
Ethan tumbuh menjadi pria dewasa yang sempurna, tentu saja latar belakang pendidikan, keluarga dan semua yang dimiliknya ...sempurna...tidak ada cacat dalam dirinya...kecuali satu hal...tentu saja...temperamen buruknya dalam beberapa hal...anak nakal...tepat seperti julukan kakeknya sejak ia kecil...ia adalah anak tampan yang memiliki otak pintar tapi tentu saja dengan jiwa pemberontak yang mengisi hari harinya saat masih di bangku sekolah...
Ann...panggil ethan setengah berteriak...ditatapnya sekeliling ruangan...dimana gadis kecil itu berada...tidak seperti biasanya...dilemparkannya tas kerja berwarna hitam keluaran salah satu brand terkenal di Paris...anak itu...seorang wanita setengah baya menjawab panggilannya sambil setengah menunduk..."ann sedang berada di kebun belakang...' jawab wanita itu dengan tetap menundukkan wajahnya memberi isyarat dengan tangannya kearah jendela...ethan menggangguk cepat, berjalan menghampiri sisi jendela disayap kanan kamarnya, " kakek..."? Ethan bergerak cepat melangkah keluar kamarnya sambil membuka dasinya...senyumnya mengembang cepat saat menemukan sosok yang dicarinya tengah menunduk memetik bunga mawar dengan gunting ditangannya..." Kakek..." Sapa ethan menggangguk tersenyum kearah pria tua yang sudah dianggap sebagai ayahnya sendiri...tentu saja...sejak kecil hanya kakeknya yang menjadi sosok pria yang ditemukannya, ayah dan ibunya meninggal saat usianya masih 5 tahun, kecelakaan mobil yang tragis itu merenggut kedua orangtuanya..." Seharusnya kau tidak membiarkan ann kesepian dirumah ini...apakah ada kabar baik yang bisa kudapatkan...?" Tanya pria tua itu sambil menatap tajam kearah cucu kesayangannya...ethan menggangguk setengah tertawa..." Kalau yang kakek ingin dengar tentang harga saham perusahaan dipasaran aku bisa yakinkan kakek perusahaan kita masih yang tertinggi di pasar bursa...kalau kakek ingin mendengarkan tentang kehamilan ann..kurasa kakek harus menunggu lebih lama.." jawab ethan sambil menatap kearah gadis kecil yang kini tengah asyik membelai kucing gendut berwarna putih yang terlihat manja di pangkuannya...ann lebih sayang pada kucing itu daripada aku..." Ucap ethan menambahkan jawabannya...dilihatnya ann tertawa sambil meletakkan kucing itu dibangku taman..." Kakek tau...oppa lebih sayang pada lap top nya dari pada aku..." Jawab gadis kecil itu sambil menarik tangan kakeknya kedalam genggamannya..." Kakek harus menyuruh seseorang untuk menjauhkan lap top itu dari oppa...kakek tau...oppa selalu bekerja hingga larut malam..." Ucap gadis kecil itu sambil menyandarkan kepalanya ke bahu pria tua yang terlihat menikmati kemanjaan istrinya...ethan tertegun...gadis kecil itu...
" Oppa mendaftar kan ku di kampus...ku harap kakek tidak keberatan...ucap ann hati hati diliriknya pria bertubuh besar dihadapannya yang langsung tertunduk...kuharap aku tidak membuat masalah untuk ajushi...pikir ann..digigitnya bibirnya cemas sambil terus berusaha mencari jawaban pertanyaan yang mengusik...ajushi sudah terlalu baik padanya...wajah kakek terlihat datar...ann semakin keras menggigit bibir bawahnya,. Tidak dihiraukannya alarm tanda sakit yang dirasakannya...bagaimana jika..."kakek tidak akan marah kan...?...oppa bilang kalau aku harus menyibukkan diriku daripada hanya berdiam diri dirumah menunggunya pulang dari kantor..." Ucap ann lagi sambil memamerkan senyum manisnya kearah pria tua yang raut wajahnya seketika berubah menjadi lebih jinak..." Bisakah kau membuatkan ku teh hijau seperti biasa...aku merindukan teh buatan cucu kesayanganku..." Ucap pria tua itu sambil melemparkan tatapannya menatap tajam kearah ethan...ann menarik tangan kakeknya menuju ruang tamu...aku akan membuatkan teh kesukaan kakek...tunggulah disini..." Ucap ann tersenyum..." Kuharap kakek menyetujui ide ethan..pinta hatinya ...
Ethan berjalan perlahan mengitari meja besar diruang tamu...kakek pasti tidak menyetujui idenya...orang tua itu pasti lebih memilih ann untuk menjadi ibu rumah tangga dan melahirkan banyak anak untuk menemani hari tuanya...gadis itu seharusnya tidak mengatakannya sekarang...ethan mengenal kakeknya dengan sangat baik...raut wajah itu meminta penjelasannya...dihembuskannya nafasnya yang tercekat di tenggorokan...terasa berat..." Apa yang kau rencanakan ..." Ucap pria tua itu singkat namun terasa memojokkannya dan membuatnya bagai tersangka...ethan terdiam menggeleng..." Ku rasa akan lebih baik...aku sibuk dengan urusan kantorku...dan tidak banyak yang bisa dikerjakan ann disini...berbeda degan di perkebunan...kakek mengerti maksudku kan...?" Ucap ethan berusaha memberikan penjelasan hati hati...ia tidak ingin kakeknya semakin mencurigai keputusannya dan yang pasti alasan nya menyuruh gadis kecil itu melanjutkan pendidikan nya..." Kakek sendiri yang bilang kalau ann adalah gadis yang pintar..." Tambah ethan...kakek pasti mencurigainya sekarang...wajah kakeknya memperlihatkan ketidaksukaan nya pada pendapatnya...ethan kembali menghela nafas berat memandang kosong ke sekeliling...
ann menuangkan teh kecangkir berhiaskan gambar burung Phoenix dengan bulu kemerahan diujung sayapnya dengan seksama...satu kesalahan telah dibuatnya beberapa saat lalu dan sepertinya masalah lain akan timbul kalau ia tidak bisa memecahkan kesunyian dihadapannya sekarang juga...tatapan membunuh ethan dan sorot tajam dari kedua mata kakek angkatnya jelas menandakan kalau masalah tadi belum selesai..."kakek akan menyukainya...oppa membawakan ku cake ini semalam dari Jeju...rasanya sangat lembut..." Ucap ann sambil menyodorkan kakek ya sepotong kue sponge yang dibelinya dari mini market kemarin...tentu saja....ethan tidak akan repot repot membeli kue sebagai oleh oleh perjalanan bisnisnya...bahkan mungkin ethan tidak akan terlalu perduli dengan keberadaan nya seandainya bukan karena kakek...mungkin jg itu alasan pria itu menyuruhnya untuk meneruskan pendidikannya... untuk menjauhkan dirinya dari hadapannya...dasar...maki ann...dihembuskannya nafasnya kesal...seharusnya aku memberi tahukan kakek kalau aku tidak menyukai rumah besar ini...terutama si empunya rumah...kakek pasti akan sedih jika mengetahui semuanya...dibalik wajah kakunya saat berada didekat ethan ia yakin benar kalau kakek sangat menyayangi cucu satu satunya itu...ann memotong bagian lain dari kuesponge berwarna hijau muda itu dan menyodorkannya pada ethan...ethan toh tidak akan menyentuhnya...bukankah akan lebih baik kalau bagian terenaknya disimpan untuk dirinya sendiri nanti...aku tidak keberatan kalau kakek memakannya...tapi ethan...mahluk itu sama sekali tidak pantas mencicipi kue favoritnya...setelah
membiarkannya kelaparan setiap saat...ann mendelik tajam kearah pria besar yang masih terdiam di pojok sofa...
" Aku harus pergi, ada urusan bisni, entah aku bisa pulang atau tidak hari ini...lakukanlah apapun yang kau mau dirumah ini..." Ucap pria besar itu saat ia terbangun dari malam pengantinnya...ann menarik selimutnya menutupi wajahnya...memalukan...ethan terlihat tampan dengan setelan jas nya...dan ia...seperti putri tidur yang kesiangan...jam berapa ethan tidur...bukankah semalam ia masih berada didepan laptopnya..." Supir akan datang sore nanti untuk menjemputmu ...kau ingat bulan madu kita...?" Ucap pria itu lagi sambil memasukkan dokumen dari meja disisi ruangan kedalam tas kerjanya...ann hanya melongo terdiam saat pria itu melangkah cepat meninggalkan kamar...dan berteriak cepat saat merasa udara dingin seakan pergi bersama sosok menakutkan itu ...akhirnya...
Ann berlari cepat menuju kamar mandi saat dirasakannya matahari sudah terlalu tinggi...aku kesiangan...teriak ann...dihentikannya langkah kakinya saat menemukan kaca tepat disebelah kanan pintu menuju kamar mandi...haaaaa...teriak ann lagi untuk kesekian kalinya...
ethan mengunyah makan siangnya dengan cepat, ia harus kembali bertarung degan dewan direksi untuk kesekian kalinya.bulan ini..tentu saja...ia memerlukan tenaga....setelah semalam...tawanya meledak cepat tanpa disadarinya...ann pasti benar benar ketakutan semalam...ia bisa melihat reaksi ann terhadap gerak geriknya...aku pasti terlihat seperti singa kelaparan....tawa ethan ...masih teringat bagaimana raut wajah gadis kecil itu saat melihatnya berjalan keluar dari kamar mandi semalam...gadis bodoh...apa yang ada dipikirannya hingga menyiapkan nyiakan kesempatan untuk memuaskan instink binatangnya...semua wanita sama saja bukan...?? Keluh otaknya ...dan aku...menghabiskan malam pertamaku dengan menyentuh tuts keyboard...ethan kembali tertawa...aku pasti sudah gila...siapa yang menyangka ia akan melakukannya setelah tingkah gilanya mengikuti instinknya pada setiap gadis cantik yang melemparkan diri mereka kedalam pelukannya...tentu saja tidak akan ada gadis yang tidak akan tergoda padanya...ia memenuhi semua persyaratan kualitas tingkat tinggi...ethan menyeruput cangkir kopi ketiganya hari ini... Gadis itu...apa yang menjadi alasan gadis itu hingga menuruti permintaan kakek untuk menjadi istri ketiganya...uang...?? ann tidak tertarik padanya...gadis bodoh itu sepertinya tidak menyadari siapa ethan...Tentu saja...perbedaan usia mereka terpaut cukup jauh...tapi...ia tidak pernah harus berusaha terlalu sulit bahkan untuk mendapatkan gadis gadis muda dalam pelukannya... dering hp di tangannya menyadarkan ethan kalau jam makan siangnya sudah selesai...di langkahkan kakinya perlahan meninggalkan resto favoritnya..." Kau tidak ingin melambaikan tanganmu pada penggemar penggemarmu..." Ucap dave sambil mengedipkan matanya membuat ethan menghentikan langkahnya seketika...sahabatnya itu ..." Kau harus membayar ku sebagai ambasador resto ini...kau harus akui kalau aku membuat resto payah ini kedatangan banyak tamu...!" Ledek ethan sambil memberikan high five pada sahabatnya itu yang langsung terbahak dengan jawaban yang meluncur dari mulut nya..." dan kau akan membayar penalty karena menikah dalam masa kontrak kerja kita.." ucap dave lagi...memperlihatkan seringai mengejek kearah ethan.." Dan kau bahkan tidak memintaku menjadi best man...ayolah....kenalkan aku pada istri barumu..." Ejek dave lagi...ethan mengangkat tangannya dan memberikan isyarat mengepalkan tinjunya...disambut tawa sahabatnya...
"Kau sudah membacanya...bagaimana
..ada yang ingin ditambahkan...?" Tanya ethan cepat sambil memainkan pulpen ditangannya...dilihatnya gadis itu hanya menatap kosong kearah selembar kertas yang disodorkannya beberapa saat lalu...satu hal yang pasti...gadis itu terlihat sama sekali tidak memperdulikan point' point' yang dituliskannya dalam selembar kertas berjudul perjanjian pra nikah yang dibuatnya semalam...padahal ia berfikir keras untuk membuat setiap point' yang diajukannya aman untuk dirinya dan tidak ada menyulitkan kehidupannya kelak bersama gadis kecil itu, saat ini ia merasa cukup muak dengan ikatan pernikahan...tapi bagaimanapun ia tidak kuasa menolak permintaan kakeknya, perintah tepatnya...siapa yang menyangka ia akan melalui 3 pernikahan dalam hidupnya..jun young tertawa getir...Ethan melirik cepat... dilihatnya titik air mata yang jatuh membuat bentuk indah diatas kertas ...gadis itu menangis...
Langkahnya terhenti cepat...dimana gadis itu...biasanya istri barunya itu akan menyambutnya pulang kerja...membawakan tas kerjanya ke kamar dan membawakan secangkir kopi favoritnya ke balkon...azuma..." Teriak Ethan mencari tanda tanda kehidupan dirumahnya yang tiba tiba terasa senyap...dimana gadis kecil itu...pikir Jun young menatap sekeliling, ada yang hilang dari rumah ini...kehadiran gadis kecil itu membawa perubahan dan ia merasa cukup terbiasa dengan perubahan yang terjadi dirumah besar yang didesign nya sendiri..." Ann...ann..." Teriak Ethan mulai tidak sabaran, seorang wanita tua datang tergopoh-gopoh dari arah dapur dengan celemek masih melingkari Pinggangnya..." Azuma...dimana ann.. " Tanya ethan cepat dengan matanya yang masih berusaha keras mencari wajah yang biasa menyambutnya...