My Ajushi

My Ajushi
Chapter 12



Ann melahap seporsi bubur ayam dimangkuknya dengan cepat...cacing cacing diperutnya pasti sangat kelaparan...semalam mereka meninggalkan pesta Tanpa memakan apapun...tidak dihiraukannya sepasang mata yang tersenyum menatap kearahnya...tidak tahu kapan lagi ajushi akan memberikannya makanan..."tenanglah ann tidak akan ada yang merebut makananmu...kau akan tersedak...ucap sosok itu menyodorkan segelas air hangat kearahnya...ann menggeleng..."aku lebih senang dirumah...tapi kakek memanggilku semalam...aku bahkan tidak makan apapun di pesta semalam...azuma pasti memasak sesuatu yang lebih enak...ucap ann sambil kembali memasukkan sesendok bubur kedalam mulutnya...bagaimana jika ajushi kembali mengebut di jalan dan membawanya ketempat aneh tanpa makanan lagi nanti...siapa yang tahu bagaimana suasana hati ajushi nanti... Ann melirik sosok yang masih termenung menatap kearahnya...apakah ajushi tidak lapar...dengan tubuh besarnya pasti semangkuk bubur ini akan hilang dalam sekejap...apakah ajushi baik baik saja...? Apakah karena semalam aku membuatnya tidak bisa tidur sehingga ajushi lebih merasa mengantuk dari pada lapar... atau ada sesuatu yang membuat ajushi kehilangan nafsu makan nya....


Ethan berusaha keras menahan tawanya


..gadis kecil itu memakan buburnya tanpa bernafas...apakah ann kelaparan semalam...Ethan bodoh...kau pasti lupa kalau yang ada di hadapanmu saat ini bukanlah gadis cantik yang biasa berada disekelilingnya...tapi baby kecil yang selalu kelaparan...lihatlah...kau harus tahu...seperti yang pernah kau bilang...jangan lupa memberi makan babi kecil mu...wajah kecil itu pasti akan membengkak dan bulat dalam hitungan hari...tentu saja semalam memang kesalahannya karena tidak memberikan makanan pada babi kecilnya sehingga pagi ini ia harus memberikan lebih ...lihatlah..bahkan gadis kecil itu tidak terlalu memperdulikan keberadaannya...bukankah gadis gadis selalu berpura pura untuk makan dengan anggun...tapi sepertinya ia harus terbiasa dengan yang satu ini ...dilihatnya gadis kecil itu masih sibuk dengan sendok ditangannya...menggemaskan...pikir Ethan kembali menahan tawanya...remahan kecil kerupuk berwarna merah menyangkut diujung bibir ann...Ethan menyiapkan telunjuknya untuk membersihkan remahan kecil di bibir mungil yang selalu menghabiskan uangnya untuk makanan...Ajushi...itu milikku..." Ucap sosok itu dengan mendengus...menarik jarinya dan memasukkannya kedalam mulutnya....ayolah ann...seharusnya ini menjadi drama romantis...bukan komedi...ucap Ethan berusaha menarik jemarinya ...gadis kecil itu bahkan tidak rela membaginya remahan kecil kerupuk yang tidak berharga itu..." romantis...ajushi...,bagaimana jika ku ubah menjadi drama horor...tatap mata itu membulat dan memercikkan sinar dengan seringai aneh di bibirnya...Ethan meringis kesakitan dan terbahak cepat menggelegar....awwww...


Ann tertawa terkekeh...ajushi tertawa...sangat tampan...ada lekukan lesung Pipit menghiasi wajah besar itu...ann menjulurkan lidahnya diujung bibirnya...memberikan senyum kemenangan...jangan coba bermain main denganku...dan satu hal yang pasti..


Jangan mencuri makananku...celoteh ann tersenyum merayakan kemenangannya...ajushi terlihat lebih baik...tawa di wajahnya masih belum menghilang...sangat berbeda dengan raut wajah menakutkan semalam saat ajushi menarik tanganku dan melemparnya ke kursi mobilnya dengan kasar...walaupun terlihat sedikit... sexy...pikir ann membayangkan wajah sosok itu...ajushi terbiasa memerintah orang ...semua orang dikantornya pasti takut padanya pikir ann...ann memainkan sisa bubur di mangkoknya...satu suapan terakhir...dilihatnya ajushi masih tersenyum menatapnya...ajushi...aaaaa" ucap ann menyodorkan sendoknya kearah mulut pria besar dihadapannya yang masih mengulum senyumnya...membuka mulutnya , menelan sendok berisi bubur miliknya..."ajushiiiiiiiiiii...kau memakan milikku...sekarang aku harus menyitanya..." Ucap ann sambil melepaskan sendoknya yang masih menyangkut dalam mulut pria besar itu dan menarik mangkok bubur di hadapannya..."milikku..."pekik ann kegirangan...berhasil....Yeay....teriak ann...


Ethan menatap gadis kecil dihadapannya masih tidak percaya bagaimana mungkin gadis kecil itu masih belum merasa kenyang dengan semangkuk buburnya dan sekarang mencuri milikku...dan memperdayainya dengan cara yang sangat ...memalukan...ia harus akui...ia kalah cepat...gadis itu menyusun rencananya dengan sangat matang...babi kecil itu telah berhasil mengubah drama romantis yang dibuatnya menjadi genre horor dan tragis..." Dengar aku ann...kau tidak boleh melakukannya dengan sembarang orang...kau dengar...bagaimana jika orang itu mempunyai penyakit...kau tidak boleh menggunakan sendok bekas mulut orang ..!" Perintah Ethan berusaha menakuti gadis kecil yang masih menyeringai penuh kebahagiaan setelah mengalahkannya..."ajushi...apakah kau juga termasuk...?? Apakah kau mempunyai penyakit...??" Ucap bibir itu masih sibuk dengan sendoknya..."aku pengecualian ann...aku sangat sehat... Hanya aku...kau dengar...hanya aku...!" Ucap Ethan sambil menarik tangan gadis kecil yang tetap tidak memperdulikan kata katanya ..."kau tidak boleh melakukan itu pada siapapun kecuali aku...ok!" Tambah Ethan sambil menahan pergelangan tangan kecil yang berusaha melepaskan cengkraman tangannya karena tidak rela berpisah terlalu lama dengan sendok buburnya...dilihatnya gadis itu mengangkat pandangannya, sekarang dua mata bulat itu menatapnya dengan tajam..." Kenapa ajushi pengecualian....kenapa hanya ajushi..."tanya bibir kecil itu dengan dua mata bulatnya..."karena kau milikku ann...jangan pernah berpikir untuk melakukan apapun dengan orang lain...tidak ... Laki laki lain...jelas ann..." Ucap Ethan dengan kesal, pertanyaan bodoh...maki hatinya sekarang otaknya harus berusaha keras mencari jawaban yang lebih masuk akal untuk pertanyaan yang tidak diantisipasi nya...dan mata bulat itu seakan menelanjangi perasaan yang dirasakannya...aku bisa mati cemburu kalau ada orang lain...tidak tepatnya laki laki lain yang berada di posisiku saat ini ..." Pikir otaknya..." kau tahu...karena kau tanggung jawabku dan kakek akan menghajar ku habis habisan kalau terjadi sesuatu padamu...walaupun aku heran...kenapa kakek lebih sayang kepadamu dari pada aku...!!" Ucap Ethan membela dirinya...jawaban bodoh...tapi hanya itu yang terlintas di otaknya...hanya dengan menyebut nama kakek gadis itu akan menurut seperti anak biri biri...berhasil ...pekik otaknya...gadis kecil itu sudah kembali sibuk dengan buburnya...."makan yang banyak ann...kakek akan bahagia melihat gadis kecil kesayangannya tumbuh besar...walaupun aku akan sangat berduka dengan laki laki yang akan menjadi suamimu...pasti akan sangat berat untuk menahan tubuh besar mu nantinya..." Ucap Ethan terkekeh...berhasil...ia berhasil ...satu poin telah ia dapatkan ...dengusan jengkel dari gadis kecil itu adalah tanda kalau ia berhasil mengejek gadis itu...mengalahkannya ..."ajushi...bersiaplah untuk berduka...karena aku tidak akan menceraikan ajushi...suamiku..." Celoteh suara itu membuatnya mengepalkan tinjunya....skakmat....!!!!


Ethan berjalan perlahan sambil mengepalkan tinju nya didalam saku celananya...ia kalah telak...mati kutu dengan jawaban gadis itu...gadis itu semakin pintar menjawab ejekan nya...mengapa sekarang ia merasa frustasi dengan kebodohannya...babi kecil itu beberapakali membuatnya harus berusaha keras memutar otaknya...ia merasa yakin ia bisa menang namun ia kalah telak pada akhirnya...Ethan menggigit bibirnya...ada yang salah...otaknya pasti tertinggal di kantornya kemarin sore...ia terus menerus melakukan kebodohan sejak semalam...senyumnya mengembang cepat....Ethan mengulum senyum yang seakan tidak terbendung...kata kata terakhir ann membuat otaknya berhenti berpikir....seharusnya aku merekamnya dan membuatnya menjadi nada dering ponselnya....suamiku....Ethan menendang batu kecil melampiaskan perasaan aneh saat terngiang suara itu...


Ajushi....pantaiiiii...teriak sosok kecil itu menarik pergelangan tangannya yang masih tersimpan di saku celananya...Ethan tersenyum...hanya kumpulan pasir dan air asin ann...apakah kau merasa begitu senang..." Ejek Ethan, namun menyerah beberapa saat kemudian...ikut berlari sambil berteriak dengan tangannya menggenggam erat tangan kecil didalamnya...istriku...bisik hatinya...memperlambat dan memperkecil langkahnya...kaki pendek itu akan tertinggal sangat jauh kalau ia tidak mengatur langkahnya ejek otaknya.....ann terlihat bahagia...pikir Ethan tersenyum...apakah aku salah telah mengurungnya dalam istananya...wajah kecil itu terlihat begitu bebas dan tersenyum bahagia....Ethan melirik genggaman tangannya...tangan kecil itu semakin mempererat delapan tangannya...sebahagia itu ann...laut bisa membuatmu begitu berbinar binar...bahkan gaun mahal custom dari butik bermerk yang dikirim kakek semalam tidak membuat pancaran wajah seperti ini...walaupun ia sempat menelan ludahnya yang terasa tercekat di tenggorokannya saat melihat gadis kecil itu semalam...ann, sangat cantik...


Gadis itu begitu bahagia dengan pemandangan di sekelilingnya...terlihat begitu menikmati deburan ombak di kakinya...seperti anak kecil...gadis kecil itu....apa yang harus kulakukan...sekarang bukan hanya kakek yang akan mengambil ann dari sisi nya...bagaimana jika ann yang ingin meninggalkannya karena pemuda itu


...kakek mengatakan kalau pemuda itu sekarang sudah menjadi salah satu eksekutif di perusahaan besar... pemuda yang cukup tampan...lebih tampan dari pada pemuda yang biasa mengikuti ann di kampus, lebih matang karena sudah bekerja dan tentu saja memiliki keluarga angkat yang baik...dan ann mengenalnya sejak kecil...apa saja yang mereka sudah bicarakan...bagaimana jika mereka ...Ethan menahan nafasnya...aku bisa kabur dari kantor beberapa hari semuanya akan baik baik saja...tapi sampai kapan...kakek akan segera menemukan kami dengan cepat...menyembunyikan ann sampai kemarahan kakek kepadanya reda...dimana....gadis kecil itu pasti akan menanyakan alasannya....


"Tunggu aku disini ann...sebentar..." Ucap Ethan sambil melepaskan seatbelt nya dan berlari cepat...tidak pernah terpikirkan olehku...diraihnya hp di saku celananya..."Dave...kau pernah menyebutkan villa...di dekat pantai...bagaimana jika aku beli...aku butuh tempat untuk ...kirimkan alamatnya sekarang..." Ethan menutup telp cepat dan berjalan setengah berlari...tidak pernah terpikirkan sebelumnya....membuka pintu mobilnya dan menarik earphone di dashboard mobilnya..."ada yang harus dikerjakan...kau mau menunggu di mobil atau kau mau berjalan jalan diluar...? Tanya Ethan tanpa memperdulikan jawaban gadis kecil yang kini menatapnya penuh keheranan...tidak pernah terpikirkan olehku...sebelumnya ia tidak pernah membutuhkannya...Ethan memasang earphone ya dengan tidak sabaran...dilihatnya gadis itu keluar dari mobil...tunggu sebentar ann...pinta hatinya..."ini aku...bisakah kau bantu aku Carikan villa disekitar ...aku ingin yang berada tepat di bibir pantai...aku tunggu sekarang...!" Ucap Ethan sambil melangkah perlahan berusaha mengejar kaki kecil yang berada beberapa langkah di depannya...jangan terlalu jauh dari ku...dari jangkauan pandanganku...tetap berada sisiku ann...ku mohon..."pinta hatinya tulus...untuk pertama kalinya...


Ann melangkah perlahan lahan...ajushi kelihatan...apa yang bisa kulakukan untuk membantunya...aku bahkan tidak mengerti dengan urusan kantor ajushi...wanita cantik yang terakhir kali kulihat bersama ajushi terlihat pintar...ia pasti bisa membantu ajushi dengan urusan perusahaan...aku pernah mendengar azuma membicarakan tentang wanita itu...teman keluarga mereka sejak kecil dan membaca selintas di sebuah cover salah satu majalah yang ada dimeja diruang kerja ajsuhi saat mengantarkan kopi untuk ajushi malam itu....pasti ajushi setidaknya bisa membicarakan masalah pekerjaan dengan wanita itu...lulusan universitas di luar negeri dan penerus perusahaan besar....ann menelan ludahnya...kuliah design nya bahkan baru semester awal...ajushi bahkan tidak pernah mengatakan apapun ttg masalah pekerjaan dan perusahaan...tentu saja gadis bodoh seperti dirinya...apa yang akan dimengerti oleh ya...itulah sebabnya ajushi selalu mengejeknya sebagai gadis bodoh...


Ethan mengikuti jejak langkah gadis itu...kaki yang pendek pikir Ethan tersenyum....diikutinya langkah kecil yang meninggalkan bekas jejak kakinya di pasir...Ethan tertegun....sejak kapan...?? Ia tidak memperhatikannya...bagaimana mungkin....gadis kecil itu bertelanjang kaki... masih dengan gaun cantik semalam dan sepatu berwarna perak berhak 5 cm ditangannya...gadis itu bahkan tidak mengeluh sedikitpun...pasti semalam sangat dingin....aku masih menggunakan kemeja lengan panjang ku, celana panjang ku, jas hitam yang masih membungkus tubuhnya dengan hangat....sedangkan gadis itu memakai gaun selutut dengan lengan pendek....dan dia tidak mengatakan apapun...bahkan saat pasir yang menggesek kakinya...idiot...Ethan bagaimana kau bisa menjaga ann bahkan kau tidak mengetahui keadaanya didepan matamu sendiri...Ethan menelan ludahnya....idiot...apa yang ada dipikiran mu Ethan...langkahnya terhenti...kaki kecil putih itu kini ada di hadapannya...Ethan mengangkat kepalanya....


Ann memeluk tubuh besar di hadapannya dengan erat...menahan tubuhnya dengan kaki berjinjit...leher ajushi sangat sulit diraih...bahkan niat baiknya sepertinya akan berakhir dengan ejekan ...sekarang tangannya juga tidak bisa memeluk tubuh besar ajushi...menyebalkan...ann mendengus...ditatapnya wajah sosok yang terlihat terkejut dengan tindakannya..."ajushi...aku yakin ajushi bisa mengatasi semuanya...apakah ajushi tidak bisa meminta maaf pada kakek ...kakek pasti akan memaafkan ajushi dan membantu ajushi dengan masalah di perusahaan...semuanya akan baik baik saja...ucap ann berusaha keras memikirkan kata kata untuk menyemangati sosok besar yang kelihatan kehilangan nyawanya sejak semalam...."aku ...aku tidak tahu apapun...tapi adakah yang bisa kulakukan untuk membantu ajushi...aku berjanji tidak akan banyak menghabiskan uang ajushi dengan membeli banyak makanan....ucap ann lagi...ajushi masih memasang muka yang sama..."aku juga akan mengurangi coklat dan es cream ku...ajushi tidak perlu membelikannya untuk ku..." Ucap ann lagi sambil menelan ludahnya...agh...seharusnya aku tidak mengatakan hal itu...tapi ajsuhi pasti mengeluarkan uang banyak untuk semua kebutuhannya...bahkan uang kuliahnya...juga adik adiknya di panti...azuma mengatakan kalau ajushi selalu mengirimkan uang untuk keperluan panti..."temanku mengatakan kalau aku bisa bekerja part time di perusahaan ayahnya... Aku akan membantu ajushi..." Ucap ann dengan penuh keyakinan...mungkin saat ini perusahaan berada dalam keadaan yang sulit...itulah sebabnya kakek sangat marah..." Ajushi...tundukkan kepalamu..." Pinta ann sambil memberi isyarat dengan jari jarinya kepada sosok itu untuk menundukkan kepalanya...ann mengangkat tubuhnya tinggi tinggi dengan berjinjit lebih tinggi lagi, namun hampir saja ia kehilangan keseimbangan tubuhnya, diraihnya kedua tangan sosok yang masih terlihat berusaha mencerna kata katanya...menarik kedua tangan itu untuk memeluk pinggangnya..." semuanya akan baik baik saja..." Ucap ann saat kepala ajsuhi sudah bisa diraihnya, menepuk kepala dan mengusap rambut hitam tebal yang terasa kasar...dan mendaratkan ciumannya di kening sosok itu..."ajsuhi pasti bisa ..." Bisik ann....dahi yang sangat besar...pikir ann...sangat lembut...


Ethan menutup matanya...sesaat ia tidak bisa mencerna kalimat yang keluar dari mulut kecil itu...apa yang ann pikirkan selama ini...perusahaan....? Meminta maaf pada kakek...? Berusaha menahan tawanya saat gadis kecil itu mengungkit tentang coklat dan es cream...sekarang gadis itu bahkan berani menepuk kepalanya...Ethan membuka matanya ..ann mencium keningnya...terasa hangat...ibunya dulu selalu melakukan hal yang sama ....Ethan mengangkat tubuh kecil itu kedalam pelukannya, mendaratkan kaki kecil itu keatas sepatunya...dan menyandarkan kepalanya keatas puncak kepala ann...terasa nyaman....