
"kau menyukainya ann...?" tanya Ethan sambil membawa ann berkeliling ke villa kecil menghadap kearah pantai dari pintu belakangnya....
Ethan tersenyum puas...villa ini tepat seperti yang di inginkannya...ann pasti akan menyukainya...dilihatnya gadis kecil itu berjalan perlahan dan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu belakang villa...senyum di wajah gadis itu baru saja menjawab pertanyaannya beberapa saat yang lalu...gadis itu berbalik dalam hitungan detik...
"ajushi...apakah kita akan tinggal disini malam ini....?" ucap ann sambil menatap tajam kearah pria besar yang tengah menatapnya balik dengan senyum diwajahnya dan mengangguk...ann terdiam...apakah masalah yang dihadapi begitu berat....apakah kakek sangat marah pada ajushi...ia melihat dengan jelas tamparan kakek di pesta semalam dari kejauhan...dan ajushi yang menarik tangannya dengan cepat dan membawanya meninggalkan pesta malam kemarin tanpa kata kata...apa yang terjadi...?? tanya hati ann....tapi tinggal dirumah ini dengan ajushi pasti menyenangkan...tepat seperti impiannya...rumah di tepi pantai...ajushi pasti mengeluarkan uang banyak untuk menyewa rumah ini...apakah ajushi tidak membuang buang uang...?? bagaimana jika kakek semakin marah pada ajushi...?? ann menggeleng...mungkin ajushi membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya...ajushi mungkin tidak akan pernah menceritakan masalahnya...tapi aku bisa sedikit membantu ajushi untuk menemaninya menenangkan diri disini tidaklah terlalu buruk...ann memberikan senyuman lebar di wajahnya....
ann berjalan cepat Setengah berlari....hamparan pasir terlihat luas hingga garis hitam tidak terlihat lagi....ombak kecil menyentuh ujung jari kakinya dengan lembut...terasa hangat...pikir ann tersenyum dan berlari dengan cepat dengan kedua tangannya membentang luas ..merasakan angin memainkan anak rambutnya dan membuatnya merasa tubuhnya ringan untuk sesaat...tertawa cepat saat deburan ombak menerjang kaki nya...ann berbalik cepat...ajushi terlihat berjalan dengan santai dengan kedua tangannya berada disaku celananya....ann berlari cepat dan menarik tangan pria itu untuk berlari bersamanya menyusuri bibir pantai..."haaaaaaaa...teriak ann melepaskan perasaan yang terasa menekan dadanya....
Ethan memasukkan beberapa kaleng minuman soda favoritnya kedalam kereta belanjaan yang hampir terisi penuh, wajahnya membentuk senyum menatap langkah kecil ann dihadapannya....gadis itu terlihat sangat ceria...ann selalu terlihat ceria...tapi ada yang berbeda...wajah kecil itu tidak pernah lepas dari senyum di wajahnya...atau aku yang jarang meluangkan waktunya untuk lebih memperhatikan istri barunya...gadis kecil itu hanya titipan kakek setidaknya hanya itu yang pernah melintas di pikirannya saat ann datang..sejak kapan?? sejak kapan perasaan itu berubah...sudah lebih dari 3 tahun ann menjadi istrinya...dan hanya sebatas istri diatas kertas untuknya...kesepakatan yang dibuatnya bersama istri barunya saat itu sangat disesalinya sekarang...Dave...pemuda ingusan itu menyadarkannya...gadis kecil berusia 15 tahun yang dibawa kakek sore itu sekarang sudah mulai menyita perhatiannya.
Ethan menggigit bibirnya....menahan tawanya yang hampir tak terbendung, andai saja ia tidak menyadari dimana mereka sekarang ia pasti sudah terbahak dengan suara menggelegar...ya tuhan ann...apa yang kau lakukan...pikir Ethan menatap gadis kecil yang terlihat tidak ingin berpisah dengan potongan daging mentah yang terlihat berlemak...Ethan menggeleng perlahan....biasanya ia akan dengan senang hati menggoda gadis kecil itu, pasti akan sangat mengasyikkan menggoda ann saat ini, tapi hatinya sudah mengingatkan untuk bersikap lebih baik pada ann, apalagi setelah kecupan di dahinya tadi...apakah ann masih berpikir kalau perusahaan akan bangkrut...apakah ann tidak tau siapa suami yang kau nikahi...ayolah ann...namaku masih sangat menjanjikan sebagai CEO bahkan tanpa perusahaan kakek...tawa Ethan dalam otaknya.... setidaknya ia yakin masih bisa bekerja untuk memberikan beberapa potong daging setiap harinya untuk istri kecilnya yang masih dalam masa pertumbuhan....tawa hatinya lagi...tidak...ia masih ingin melihat wajah menggemaskan istrinya...."kau tau ann...kurasa kita harus berhemat...kau Taukan...kita masih dalam pelarian...kakek marah besar padaku...mungkin kita tidak akan bertahan lama...kakek memblokir semua kartuku..." ucap Ethan berusa mempertahankan mimik serius diwajahnya...
sedikit lagi...aku harus bertahan sedikit lagi...." dan sepertinya kita juga harus menurunkan coklat dan biskuit di kereta belanjaan...kau Taukan...mereka sangat mahal..." ucap Ethan, jemarinya menunjuk kearah sudut kereta belanjaan yang terdapat tumpukkan biskuit coklat dan juga batangan coklat didalamnya...dilihatnya gadis kecilnya menatapnya dengan kedua mata bulatnya setengah memohon, berjalan gontai menarik barang barang yang disebutkannya, berbalik bersiap mengembalikannya ke atas rak yang berjajar rapi...Ethan terbahak cepat....apakah gadis bodoh itu bahkan tidak mengetahui limit kartu berwarna emas yang berjejer di dompetnya....idiot ann...kau masih terlalu lugu...tawa hatinya...
ann mendengus dan menghentakkan kakinya kelantai dengan keras...menggigit bibirnya saat kakinya terasa sakit...lantai putih ini sangat keras pikir ann, "aww..." ucap ann lagi tanpa sadar karena sekarang bibirnya yang terasa sakit...idiot ann...apa yang kau lakukan...gadis bodoh...sekarang tawa ajushi semakin terdengar terbahak melampaui suara lagu yang mengalun di supermarket malam itu...Anna kembali mendengus untuk kesekian kalinya...pasti ajushi puas menertawakan kebodohanku...seharusnya aku tidak menyakiti diriku sendiri...ann menatap tajam sambil memicingkan matanya....berjalan cepat sambil menghentakkan kakinya...menghentikan langkahnya tepat di depan pria besar yang masih terlihat menertawai kebodohannya...ann mengumpulkan keberaniannya dan menginjak kaki pria itu dan menatap tajam sosok yang sekarang menghentikan tawanya dan menatap balik kearahnya dengan tatapan aneh...ann membesarkan kedua matanya ...Pakah ajushi tidak merasa sakit...??" pikir ann, ia yakin ia sudah mengeluarkan semua tenaganya untuk menginjak kaki besar itu...ajushi tidak terlihat kesakitan...malah menatapnya dengan wajah aneh dan senyum di ujung bibirnya seakan kembali menertawakan kebodohannya...ann menggigit bibirnya dengan keras dan mengumpulkan kekuatan nya untuk serangan keduanya, diinjaknya kaki ajushi yang masih tidak bergeming, ann berbalik cepat...menutup kedua telinganya dengan tangannya saat suara terbahak itu kembali terdengar ...menyebalkan....ajushi menyebalkan....teriak ann setengah berlari...