
Langkah buru buru terdengar lagi ,itu di lorong rumah sakit.Bu Ningsih menanyakan pada perawat di mana ruangan anak anaknya.carla sudah menempatkan bram dan adam dalam satu kamar Vip.Agar penjagaannya lebih mudah.
Bu Ningsih memasuki ruangan,menangis sejadi jadinya melihat kedua putranya terbaring.masih dalam posisi tertidur dengan pengaruh obat.
bu ningsih memeriksa luka anaknya.Hatinya sangat sakit dan sedih.
Bu.....mari saya bawa ke ruang operasi.Tika lagi di operasi bagian kakinya.Maaf ujar Alex.Keadaan gelap.Saya tidak bisa menjaga Tika dengan baik ujar Alex menunduk.
"Saya tau kalian ujar bu Ningsih,"
"Berapa tahun kita sama ,hidup dalam satu rumah,makasih sudah selamatkan anak anak.Kakimu bagaimana Lex?tanya bu ningsih.
Susah di jait bu,luka bakarnya juga sudah di tangani.
Alex membawa bu Ninggsih ke ruang operasi.Bu Ningsih melihat Carla yang terduduk,menunduk,dalam kondisi menangis.
"Car....jerit bu Ningsih"
"Carla pun berlari memeluk bu Ningsih."
"Maafkan Carla kak,ujar Carla"
"Maafkan Carla kak ,tangis Carla yang tertahan
pun pecah.Mereka berdua berpelukan."
Lampu ruangan operasi sudah mati,operasi sudah selesai.
Carla dan bu Ningsih langsung mendekat ke pintu ruangan.
"Sat,bagaimana operasinya,tanya Carla"
"Operasi nya sukses,jaringan yang baru akan tumbuh kembali.Aku sudah memberi obat penumbuh jaringan kulit yang baru,serpihan besi sudah di angkat"awasi tika jangan menggunakan kakinya 2 atau 3 mingguan.Agar pertumbuhan jaringan baik,ujar Satria.
"Operasi yang sulit bukan,ujar Carla menatap Satria.
"Sangat sulit.Kalau bukan karena pasukanmu,ku nyerah,ujar Satria"sambil tersenyum.
Carla pun membalas senyuman Satria,
"Makasih....ujar Carla tulus".
"Hanya itu,gak ada bonusan lain,canda Satria"
Chris menatap Satria dengan tajam.Satria pun tersenyum dan berbisik pada Carla.
"Tatapannya mematikan Car,tidak bersahabat sejak pertama kenal,ujar Satria,menatap ke arah Chris.
Carla melirik Chris,Carla tersenyum saat melihat posesifnya Chris.
"Sini,tanganmu saya liat,ujar Satria."
"Satria menggenggam tangan Carla,membawanya ke ruangan UGD,Satria membuka perban,meneliti luka carla.Ada beberpa titik yang dalam,harus di jahit,ujar satria.Walau tidak berdarah lagi.agar lukanya tidak jelek kelak.ujar satria.Diapun membius di sekitar luka,menjahitnya perlahan.
Chris menggenggam tangan Carla yang satunya lagi.Dalam tatapan kedua laki laki ini,Carla merasa tidak terlalu nyaman.
Satria menyemprot sejenis obat,penumbuh jaringan,membalut luka Carla dengan perban baru.
"Jangan gunakan tanganmu ekstra dalam satu mingguan ke depan.
Carla sangat lelah,dia pun berbaring di salah satu ranjang di sebuah ruangan ,Chris menemani kekasihnya.
Pagi itu,Chris menelepon orang tuanya,menceritakan pada orang tuanya kejadian di rumah carla.semua panik.
Carla masih dalam tidurnya.
Mama dan papa Chris sudah melihat ke tiga pasukan Carla,dan saat ini lagi duduk di ruangan perawatan Carla.
Carla pun terbangun,merasa lapar,chris menyuapi Carla perlahan.mengusap wajah Carla.Selesai makan Carla duduk di tempat tidur.
Satria tidak mengijinkan Carla pulang,Carla juga banyak menghirup asap.Dan harus memakan beberapa obat,untuk membersihkan asap dalam tubuhnya.Karena berefek fatal ke depannya.
Tiba tiba mereka di kejutkan dengan kedatangan seorang nyonya,penampilannya sangat cantik.
Sang nyonya mendekati Carla.
"Bagaimana keadaanmu sayang,apa sudah baikan?"
Sang nyonya membawa buah sekeranjang penuh,membawa beberapa baju baru buat carla"
perhatian sang nyonya sangat besar,membuat mama dan papa chris heran dan bertanya dalam hatinya,siapa nyonya ini.
Mama Chris teringat,sang nyonya pernah dia termui di resto yang dikenalkan Carla.
Hmmmm....mamanya dokter Satria.Dokter super ganteng,dalam hati mama Aggata.
Bu Ningsih memasuki ruangan Carla,melihat begitu ramainya orang di dalam ruangan itu.
"Car,Tika mencarimu,tika menangis ,mencari dirimu terus menerus,ujar bu Ningsih."
"Carla permisi dulu,ujar Carla".
Dengan bantuan Chris,Carla yang masih dalam pengaruh obat,sedikit pusing.
Chris memapah Carla.Mereka menuju ruangan Tika.
Ketika Tika melihat Carla,Tika memeluk Carla dengan kuat.
"Untie......Tika takut,ujarnya".
"Tidak apa apa sayang,Tika kan punya untie yang wonder woman,ujar Carla sambil tersenyum.
"Tika kembali memeluk Carla."
"Carla mengusap rambut Tika dengan tangan kirinya".
"Usapannya gak enak untie,protes Tika"
"Carla tertawa.Nih liat,tangan wonder woman mu luka,ujar Carla".
"Tika melihat tangan Carla,mengembus tangan Carla.Apa sakit untie"tanya Tika.
"Hmmm....untie kerepotan memakai baju,ujar Carla"
"Tenang aja untie,ada Tika yang bantu untie,ujarnya sambil tersenyum".
"Untie....Tika induuuuu"sambil kembali memeluk Carla."
"Carla mencium pipi gembul Tika,mengusap wajahnya"carla sangat menyayangi Tika.
"Boleh yah,Tika ikut ke ruangan untie,bental aja"
"Besok yah,ujar Carla".Untie aja disini pindah,ujar Carla.
Mama Chris dan papanya ,serta mama Satria sudah menyusul ke ruangan Tika.
Mereka sangat senang melihat interaksi Carla dengan Tika.Carla yang tomboy ternyata ke ibuan juga,dalam hati mereka.Juga sangat bertanggung jawab pada anak anak yang dia awasi.
Satria memasuki ruangan Tika,sambil berujar.
"Hmmmm rame banget ruangan princess untie,ujar s
Satria".
Tika pernah beberapa kali Carla bawa ke rumah sakit,dan Satria juga beberapa kali berkunjung ke rumah bu Ningsih.Sehingga Tika mengenal dokter Satria.
"Satria sangat beda kalau sudah ada Carla,sifat kakunya berubah jadi hangat,perhatian nya juga.Satria juga bisa tidak terlalu serius dan kaku.
Heh....andai Carla menerima hati anakku,dalam hati nyonya Maria,mamanya Satria,hatinya sedih, sambil melirik ke arah Chris,lalu ke arah orang tua Chris".
Satria memeriksa kaki Tika,memeriksa kantong obat ,memeriksa papan pemberian obat,lalu Satria berujar pada perawat,jam 11 nanti,beri obat X dengan komposisi sesuai yang saya tulis ,ujar Satria.
Kembali wajah kakunya,tatapan serius dan tajamnya.
Mama Satria memandang itu semua.Dalam diamnya
πΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Jangan lupa ,like,,vote dan koment guys....
makasihππππππ