My Bodyguard My Wife

My Bodyguard My Wife
swiss



Ternyata perjuangan memerlukan pengorbanan , air mata tak bisa dihentikan ,membendung perasaan ketika sedih.


Nathan masih berjuang,dan Carla mengalami tekanan melihat perjuangan anaknya.


tapi Carla berusaha tegar dan kuat,karena dia juga sedang hamil.


Tak ada yang bisa di nikmati seorang ibu,jika anaknya sakit.Demikian yang Carla rasakan.Carla pernah maksa ikut ke terapi Nathan,tapi begitu melihat terapi anaknya,Carla tak bisa meredam kesedihannya.Dan.... Satria menenangkan Carla.Satria takut akan mempengaruhi kandungan Carla.


Sejak dari situ,Carla hanya di rumah,seringan Nathan di bawa Satria atau papa nya Chris.Nathan anak yang kuat,dia tidak pernah menyerah.


2bulan pun berlalu,Carla banyak membantu Satria dalam menghendel urusan kantor,jika Satria menemani Nathan rutin dalam terapi.Tetapi beberapa bulan ini,mewajibkan Nathan tinggal di rumah sakit.


Rumah orang tua Satria di Swiss sangat besar dan luas,sehingga ruang gerak mereka bebas.Apalagi Haiden,sangat suka naik sepeda dalam rumah😁🀣


Karena Carla sering tertekan,dengan kondisi Nathan,Satria dan semua nya tidak pernah membahas soal Nathan di depan Carla.Nathan melalui terapinya di rumah sakit.Satria , papa Chris dan mama Aggata menemaninya bergantian.Dan terkadang di kunjungi yang lain.


Carla hanya menelepon Nathan ,ketika Carla merindukannya.


Siang itu Carla melakukan pertemuan dengan beberapa klien,karena dalam kondisi hamil,Carla akhi akhor ini mudah lelah.


Carla pulang,dan tertidur di kamarnya.


Satria memasuki kamar,membelai rambut Carla,melihat Carla dalam piyamanya,Satria tersenyum.Perut Carla semakin besar,Satria tidak pernah memberitahu Carla jenis kelamin anak mereka.Dikehamilan ini,Satria full yang menangani dan mencek kandungan Carla.Sehingga Carla menduga anaknya kembali mendapat anak laki laki.Karena Satria tidak pernah memberitahunya.Takut Carla kecewa.


Setelah bersih bersih Satria , menaiki ranjang,mendekap tubuh Carla.Carla meringkuk dan dengan nyenyak dalam pelukan dan dada bidang Satria.


Tiba tiba seseorang menggoyang tubuh Carla,sambil berbisik.


"Mam......miss u......."


"Mamy sorry I made you worry,I miss u so much mom....."


Wangi rambut ini,aku sangat mengenalnya.Carla pun membuka kedua matanya.


"Mom....you don't miss me?"


Carla langsung terduduk.Air mata Carla mengalir.


Dihadapannya Nathan berdiri.


Carla pun memeluk Nathan dengan erat.


"Mommy ......miss you so much son..........."


Carla kembali memeluk Nathan.Satria memeluk mereka.


Carla menangis meluapkan kerinduannya pada putra sulungnya.


Carla melepaskan pelukan Satria.


dan melepaskan pelukannya pada Nathan.


Carla memandang kaki Nathan.


Hanya ada sedikit bekas jahitan operasi.


"Kenapa sudah pulang nak?bagaimana kakimu sayang?tanya Carla nampak cemas.


Nathan berjalan di hadapan Carla.Langkah Nathan seperti biasa.


Carla menutup mulutnya dengan kedua tangannya.Carla menangis,menangis karena bahagia.


"Makasih Tuhan....makasih ...ujar Carla"


Carla kembali memeluk Nathan.


Mathan sudah berjalan dengan normal.Dan sudah sembuh total.


"Ini hadiah terbaik dari Tuhan buat mammy .......ujar c


Carla"memeluk Nathan dengan erat tak terasa air matanya mengalir.


Carla sangat bahagia.


Dia tak henti hentinya menangis karena sangat bahagia.


Bawaan kehamilan juga kali πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚,sangat melow.


Malam itu,mama Maria dan mama Aggata serta juru masak ,mengadakan makan malam special menyambut kesembuhan Nathan.


Nathan terlihat sangat lahap memakan steaknya.


Haiden juga sangat lahap mengunyah spaghettinya.


Sebenarnya,Carla suka tinggal di Swiss.Tetapi karena teman temannya banyak di Jerman.Carla pun jadi betah dan selalu menelepon teman temannya.


"Chelsie akan sangat senang melihat Nathan,ujar Carla."


Chelsie selalu merasa bersalah atas kejadian itu.


Mammy selalu bilang,itu hanya kecelakaan biasa,dan Chelsie jangan tertekan."


Nathan......kamu coba berjalan nak.Mamy akan kirim videomu buat Chelsie.Agar menenangkan Chelsie.Chelsie pasti sangat bahagia.


Tidak usah mam.....kita akan pulang.


Memberi kejutan pada Chelsie ujar Nathan.


"Kita akan pulang?Carla memandang Satria".


Satria mengangguk.


Pagi itu semua pada berkemas,Carla tidak diijinkan karena Carla lagi hamil.Satria mengemasi pakaian Carla dan pakaiannya sendiri.Pakaian Haiden dan Nathan di kemas bi Sri dan mama Aggata.


Mereka pun sudah berada di jet pribadi papa Chris.


Mama Maria memeluk Nathan,dan mama Aggata memeluk Haiden.Mereka bernyanyi ,kemudian setelah lelah bermain game di handphone.


Terlihat Carla sangat tidak nyaman,Satria memperhatikan Carla.Saat ini usia kandungan Carla 7 bulan lebih.


Pengobatan Nathan ternyata tidak menghabiskan waktu 2bulan,tetapi sedikit lebih lama.Mereka menghabiskan 3bulan lebih untuk pemulihan kaki Nathan.


"Car....ujar Satria"


"Kenapa sayang?tanya Satria."


Satria memegang perut Carla.


Perut Carla terasa kencang dan kontraksi.


"Carla meringis menahan rasa sakit".


"Satria membawa Carla ke ruangan tidur,memeriksa Carla"


Terlihat kepanikan pada wajah Satria.Sehingga mama Aggata dan mama Maria pun cemas.


"Carla kenapa sat,ujar mama Maria"


"Perut Carla kontraksi ma,ujar Satria".


"Satria memang selalu lengkap membawa obat istrinya,dan Satria memasang infus dan menyuntikkan beberapa macam obat pada Carla".


"Carla pun tertidur karena pengaruh obat".


Ketika sampai di Jerman,Carla masih tertidur.


Satria telah menghubungi ambulans ,rumah sakit H


dan carla baru sadar, membuka matanya,Dia sudah berada di rumah sakit.Berbaring, dengan infus di tangannya.


"Satria memeluk Carla,ketika mata Carla perlahan terbuka,


Satria mengusap wajah Carla.Mencium dahi Carla.


"Mas....ujar Carla"


"Kita kenapa ke rumah sakit,ujar Carla memandang sekeliling kamar."


"Kamu kontraksi,mas gak mau terjadi apa apa"ujar Satria.


"Nathan mana mas?tanya Carla"


"Nathan sudah di rumah,Haiden juga,Kamu istirahat ya.Apa lapar?tanya Satria".


"Carla mau makan gado gado mas,ujar Carla"


"Jhon lagi di cafe.Mas titip yah sama Jhon"


Satria pun menelepon Jhon.Jhon membawa gado gado nya.Carla sangat senang dan melahapnya setengah.Jhon dan Satria sudah sangat dekat,Satria tidak seposesif dulu lagi hanya pada Jhon.


Tapi jika pria lain mendekati Carla,Satria sangat posesif dan cemburuan.😁🀣😁🀭


Beberpa hari perawatan,Carla pun sudah di ijinkan pulang ke rumah.


--------------------------


2 bulan kemudian


Pagi itu,Carla semakin lambat ketika berjalan,beberapa hari ini perutnya sering sakit,Carla duduk di gajebo,melihat Nathan lagi mengerjakan tugasnya di laptopnya dan Haiden menulis PR nya.Granfa terlihat sedang membaca koran bersama papa Satria dan papa Chris.


Satria dari tadi keluar menemui kliennya.Perusahaan Carla masih di handle Jier,Jhon dan Satria


Carla tidak di ijinkan lagi ngantor,sejak kontraksinya di jet .


Carla berusaha berbaring,sakitnya semakin terasa,karena ini kehamilan ke 3,Carla sudah tau dia akan melahirkan.


"Bi.....tolong Carla bi.......ujar Carla.Antar Carla ke kamar".


"Mama Aggata pun datang,kenapa nak...?ujar mama Aggata"


"Ma ......bantu Carla ganti baju,ujar Carla memakai dasternya".


"Carla akan melahirkan ma,ujar Carla"


"Mama Maria pun, yang baru datang, menelepon Satria".Bibi Sri mengambil koper yang akan di bawa ke rumah sakit.Isinya baju Carla,baju Satria dan pakaian bayi mereka.


"Sat....cepat pulang nak.Istrimu akan melahirkan"atau.......


kamu langsung ke rumah sakit?tanya mama Maria.Mama akan menemani Carla,ujar mama Maria."


"Mama Aggata dan mama Maria pun memegang Carla menaiki mobil.Terlihat keringat Carla sangat banyak di dahi dan di sekujur tubuh Carla.


"Ma....mama Aggata tolong jagain Nathan saja, sama Haiden.Carla gak apa apa ,ujar Carla"


Mereka pun menuju rumah sakit.


🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸


jangan lupa like,vote,komentar nya guysssss


happy reading