
Bayi itu begitu tampan,semua mata melihat tingkah lucunya saat menggerakkan jari jarinya dan mulutnya.Matanya memandang dan sangat mudah tertawa.
Bayi itu kini,telah berada di rumah ,mendapatkan begitu banyak curahan perhatian.
Carla dan Satria banyak belajar,untuk mengurus bayi mereka.
Satria sangat menyayangi Nathan,yah....panggilannya Nathan.
Satria sering menjaga Nathan di malam hari,Satria pria yang sangat baik,Carla merasa bersyukur memiliki Satria dan orangtua Satria yang baik.
Menganggap Nathan sebagai cucu kandungnya.
Setiap jadwal imunisasi,papa chris selalu mendatangi Nathan di poliklinik anak,melihat sang cucu di imunisasi,dan menggendong serta membujuk di kala menangis.
Semua itu membuat Carla tersentuh,dan membuka kembali hatinya buat Satria.
Saat Carla baru melahirkan,Satria dengan telaten memandikan Carla,mencuci rambut Carla dan mengeringkannya.
Nathan tidak kekurangan kasih sayang,walaupun papa kandungnya sudah tiada.Tapi kadang kala,hati kecil mereka tak bisa mendustai,saat memandang Nathan,mereka terkadang iba,dia tidak mengenal papa kandungnya.
Satria selalu pulang makan siang,selalu bercanda dengan anaknya.
masa nifas Carla sudah selelsai,tapi Satria tidak pernah memaksakan sesuatu pada Carla,mereka menjalaninya saja mengalir sebagaimana mestinya.
Siang itu,usia Nathan sudah menjelang 4 bulan.Mama Aggata menghampiri Carla di kamarnya.
"Nak....apa mama boleh bicara,ujar mama Aggata"
Carla baru selesai memberi asi pada Nathan.Nathan sudah tertidur ,dan meletakkan Nathan di box nya,bersama pengasuhnya bi sri.
"Kita bicara di kamar mama saja yah,ujar mama Aggata"
"iya ma,jawab Carla"
"Mereka pun duduk di sebuah sofa di samping tempat tidur".
"Maaf Car,mama bukan mau ikut campur dengan rumah tangga mu nak, mama sudah menganggapmu anak mama sendiri,menantu mama,dan mama bersyukur kami memilikimu,berkatmu,kami memiliki penerus sekarang,ujar mama meneteskan air mata,dan Carla pun memeluk sang mertua"
"Nak.....usia Nathan sudah mau empat bulan,sudah saatnya kamu mengemban,menjadi istri yang mengabdi pada suamimu Satria,ujar mama Aggata"
"Mama tau,Satria sangat baik,dia membiarkanmu melalui kehamilan,dan tidak mengusik mu".
"Bagaimanapun,dia suamimu nak,kebutuhan biologisnya juga ada sebagai laki laki dewasa,sekarang umurnya sudah 30tahun."
"Carla hanya menunduk"
"Apa hatimu sudah terbuka buatnya nak,tanya mama Aggata"
"Carla pun mengangguk"
"Mama tau,kau mengorbankan dirimu demi Chris,kau tau takdir hidup Chris tak lama,mama pernah di telepon kakek mu yang di Thailand,menentang pernikahanmu,dan mama tidak dapat berbuat apa apa,karena Chris,sangat mencintaimu".
"Mama tau kau juga mencintai Satria saat itu"
sekarang Chris sudah tidak ada,kami sudah menganggap Satria anak kami."
Bentuklah keluarga yang utuh,dan lahirkan penerus keluarga waller juga nak,ujar mama Aggata.
Satria juga anak tunggal,sangat banyak kebaikan orangtuanya yang Nathan terima.Dan mereka menyayangi Nathan sebagai cucu mereka.Berilah mereka juga penerus,ujar mama Aggata tersenyum.
Carla pun mengabgguk dan tersenyum,memeluk mama Aggata.Mama Aggata mengelus rambut Carla dengan penuh kasih sayang.Hidup harus terus berjalan.
"Satria sangat tampan Car,melebihi ketampanan Chris ujar mama Aggata.Jangan sampai wanita wanita genit menggodanya lagi nak,ujar mama Aggata,dia milik Nathan kita,milikmu juga.Tidak ada papa sesempurna dia".
Carla pun mengangguk.Memang Satria sangat baik dan tulus pada Nathan dan pada Carla,juga orgtua Satria sangat welcome pada Nathan dan Carla.
Mama Maria mendengar pembicaraan nyonya Aggata dari balik pintu,ketika mau mengajak mama Aggata ke rumahnya.Matanya berkaca kaca.
merasa terharu mendengar itu semua.
Sore itu,Satria pulang,mandi dan menemui Carla,mencium acarla dengan mesra,dan juga mengambil Nathan dari tangan Carla.dan memberi segelas jus mangga ,kesukaan Carla.
"papa chris dan mama chris memanggil Satria ke ruang kerja papa Chris"
"Anakku,sudah saatnya kalian memikirkan pernikahan kalian,ujar papa Chris.
Papa sangat berterima kasih,Satria laki laki yang baik,tidak mengusik Carla selagi hamil Nathan.ujar papa Chris"
"Mama sudah membicarakannya pada Carla,ujar mama Aggata,kamu tau sendiri,kenapa Carla sampai mengorbankan perasaannya denganmu,saatnya kalian bersatu,ujar sang mama Aggata."
"satria pun mengangguk"
"Sebenarnya ,bukan tidak ada nafsu di antara dua manusia yang berada dalam satu rumah dan dalam satu kamar,mereka sering secara tidak sengaja terjerat nafsu,tapi mereka masih saling menjaga,terutama Satria,dia tidak mau berbuat yang menyakiti hati Carla dan sangat menghormati Carla"
"Karena ketulusan satria pada Nathan,membuat hubungan mereka, kembali seperti dulu.Mereka sering bercumbu mesra,terkadang sangat sulit mengontrol keinginan birahi mereka,tapi Satria selalu menyadarkan dirinya, Carla sedang hamil dan semasa Carla sudah melahirkan ,Carla menjalani masa nifas Carla dan masih menjaga Carla yang baru melahirkan."
Carla sudah tau,kenapa Satria di panggil kedua orang tua Chris.
Carla sengaja membawa Nathan ke rumah samping,ada perasaan malu dalam hati Carla dan sedikit tak nyaman.
Nathan bermain main bersama mama Maria.
"bakpau nya Nathan ,nambah 1ons deh Car,ujar sang mama"
"Apa mama timbang?makanya tau naik 1ons,ujar Carla melucu"
Nathan mereka baringkan di ambal khusus mereka beli,buat kenyamanan Nathan,jika datang.
"bi ....coba bawa timbangan kue ,nih bakpaunya Nathan mau saya timbang,ujar sang mama"sambil tertawa ngakak.
para pelayan di rumah itu pada ketawa ,memang nyonya Maria sangat pelucu orangnya.πππ€£
Nathan yang gak ngerti ,ikut tertawa,dan mama Maria mencium bakpaunya Nathan.
"Tertawa nih cucu oma,hmmm...ada aroma gak sedap ma,ujar Carla"
Berjalan mengambil celana dan tisu basah Nathan di ruang bayi ."
Yah...di rumah itu juga ada ruang bayi buat Nathan.walau barang barangnya ,lebih banyakan di rumah mama Aggata.
"hmmmm....bauk banget Nath,ujar Carla tertawa.Sang mama pun ikut tertawa."
"Kue bolunya sudah siap yah Nat,ujar sang oma"π€£ππ€£
"Kalau Carla dan Maria sudah barengan,pasti ada aja kekonyolan tingkah mereka"π€£ππ€
Satria,mama Aggata dan papa chris pun yang baru datang ikut tertawa terbahak bahak.
mendengar obrolan Carla dan mama Maria.
Nathan melihat papa Satria.Dia menaikkan kedua tangannya,tersenyum,menaikkan tangannya lagi,meminta papa Satria menggendongnya.
Nathan pun menangis,lalu dengan cepat satria mengambilnya.
Satria menghapus air mata Nathan, di sudut matanya masih ada air matanya berlinang.
Nathan pun tersenyum begitu dia di gendong,Nathan memegang wajah Satria.
Mereka melihat itu pun tersenyum.
"Nathan semakin pintar,ujar mama Aggata"
"iya ma,ujar Satria,dia sangat ngangenin.Kalau kerja liat anak bayi,pasti kepikiran Nathan,ujar Satria"
"Jadi gak ngangenin mamanya,tanya mama Maria usil"
"Ngangenin banget la ma,ujar Maria memandang Carla".
"Apaan sih,Carla memukul kecil kaki satria,rona wajah Carla sampai seperti tomat karena nahan malu".
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
makasih views nya mencapai 128ribuh lebih.
makasih atas supportnya.
happy reading guys...sehat selalu.
salam habgat dari kedua putri saya sydney dan melbourne.
IG Christian lenny elisabeth.