My Bodyguard My Wife

My Bodyguard My Wife
saatnya pembantaian



"Maaf banyak typo,pengerjaan nya di malam hari,buat mata author juling😁begitu ngetik,wajib kembali baca ulang dan merapikan kali yah....


soalnya terkadang ide muncul,dan target ngarang pun dikebut maraton.🀣😁


next ke depan mau menjalankan wajib militer ini🀣😁biar penulisan lebih rapi,wajib cek ulang.


makasih masukan masukan para pembaca"


makasih semangatnya juga.


mampir juga yah di novel saya yang lain,yang sudah End.


1.terbentuknya satu hati


2.ketika hati bertuan.


jangan lupa baca yah......πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


happy reading cintaaa.......,πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—πŸ’—


--------------


Satria mendatangi beberapa pasien,mengecek keadaan pasien pasca operasi cessar ada juga melahirkan normal.


memeriksa keadaan mereka,menanyakan apa ada keluhan,menyuruh perawat mencek tekanan darah mereka,mengukur suhu tubuh mereka.


Satria melihat seorang ibu di kelas ekonomi,sangat kasihan.Dia hanya seorang diri disana,gak lamanya seperti nya pembantunya yang agak berumur datang .


"bagaimana keadaannya bu,ujar Satria ramah"


"baik dokter,anaknya perempuan ya bu,ujar dokter Satria"


iya dokter,jawab si ibu.


Anaknya juga cantik,ujar Satria.Sangat putih,Satria mengingat wajah anak itu,kelahiran normal ya bu,ujar Satria.


"iya dokter"jawab si ibu.


"suaminya mana ya bu,tanya Satria"


"suami saya meninggal dok,kecelakaan,ujar sang ibu"


"maaf bu,ujar Satria"saya tidak tau.


"gak apa apa pak dokter.ujar sang ibu.


saya yatim piatu dok,saat sama orang tua saya tertimpa bencana alam longsor.


saya masih beruntung,bisa melihat papa dan mama saya sampai saya SMA.


tapi anak saya,gak bisa melihat papanya lagi,sebelum lahir ke dunia,ucap sang ibu dengan wajah sedih.Hati Satria sangat sedih,teringat pada Carla.


Ini juga yang dirasakan Carla,hatinya pasti sangat sedih juga.


"mertua saya tidak menyukai saya,tapi saya bersyukur dok,mama dan papa saya, punya usaha kuliner dan beberapa usaha loundry dan saya menjalankan itu semua,sejak mereka meninggal.Belajar dari orang orang kepercayaan orang tua saya dulu.


"Maaf dok,jadi curhat,ujar sang ibu"


gak apa apa bu.


sehat selalu ya bu,ujar Satria.


Satria menulis laporannya ,di meja ruangan perawat lantai dua.


gak lamanya dokter lisa mendekati Satria.


"Pagi dok,ujar dokter Lisa"


"Pagi....ujar Satria seperti biasa"


sambil meneruskan beberapa catatan pasiennya.


"nih ...sarapan dulu,ujar Lisa"


"makasih,sudah tadi,ujar Satria"


"ini hanya cemilan dok,saya buat sendiri loh,ujar Lisa"


"Gak usah,makasih.ujar Satria,kembali serius mencatat beberapa di laporan pasiennya".


"Jaga sikap kamu,ujar Satria"


"menarik tangan nya paksa".


"Rupanya memang wanita sekarang ,gak ada malunya ya Sat,ujar sang mama Maria"


"Gak malu megang megang laki laki,murahan,ujar mama Aggata ketus"merasa panas.


Lisa terkejut dengan kedua ibu yang menghampiri nya.


"kamu itu ,cantik....tapi biasa aja sih wajah kamu,ujar mama Maria melihat dari dekat wajah dokter Lisa.Banyakan polesan make up,ujar mama Maria.


mau jadi mantuku?mimpi....jangan harap restu dariku,sampai mati orang segenit kamu,gak masuk keluarga weller,ujar mama Maria".


"kamu gak ada apa apanya dibanding Carla,ujar mama Aggata."


mengambil tangan Satria.


lalu berujar,


"Apa mata kalian buta,gak melihat cincin ditangan mantu ku,ujar mama Aggata"


"Kalian liat,tapi pura pura gak liat kali,ujar mama Maria"sangat ketus.


Sudah biasa ,jaman sekarang pelakor,bangga dengan dosa.ujar mama Aggata.


"Jadi gadis baik -baik,cari suami yang bukan suami orang,yang masih free.jangan jadi perusak rumah tangga orang,ujar mami Aggata tegas."


"Lisa terdiam"


"Saya salah apa ya bu.Ibu siapa?tanya Lisa sok sok lembut".


"ular kepala dua,ujar mami Maria"


"Satria itu anakku,ujar mama Maria"


"Dan Satria itu mantu saya ,ujar mama Aggata"


Lisa sangat terkejut.


"Kamu gak pernah dengar,satria sudah menikah?ujar mama Maria"


"dokter dokter senior,perawat senior sudah pada tau.Kamu jangan pura pura gak tau,namanya munafik.Mau menggunting dalam lipatan kertas?jangan mimpi ujar mama Maria"


Ini peringatan terakhir dari saya,ujar mama Maria.Kamu di panggil direktur rumah sakit .Biar dapat surat undangan.Asal kamu tau,Carla itu menantu kesayangan suamiku,ujar mama Maria"


Satria lega dan tersenyum.Kedua mamanya hebat.


makasih ma,Maria memeluk mama Aggata dan kemudian mama Maria menasehati Satria agar selalu pandai membaca situasi.


Lisa sangat dibuat malu.Gak bisa berbuat apa apa.(belum tau mereka kehebatan deking Carla🀣😁🀣😁)


Carla sangat bosan.Dia pengen ngamen.Tiba tiba aja pengen ngamen.πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”


Carla sudah menyuruh Jhon membawa gitar dan membawa biola juga.


"Carla minta ijin sama papa Satria,mau ngamen di tempat perawatan anak anak sakit,anak anak remaja dan orang tua penderita kanker dan penyakit serius.pengen menghibur mereka".


"carla memesan aneka makanan sehat,yang bisa mereka konsumsi,dan juga makanan buat para perawat dan dokter di bagian anak anak dan perawatan manula"


Carla memesan lewat teman bu Ningsih.Adam ,Bram dan Tika juga jadi anggota Carla,membantu Carla membuat acara ngamennya bermakna.Mengisi kebosanannya ,mengerjakan sesuatu yang lebih bermakna".


Carla berganti dres navy,merias wajahnya soft.


Satria masih sibuk,ada menangani dua kelahiran bayi,satu kasus prematur dan satu lagi kasus kehamilan bermasalah ,karena sang ibu mengalami demam tinggi.


"Carla menitipkan makanan Satria melalui kepala perawat Ika".


Tika mendorong kursi roda Carla,di kehamilan delapan bulan ini,carla sering merasa lelah.Mama Maria dan mama Aggata ikut membantu acara Carla ngamen.Mereka pingin tau,Carla gimana saat ngamen semasa kehamilannya.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


jangan lupa like,vote dan koment


happy reading.