
Pagi itu,Carla,Nathan ,pengasuh ,mama Aggata dan papa Chris,serta Jhon menuju bandara,
menggunakan penerbangan kelas bisnis menuju thailand.
Siang hari mereka sudah berada di sana.Nathan sedikit rewel,karena ini penerbangan pertamanya.
Carla pun pergi bersama Jhon,mengurus keperluan pekerjaan mereka.
Setelah pekerjaan mereka selesai,Carla membawa mertuanya dan Nathan menemui grandpa.
"belum apa apa,granpa langsung bilang sama Carla,anak bodoh,ujarnya"
"kenapa kau tinggalkan suamimu yang baik itu,Bodoh.Kamu hanya salah paham dengannya.Baginya kau satu satunya hidupnya.Pikiranmu jelek saja terhadap siapapun."
"Dia papa yang baik buat cicitku,ujar sang grandpa.Sebelum ku mati,kau harus menerimanya kembali",ujar grandpa menatap tajam pada Carla."
Carla hanya diam.
"Gak usah menerawang grandfa"
"Carla hanya membawa granpa bertemu dengan Nathan kecil,senang gak,ujar Carla"
"Berbaikanlah dengannya,jangan keraskan hatimu.Seharusnya kau bisa bahagia.Kau memilih menghancurkannya.
Hati hati dalam misi misimu,ada bahaya disekitarmu,kau akan terluka,jangan teruskan,ujar grandpa"
"Tapi.....ketika kau terluka dan hampir kehilangan nyawa,kau menemukan nya kembali"ujar grandpa."
"grandpa memegang Nathan.
"hmmm.....anak yang kuat,berprinsip,kelak sangat menyayangi ke 2 adikmu,sangat menyayangi mamamu,opa dan omamu,kau sangat pintar dan menjadi kebanggaan mamamu.
Oma dan opa akan sering menjagamu,karena mamau bertugas,kamu sangat lasak.Sangat lincah."
"oma dan opa jagala cicitku ini dengan baik,dia sangat lincah dari usianya.Dia juga sangat lasak.Sekarang saja baru usia 10bulan sudah mulai berdiri dan akan kemana mana.
"Kalian akan berbahagia,memiliki penerus,dan Carla mengorbankan dirinya buat keluarga kalian,hargailah dia.Dikala dia sendiri seperti ini,temanilah dia bersama anaknya,ujar sang kakek"
kedua orangtua chris pun mengangguk.
satu harian Carla bermain di apartemen tempat mereka menginap.
stok ASI sudah Carla persiapkan buat nathan,dan selama ini juga dibantu dengan pemberian susu formula sebagai tambahan.
Malam itu,Carla mebenahi senjata yang diserahkan Jhon padanya,sebuah sniper laras panjang,dan beberapa pistol peredam.
mama aggata yang tiba tiba masuk ke kamar Carla terperajat.
Pantaslah Satria tidak menyetujui niat Carla,pekerjaan Carla banyak resiko.Mama Agata mengusap dadanya yang terkejut melihat senjata senjata itu.
"Car....bisa gak meninggalkan ini semua,Nathan masih kecil,ujar mama Aggata"
"Carla menutup pintu kamar.Maaf ma ujar Carla.Carla akan jaga diri,sebelum mengenal Chris,ini sudah carla lakukan.Carla akan pulang dalam 3hari ke depan,tugas Carla legal ma,pasukan pengaman ,yang harus menjaga para pemimpin penting,dan pimpinan perusahaan."
"mama Aggata memeluk Carla"
ada satu rasa kecewa pada yang lain,
dan rasa tak ingin meninggalkanmu
tapi...saat melihat senyumanmu,
ku akan kembali
buatmu,buah hatiku
walaupun kehadirannya juga sangat ku butuhkan,aku mencoba tak berharap dan melupakannya
Carla pagi pagi benar pergi,setelah mencium kening putranya Nathan.
Anggota tim inti mereka ada 10 orang,yang berada di garis depan mengamankan beberapa radius, untuk presiden luar ini berkunjung.
mereka di pekerjakan badan inteligent negara,
karena kemampuan mereka di atas rata rata dalam pengawalan.
Carla sangat berbeda dari biasanya.setelah melahirkan,ini tugas pertamanya.
kembali sebagai pasukan keamanan.
Satria,sudah sampai di Swiss,dan bersama temannya melacak keberadaan Carla.
Sangat sulit menemukan Carla,karena cincin pernikahan mereka Carla letakkan di atas meja kamar,dan berbagai sistim keamanan sudah membek up data Carla,Nathan dan kedua mama dan papa Chris.
Carla melihat ada kecurigaan pergerakan di arah sebelah utara,dan dia pun berkomunikasi dengan earpiece dengan anggota timnya ,agar mengecek sebelah utara yang Carla curigai.
Perketat perlindungan.Rubah skedul jangan ke tempat umum,ujar Carla.Laksanakan segera,ujar Carla dan Jhon.
Sang presiden pun kembali di bisikkan Carla ,untuk masuk ke mobil,guna keamanan,dan Carla berada di samping supir,Jhon di bagian belakang bersama indra,leo yang menyupir.dan dikawal tim inti dengan mobil yang berbeda.
"Pak,kita rubah skedul sudah di baca beberapa orang yang tidak berkepentingan.Sangat banyak resiko.Kita mengunjungi kota A terlebih dahulu.
saya sudah menginfo semua tempat,agar selalu siap jika kita tiba tiba datang,ujar Carla.
sang presiden pun mengangguk.
Carla menggunakan laptopnya,menutup segala akses beberapa radius,dan Jhon juga mengamankan lewat jalur udara,ataupun darat,mengecek helikopter atau mobil yang mencurigakan.
semua bersih sejauh ini.
Jadwal mereka hari ini sangat banyak.
sang presiden pun kembali ke hotel,dan mereka juga mengawal dari segi makanan,keamanan kamar,minuman dan pakaian,semua detail diperiksa.
Selama bertugas dalam misi,mereka tidak di ijinkan menghubungi keluarga ,anak atau siapaun.
Carla sangat merindukan putranya.
besok hari ke 2,beberapa tempat wisata akan presiden ini datangi.
pengosongan tempat wisata sudah di perintahkan kepada pengelola wisata tersebut ,sudah disisir pasukan presiden,dibantu beberapa anggota tim mereka agar keamanan semakin di tingkatkan.
Penanggung jawab keamanan presiden ,sepenuh nya bertumpu pada anggota tim inti.Tapi di bantu polisi setempat dan para pasukan presiden
Tapi menyangkut keamanan,semua bertumpu pada mereka,merubah jadwal,mencek kebutuhan makanan,minuman,pakaian dan lainnya.mereka gak boleh lengah.Butuh ketelitian yang tinggi dan pengawalan mereka .
Mereka tidur bergantian.
Di hari ke 3,ada beberapa penyerang,dan berhasil dengan cekatan di tangkap Carla,Jhon dan Zay,sehingga di interogasi pasukan presiden,
presiden aman.dalam penjagaan.
Mereka mengantarkan presiden kembali ke negaranya.
Tiga hari ,pekerjaan yang sangat melelahkan Jhon,ujar Carla.
Mereka kurang asupan makanan,kurang tidur,membuat wajah Carla tirus.
Carla pun melepaskan bajunya,kemudian memasukkannya dalam kopernya.
Jhon kita kembali,aku sangat merindukan putraku,ujar Carla.sangat puas dengan miai mereka ,semuanya mendapat pujian dari sang presiden.
Baikla,kami akan mengantarmu,
penampilan Jhon,Indra,Leo ,dan Carla kembali seperti masyarakat umum.Hanya senjata yang masih mereka selipkan di pakaian mereka.
Carla pun masuk ke dalam apartemen,setelah mencek tidak ada yang mengikuti.
Besok sore mereka akan menuju Jerman.Mereka harus transit via Singapura terlebih dahulu.
Carla membuka sandi pintu apartemen.dan masuk.
Hari masih pagi,Carla melihat Nathan sudah berjalan,Carla sangat bahagia,usia Nathan baru 10 bulan.
Anak yang pintar ,ujar Carla.
Carla bermain dengan anaknya,setelah membereskan kopernya.
Carla pun mandi,dan menyusui anaknya.Sampai mereka berdua sama sama tertidur.
Mama Agatha tersenyum melihat Carla dan Nathan,memfoto mereka.
Carla bahkan sangat cantik,ketika berambut pendek,seperti model laki laki.
mama Aggata tersenyum.
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
jangan lupa like,suppoert,vote dan komentnya.
happy reading guysssss
makasihππππππ