
Ethan menyeruput kopi nya tanpa menghiraukan ledekan sahabatnya yang mengkomentari wajahnya..."apa ini trend terbaru sekarang? Atau kau kehilangan alat cukurmu...?kau tau...bahkan disaat wajahmu berantakan seperti ini kau masih terlihat sangat tampan..." ucap sahabatnya lagi, ethan meraba dagunya...aku bahkan lupa untuk bercukur...pagi ini dan kemarin...tidak heran orang orang dikantornya menatapnya dengan pandangan yang berbeda seharian ini...untuk kesekian kalinya ia tidak bisa mencerna perkataan seungry yang mengajaknya berbicara...ia ingin pulang...kerumah itu...tapi ada bagian dari hatinya yang menahan keinginannya...ia merasa marah, takut dan bingung dengan perasaannya sendiri...sejak sore itu ia sama sekali tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaannya...semua disekelilingnya hanya bagaikan berjalan cepat meninggalkanya seakan dunianya berhenti tanpa disadarinya...ethan mengusap jemarinya...senyumnya mengembang saat ujung jarinya menyentuh cincin pernikahan nya...sial...seharusnya ia tidak menulis poin ttg kehidupan pribadi sebagai salah satu apsal dalam perkamjiam pranikahnya...tidak...pasti saat ini ia merasa kesepian dan terlaku fokus pada pekerjaan sehingga melupakan kehidupan sosialnya...pasti...ada bagian kosong di hatinya yang menginginkan kehidupan pribadinya setelah pernikahan keduanya kandas...semuanya terjadi begitu cepat...kalau dipikirkan bahkan ia tidak merasa aneh seperti ini saat itu, bahkan dengan pernikahan pertamanya...
"Tolonglah...aku tidak bisa menghubungi ajushi karena sepertinya ia sedang sibuk...tapi ijinkan aku mendengar suaranya kalau ia menelp...boleh ya ajuma..."pinta ann setengah memelas...dilihatnya wanita dihadapannya menatapnya penuh selidik..."apakah kalian bertengkar...?itukah alasan kenapa tuan ethan tidak pulang kerumah beberapa hari ini...?"tanya wanita itu lagi, ann menggeleng sambil meraih tangan ajuma dalam dekapan tangannya...tidak...bukan begitu...hanya saja ...ada sedikit kesalahpahaman ..ajuma taukan...kadang kadang kami berbeda pendapat...bukankah itu hal yang wajar dalam pernikahan
..ayolah...aku sangat merindukan ajushi, tapi akan sangat memalukan kalau aku yang menelpon duluan...ku mohon...ajuma mengertikan...? Tambah ann berusaha meyakinkan ajuma untuk kesekian kalinya...biasanya ajuma mengatakan kalau ajusji akan menelpon untuk memberitahukannya tentang makan malam, atau ajuma yang akan menelpon terlebih dahulu...pasti...sebentar lagi pasti ajushi akan menelp...pikir ann...berharap cemas akan permintaannya...dan dering hp ditangan ajuma akhirnya berbunyi...membuat jantungnya berhenti berdetak...
"Apa ann sudah makan malam...? Tolong masakan makanan yang enak untuk ann...aku akan makan diluar malam ini..." ucap suara ajushi terdengar melalui loudspeaker yang digemgam ajuma...ann mengigit bibirnya dengan kencang..."apakah tuan juga tidak akan pulang malam ini...?" tanya ajuma dengan hati hati...suara ******* terdengar sebagai jawaban dari ajushi...ann menunduk cepat..." ajuma...ann akan ketakutan kalau terbangun sendirian di kamar...tolong temani dia..." ucap suara itu lagi... Ann kembali menahan nafasnya..." aku tidak ingin mencampuri urusan kalian...tapi bukankah akan lebih baik kalau kau pulang dan menyelesaikannya...pertengkaran antara suami istri adalah hal biasa...mengalah dan minta maaflah pada istrimu..kurasa dia masih terlalu muda untuk mengerti...tapi aku yakin dia sangat merindukan suaminya... ucap ajuma...ann terbelalak...kedua bola matanya membesar dengan cepat...ajuma...jerit hatinya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya erat...ya tuhan....
Lampu hijau berganti merah setelah beberapa detik namun cukup lama bagi ethan yang tidak punya cukup kesabaran malam ini ...biasanya ia selalu mengutamakan logikanya...namun saat ini ia ingin sekali secepatnya pulang...ann merindukanku...teriak hatinya penuh kemenangan...aku yakin tidak salah dengar tadi...tepat saat amarahnya memuncak dan menghilang cepat saat telinganya mendengar wanita tua yang sudah seperti ibu pengasuhnya sejak kecil...mengalah dan meminta maaf...tidak...ethan tidak perlu melakukan itu seumur hidupnya...ia selalu menyelesaikan semuanya tanpa kesalahan...tp kalimat berikutnya mampu membuat emosinya hilang seketika...istrimu merindukanmu...senyum kemenangan jelas terbentuk diwajahnya...kami bertengkar...tidak...kami bahkan tidak bertengkar...apakah ann mengatakan hal itu pada ajuma...bertengkar...tidak ...aku hanya tidak suka pemuda itu terlalu dekat dengan ann...gadis berkaki pendek miliknya...aku tidak suka senyum dan tawa ann untuk pemuda itu...gadis kecil itu milikku...teriak hatinya...sura berdecit terdengar memecah malam saat lampu lalu lintas berganti menjadi hijau...kuharap ann belum tidur...idiot...diliriknya speedometer didashboard...bodoh...ethan...kau sudah melewati setengah jalan tol menuju jeju...tawanya terdengar didalam mobil...ethan idiot...teriaknya lagi...seharusnya aku pulang ke apartemen ...pasti sekarang aku sudah sampai rumah...jeju...melarikan diri ke rumah peristirahatan di pulau jeju adalah ide bodoh entah apa yang merasukinya hingga mengambil keputusan bodoh itu yang ia tau sore tadi setelah jam kantor selesai ia sangat merindukan gadis itu...dan ia tau benar kalau apartemen terlalu dekat untuk menahan rasa rindunya..aku pasti akan berlari cepat kerumah jika pulang ke apartemen...harus lebih jauh lagi.. Dan sekarang ia menyesali keputusannya....entah berapa jam lagi ia baru bisa melihat gadis kecilnya....
Ann menutupi wajahnya dengan bantal dan mengangkat bantalnya dengan cepat sebelum nafasnya tersengal...ajuma...memalukan...apa ...aku merindukan ajushi...? ann menggigit bibirnya...apa yang harus kulakukan sekarang...ajuma tidak bisa dipercaya...bagaimana mungkin ajuma mengatakan semuanya secara langsung pada ajushi...apa jawaban ajushi...seharusnya aku tidak melarikan diri...setidaknya sampai mendengar jawaban ajusji...bodoh...pasti ajushi akan menanyakan kata kata ajuma...pertengkaran suami istri...istrimu merindukanmu...mengalah dan meminta maaf...ajushi pasti akan tertawa dan mengejeknya...apa yang akan kukatakan...ajuma pasti berada disisi ajushi...tidak ada yang akan membelaku...ann menggigit bibirnya untuk kesekian kali...mungkin ajushi tidak akan pulang malam ini...pasti ajushi sedang sibuk...bukankah itu alasan mengapa ajushi tidak bisa pulang beberapa malam ini...paling tidak aku masih mempunyai waktu untuk mencari alasan...ann...apa yang sudah kau lakukan...apa yang harus kukatakan pada ajushi...ajuma pasti salah mengira atau mungkin salah paham ketika tidak melihat kau pulang beberapa malam ini...tidak...tidak...bagaimana jika...ajuma membuat kesimpulannya sendiri atau mungkin ajuma salah mendengar perkataanku...ya tuhan...otaknya berusaha mencari alasan yang lebih masuk akal...ayolah ann...ann membuat gelembung di kedua pipinyacdan menghembuskan nafasnya dengan berat...masih ada besok...ajushi pasti akan pulang setelah jam kantor...atau mungkin masih sangat sibuk sehingga tidak akan pulang besok malam...atau juga lusa...atau lebih baik seminggu ini...tidak...sebulan...hingga ajushi tidak mengingat semua kata kata ajuma...atau akan lebih baik bulan depan...ajushi pasti sudah lupa karena banyak urusan yang lebih penting untuk diingat...tidak...tidak...aku ingin ajushi pulang...sebulan....sekarang saja ia sangat merindukan ajushi...ann melemparkan bantalnya dan mendarat dengan mulus dilantai...ahhhhh....teriak ann...
Ethan berjalan setengah mengendap endap...ann pasti masih tertidur...baru jam 4 pagi...tawanya mengembang cepat...rekor baru...ia baru saja membawa mobilnya dengan kecepatan diatas batas wajar dan berhasil pulang pergi dalam waktu 10 jam untuk melewati jalan tol lingkar luar menuju pulau keju dan kembali pulang hanya karena...istrimu merindukanmu...gila...aku pasti sudah gila...tawa hatinya lagi...langkahnya terhenti tepat didepan pintu kamar yang memisahkan kamarnya dengan kamar ann...bukankah akan lebih mudah kalau ann tidur ditempat tidurnya...apakah gadis itu mengunci pintunya...ethan menarik handle pintu dengan sangat hati hati...didekapnya mulutnya saat teriakkan kemenangan hampir keluar dari mulutnya...ya tuhan...teriak hatinya...hampir saja aku membuat kesalahan...pikir ethan...ann terlihat masih terlelap dalam mimpinya...perjanjian itu...lagi lagi ia menyesali perjanjian yang dibuatnya...ann pasti melihatku seperti malaikat yang suci yang tidak akan menerkamnya seperti cerita serigala dan domba yang pernah dibacanya dulu sewaktu kecil...aku pasti terlihat seperti pria tua yang tidak akan mengambil kesempatan dalam kesempitan...atau...entahlah...apa yang ada diotak gadis kecil itu...terlalu lugu...apakah ann tidak melihat kalau aku adalah pria dewasa yang sangat amat sehat...hingga merasa tidak perlu untuk menambahkan item penting dalam perjanjian pranikah...sebaliknya...aku bahkan menambahkan... tidak ...menggarisbawahi kalau privacy adalah syarat utama dalam pernikahan mereka...dan sekarang...ia hanya ingin melemparkan tubuhnya kepelukkan istrinya...ethan...sadarlah...otaknya mnegingatkan tubuhnya untuk menjaga setiap gerakkannya...ditelannya ludah yang mencegat tenggorokan nya...Ayolah...aku pria normal ...dan gadis itu...ethan meraba dadanya cepat...gila...
Ajushi...mimpi yang indah ucap ann sambil tersenyum tanpa sadar saat melihat wajah yang ditunggunya beberapa hari ini, meraih bantalnya dan menutupi wajahnya cepat, wajahnya merona saat menutup matanya...aku pasti bermimpi...ajushi terlihat tampan seperti biasanya...pikir ann, bahkan dalam mimpinya ajushi masih terlihat tampan...ajushi pasti baru saja mandi...aroma wangi yang biasanya,siciumnya,saat berada,didekat ajushi atau saat ajushi melintas dihadapannya...atau saat aku mencium kemeja yang tergantung di lemari dikamar ajushi tepat sebelum ia tertidur semalam...kemeja favoritenya...kemeja simple berwarna hitam yang terlihat kontraz dengan kulit putih brrsih ajusji...sempurna...disingkirkannya bantal berwarna pink yang beberapa saat sebelumnya menutupi wajahnya...matanya membesar cepat dan teriakkannya adalah hal terakhir yang keluar dari mulutnya dijawab tawa keras sosok dihadapannya...Aaaaa....
Ethan terkekeh...tawanya mengisi ruangan dijawab teriakkan gadis kecil yang kini terlihat kaget dengan kehadirannya, wajah ann terlihat merona memerah....sangat menggemaskan...wajah kecil itu bahkan tidak sampai setengah dari telapak tangannya...dan mata bulat yang kini tengah menatapnya takjub...mata ann terlihat seperti kelereng ukuran besar yang ia miliki sewaktu kecil dulu...senyumnya merekah menghiasi bibirnya menggemaskan ...pikir ethan..."ajushi..." ucap bibir kecil itu setelah teriakkannya tidak lagi terdengar..."aku sangat lelah ann...biarkan aku tidur disini...ucap ethan tanpa sadar...aku bahkan tidak punya tenaga untuk mengangkat tubuhku ke tempat tidurku sendiri...jadi kurasa akan baik baik saja...ethan menutup matanya dengan cepat...
Apakah ajushi baik baik saja...tanya ann, digigitnya ujung ibu jarinya
...dave menatap istri sahabat nya yang terlihat ...sangat lucu...entah mengapa ia membayangkan kelinci putih kecil peliharaannya dulu..sangat mnggemaskan...pikir dave...tidak Heran dave begitu tergila gila dengan gadis kecil dihadapannya...dan ..."Auuu " ucap dave saat pergelangan tangannya terasa hampir hancur karena pegangan tangan pasiennya yang terlihat menghujamkan tatapan murka kearahnya...Kurasa ethan butuh pelampiasan lain, ia harus menyalurkan tenaganya ketempat laen...dan berenang adalah ide paling jenius...pikir dave lagi, terbahak saat menyadari tatapan ethan yang masih memelototinya..."aku tidak tau klau ethan, suamimu akan ikut olimpiade renang...seharusnya aku mendaftarkan ethan untuk menjadi atlet renang...boleh aku minta rekaman cctv nya..." ucap dave menjawab Pertanyaan ann yang masih sibuk dengan jarinya dan ejekkannya pada sahabatnya yng kini menepuk tangannya dengan keras..."Ayolah ethan...kau harus memilih olahraga lain...kau tau yang lebih baik daripada berenang dimalam hari hingga tubuhmu kelelahan...sangat kekanakan
....ck..ck..ck" tambahnya dave lagi, diliriknya sahabatnya dengan senyuman aneh si wajahnya..."atau perlu kuberikan resep obat tidur..." ucap dave lagi terbahak menggelegar...dan suaranya menghilang saat selimut ethan mendarat di kepalanya...brukkk...ethan ....teriak dave terbahak sambil melarikan dirinya...menyelamatkan hidupnya lebih tepatnya....