My Bodyguard My Wife

My Bodyguard My Wife
Bahagia



Jhon sangat terkejut ketika melihat Carla hampir terkulai di lantai.


Jhon memeluk Carla,menggendongnya,


menelepon Indra,untuk segera membawa mobil ke depan pintu bandara.


Jhon berteriak,Carla tak sadarkan diri,ujar Jhon pada Indra.


Kedua mobil tim pun datang secepat kilat,menghampiri Jhon,mereka membuka pintu mobil,Jhon meletakkan Carla di dalam mobil.


Mobil pun melaju,menuju rumah sakit terdekat.Mereka browsing,rumah sakit H paling besar dan terlengkap fasilitasnya , penanganan yang pun cepat.Merekapun menuju rumah sakit itu.


Jhon menghubungi handphone Satria,tidak ada jawaban.


Jhon kemudian menghubunginya beberapa kali,juga tidak ada di angkat.


Jhon mengambil handphone Carla.menelepon ke rumah,dan nyonya Aggata mengangkatnya.


Nyonya,segera ke rumah sakit H,Carla tidak sadarkan diri,tolong hubungi satria,dia tidak bisa di hubungi dari tadi.Tolong sekarang ke rumah sakit H nyonya ujar Jhon.


Satria membuka topi dan rambut palsu Carla,membuka 2 kancing bagian atas baju Carla .


menepuk nepuk wajah Carla.


Carla sangat pucat.dan Jhon sangat kawatir.


Tidak lamanya handphone Carla pun berbunyi,Jhon mengangkatnya.


Jhon:hallo....


Satria:Carla kenapa....kenapa dia,.....teriak Satria histeris,sambil melaju kan mobilnya.


Jhon:Kami hampir sampai di rumah sakit H,ujar Jhon.


Satria: Apa dia tertembak?dia kenapa,teriak Satria lagi.Terdengar putus asa dalam suaranya.


Jhon:Carla tidak sadar kan diri sat,dia sangat pucat.tidak tertembak.


Satria:Lukanya dimana ,cepat bilang kondisinya padaku......ujar Satria sambil melaju dengan mobilnya.


Jhon:Dia tidak luka sat,ujar Jhon


Satria:Coba teliti di tubuhnya,apa ada tertembus peluru,siapa tau mereka menggunakan pistol peredam.


Jhon:aku tidak berani.Dia istrimu.Kami sudah sampai.Temui aku di UGD.Biar dokter yang periksa.jhon pun menangis.Anggota lain pun terlihat panik sampai menangis.padahal mereka gak pernah menangis.Rasa takut menghantui mereka.


Carla pun di bawa ke ruang UGD.


Satria pun sampai disana.karena sangat ngebut.


rumah sakit H,adalah rumah sakit saudara papa Satria.


Dia menghubungi pamannya,memberi tau pamannya,


pamannya segera ke ruang UGD.


Beri saya akses paman,


buat surat tugas saya sekarang juga.


Istri saya lagi terbaring,ujar Satria.


Satria memegang denyut nadi Carla ,sangat lemah.


seperti kurang istirahat.


Satria memasang infus ke tangan Carla.


Kemudian Satria menutup dengan tirai,membuka baju Carla,memeriksa semua daerah,tidak ada luka.


Satria memasang oksigen pada Carla.


sewaktu di jalan Satria sudah menyuruh mama Aggata membawa baju Carla dan baju Satria lengkap.


Juga bawa nathan ujar satria sambil menangis.


Satria mengambil sampel darah Carla,Satria kembali men cek denyut nadi Carla ,denyut nadinya pun semakin normal sesudah infus diberikan.


Satria mengambil baju dari tangan mama Aggata,menukar baju Carla.Carla tidak pernah mau pakai pakaian rumah sakit,makanya Satria menggantinya dengan piyama kesukaan Carla.


Hasil darah belum keluar.butuh waktu 2jam.


Sekitar 1jaman Carla tidak sadarkan diri.


Nathan menangis memanggil mamy nya,hati Satria sangat sedih.


Nathan memegang wajah mamy nya,


nyonya Aggata dan para tim pun berlinang air mata mereka melihat semua itu.


Jhon terduduk dilantai,selama misi,dia selalu melindungi Carla.selalu mendukung Carla.


Ikhlas menerima di saat Carla menikah dengan Chris ataupun Satria.


Asal melihat Carla bahagia


Melihat Carla dalam kondisi ini,dia sangat sedih dan tak mampu.Serasa ada yang hilang dalam dirinya.


Tim yang lain juga sudah sangat dekat dengan Carla.Mereka pun hanya diam menunggu kabar Carla di luar ruangan kamar UGD.


Perlahan lahan,Carla membuka matanya,memandang pada Satria yang memeluk Nathan di samping ranjangnya.


Carla menggenggam tangan Nathan.


Nathan pun menjerit,


Mamyyyyyy....dengan kuat Nathan menjerit lagi


Mamy..........sambil melepaskan dekapannya dari Satria ,berbalik ke arah Carla.


Carla tersenyum.Mengusap wajah Nathan anaknya.


Satria segera memberi Nathan pada mama Aggata.


Satria memeriksa Carla dengan stetoskopnya.


Apamu yang luka Car????apa yang gak enak ujar Satria.


Mas,sakit....ujar Carla.


Satria menekan perut Carla,Varla meringis kesakitan.Menggenggam tangan Satria.


"apa haidmu sudah datang?"


"Carla menggeleng"


"Bawakan saya alat USG ujar Satria,bawakan yang 4 dimensi punya,ujar Satria pada dua orang perawat ."Sekarang,perintah Satria pada perawat itu."


Mereka pun mendorong sebuah alat,Satria memasangkannya ke listrik dan mulai menjalankan alat tersebut.


Apa yang kamu rasakan Car?


Apa pusing?tanya Satria.dengan sangat cemas.


"Sudah berkurang mas,ujar Carla.


Satria memberi gel di bagian perut Carla,memutar dengan teliti di sekitar perut Carla.Kemudian


Satria menutup wajahnya.


"Aku sangat bodoh,ujar Satria."


"Ada apa mas,tanya Carla."


"Kamu lihat sayang,kamu mengandung sudah 8 minggu"


"Apa????Carla terkejut.


"Mas,perut Carla sering sakit,ujar Carla kemudian,


berarti hampir sama dengan sewaktu mengandung Nathan,ujar Carla".


"hmmmm....,ujar Satria"


"mas akan suntik kan obat penguat.Kamu harus banyak istirahat,ujar Satria".


Satria pun menyuruh Jhon mengurus kepindahan Carla ke ruangan rawat inap,ambil VVIP ,ujar Satria.


Jhon pun mengangguk.


Satria berujar ke mama Aggata,


bahwa Carla baik baik saja.


Carla tidak sadarkan diri karena sedang mengandung.Dan hasil cek darah semua bagus dan dari sana juga ada keterangan hasil cek darah bahwa Carla positif hamil.


Mama Aggata pun menangis terharu.


Mama Aggata memeluk Satria.


Slamat nak,ujar Mama Aggata.


Tapi Carla selalu sangat lemah jika mengandung.Dia pernah mengalami keguguran.


Ketika kehamilan pertama sebelum nathan.


Jaga Carla baik baik dan bayi ini,ujar mama Aggata.


Satriapun mengangguk.


Satria juga mengabari anggota tim,semua lega dan saling berpelukan.


"Kalian istirahatlah ujar satria."


"Maaf aku sudah menyalahkan kalian."


"Tidak apa apa Sat ,kami sangat menyayangi Carla,ujar mereka.Dia akan sangat lemah ketika hamil.Kalau perlu bantuan kami selalu ada ,ujar mereka."


Disana tinggal Jhon dan Indra.


Carla sudah diberi suntikan buat penambah tenaga dan penambah darah.


Carla masih tertidur.


Satria menuju ruangan pamannya,setelah menitipkan carla pada mama aggata dan papa chris.


Satria membawa Nathan dalam pelukannya.


Satria selama ini selalu di hubungi pamannya untuk kembali ke rumah sakit,tapi Satria menolak.


Paman,aku akan merawat istriku di rumah sakit ini.


Berikan ijin ku,ujar Satria.Hanya ijin tugas mengurus istriku.dia sangat lemah,kehamilannya selalu bermasalah.


Berikan aku satu ruangan,aku akan membeli alat alatku sendiri,ujar Satria,alat terbaru.


Kau pikir paman tidak mampu,melengkapimu,ujar paman Satria.


Apalagi dia calon cucu saudaraku ,calon cucuku juga ujar pamannya.


Ini surat ijinmu telah selesai paman buat.


Papamu juga punya saham 40%di rumah sakit ini Sat,ujar pamannya.


Jadi tenang saja,ujar sang paman.


Satria memeluk sang paman.


"Kalau ada perlu apapun,hubungi paman Sat,ujar sang paman."


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


jangan lupa like nya,vote dan komentnya.makasih.


apa suka dengan jalan ceritanya????mudah2n suka.


jangan lupa.mampir ke novel saya yang lain.


1.ketika hati bertuan(end)


2.terbentuknya satu hati.(end)