
Sayang,tante permisi dulu yah,di rumah masih banyak tamu.
Carla di tunggu di rumah,ucap mama Chris nyonya Agatta,mengusap pipi Carla.
Mama Satria memandang adegan itu,hatinya perih.Dia juga berharap ber menantukan Carla.
Wajah mama Satria sedih,hanya memegang dadanya yang perih.Menatap putra tunggalnya Satria.
Mama dan papa Chris melirik ke arah mama Satria,mereka hanya bisa diam.Memandang Carla,memandang Chris,lalu memandang Satria.
mereka pun pamit.Ada sebuah perasaan yang sukar mereka jabarkan.
Satria baru melihat sang mama diruangan itu.
"Mama.....satria bengong"
"Dari tadi mama disini Sat,kamu tidak lihat,ujar sang mama".
"Maaf ma,tidak,jawab Satria"
"Satria lagi lumayan sibuk,ujar Satria."
"Mama mau liat Carla,papamu bilang,Carla terluka,makanya kamu pergi tadi jam 3 pagi,ke rumah sakit,mama kawatir."
Carla sedikit merasa gak enak,saat Chris menatap wajah Carla,Carla memandang rasa terganggu di wajah Chris ,dengan kehadiran mama Satria ,tapi Chris tidak bilang apa apa.Hanya diam.
mama Satria ,sudah menjadi teman Carla,beberapa kali mama Satria nonton bareng Carla,menemani mama Satria shopping,Carla kesepian di kala weekend,makanya kadang mama Satria ataupun mama Chris jadi teman dekat Carla.
"Carla tidak dekat dengan mamanya,itu bukan mama kandungnya,mama tirinya.Mama kandungnya mengalami struk,dan selalu mendapat perawatan.Istri papanya sekarang,mempunyai anak satu,yaitu Harry.Harry sangat dekat dengan Carla"
nama mama tiri Carla...... Ruth.
Papa Carla menikahi istri ke duanya karena keadaan mama Carla yang struk,papa Carla di jebak oleh Ruth.
Carla hanya dekat dengan papanya.Sifat mamanya Ruth kurang baik,semua tanggung jawab dan hutang hutang,dia tidak peduli,membebankannya pada Carla dan papanya.mama Ruth sangat boros,tidak pernah peduli sama papa Carla.
melihat nyonya Aggata dan nyonya Maria sangat baik,Carla mendapatkan kasih sayang dari mereka.Hanya, mereka ber tiga gak pernah bareng perginya.
Nyonya aggata dan nyonya Maria,hmmmm.....sangat lucu.
Promosi anak mereka.Carla sering tertawa ngakak,liat kesamaan dua nyonya ini.
"Carla...kembali nak ke ruanganmu,kamu terlihat sangat layu,seperti sayur yang gak segar,ucap nyonya Maria.Nanti kerutan di tepi mata akan bertambah,kamu akan kalah saingan cantiknya sama ibu,ujar mama Satria"
carla tertawa,
"Bu.....kalau udah di rumah sakit,yang adanya wajah tegang,wajah ngantuk,kelelahan.Bukan sayur layu lagi bu,sayur busuk pun jadinya,Satria dan Carla berpandangan dan tertawa bareng.Karena mereka sudah terbiasa dalam suasana di rumah sakit,yang menjadi makanan mereka sehari- hari."
Chris hanya diam.
"Tika....untie istirahat dulu yah,mumpung ada cuti.๐Kapan lagi untie di manja di rumah Sakit ini.Biasanya untie yang super repot,
"Betul kan Sat,tepuk Carla di punggung Satria"
"Hmmmm.......memang dokter di UGD yah begitu,ujar dokter Satria".
"Car....tanganmu akan aku periksa ,dan perbannya akan ditukar yang baru".
"Biar perawat saja yang ganti perbannya Sat,ujar Carla."
"Tidak,ujar Satria tegas,tidak ada penolakan,ujar Satria."
Mama Satria tersenyum puas.Hmmmm ternyata anaknya keliatan banget mencintai Carla.
Chris hanya diam,memandam cemburunya.
"Mama balik dulu ya sat,papamu masih ada pertemuan.Mami mau belanja ke swalayan dulu,sama mbok,ujar mama Satria"
"Hati hati yah ma,Satria memeluk sang mama".
"Carla memeluk bu Maria,makasih sudah datang bu,makasih buahnya,tau aja kesukaan Carla,ujar Carla sambil tertawa"
"Hmmm....cepat pulih,bisik mama Maria.Temani ibu jalan lagi,laki laki di rumah payah.Pada wajah ketat semua,ujar bu Maria,kemudian mereka tertawa terbahak bahak berdua".
nyonya Maria pun berlalu.
Tika sudah tidur kembali,setelah Carla menyuapinya.
Carla kembali ke ruangannya,di papah oleh Chris.
Satria membuka perban Carla,lukanya sudah semakin membaik,mata Satria melihat sebuah cicin simpel dan elegan bermatakan berlian di jari Carla.
Chris berdiri di samping jendela,menatap pemandangan di luar.
"Satria berbisik pada Carla,ini cincin apa Car,tanya Satria"
"Carla hanya senyum,malu dan wajahnya merona".
"Apa cincin tunangan?tanya Satria sambil memandang tajam ke arah Carla,dan meredakan rasa sakit di hatinya.perih terasa dan Satria menahan rasa itu".
"Carla pun mengangguk".
"Satria hanya menatap cincin itu,pingin dia lepaskan dari jari wanita yang dia cintai,wanita yang menjadi pelangi hari harinya,wanita yang bisa membuat dia merasakan cinta,karena wanita ini,dia menolak tawaran kerja di luar negeri di rumah sakit bonafit".
"Andai kan waktu berpihak,kita pertama kali bertemu,dan andai waktu memihak,dan Carla juga mencintainya".
"Satria menyemprotkan obat ditangan Carla,Satria kembali membalut tangan Carla"
"Jangan gunakan seminggu yah Car,dengan lembut Satria berujar,ingat yah,jangan lupa.Tangan mu ini berguna buat bantu banyak orang,jadi sangat berjasa buat tolong banyak nyawa"
"Chris menatap tajam Satria,dan baru tau kenapa Satria tidak mau membiarkan sang perawat membalut luka Carla,memang benar,tangan seorang dokter,perpanjangan tangan dari Tuhan.Sangat berharga menolong banyak nyawa,sosok satria sangat baik,walaupun kaku dan terlalu dingin,tapi bisa hangat pada Carla,jika Chris diluar ngeri bekerja,sedikit tenang,Carla ada Satria di sekitarnya,bisa menjaga Carla.Walaupun kecemburuan Chris,dan ada kalanya meragu,sangat takut Carla mencintai Satria juga".
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
jangan lupa like,vote dan koment
tinggalkan jejak.
Happy reading.Sehat selalu.๐ฅฐ