
Mereka sampai di sekolah itu,anak anak masih bersekolah.Carla memasukkan Nathan ke dalam kelas.nathan sangat senang.Dia tertib duduk.Satria,mama Aggata,papa Chris tersenyum.
"dia bisa sepatuh itu dikelas,ujar Carla ,sambil tersenyum ketika mengintip dari luar anaknya,sedang penyesuaian di kelas itu.
Nathan ikutan bernyanyi,karena memang Carla sering bernyanyi bersama anaknya di rumah,nyanyi anak anak,jadi Nathan banyak bisa bernyanyi.
Saat mau pulang,miss nya bertanya,siapa yang mau memimpin doa.Nathan langsung tunjuk tangan,dan memimpin doa.
Bi Sri pun buka suara.
Non Carla mama yang baik,selalu rajin ajarin Nathan segala hal,dari doa,nyanyi,berhitung,menulis.
selama Nathan gak sekolah,non Carla lebih lagi mengajari Nathan.
Nathan Carla coba ma,ternyata dia sudah cepat menangkap ,cepat bisa nilis dan menghitung.
Carla sangat sennag kiatnya.
Satria tersenyum,melihat mimik lucu anaknya saat berdoa.
Mama Agatha sampai mengalir air matanya,melihat cucu nya pemberani dan sangat pintar.
Mama yakin,anak yang kamu kandung,juga pintar seperti Nathan,ujar mama.Mama pasti akan sehat,jagain cucu,ujar mama agata.
Ibu ibu di sekolah sangat ramah,di saat menunggu anak pulang sekolah,Carla perhatikan mereka membuat kerajinan tangan,buat nyari dana buat kegiatan sosial.
Sangat positif dalam hati Carla.
Sepulang dari sekolah itu,mereka mampir makan di sebuah resto.
Nathan sangat suka mie,dia sama makan mie dengan Carla.
Nathan sangat baik,dia menyuapi daddynya.
Kedekatan mereka sangat erat,dalam hati Carla.Mungkin,terlalu banyak suara Satria yang dia dengarkan di dalam kandungan,setiap malam.Ketika lahir, Satria mendongeng buatnya,bermain buatnya.
sosok Satria memang papa yang sangat baik.
Dan tak ada cacat.
hanya kelemahannya,yah .....sulit menjaga jarak dengan wanita yang menggodanya.Walau gak sampai gimana- gimana,tapi kita kan gak tau,tiap orang beda beda.Kalau cewek yang nekad kan bisa ngeri efeknya.
Nathan sudah sekolah selama 3 mingguan ini.Kandungan carla pun sudah 6 bulanan.
Satria sering membeli buahan buat Carla,juga membeli roti atau makanan buat Carla terkadang jika malam,Satria selalu datang,berdongeng dengan Nathan.
Hari ini weekend
Carla sudah 1 mingguan belajar musik.Carla baru selesai belajar musik.
Nathan semakin lincah,bertambah usianya,bertambah ingin taunya.Carla sudah mendapatkan dokter kandungan,di sebuah rumah sakit,Carla sudah memeriksakan kandungannya,Carla mengandung anak laki laki lagi,padahl Carla pingin anak ke 2 nya perempuan,tapi dia tidak kecewa,apapun itu yang penting anaknya sehat.
Dokter yang menangani Carla seorang dokter muda,seumuran Carla.Tapi sangat pintar,rekomendasi dari Niken,Niken teman Satria,dan juga menjadi teman Carla ,mereka dekat sewaktu di Bali.
Yang paling mencengangkan,Niken pacaran sama Leo ,satu tim bodyguard Carla.
Mereka berkenalan sejak Carla tugas di bali,ada beberapa kali Leo bertemu dengan Niken.
Mereka pandai menyembunyikannya.
Carla rajin minum vitaminnya,selalu rutin men cek kandungannya.
Alat cek kandungan sudah Satria tempatkan juga di rumah,kadang Satria juga mencek kandungan Carla.
Carla lagi meminum susunya sore itu.Sore itu hujan sangat deras.
Bi sri lagi angkat kain,Nathan lagi di ruang keluarga.
Tiba tiba ,Carla mendengar suara sesuatu yang terjatuh,dan terdengar jeritan tangis kuat Nathan.
Bi Sri dan Carla pun berlari.
Carla melihat Nathan di lantai bersimbah darah,
Carla menjerit,bi Sri menelepon Satria.
Carla memberikan pertolongan pertamanya.dia menguatkan dirinya.
Bi Sri menelepon Satria.
Bi Sri:Tuan.....cepat datang ....den Nathan tuan......,jatuh,sangat banyak darahnya.Bi Sri pun menangis.
Satria kebetulan sudah di parkiran.
Satria langsung memarkirkan mobilnya di arah pintu lift,sambil memberitau petugas,anaknya lagi terluka,biarkan mobilnya disini.
Penghuni apartemen sangat mengenal Satria dan Carla.
Bibi menelepon,membilang,mereka sudah di dalam lift,non Carla menggendong anaknya,tidak mau bibi yang gendong.
Satria pun menunggu di depan lift lantai bawah.
Satria sangat terkejut,melihat wajah Carla sangat pucat,darah pun sangat banyak di bajunya Carla.
Satria membuka pintu,menggendong Nathan.
Carla sudah memberi pertolongan pertama pada anaknya.Darah tidak begitu banyak lagi keluar.
Satria menelepon mama Aggata dan papa chris,agar segera ke rumah sakit H.
Satria juga menelepon istri pamannya ,seorang dokter anak,agar siap -siap di rumah sakit H.Sambil melaju membawa mobilnya.
Satria sangat menghawatirkan Nathan dan Carla.
Satria membawa mobil sangat kencang.
Mereka pun sampai di rumah sakit H.
Satria menggendong Nathan dan membawanya ke UGD.
Bi Sri diperintahkan Satria menemani Carla.
Bi Sri menelepon nyonya Aggata,agar membawa baju Nathan dan non Carla.Baju nya bersimbah darah,ujar bi Sri.Sebagian baju Carla dan Nathan,memang masih ada di rumah nyonya Aggata.
Dokter anak itu sangat cekatan menangani Nathan.Dia berujar pada Satria,siapa yang menangani kejadian pertama kali,Nathan menjawab istrinya.Istrinya seorang dokter paru.
Satria sangat jarang bercerita walau pada keluarga sekalipun.Lebih pendiam.Hanya pada Carla dan mama nya dia mau ngomong.
"Istrimu sangat pintar dalam mengambil tindakan,kalau tidak anak ini akan tidak tertolong.
Golongan darah anak ini apa?Kita butuh transfusi darah,ujar dokter Tyfani.
Papa Chris sudah sampai di rumah sakit dengan mama Aggata.
Satria pun keluar,menanyakan pada Carla.golongan darah Nathan apa?
Golongan darah AB ujar Carla.Sama dengan golongan darah Chris.
Golongan darahku B ujar Carla,aku O,ujar Satria.
Stok darah golongan darah AB kosong,ujar Tyfani,segera cari,siapa bergolongan darah AB,kita butuh ujar Tyfani,3kantong darah.
Satria pun keluar,menanyakan papa dan mama Chris.
Siapa yang golongan darah AB,papa chris pun bilang dia golongan darah AB ,dan segera melakukan prosedur pengambilan darah.
Carla teringat jhon baru datang 3 hari lalu.
Lalu Carla menelepon Jhon,dan Jhon kebetulan disekitar rumah sakit bersama Indra,gak gitu jauh dari rumah sakit ini,Jhon pun segera ke rumah sakit,bersama Indra.Indra juga golongan darahnya AB.
Mereka juga mendonorkan darahnya buat Nathan.
"Carla sudah di bantu mama Agata berganti baju,di ruagan dokter Tyfani di lantai 5.
Ruangan yang disediakan suaminya buat dokter Tyfani istirahat di kala lelah bekerja.
Tatapan Carla sangat kosong,dia selalu berujar,minta maaf sama mama Aggata,sambil menangis.Carla sangat tertekan.
๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ๐ธ
cobaan selalu datang,agar kita semakin kuat dalam menjalani hidup.
Jangan lupa like dan komennya yah.
makasih sipportnya๐๐ฅฐ๐๐๐๐