My Ajushi

My Ajushi
Chapter 14



Ethan memasukkan potongan brokoli kedalam mulutnya, masih kalah dengan masakan azuma tapi....setidaknya jauh lebih enak dari masakan istrinya sebelumnya...kedua istrinya sama sekali tidak bisa memasak...tentu saja berbeda dengan ann...bahkan kopi buatan ann terasa lebih enak...ditatapnya wajah gadis kecil yang tengah asyik mengunyah potongan daging di mulutnya...ann tidak menggunakan make up tebal bahkan mungkin wajah ann tidak mengenal alat alat makeup...kecuali saat pesta kemarin...wajah ann masih terlihat natural, gadis kecil itu bahkan tidak memerlukan peralatan make up diwajahnya...ann terlihat sederhana...dan cantik...kecantikan yang berbeda dari istri istrinya...Ethan kembali memasukkan sendok di mulutnya...melihat wajah kecil itu menikmati makanannya membuat sesuatu di dalam hatinya senang...gadis itu menikmati makan malamnya tanpa memperdulikan kehadirannya...jadi seperti ini...perasaan seorang ayah ketika melihat putri kesayangannya lahap menghabiskan makanannya...tawa hatinya...tidak...tidak...lebih tepatnya perasaan seorang pria saat melihat babi kecilnya makan dengan lahap...Ethan mengancingkan giginya menahan tawanya...gadis itu pasti akan sangat marah kalau ia sekarang tertawa lagi...pikir Ethan...terbayang olehnya kejadian di supermarket tadi...apakah ann berpikir kalau ia berhasil membalaskan dendamnya dengan menginjak kaki nya seperti itu...bahkan tidak terasa sakit sama sekali...berat tubuh gadis itu bahkan tidak sampai 50 kg...apakah ann benar benar berpikir untuk menyakitinya dan melampiaskan rasa kesalnya dengan cara menginjak kakinya...kekanak Kanakan.. .pikir Ethan tersenyum ....ditatapnya lagi wajah ann yang masih asyik dengan makan malamnya....


udara dingin pagi membangunkan ann yang masih mengantuk, ann membuka matanya perlahan...sesuatu menahan tangannya....ann memicingkan matanya yang masih terasa berat...sekarang bahunya juga terasa sakit...ann membuka matanya dan kembali menutup matanya dengan cepat....apa yang dilakukan ajushi di tempat tidurnya....tidak...ini bukan tempat tidurnya....ann berusaha keras menyadarkan dirinya mencoba mengingat apa yang terjadi semalam...dinding kamar nya berwarna gading...ini ....kamar ajushi....dinding berwarna abu abu ini milik ajushi...dan apa yang aku lakukan dikamar ajushi....ann menggeleng cepat...pasti aku bermimpi....pikir ann lagi berusaha meyakinkan dirinya ...


Ethan membalik telur mata sapi miliknya dengan hati hati....sempurna...pikir Ethan merasa puas dengan kemampuannya...diliriknya piring milik ann...kurasa ann menyukai telur dengan pinggiran kering...setidaknya ia pernah melihat ann menyantapnya dengan penuh semangat di meja makan beberapa kali...tentu saja kali ini lebih spesial karena aku memasaknya langsung...pikir Ethan sambil mematikan kompor dan mulai menyajikan sarapan buatannya di meja makan...hari ini ada banyak hal yang harus dilakukannya...dan mengembalikan ann tidak termasuk salah satunya, diliriknya hp nya yang kembali menyala...kakek...Ethan Mematikan hp nya cepat...tidak akan...kakek boleh melakukan apa pun begitu juga aku...pikir Ethan berusaha meyakinkan hatinya...memberikan pembenaran untuk apa yang sedang dilakukannya sekarang...


cuaca siang itu Ethan mengeluarkan laptop baru miliknya ...tidak sebagus miliknya yang biasa ...tapi cukup untuk membantunya mengerjakan beberapa masalah mendesak yang harus dihadapinya...ditatapnya ann yang masih asyik dengan biscuit ditangannya...gadis kecil itu bisa duduk dengan tenang sekarang...tentu saja setelah puas bermain dengan ombak di pinggir pantai dan sarapan pagi buatannya seharusnya ann lebih senang ....dibandingkan rumah besar yang mereka tinggali...Ethan kembali menatap layar laptopnya...beberapa saham yang dibelinya sepertinya sudah bisa di jual kembali...saat ini ia membutuhkan cash ..."hallo...aku Ethan ..." ucap Ethan sambil melangkah cepat menuju pintu halaman belakang setelah sebelumnya mengecheck keadaan ann yang masih asyik dengan mengunyah cemilan favoritnya ...


dering panggilan di hp Ethan kembali terdengar...Ethan meraih hp nya dengan malas dan mematikannya...kakek...entah sudah yang keberapa kali...tapi saat ini ia merasa panggilan kakek sama sekali tidak mengganggunya..


ann memasukkan potongan selada kedalam mulutnya...ann bergerak mundur cepat...dilihatnya ajushi menyeka sesuatu di ujung bibirnya...memalukan...ann terbahak cepat...kau tahu...ini sangat enak...hampir sama seperti masakan azuma...iya kan...?" ucap Ann membanggakan dirinya sendiri memecah keheningan siang itu di meja makan...seketika senyum di wajahnya menghilang...ajushi menggelengkan kepalanya..." ayolah Ann...kau terlalu berlebihan..." ucap sosok itu dengan nada mengejek...ann menarik piring milik ajushi dengan segera namun tertahan oleh tangan si empunya..." tapi kau tahukan ...kita sudah hampir kehabisan uang...lebih baik kita berhemat..." jawab suara itu sambil terbahak...ann mencibirkan bibirnya..."ajushi menyebalkan..." ucap Ann menjulurkan lidahnya mengejek pria besar yang tengah asyik mengunyah makanannya..."kejar aku kalau kau bisa..." tambah Ann bersiap berlari ditengah tawanya...


Ethan menarik tubuh ann dengan cepat kedalam pelukannya...hampir saja...Ethan menajamkan tatapan matanya...gadis kecil ini...masih saja melangkah semaunya tanpa memperhatikan sekitarnya...bagaimana jika sepeda motor itu menabraknya...Ethan mendengus kan nafasnya dengan kasar...sudah kedua kalinya sejak mereka keluar dari rumah tempat mereka tinggal beberapa hari ini ..apakah ann selalu seperti ini ..gadis itu masih berada dalam pelukannya menatapnya dengan kedua mata bulatnya..." kau tau...kau harus memperhatikan sekitar mu ann...gadis bodoh..." ucap Ethan sambil melepaskan pelukannya....dilihatnya gadis itu mengangguk tersenyum dan kembali melangkahkan kakinya...Ethan bergerak cepat...entah apa lagi yang akan dilakukan gadis itu...tapi ia harus berada disampingnya...menjaga keselamatan gadis bodoh itu...tawa hatinya...


Ethan menahan senyumnya...gadis itu terlihat cantik hanya dengan gaun yang di belinya dipasar kecil...Ethan menggangguk kan kepalanya cepat...dan menyodorkan karu yang diambilnya dari saku dompetnya...namun wajah aneh sirmpunya toko menyadarkannya kalau mereka melakukan pembayaran dengan uang dan tidak menerima kartu...dan menggeleng saat ann menyodorkan tangannya memberi isyat untuk memberikan uang cash..."aku tidak membawa uang cash ann...kau harus mengurungkan niatmu untuk membeli baju itu..." ucap Ethan merasa sangat menyesal