My Ajushi

My Ajushi
Chapter 7



Ann mengunyah potongan coklat di ujung lidahnya dengan perlahan, menikmati setiap rasa manis yang memenuhi mulutnya...potongan terakhir di tangannya seakan menyadarkan ann bahwa kisah manisnya pagi tadi sepertinya tidak jauh berbeda dengan sekolah coklat yang dibawakan kakek untuknya...ann melangkah meninggalkan dapur setelah sebelumnya meraih segelas air putih di mug favoritnya...membiarkan langkah kakinya membawanya ke taman belakang...mengambil tempat seperti biasa di bangku taman menghadap kolam ikan kecil yang dipenuhi ikan berwarna orange sebesar ibu jarinya....ajushi tidak terlihat sejak kepergian kakek tadi...apakah ajushi kembali ke kamarnya...apakah ajushi baik baik saja...? Tapi pasti ajushi akan memanggilnya jika ia memang diperlukan...ann mengigit bibirnya perlahan...bangunlah ann...ajushi pasti hanya ingin memastikan sandiwaranya berhasil untuk menyenangkan hati kakek....tidak lebih...


Ethan membalikkan badannya untuk kesekian kalinya...ann sama sekali tidak mencarinya, atau mengkhawatirkan keadaannya...sepertinya gadis itu sudah melupakan semua kejadian pagi tadi...pasti ann akan mencarinya jika memerlukan alasan untuk semua kegilaan nya atau...ayolah...ann mungkin tidak selugu itu...gadis itu terlihat tenang selama makan siang tadi...begitu penurut dalam genggamannya...apakah ann juga ...tidak tidak mungkin...ann tau bagaimana menjaga dirinya...selama 3 tahun pernikahannya ann lebih seperti melihatnya sebagai ...ajushi...jadi mungkin saja ia sama sekali tidak menganggap serius semua tindakannya...atau...tidak...telinganya tidak salah dan ia mendengarnya dengan sangat jelas...istrimu merindukanmu...atau aku hanya mengatakan itu untuk menggoda ann...ethan bergerak cepat menarik jaket dan kunci mobilnya...bergegas berlari menuruni tangga menuju garasi...lebih baik menghindari ann untuk sementara waktu...gadis itu sudah membuatnya gila...


Ann melemparkan pandangannya keluar jendela, ajushi sepertinya tidak pulang semalam mobil ajushi tidak terlihat saat ia berangkat beberapa saat lalu, bahkan di meja makan semalam...menyebalkan...pekik hatinya...ajushi menyebalkan...teriak hatinya lagi ...ann menutup matanya yang terasa hangat oleh air mata...entah kenapa ia merasa sangat sedih sejak semalam...gadis bodoh...ajushi,pasti menertawakan kebodohannya yang begitu penurut dan menikmati perannya sebagai istri yang merawat suaminya kemarin...mungkin ajushi akan menggodanya jika tidak ada kakek dimeja makan kemarin...idiot...ia begitu tidak bisa menolak dan melawan semua tindakan ajushi...mungkin semuanya begitu mudah untuk ahjusi...hanya sekedar sandiwara untuk menghindari masalah dari kakek...tapi untuknya...ia merasa bagaikan berada di dunia mimpi...bagaimana mungkin ajushi begitu ...mencintainya...tidak mungkin...gadis bodoh...maki hatinya...ann mendengus kesana untuk kesekian kalinya, tidak dihiraukannya sepasang mata yang mengawasinya dari kaca spion...Ajushi menyebalkan ...


Ethan menutup pembicaraan di hp nya...ann sudah berada di kampusnya seperti biasa...jadi gadis itu baik baik saja... jadi benar semuanya tidak terlalu berarti untuk ann...hanya dirinya yang terbawa suasana dan kehilangan kendali dirinya seperti orang bodoh...aku pasti sudah sangat tua...tawa ethan kesal...bagaimana mungkin...gadis itu bahkan begitu...tidak, ann pasti...ethan menyandarkan kepalanya keatas sandaran kursi kerjanya...gadis kecil itu bahkan lebih profesional dari dirinya...kupikir aku lebih berpengalaman...tawa hatinya...gadis kecil itu pasti benar benar tidak memandang sebagai seorang pria...tentu saja...ajushi...seperti yang biasa didengarnya...hanya seorang ajushi...begitulah ann menganggap kehadirannya...tentu saja...usia kami terpaut sangat jauh...ann lebih pantas menjadi anakku...tawa hatinya miris...


Ethan menarik dasi yang terasa membuat lehernya tersedak...ann masih di kampusnya...sepertinya keputusanku untuk membiarkannya mengisi hari harinya untuk menyibukkan dirinya berhasil dengan sangat baik...dan tentu saja...seperti biasa....hanya seperti biasa ethan...tahun tahun sebelum kedatangan gadis kecil yang merepotkan itu...dilemparkannya tubuhnya yang terada lelah keatas tempat tidur besar dan memejamkan matanya untuk beberapa saat...bahkan suara gadis itu mulai membuatnya merasa tidak terlalu kosong beberapa tahun belakang ini...rengekan ann yang meminta untuk membiarkannya mengubah taman dibelakang menjadi tempat persembunyiannya yang awalnya seperti angin ribut yang mengusik hari hari tenangnya mulai berubah menjadi suara yang mulai ia rindukan...ethan memicingkan matanya...baru jam 7 malam...dan sepertinya ia mulai merasa bosan dikamar besar ini...sudah tidak terlalu besar setelah gadis kecil itu datang dna ia harus memutar otak nya untuk membagi 2 kamar itu dengan gadis kecil pilihan kakek....tentu saja bagiannya lebih besar...dan ia harus merelakan ruang gantinya menjadi kamar gadis itu...merepotkan...


Apakah ajushi  sudah pulang...? Tanya ann sesaat setelah melangkahkan kakinya kedalam rumah besar bercat putih itu, melirik kearah ruang makan dan menemukan ruangan itu terlihat kosong, jam 8...ajushi pasti sudah menyantap makan makannya...azuma...aku lapar...bisik ann sambil menarik tangan wanita parut baya itu dan menyeret langkahnya ke dapur....senyum di wajah azuma terlihat mengiringi langkahnya..."apakah makan malam kita hari ini...?"tanya ann, meletakkan tas punggungnya dimeja pantri, membuka lemari es besar 4 pintu berwarna hijau muda dan meraih sekotak jus orange yang dibelinya beberapa hari yang lalu..."apakah ajushi sudah makan malam...? Ajushi asti di ruangan kerjanya ya...?" Tanya ann sambil memasukkan beberapa potong anggur yang ditemukannya kedalam mulutnya..."sepertinya ethan langsung tertidur setelah pulang kerja tadi, aku sudah menawarkan makan malam namun ia hanya melambaikan tangannya dan berbalik tidur..." jawab azuma, ann kembali mengambil  beberapa butir anggur didalam lemari es sambil menggeleng...apakah ajushi masih sakit...? Tanya hati ann...dilihatnya azuma meletakkan makan malamnya di atas meja, ann menyambarnya dengan cepat..."azuma...aku akan makan di kamar..." ucap ann sambil memberi isyarat azuma dan bergegas melangkah menyusuri tangga...


Ajushi....ajushi....ajushi...panggil ann sambil meletakkan tangannya keatas dahi ethan yang masih tertidur...sepertinya sudah tidak demam lagi...tapi kenapa wajah ajushi terlihat masih memucat...apakah ajushi masih belum sembuh...?apakah ajushi baik baik saja...?ann mendaratkan tangannya di dahi suaminya dengan mata menatap kosong kearah dinding dibelakang tempat tidur besar yang terlihat kontras dengan si empunya...sepertinya tidak jauh berbeda dengan suhu tubuhnya...anne menurunkan tangannya ke arah leher suaminya yang masih terlelap...tidak...ia yakin suhu tubuh ajushi sama seperti suhu tubuhnya...tapi kenapa ajushi terlihat begitu lelap dan ...apakah ajushi terlalu lelah dengan pekerjaannya...ajushi sudah kembali bekerja keesokkan harinya setelah ia sakit...pasti ajushi sangat sibuk...ann memasukkan tangannya kedalam genggaman tangan suaminya dengan hati hati tidak ingin membangunkan Ethan, menggenggam erat telapak tangan pria besar yang sudah menjadi suaminya...genggaman tangan ajushi terasa hangat...sama sekali tidak terasa dingin...ann memandang kearah genggaman tangannya...senyumnya mengembang...salah satu keinginan terbesarnya telat tercapai...walaupun bukan berjalan di taman bermain sambil bergandengan tangan dengan ajushi tapi ini sudah membuatnya merasa puas...senyum diwajahnya menghilang cepat, ann menggigit bibirnya...sosok itu menggeliat dalam tidurnya...menarik genggaman tangannya keatas dadanya ...gadis bodoh...bagaimana jika...ann menyurutkan keberaniannya beberapa saat lalu...sejak kapan...ia selalu merasa ajushi hanya seperti orang dewasa lainnya...seperti yang diajarkan ibu panti...ia harus menghormatinya, bersikap baik dan juga patuh ...sejak kapan ia merasakan perasaan aneh ini...ia sama sekali tidak tertarik dengan ajushi lebih dari artis favorite ya di tv...ajushi...berbeda...ia tahu ajushi sangat tampan sejak pertemuan pertama kali...tapi lebih seperti orangtua yang harus ia hormati walau pun ajushi  sangat dingin...perlahan menjadi menyebalkan karena suka menggodanya dan berbuat usil pada nya....namun belakangan ajushi terlihat lebih baik...memperhatikannya...dan lebih menyebalkan lagi setiap hari nya...dengus ann kesal...terbayang bagaimana ajushi mengejek kebodohannya...tapi senyum dan tawa ajushi terlihat lebih sering muncul dibandingkan wajah dinginnya...dan tawa itu mulai mengisi hari hari nya...


Ann menghembuskan nafasnya perlahan... sejak kapan...ia merasa begitu nyaman berada sedekat ini dengan ajushi...dulu ia begitu enggan bahkan berada didalam bayangan ajushi sudah membuatnya ketakutan...ia membuat taman belakang untuk menghidari ajushi dan membuat tempat aman untuk diri ya...sejak kapan ia merasakan perasaan aneh ini...tidak bukan perasaan aneh tapi kegilaan yang membuatnya menahan nafas...ia menyukai aroma ajushi setiap berada didekat ya..menikmati senyum dan tawa ajushi yang menertawakan kebodohannya...dan sekarang...ia menikmati perasaan aneh saat berada di sisi ajushi....perasaan yang berbeda saat ia bersama kakek, Dave atau ...tidak...ini yang pertama kalinya...usianya baru 18 tahun...ibu panti sudah mengajarkan banyak hal padanya...sejak ia beranjak dewasa...termasuk untuk urusan berdekatan denga lawan jenisnya...dan ia sama sekali tidak kesulitan untuk membuat batasan yang diperlukan...tapi ajushi...ann mengangkat wajahnya menatap wajah di hadapannya yang sepertinya masih terlelap...ajushi berbeda... perjanjian pernikahannya dengan ajushi jelas keputusannya sendiri...ia bisa melihat dengan jelas semuanya...tapi sekarang...


Ethan melepaskan genggaman tangannya dan menarik selimutnya cepat dalam satu gerakan...bagaimana jika ann ketakutan dengan apa yang barusan terjadi...bagaimana jika gadis itu mengetahui semua yang ada di otak ya...bagaimana jika ann melarikan diri dari sisinya...tidak...gadis itu bahkan tidak menyadari modus yang dibuatnya beberapa hari yang lalu...dan beberapa saat ini...gadis kecil itu tidak menyadari srigala besar dihadapannya ...ia bisa menjadi aktor peraih Oscar seandainya ia mendaftarkan dirinya disebuah agensi film...ia sudah terbiasa berakting untuk melindungi dirinya...termasuk dari wanita wanita cantik yang melemparkan dirinya kedalam pelukannya saat ia mabuk...tertidur adalah cara paling aman tanpa melepaskan imagenya...tentu saja kadar alkoholnya tinggi saat berada diantara teman teman prianya...tawa Ethan dalam hatinya...tapi sekarang posisinya sangat tidak mengenakkan...apa yang harus aku lakukan...kenapa ann masih berada dipinggir tempat tidurnya...menatapnya dengan mata lugunya...apakah aktingku terlalu bagus sampai ann manganggap aku sekarat...apapah situasi sekarang tidak membuat ann berbalik dan bergerak menjauh...gadis bodoh itu pasti tidak mengerti situasi berbahaya saat ini...serigala besar, didalam ruangan tertutup tanpa kehadiran orang lain...ann benar benar idiot...bagaimana jika....apakah ann juga seperti ini kepada pemuda bodoh itu....?? Begitu perhatian dan tidak bisa membaca suasana...tidak...ia harus memperingatkan pemuda itu akan posisinya...ann miliknya...aku harus memperjelas keadaannya...secepatnya...pemuda bodoh itu harus tahu siapa dirinya...kenapa harus aku yang bersembunyi di dalam mobil dengan kaca pekat 75 persen di area parkiran sementara pemuda itu bisa dengan senyum kemenangan diwajahnya berjalan disisi ann....Ethan mendengus kesal dan membalikkan tubuhnya, mendekap bantal di lengannya ...


Ann tersadar akan posisinya...berjalan perlahan meninggalkan sisi tempat tidur dan berjalan semakin cepat kearah kamarnya dan menutup pintu lengkap dengan kuncinya...satu hal yang tidak pernah ia lakukan sejak seminggu pertama pernikahannya...ajushi sama sekali tidak memperdulikan keberadaannya...apalagi ingin melakukan sesuatu yang tidak mungkin...ajushi sama sekali tidak tertarik dengan dirinya...sama sekali tidak perlu mengunci pintu kamarnya...satu hal yang ia sadari saat pertama kali berada dirumah ini...bagi ajushi ia hanya pekerja tambahan dirumahnya yang perlu ia hidupi...tentu saja banyak wanit cantik disekitar ajushi dengan wajah tampannya...ajushi sama sekali tidak akan tergoda dengan penampilannya....ann menghirup nafasnya yang terasa berat...mengapa aku harus mengunci pintunya...selama 3 tahun ini ajushi sama sekali tidak pernah terlihat tertarik untuk melewati perbatasan kamar mereka...tentu saja kemarin adalah hal yang berbeda...ajushi sedang sakit...tapi sekarang...bukan ajushi yang ia takutkan...tapi pikirannya sendiri...perasaannya...bagaimana jika ajushi mengetahui perasaannya dan pikiran aneh yang ada di otak nya...ann menghempaskan tubuhnya ketempat tidur dengan kasar....Auuuu...teriak ann tanpa sadar...


Ethan melompat cepat dari tempat tidurnya....suara teriakkan ann membuatnya beranjak spontan dari tidurnya ...berlari cepat kearah kamar gadis kecil yang membuatnya marah beberapa detik yang lalu...ann...teriak Ethan menggila memanggil nama gadis kecilnya...kenapa ann mengunci pintunya...ann...teriak Ethan sambil mengedor pintu penghalang antara kamarnya dan tempat tidur ann...apa yang terjadi...ann...teriak Ethan sambil melemparkan tubuhnya kepintu pemisah...bagaimana jika terjadi sesuatu...Ethan meraba lengannya yang terasa sakit..menghentikan langkahnya...gadis itu pasti tidak mendengar teriakkan ya memanggil namanya...tentu saja tidak jika ann terlalu sibuk menenggelamkan kepalanya diantara selimut tebal dan bantal bantal yang mengisi tempat tidur nya...mata bulat itu sekarang terlihat aneh menatap kearahnya..meminta penjelasan..."apakah kau baik baik saja...?? " Ucap Ethan menatap sekeliling...tidak ada siapapun...dan gadis itu terlihat baik baik saja kecuali keningnya yang terlihat sedikit memerah...,apa yang terjadi...ia yakin mendengar teriakan ann...tidak lama setelah meninggalkan tempat tidur ya...


Ethan menarik tangan ann cepat menggendongnya kedalam pelukannya dan membawanya ke tempat tidurnya dengan susah payah setelah menyingkirkan selimut tebal yang menggulung tubuh gadis kecil itu hingga sebesar babi gemuk...dan juga melempar bantal bantal yang kini bertebaran di lantai...


Auuu....tangis ann saat kapas dan disinfectant menyentuh dahinya...Ethan menggigit bibirnya menahan tawanya...menahan tenaganya dipergelangan tangannya agar bisa menyentuh luka di dahi ann dengan lebih lembut....gadis bodoh!! Maki Ethan disela tawanya ...sakit...? Tanya Ethan setelah mengigit bibirnya untuk menyadarkan dirinya...ann pasti marah kalau aku tertawa sekarang....dilihatnya ann menggangguk..."sepertinya kita harus kerumah sakit..." Ucap Ethan memasang muka serius...ann membelalakkan matanya...apakah lukanya besar...?? Tanya gadis itu sambil menatap matanya...setidaknya sekarang kau tidak bisa ikut ms universe dengan bekas luka di dahimu..."ucap Ethan...mungkin butuh beberapa jahitan tapi mungkin wajahmu akan terlihat sangat jelek...ejek Ethan lagi sambil meniup luka di dahi gadis kecil yang sekarang hanya terpisah beberapa cm dari bibirnya ..apa yang harus kita lakukan sekarang...terdengar suara ann diantara deru degup jantungnya yang semakin kencang...Ethan terdiam...menahan ludah yang tercekat ditenggorokkannya...mengigit bibirnya...bahkan dahi ann terlihat sangat menggodanya...apakah ann akan menamparnya kalau ia mencium keningnya...??Ethan...kendalikan dirimu...sesaat ia menahan nafas ya...apa yang baru saja ann katakan...apa yang harus kita lakukan sekarang...?? Ulang Ethan tanpa sadar...apa yang ada dipikiran ann sama dengan yang ada di otak ya sekarang...ia sangat ingin mencium dahi gadis itu, mendorongnya ditempat tidurnya...posisinya sekarang sangat bagus...pikir Ethan...ann akan tersudut dibawah pelukannya..."pintu nya..." Ucap bibir ann yang bergerak seakan menggoda ya saat Ethan berusaha mencerna kalimat yang keluar dari bibir ann...