My Bodyguard My Wife

My Bodyguard My Wife
Pelangi di Balik Luka



Tika hanya mau sama Carla,walau tangan Carla terluka,dia tetap memeluk gadis kecil itu.Mengusap wajah nya.carla juga memeluk Adam dan Bram.Carla menangis.


Alex dan Edward menemukan beberapa tempat bensin,berada di lantai 2,sempat memfotonya,juga menyelamatkan cctv kamar Adam ,Tika,dan cctv ruang atas di lantai 2..


Carla menangis melihat kaki Tika,lukanya sangat lebar.Carla berharap ,Satria bisa menanganinya.


Ambulans pun membawa mereka.Sesampai disana.Carla berlari,membawa Tika ke ruang UGD,sedangkan Chris membawa Adam,Alex menggendong Bram.Pelayan pun di bawa pakai kursi roda,di beri oksigen karena sudah terlalu banyak menghirup asap dari kebakaran.


Tika menyiram luka tangannya dengan alkohol,menahan perih.Tanpa melepaskan Tika dari pelukannya.


Satria menatap Carla.Memeriksa luka Tika.


"Luka nya dalam Car,segera di operasi,harus meminta persetujuan orang tuanya,ujar Satria.


Chris,handphone ku di kantong celana depan,tolong hubungi bu Ningsih.


Chris pun menghubunginya,membuat speaker.


Carla:hallo....bu.......rumah kebakaran,Tika terluka.Tolong ini dokter Satria,mau melakukan operasi.Harus secepatnya, agar luakanya tidak meninggalkan bekas.


Bu Ningsih:Lakukanla Car.Lakukan yang terbaik buat Tika.


Anakku yang lain ,bagaimana Car? jerit bu Ningsih.


Carla:Adam,Bram ada luka bu.Tapi luka Tika paling serius,ujar Carla semakin terdengar isakan tangisnya.


Bu Ningsih:Saya akan sampai beberapa jam lagi dengan pesawat pribadi.Saya mewakilkan Carla menandatangani surat persetujuan operasi.Lakukan secepatnya ujar bu Ningsih dalam tangisnya.


Carla mengambil kuasa,surat yang diberikan bu Ningsih ,surat menjadi wali anak anak.Ada di ruangannya,Carla melampirkannya di kertas persetujuan operasi Tika.


Surat perwalian anak anak ini,Carla menyerahkannya,aku tanda tangani dulu,ujar Carla memandang Satria.


Baiklah,semua prosedur akan kita laksanakan.Ujar Satria.


"Lakukan yang terbaik Sat.Aku gak mau Tika punya bekas luka,dia seorang perempuan,ujar Carla".


Vid....tangani tangan Carla sekarang,suntikkan infeksi dan aku akan cek ulang begitu selesai operasi.Ujar Satria.


Carla memasang infus Tika,Tika menjerit kesakitan.Carla memeluk Tika sambil air matanya mengalir,Carla menggunting celana Tika dan bajunya,mengganti baju rumah sakit,mendorong Tika sampai ruang oeprasi.


Carla sangat sedih.


Tika begitu banyak menderita selama ini.Satria dan Tim operasi sudah masuk ke ruangan operasi.


Chris memeluk carla.menggendong carla ,karena Carla gak mau ke bagian perawatan.


Chris mengambil gunting,memotong lengan baju tidur Carla,luka bagian tangan Carla lumayan panjang,David membersihkan ulang dengan alkohol.


tidak perlu jahitan Car,ujar David.


Menyuntik anti tetanus.Menutup luka dengan obat dan membungusnya dengan perban.Satria akan periksa ulang Car,ujar David.


ada rasa cemburu yang Chris rasakan,tapi dia menekan perasaannya.Chris sangat tau,Satria punya perasaan khusus pada Carla,Carla pun menyembunyikan sesuatu soal Satria.Tapi Chris selalu berpikir,Carla sudah memilihnya dan Carla sangat menyayanginya.


Chris memeluk Carla.


Chris kemudian melihat Adam,Adam bahunya kena luka bakar,tidak terlalu besar.Adam sudah diobati dokter anak.


Bram hanya luka goresan kecil di tangan dan wajahnya.


Sudah di obati juga.Bram sudah kembali terlelap karena pengaruh obat.


Pengasuh Tika masih tertidur belum sadar.


Chris memeluk Adam,memberi semangat pada Adam.


Jangan takut,semua sudah berakhir.Ujar Chris mengusap kepala Adam.


Kalian anak anak hebat.Makasih sudah menjadi anak yang kuat,anak yang hebat,ujar Chris.


Adam memeluk Chris,sambil tersenyum.


Istirahatlah,ujar Chris.Kita sudah lelah berenang dan bermain bola,kita juga telah melewati malam yang panjang penuh dengan perjuangan.Adampun tertidur.


Chris menuju ke Bram dan memeluk Bram dan megusap wajah Bram,tadi Bram sudah tertidur,tetapi bram terbangun lagi.


Tidurlah boy.....kau harus punya tenaga,buat mengalahkan uncle mu dalam sepak bola.


Cris kembali ke ruang perawatan carla.


"Bajumu apa ada di ruanganmu Car,tanya Chris."


"Ada Chris.Kita kesana saja .


"Kita harus bersih bersih dulu,ujar Chris."


Carla pun mengangguk menyetujuinya.


"Sebentar,aku ambil bajuku di mobil dulu,Chris pun pergi mengambil bajunya di mobilnya."


Carla dan Chris menuju ruangan Carla ,Carla mengalami kesulitan membuka baju dan jeans nya,karena tangannya yang terluka tangan kanan,masih sangat perih.


"Aku membantumu Car,ujar Chris."


pipi Carla bersemu merah.


"Aku gak pernah ada di posisi seperti ini ,seumur hidupku Chris,ujar Carla."


"Walaupun dulu jadi bodyguard,ujar Carla"


"apa mau ku panggil perawat menukarnya?tanya Chris."


"Gak usah.risih juga,ujar Carla."


"Buka lah,tapi tutup matamu Chris,aku malu ujar Carla.


"Itu gak efektif Car,aku janji gak macam -macam,ujar Chris."


"Okey.......Carla menunduk menahan rasa malu"


Chris pun membuka baju kemeja Carla perlahan,saat di kamar mandi.Pintu ruangan Carla sudah di kunci.


Chris bukan laki laki yang memanfaatkan keadaan,Carla sangat mengenal chris.Dia selama ini sangat menghargai Carla selama ini.


Jeans Carla pun sudah terbuka.


Carla juga kesulitan membuka pengait bra nya,


"Chris...tolong buka...ujar Carla."


"Undangan nih Car,ujar Chris."


"Dasar......cepetan,aku sudah kedinginan,jangan main main Chris."


"Tika masih butuh aku dan anak anak."


Chris pun melakukannya saat Carla berbalik membelakangi Chris.Chris menunggu di luar.


Carla telah selesai.kembali memanggil Chris membantunya mengenakan pakaian.


Selesai Carla bersih bersih,Chris pun bersih bersih,agar bisa berdekatan dengan ke 3 pasukan Carla dan Chris sangat merindikan Carla.


Wajah Chris sudah bersih dari kotoran kebakaran.


"Tampan banget,tunanganku ini,Carla menatap Chris"


Chris memeluk Carla,memberi ciuman singkat.Mereka pun keluar menuju ruang operasi Tika.


Operasi masih berlangsung.


Edward dan Alex sudah dalam pakaian bersih juga.


Edward menemani Adam,Alex menemani Bram.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Happy reading guyssss


jangan lupa like,vote,dan koment


.makasihhhhh