
Carla membantu memasak makanan buat anak anak,memeriksa dengan alat,apakah makanan sudah aman di makan,karena pernah beberapa kali,para pelayan ,di bayar oleh istri pertama suami bu Ningsih,buat meracun anak anak.Kalau Carla bertugas,Edward akan melakukan pemeriksaan buat makanan anak anak.
Kadang Carla gak habis pikir,sudah suami bu Ningsih gak di ijinin meliat anak anaknya,bu ningsih kasihan, sering menangis karena bukan hal mudah membesarkan anak anaknya sendiri.
Bu Ningsih juga masih muda,butuh perhatian dan kasih sayang seorang suami.
Nasib memang kadang mempermainkan manusia.
ada orang sejahat itu,menyetujui suaminya berpoligami setelah gak punya keturunan,padahal bu ningsih baik hatinya,tetapi hanya pura pura menyetujuinya.
Adam dan Bram mandi di kolam,di temani Chris dan Edward.sedangkan alex mengitari rumah,karena merasa ada yang janggal hari ini,tapi dia tidak menemukannya.
Carla juga merasa instingnya bekerja,mengatakan dia harus hati hati.
Carla ketemu dengan alex,dan mereka saling cerita.Hati hati kita,sepertinya filling kita sama,ucap Carla.
Iya......jawab Alex.
Nanti malam,kalian bertugas,awasi Adam dan Bram.
"Aku juga akan awasi mereka,ujar Carla.
Carla membawa makanan ,Chris,Adam,Edward dan Bram ,mereka sudah kelaparan.Mereka dengan antusias,memakan masakan carla,sebenarnya bukan Carla yang memasak,tapi pelayan di rumah.Carla hanya membantu sedikit saja.
Tika bergelut manja di pundak Carla.Mereka sudah siap mandi pagi.
Carla mandi kembali,karena tika ngajak carla berendam di bed up.Jadi ala ala princes ujar Tika.
Wangi banget ujar Chris,menyium rambut Carla.Ketika Carla melewati tempat Chris.
Wangi dong,olang kami kan cewek cantik,ujar Tika dengan cadelnya.
Sorenya mereka bermain bola,tapi Tika bermain masak masak sama Carla.
Malam pun tiba,Edward,Alex menemani Bram dan Adam di kamar mereka,sedangkan Carla menidurkan Tika,sambil membaca sebuah dongeng,tika sangat senang.
Kemudian Carla ke kamar Adam dan Bram,mereka sudah tertidur lelap,karena capek berenang dan main sepak bola tadi pagi dan sore mereka berlatih judo, sangat bahagia.
Bu Ningsih menelepon Carla,bu Ningsih merasa gak gitu enak perasaannya.Filing seorang ibu selalu tepat.
saat Carla di lantai atas,Chris memeluknya ,Carla terkejut.
"Kenapa Car,sahut Chris"
"Malam ini kamu tidur di kamar bawah yah Chris,jangan terlalu lelap tidur,perasaanku gak gitu nyaman,ujar Carla."
"Baik sayang,tapi kasih upah dulu,jagain anakmu 3 orang hari ini,ujar Chris sambil tersenyum manis."
Carla mencium Chris dengan lembut dan mesra,Chris hanya diam menikmatinya ,Chris kemudian membalas nya,dengan ciuman semakin dalam.Mereka melakukannya di kamar Carla.
Mereka saling berbaring,kemudian saling menatap,Chris memulai kembali ciumannya,memainkan lidahnya di dalam mulut carla,carla membalas ciuman Chris.Mereka bergumul dalam kerinduan selama ini.
Chris membelai gundukan Carla,Carla merasakan sensai berbeda,Carla menggelengkan kepalanya.
jangan Chris,ujar Carla.
Aku tau sayang,maaf,
"Aku sangat menginginkanmu,tapi aku harus menahannya,sampai waktunya kita menikah,ujar Chris".
"Chris pun memeluk carla,membelai wajah Carla.
Aku tidur yah Car,good night,ujar Chris mengecup dahi Carla".
"Good night honey,ujar Carla"
Chris pun ke lantai bawah,dia melihat Edward dan Alex mengitari sekeliling rumah,dan kembali ke ruang keluarga.Menonton beberapa filim bersama Chris,dan waktu sudah pukul 12 san malam.Chris yang sudah ngantuk ,masuk ke kamar.tertidur dengan lelap.
Sekitar pukul 2 pagi,Carla mencium bau asap ,dari lantai dua.Carla melihat api sudah lumayan besar.
Carla menekan tombol tanda bahaya di rumah,tapi tombol tidak berfungsih,carla menghubungi hp Edward
Edward yang baru tidur menganggkat handphone nya.
"Dward.....,bagunkan Alex dan Chris.Tolong aku.Api besar di lantai 2.teriak carla".
"Apa?????....ujar Edward langsung matanya melihat kepulan asap.Di dalam rumah."
Carla berbicara sambil ke kamar Adam yang sangat dekat dengan sumber api,Carla menutup wajahnya dengan kain syalnya,membuka kamar adam yang sudah mulai terbakar.adam di bangunkan memang sangat susah.
"Adammmm.....jerit Carla."
"Bangun boy,rumah terbakar sayang.
Please,untie gak bisa gendong.Adam masih tidur.
Carla sekuat tenaga menggendong adam,sambil menahan tangisnya,karena Carla sangat panik.
Edward dan Alex serta Chris pun datang,tangga pun tak lepas sudah terbakar,Chris mengeluarkan spring bad di lantai 1,para pelayan di rumah,di bagian luar,karena akses tangga tidak bisa dipakai lagi ,Chris membuat pendaratan darurat dengan menggunakan spring bad,sehingga ketika anak anak dari atas di loncarkan,akan aman di spring bed.
Chris membuat beberapa matras dan spring bad.Di bantu pelayan.
Edward yang kesusahan akhirnya bisa menolong Carla.Dia mengangkat Adam,meloncat dari balkon rumah ,Adam yang sudah bangun ketakutan melihat api yang sangat besar.Chris pun kemudian ke lantai dua dengan memanjat,dia sangat takut memikirkan anak anak dan Carla masih di dalam.
Alex membawa Bram yang sudah pingsan,karena ketakutan melihat api yang luar biasa besar.
Carla teringat ,Tika masih di kamar,Tika Chris.......,jerit Carla.Mereka pun berlari,membuka pintu ,tapi terkunci ,seperti disengaja .Carla dan Chris menendang pintu secara bersamaan.Belum berhasil juga.
Carla menangis ketakutan.
Mereka kembali menendang pintu,dan setelah lima kali tendangan berulang ulang,baru pintu itu roboh.Bahan pintu memang bahan yang bagus,karena bu Ningsih sudah memperkirakan buat keselamatan anak anak.
Kunci kamar anak anak ada sama Carla.Tapi dengan suasana yang gelap,lampu mati,dan panik,Carla gak pikir panjang lagi,untuk mencari kunci tersebut di kamar Carla.
Alex tadi datang membawa penerangan buat lantai 2.Mereka memanjat dari arah bagian dapur.
Carla melihat Tika yang menangis di sudut kamarnya,menangis ketakutan ,memanggil mamanya dan untienya/Carla.
Carla mengambil selimut,membungkus tika,
memberikan tika pada Chris.
Alex pun kembali ke lantai dua ,
"Carla beteriak,pengasuh tika ada di kamarnya.kita kesana."ujar Carla.
Kebakaran semakin hebat,tangan Carla terluka terkena pintu,kaki Tika terkena serpihan bara ketika di gendong Alex,sedangkan Alex kakinya terluka,karena menerobos teras dalam kondisi gelap.
Pengasuh Tika pingsan karena asap yang tebal.Mereka kesusahan membawanya,karena lumayan gemuk.
Chris dan Carla berhasil menurunkan pengasuhnya di spring bad yang sudah di sediakan untuk pendaratan.
pemadam sudah satang,Chris memeluk Carla,mereka sama sama meloncat ke spring bed.
Carla menelepon rumah sakit tempat dia bekerja.memanggil tiga ambulans menuju rumahnya.dia menelepon satria,dan dokter David.Ketika dia memeriksa kaki Alex dan kaki Tika,juga tangannya yang luka,butuh jaitan dan penanganan khusus agar tidak cacat.
Carla sangat pucat.dia melihat semuanya selamat,dan Carlapun menjadi tenang.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Jangan lupa like,vote dan komennya guys.
makasih
happy reading.