My Ajushi

My Ajushi
Chapter 10



Ethan melarikan mobilnya dengan cepat, dilewatinya beberapa lampu merah dengan tidak sabar...gadis bodoh itu...apa yang ada dipikiran ann...kenapa azuma terdengar sangat khawatir dengan keadaan ann...bukankah gadis kecil itu terlihat ceria sore tadi...apakah ada masalah dengan pemuda bodoh itu...bersiaplah dengan tinjuku kalau kau menyakiti ann...bajingan itu tidak akan lepas dari ku kalau terjadi sesuatu dengan ann...pikir Ethan memukul stir mobilnya dengan tinjunya...sebentar lagi...tunggu aku ann...pekik hatinya...tubuhnya terasa lelah dan baru saja ia akan melemparkan tubuhnya ke tempat tidur apartemennya saat dering telp dari azuma terdengar...gadis bodoh itu ...sudah mengacaukan semua rencana ku...harusnya kita bisa bersenang senang hari ini ann...


Ann mendekap tubuhnya lebih erat...inikah yang membuat ibu nya Dave selalu khawatir saat ayahnya melakukan perjalanan bisnis...tentu saja...Ethan juga sangat tampan...pasti ada banyak wanita yang berusaha mendapatkan Ethan dengan semua kelebihannya...ann menggigil dalam dinginnya udara malam ..apa yang kulakukan...seharusnya aku berada di kamarku...tapi ajushi sudah membuat mood ku sangat buruk...menyebalkan...maki ann...ajushi pasti tidak langsung pulang karena ingin bersenang senang diluar...hotel...?? Apartemen...?? Ajushi menyebalkan...maki hatinya lagi...aku pasti terlalu bodoh hingga berharap bisa memiliki ajushi... lupakan ann...berhenti membohongi dirimu sendiri...tangis hatinya...


"Tolong kirimkan aku alamatnya juga no kontaknya...sekarang...ucap Ethan dengan cepat, melepaskan earphone di telinganya beberapa saat kemudian, memarkirkan mobilnya dengan asal dan bergegas melangkah masuk tidak dihiraukannya penjaga rumahnya yang memberinya isyarat dengan anggukkan kepala...sosok yang dicarinya terlihat diruang tamu dengan wajah cemas, "ann belum pulang...? " Ucap Ethan sambil memeluk azuma dengan cepat...aku akan segera mencari ann, istirahatlah...aku akan memberikan kabar secepatnya....jawab Ethan sambil melangkah setengah berlari menuju kamarnya, melompati beberapa anak tangga dalam sekali langkah dengan kaki panjangnya....dimana gadis itu...supir nya mengatakan kalau ann memintanya pulang lebih dahulu karena ia akan diantarkan pulang oleh temannya...suara pesan masuk menghentikan langkahnya dan mengecheck hp nya...jari jarinya bergerak cepat menekan tombol di hp nya...."selamat malam, aku walinya ann, apakah ann masih bersamamu...?" Ucap Ethan terdengar tidak sabaran...


Ann menutup matanya perlahan..menatap kosong, setelah gerimis mulai berhenti dan menyisakan udara lembab di taman belakang...menyandarkan tubuhnya ke bangku taman, cahaya malam terlihat begitu indah, biasanya ia bisa melihat bintang bintang di perkebunan...bintang disini terlihat berbeda....pikir ann...terlihat begitu jauh...ann melayangkan tangannya menjangkau kearah langit dengan tangannya yang terjulur...senyumnya merekah cepat, langit terlihat lebih cerah sekarang...ajushi akan menertawakan kebodohanmu ann, untuk kesekian kalinya...sama seperti bintang disana...ajushi juga tidak akan mudah tergapai dengan tangan mungilnya...pikir ann...


Setengah berlari Ethan menyusuri bagian samping rumahnya...ann belum masuk kedalam rumah...azuma pasti tidak menyadarinya...Ethan menghentikan langkahnya yang tergesa gesa....lukisan indah terpampang di hadapannya....gadis kecil itu menyandarkan tubuhnya dan menengadahkan tangannya berusaha menangkap tetesan air hujan ...senyum di wajah yang dirindukannya membuatnya ikut tersenyum tanpa sadar...I' m home...teriak hatinya...di angkahkan kakinya perlahan...wajah gadis kecil itu terlihat semakin jelas disinari cahaya bulan yang mulai muncul...gadis bodoh itu terlihat cantik...pikir Ethan...tentu saja saat ann terbangun dalam dekapannya lebih menggemaskan...Ethan menghentikan langkahnya beberapa meter dari gadis kecil itu saat matanya bertemu dengan mata bulat yang sangat dirindukannya....Ethan merogoh saku celananya...mengeluarkan sekotak coklat  dan memamerkannya kearah gadis kecil yang terlihat melonjak kegirangan..."ajushi...." Teriak suara itu memeluknya...


Ann membuka kotak coklat ditangannya dengan cepat, merobek kemasan plastik yang selalu membuatnya tidak sabaran...kau sudah mencoba ice cream dan coklat yang ku kirimkan kemarin...?" Tanya Ethan sambil menatap wajah kecil yang terlihat begitu menikmati bola bola coklat d mulutnya...ann menggeleng cepat...ia bahkan tidak menyadarinya...azuma sudah mengatakan kalau ada paket khusus untuknya di lemari es...tapi Minggu kemaren ia merasa sangat malas melakukan apapun...apalagi ia tidak mengetahui kalau isinya coklat...apalagi kalau ajushi yang mengirimkannya...ann memicingkan matanya...pasti beberapa hari lalu saat ia merasa kesal karena ajushi pergi terlalu lama...senyumnya mengembang cepat...tapi...ajushi mengirimkannya...? Ajushi mengingatnya...ann mengulum senyumnya cepat...."mau...?" Ucap ann menyodorkan kotak coklatnya masih dengan senyum diwajahnya..."boleh...?sosok itu tersenyum menggangguk dan menjulurkan tangannya...ann menarik tangannya cepat,  menggeleng dan menjulurkan lidahnya..."tidak boleh..."ejek ann memasukkan semua coklat yang tersisa kedalam mulutnya..."mungkin kalau ajushi membelikan yang kotaknya lebih besar...aku akan memikirkannya..."ucap ann susah payah karena mulutnya yang masih penuh dengan coklat....tidak mungkin...ajushi sangat menyebalkan...untuk apa aku memberikannya coklat...terbayang oleh ya ajushi menghilang di depan pintu lift dengan wanita cantik itu tersenyum manja disisinya., Ann mendengus kesal...bangun dari duduknya dan menginjakkan kakinya ke lantai dengan keras....ajushi menyebalkan....


Ethan menatap dalam dalam gadis kecil yang masih asyik mengunyah sisa coklat di mulutnya, mulutnya penuh dengan coklat...tawa hati Ethan, tidak akan ada yang berani mencuri coklat mu ann...aku jamin itu...tawa hatinya lagi... tidak ...seperti biasanya...gadis kecil itu tidak memperdulikan kehadiran ya...Ethan mengangkat tangannya dan mendaratkan tangannya ke kepala ann dan bergerak cepat mengacak acak rambut gadis kecil yang kini merenggut menatapnya..."ajushi...protes ann ...Ethan tertawa terbahak...ann sekarang terlihat semakin menggemaskan..."ajushi...rambutku berantakan...!" Protes ann lagi sambil merapikan rambutnya...poninya sudah tidak lagi menutupi keningnya...menyebalkan..."ayolah ann...aku hanya memperbaiki penampilanmu...kau tampak lebih lucu seperti ini..." Tawa Ethan tak tertahankan...dilihatnya gadis kecil kembali berusaha merapihkan rambutnya yang kali ini lebih berantakan dari tampilan semula dengan muka sangat kesal...ann membesarkan bola matanya...tampak semakin lucu dengan mata bulat seperti itu...Ethan tertawa menggelegar memecah kesunyian malam di taman belakang....gadis kecil itu sekarang berbalik membelakanginya dan mulai melangkah menjauh...Ethan menahan tawanya...berjalan cepat di melewati gadis kecil yang terlihat masih merenggut...gadis bodoh langkah kaki pendek mu tidak akan pernah bisa menang dariku...! Ejek  Ethan...Ethan menahan langkahnya beberapa langkah dibelakang gadis kecil yang terlihat masih kesal dengan ejekannya..." Ayolah ann...bagaimana jika ku belikan sekotak besar coklat....atau kau mau 1 dus besar coklat..." Ucap Ethan disela tawanya...dilihatnya gadis kecil itu berbalik cepat...."aku menang..."pekik hati Ethan penuh kemenangan...gadis itu tidak akan pernah bisa menolak coklat ...seperti biasa..." Bagaimana jika sekotak coklat dan es cream...sekarang...ajushi ...kita pergi sekarang...?" Ucap gadis itu dengan senyum menggoda di wajahnya...matanya terlihat berbeda dengan beberapa saat lalu.bola mata bulat yang terlihat begitu ...lucu...seperti mata anak kucing...pikir Ethan...Ethan menggangguk cepat....menarik kunci mobil di saku nya dan memainkannya di jari telunjuknya..."kau terlalu mudah ann...bagaimana jika ada pria yang menawarkan pabrik coklat padamu...apakah kau akan pergi begitu saja...?" Tanya Ethan sambil menyembunyikan kunci mobil di balik punggungnya ...senyum di wajah gadis itu menghilang seketika dan menggangguk dengan ekspresi yang berbeda..."tentu saja...tapi aku akan tinggal disini kalau ajushi memberikanku pabrik coklat yang lebih besar lagi..." Ucap gadis itu sambil membentuk kotak besar dengan jemarinya di depan wajahnya...Ethan menggigit bibirnya...."gadis bodoh...kau pikir ada yang mau memberikan pabrik coklat untuk gadis jelek berkaki pendek  seperti mu..." Cibir Ethan mengejek...kau pasti berkhayal ann...kau pikir aku akan membelikan pabrik coklat yang besar untukmu...bagaimana jika kau menjadi lebih gendut...Ethan menggeleng....tidak wanita cantik yang pernah berada di pelukannya adalah tipe ideal dengan tubuh ramping...Ethan memicingkan matanya...gadis dihadapannya melawan gravitasi...tawa Ethan kembali menggelegar saat sosok itu mengepalkan tinjunya dan menghentakkan kakinya dengan wajah aneh, berbalik dan melangkah meninggalkannya untuk kedua kalinya...Ethan tertawa semakin terbahak....gadis itu...dia pikir dia bisa menakuti ku dengan kelakuan seperti itu...gadis aneh...tawa Ethan...mengejek gadis itu sudah menjadi hobi barunya yang sangat menyenangkan....lebih dari apapun...


Ethan melangkahkan kakinya dengan malas...ia bahkan menyuruh asistennya atau sekertaris ya untuk membelikan keperluannya...dan sekarang...gadis kecil ini benar benar menyiksaku...menyuruhku berjalan lebih cepat...?? Apakah gadis bodoh itu tidak tau apa yang sudah kulakukan untuknya...Ethan mempercepat langkahnya...ia tidak ingin gadis kecilnya hilang...tawa hati Ethan...akan sangat sulit untuk mencari gadis pendek itu diantara rak rak yang tinggi yang membuat gadis 150 cm itu menghilang tenggelam diantara jejeran rak ...atau bagaimana jika ada yang mengambil babi kecil miliknya karena terlalu menggemaskan...Ethan mempercepat langkahnya....kekhawatirannya menghilang dengan cepat saat sosok yang dicarinya muncul dengan berbagai makanan di pelukannya...tertawa dengan riang...Ethan menghela nafasnya, menggeleng dan memasang wajah serius di mukanya...dilihatnya gadis kecil itu membelalakkan matanya...menengok kearah pelukannya yang penuh dengan jajanan favoritnya..."kumohon..." Pinta sosok itu lagi memelas...Ethan menggigit bibirnya merogoh saku celananya dan menarik dompetnya...wajah kecil itu terlihat kecewa "ayolah ...kumohon..."ucap gadis kecil itu lagi sambil memberi isyarat memohon dengan tangannya yang hampir membuat sekantong chips terjatuh...Ethan menggigit bibirnya dan menggangguk dengan malas...hatinya tertawa terkekeh...menggemaskan...


Ann menutup matanya...belanjaannya terserak di meja kasir, tidak lebih tepatnya menggunung...dan wajah ajushi terlihat menyeramkan..."kita bisa turunkan yang ini..." Ucap ann sambil menarik lollipop kesukaannya dengan sangat berat hati...wajah ajushi masih terlihat sama..." Dan ini...ini juga...??" Tanya ann sambil berharap ajushi akan mengganti mimik wajahnya..." Kau mau aku mengembalikan ini juga...baiklah...chips ini sangat enak...boleh ya...?" Ucap ann lagi...apakah aku keterlaluan...apakah ajushi tidak mempunyai banyak yang..." Aku bisa menurunkan roti coklat ini...aku akan meminta azuma untuk membuatkan roti panggang besok pagi...ucap ann lagi...wajah ajushi masih tetap belum berubah...ann mencari diantara tumpukkan makanan favoritnya lagi...apa yang harus ku turunkan...semua sudah dipilihnya dengan sangat hati hati...susu coklatnya..."kurasa ada susu coklat di lemari es..." Ucap ann sambil berusaha mengingat isi lemari es di dapur..." Ajushi....apakah aku mengambil terlalu banyak....???" namun tiba tiba tawa ajushi terdengar memecah  lamunannya....


Ethan berusaha keras untuk memperlihatkan tampang seriusnya...berusaha sangat keras...bahkan sangat amat keras agar tawanya tidak pecah setiap kali ann menurunkan makanan favoritnya dari meja kasir kembali kedalam kereta belanjanya...gadis bodoh itu bahkan masih berusaha untuk menurunkan beberapa item lagi kedalam troli..." ayolah ann...kau tidak ingin membuatku bangkrut dengan semua belanjaanmukan...?? Kau tahu aku bahkan harus bekerja di luar negeri untuk mencari uang...dan kau ...bagaimana mungkin kau...Ethan menggeleng cepat...tawa di hatinya sudah hampir tidak terbendung lagi...dan sekarang gadis bodoh itu terlihat menatap sedih kearah troli seolah berat melepas beberapa kantong jajanan yang bahkan tidak berarti bagi black card nya.


Ann menengok kearah kursi penumpang dibelakang tempat duduknya...matanya berbinar cepat...ajushi bahkan menguras isi rak coklat di meja kasir...dan sekarang sebuah tas belanja besar terletak di pangkuannya...tentu saja ia sama sekali tidak ingin mereka terlalu jauh dari sisinya...diliriknya ajushi yang masih mengemudikan Cadillac putih miliknya melaju cepat di jalan raya dengan satu tangannya dan tangan lain tengah memegang hp nya...berbicara dengan seseorang di daftar panggilannya...ajushi terlihat sangat tampan...pikir ann..."please send me the things l need to check, l" ll be working on it from Seoul...and my secretary will take care of the others, she will inform you with the details...l' ll see you soon..."suara Ethan terdengar tegas...dan bahasa Inggris nya juga terdengar sangat bagus...ajushi pasti sangat menakutkan di kantor....tidak...tidak hanya dikantor...ajushi hanya terlihat lebih lembut kepada kakek dan azuma...juga padaku beberapa saat belakangan ini...ajushi juga sangat baik...tidak tidak...ajushi tetap menyebalkan...ajushi lebih sering mengejek dan menertawakan kebodohanku...ann melirik tajam...berapa banyak yang di habiskan ajushi tadi....apakah aku keterlaluan...apakah aku harus membagi sebagian makanan ini pada ajushi sebagai ucapan terimakasih...tapi ...ann mengurungkan niatnya...hanya Jika ajushi berbuat baik padaku...ann mengangguk cepat...hanya jika ajushi baik padaku....putus hatinya bulat.


Ethan melepaskan kantong belanja ditangan ann dengan hati hati...ia tidak ingin membangunkan ann dari mimpinya...gadis kecil itu masih terlihat penuh kebahagiaan dan sedetik kemudian sudah tertidur saat ia menoleh ke bangku disamping kemudinya...gadis itu tidak berhenti melompat kesenangan saat ia menarik kotak coklat dari rak kasir...begitu juga saat ia menarik sekotak lagi..kotak kotak berikutnya juga...Ethan menahan tawanya...ia mendapatkan 2 pelukan dan satu ciuman di pipinya ditukarkan dengan beberapa kantong plastik belanjaan yang sangat besar...gadis itu bahkan tidak meminta baju, sepatu atau tas dari brand ternama...sepotong kecil berlian pasti akan lebih menarik bagi wanita wanita yang pernah berada dalam pelukannya...ann berbeda...dunia kecilnya tidak pernah terjamah dengan dunia luar...


Ethan menahan gerakkannya, gadis kecilnya menggeliat perlahan menahan dingin dari AC mobilnya..Ethan menggeleng...Ethan bodoh...ann pasti kedinginan ...berbeda dengan dirinya yang sejak pertama nyawanya ditiupkan sudah menikmati dinginnya AC...Ethan bergerak cepat menarik tangan ann memeluk lehernya...gadis itu membuka matanya...terlihat terkejut karena jarak diantara mereka..."tidurlah, aku gendong ke kamar..." Bisik Ethan sambil mengangkat tubuh kecil itu bagaikan sehelai kertas...ann masih bisa memakan coklat dan es cream ya beberapa tahun lagi...aku rasa aku masih bisa mengangkatnya....tawa Ethan...namun gadis itu terlihat membuka matanya makin besar...coklatku...ucap gadis itu lagi sambil menatap sekeliling....dasar...maki Ethan...bayangan romantis yang melintasi otaknya berganti genre dengan komedi...aku akan meminta seseorang membawakannya ke kamar..." Ucap Ethan memenangkan gadis kecilnya yang terlihat berusaha meraih kantong belanjaannya..."aku akan berjalan...!!"ucap suara itu lagi ...Ethan menggeleng tertawa...."aku akan membawanya nanti...tidak akan berkurang satu pun aku janji..." Ucap Ethan menarik tubuh kecil itu kembali kedalam dekapannya, menutup pintu mobil dengan kakinya dan berjalan cepat menuju kamarnya...gadis kecil itu hanya menatap penuh perlawanan beberapa detik dan tertidur pulas detik berikutnya...Ethan menggigiti bibirnya menahan tawanya...mana yang tadi masih bilang mau jalan...dasar...ejek Ethan....hangat nafas ann di lehernya terasa hampir membuatnya tidak bisa melangkahkan kakinya...apakah gadis idiot ini pernah menganggap ku lelaki dewasa sehat yang normal....bagaimana jika....Ethan menghentikan langkahnya, memejamkan matanya dan menghela nafas dalam dalam dan menghembuskan ya dengan cepat...