maafkan aku…hikss..” Kyuhyun mengusap bibirnya yang basah lalu meletakkan gelas di atas meja. Kyuhyun berusaha melepaskan So Eun darinya untuk melihat wajah gadis yang dirindukannya ini, tapi So Eun tidak mau melepaskannya. Jadi Kyuhyun menarik pinggang So Eun hingga gadis itu duduk dipangkuannya.
“kenapa meminta maaf?” tanya Kyuhyun lembut.
“karena aku menyuruhmu yang aneh-aneh, perutmu kesakitan. Maafkan aku…” Kyuhyun terkekeh mendengarnya. Kyuhyun pikir So Eun benar-benar kejam padanya, tapi ternyata So Eun tetap sama saja seperti biasa. Mungkin kekejamannya itu muncul karena rasa kesal dan juga ditambah hormone ibu hamil selalu berubah-ubah membuat So Eun seperti ini.
“tidak apa-apa, ini juga kulakukan untuk meminta maaf padamu. Waktu itu di kantor, itu hanya kesalahpahaman. Aku ti__”
“aku sudah tahu! Jadi oppa tidak perlu menjelaskannya padaku” potong So Eun. Kyuhyun menghela nafas lega lalu melingkarkan tangannya pada pinggang So Eun.
Melihat adegan suami-istri itu, nyonya Cho dan pelayan yang membantunya perlahan-lahan menjauhi dapur dan meja makan agar tidak mengganggu So Eun dan Kyuhyun. So Eun menjauhkan tubuhnya untuk menatap wajah pria yang dalam lubuk hatinya begitu ia rindukan. Dia menyesal membuat keputusan untuk Kyuhyun menjauh dulu beberapa hari lalu karena kenyataannya So Eun harus memendam rasa rindunya sangat besar.
“aku… aku merindukanmu” Kyuhyun tak bisa menahan senyum lebar di wajahnya mendengar ucapan manja dari So Eun. Pria itu mengusap kepala So Eun gemas lalu mendorongnya dan memberikan kecupan ringan pada bibir So Eun.
“aku juga merindukanmu, cah… jadi, pulang bersamaku malam ini?” So Eun menggeleng sehingga Kyuhyun mengkerutkan kening.
“besok saja, sudah malam” Kyuhyun kembali tersenyum. Dia bergumam pelan dan tanpa aba-aba mengangkat tubuh So Eun dalam gendongannya.
“kalau begitu, kita tidur sekarang?” So Eun tidak menjawabnya justru menggigit bibirnya.
“aku menunggu kimchimu…” Kyuhyun melirik kimchi yang dibawanya horror. Dia tidak akan mungkin memberikan kimchi itu untuk So Eun. Bagaimana jika itu membahayakan bayi mereka?
“tidak boleh, sayang. Kau sedang hamil…”
“tapi aku ingin, sedikit saja”
Kyuhyun kalah. Dia selalu tidak bisa menolak keinginan So Eun. Tanpa bersusah payah, Kyuhyun mendudukan So Eun di atas meja makan lalu mulai membuka kotak makan berisi kimchi buatannya. Kyuhyun memandang lekat-lekat kimchi itu lalu melirik pada So Eun yang sudah tidak sabar mencicipinya.
“kau yakin?” So Eun mengangguk.
“sedikit saja, oke? Satu suapan kecil” Kyuhyun mengambil sedikit kimchi tersebut dan menggerakkan tangannya dengan ragu ke arah mulut istrinya itu. Melihat keraguan Kyuhyun, So Eun menarik tangan Kyuhyun dan langsung memakan kimchi itu. Kyuhyun memejamkan sebelah mata menunggu respon dari So Eun.
.
.
.
“oppa… ini enak. Aku mau lagi” Kyuhyun membulatkan matanya terkejut dan memandang So Eun juga kimchi bergantian. Tapi, dia tidak akan membiarkan So Eun memakan kimchi itu lagi.
“tidak boleh, kau sudah berjanji hanya satu suapan” walau kecewa akhirnya So Eun menuruti ucapan Kyuhyun.
“aku letakkan kimchinya di dalam kulkas dulu, setelah itu kita ke kamar” So Eun mengangguk.
**
Kyuhyun memasukkan belanjaannya di dalam bagasi begitu juga Jun yang membantunya. Tapi, barunya ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba Jun izin untuk ke kamar kecil sebentar.
"Cepat!!!" usir Kyuhyun lalu masuk ke mobil. Jun berlari kecil dengan mata bergerak mencari sesuatu. Dan dia menemukannya.
Bukannya toilet, dia justru mencari wartawan yang tadi mengganggu bossnya. Ditarik lengan pria itu hingga dia berbalik. "Kalau sampai kau menulis sesuatu tentang tuan Cho perihal yang tadi. Aku pastikan kau kehilangan pekerjaanmu!" pria itu tertawa remeh lalu menghempaskan tangan Jun darinya.
"memang siapa kau?? Kau tidak bisa melakukan itu!" Jun tersenyum smirk lalu menelpon seseorang dan sengaja menyalakan speakernya.
"Halo, Jun-ah. Aku sedang sibuk bekerja" pria itu menegang mendengar suara yang familiar itu. Itu adalah bosnya.
"Jadi begini, salah satu wartawanmu berusaha membuat berita buruk tentang bosku. Padahal sebenarnya tidak seperti itu. Aku sudah berkata baik-baik kalau___klik"
Jun tersenyum puas melihat kelagat panik pria itu. "Aku tidak akan menulis apapun. Kau puas?!"
"Kalau sampai ada, aku akan benar-benar membuatmu kehilangan pekerjaan. Camkan itu!"
Jun menjauh meninggalkan pria yang sedang kesal karena bahan ceritanya harus dikubur dalam-dalam. Dia tidak mau kehilangan pekerjaannya. Dia juga kembali menghubungi yang merupakan bos dari pria tadi.
"Jaga baik-baik karyawanmu, Woon. Dia hampir kuhabisi"
~~
“ayo Cho Kyuhyun, kau pasti bisa. Habiskan…” seru Siwon yang merekam Kyuhyun sedang memakan bulgogi yang dibuat Kyuhyun sendiri. Tidak pernah berhenti mulut Kyuhyun mengumpat kesal, tapi gerakan tangannya tidak juga berhenti menyuapkan bulgogi itu ke dalam mulutnya.
“sepertinya bayi kalian sudah pintar mengerjai appanya… hahaha” canda Siwon dan saat itulah Kyuhyun memasukkan dengan paksa bulgogi ke dalam mulut Siwon.
“AAAGGRHH, CHO KYUHYUN! ASIN SEKALI!!”
“rasakan…”
~~
“cah, saat ini kita berada di sesi interview CEO Cho Corp yang saat ini sedang menjalani latihan menjadi appa yang baik. Bagaimana rasanya menjadi calon appa, Cho Kyuhyun-shi?” layaknya pembawa acara, Donghae mengarahkan kamera ponselnya kepada Kyuhyun yang bernasib sama seperti di rumah Siwon. Menghabiskan makanannya sendiri dan harus merasakan masakannya yang aneh.
“berisik kau, ikan!” gerutu Kyuhyun. Kali ini rasa bibimbab yang dibuatnya adalah kegosongan. Ada beberapa sayuran yang dimasaknya terlalu matang bahkan ada yang gosong. Dan lebih banyak yang gosong dibandingkan yang normal. Tapi, Kyuhyun akui kali ini dia tidak begitu mempermasalahkan rasa bibimbab tersebut karena masih boleh ditahannya dibandingkan sebelumnya.
“aku penasaran, jadi jawab pertanyaanku” Kyuhyun terdiam sejenak sambil melirik ke arah kamera. Donghae duduk dihadapannya sambil menopang dagu menunggu jawabannya.
“rasanya aneh, seperti mimpi, dan terlalu cepat. Aku bahkan tidak menyangka bisa mendapatkan anak dengan cepat” Donghae tersenyum menggoda.
“apa karena kau juga masih ingin berdua saja dengan So Eun?” Kyuhyun memukul kepala Donghae pelan.
“cih bukan…”
“ya, bukan salah lagi. Lagipula kalian masih bisa bermesraan sambil merencanakan anak kedua kalian nanti kalau anak pertama kalian sudah lahir”
“Lee Donghae, itu masih lama. Bayi kami saja belum lahir sudah memikirkan bayi kedua. Kau gila…”
“ya, Cho Kyuhyun. Justru karena aku tahu isi otakmu, aku mengatakan itu. Mau bertaruh?”
“cih, jangan seperti anak kecil dan juga… sudah! Aku ingin menghabiskan ini dulu dan pergi secepatnya dari tempatmu ini!”
“haha… pengecut!”
TBC