
Ethan menahan tawanya yang mulai membentuk lipatan kecil di pipinya…gadis kecil itu merawatnya dengan
sepenuh hati seakan aku akan mati sebentar lagi…tawa hatinya terkekeh penuh kemenangan…diliriknya
jam dinding berwarna hitam yang berada didinding bercat putih…sesaat ethan terdiam…kamar ann sangat
berbeda dengan kamarnya yang bernuansa abu abu dan hitam dibeberapa bagian, sejujurnya ia
sebelumnya ia tidak pernah terlalu memperhatikan bagimana dan seperti apa kamar permepuan yang telah dinikahinya beberap tahun ini, ia bahkan tidak mengingat dengan jelas…3 tahun …atau 4 tahun…apa yang sudah kulakukan…menenggelamkanm dirinya dengan kesibukkannya sebagai calon pemegang kekuaasaan tertinggi di KL perudahan yang telah diwariskan kakeknya memang menyita Sebagian besar waktunya dan kegagalan pernikahannya membuat Ethan tidak terlalu memikirkan banyak hal…tentu saja iabisa menghabiskan waktunya dengan teman teman wantwanitanya dan ttidak sulit untuknya menjalin
hubungan dengan Wanita pertama yang dilihatnya dengan semua latar belakang yang dimiliknya…tapi
gadis kecil itu membuatnya meerasakan lagi perasaan aneh yang erpnah dimiliknya dulu…perasaan ingn memiliki sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan siapa dirinya…hanya seorang pria …tanpa peril banyak alas an selain membuat hatinya tersa hangat dan senang dengan kehadiran gadis kecil
itu di hadapannya…
Ajushi …apakah ahjushi masih merasa dingin…? Apakah kau sudah lebih baik…? Tanya suara itu
terdengar bagaikan omelan mamanya semasa ia kecil dulu, terasa bagaikan alunan music yang merdu ditelinganya, Ethan menggeleng cepat, ia akan mati kepanasan jika gadis itu Kembali menambahkan selimut untuk menutupi tubuhnya…mata ethan membelalak cepat, tangan ann terasa lembut menyentuh
dahinyaa, sungguh memalukan …ia harus menggunakan cara rendahan seoerti itu untuk menyadarkan
dirinya dari pikiran angila diotakknya yang membuatnya mulai kesulitan bernafas semalam…gadis itu
sekarang berada begitu dekat, ia bisa mencium aroma parfum ann dan juga hembusan nafas gadis itu
yang terasa hangat membelai wajahnya…Ethan menggigit bibirnya cepat….apa yang dikatakan ann
barusan,,bibir kecil gadis itu terlihat bergerak bagaikan ombat kecil di garis pantai…dan ia tidak bisa
mendengar apapun kecuali gedetakkan jantungnya yang terasa berlari untuk beberap saat…ethan tersadar dalam hitungan detik…sekarang tangan kecil itu menyentuh pipinya dengan lembut…Apa…? “ ucap Ethan menanyakan tentang kalimat yang diloontarkan ann yang kini terduduk di pinggir tempat tidur besar yang telah menemaninya menghabiskan malamnya…gadis itu terlihat menggeleng cepat…beristirahatlah…ajushi pasti sangat Lelah dengan banyaknya pkerjaan yang ada dikantor…aku akan meminta ajuma untuk membuatkan susu hangat …”ucap gaid itu lagi sambal bergesaer menajuh meninggalkan udara dingn disisi
tubunhya…Ethan menarik pergelangan tangan ann dengan cepat…aku baik baik saja…tinggalah disini hingga aku tertidur ucap ethan menahan Langkah ann dan menepuk pinggir tempat tidur memberikan
isyarat gaids itu untuk Kembali mengambil tempat disisinya…
terlelap, tapi sepertinya ajushi pasti baru sampai setelah jam 3 lewat sesaat sebelum ia memejamkan
matanya. Ann menggeser tubuhnya turun dari posisi duduknya dan menyangdaarkan kepalanya kebantal,
ajushi pasti sudaha tertidur…piker ann melirik wajah tampan suaminya sebelum akhirnya tertidur…
Ethan membuka matanya perlahan saat mendengar suara yang dikenalnya memasuki ruangan disertai suara ajuma membisikkan sesuatu di telinganya…ethan tersenyum saat mendapati wajah kakeknya yang tengah menatapnya tersenyum…Ethan mengigit biirnya cepat dan memberi isyarat kakeknya untuk tidak mengatakan apapun dengan jemarinya, ia tidak ingin memangunkan membangunkan ann yang terlelap disisnya…tentu saja ia tidak ingin gaids itu beranjak dari posisinya saat ini…tidak banyak kesempatan sesempurna ini bisik setan ditelinganya…senyumnya mengembang cepat dan menggangguk saat dilihatnya kekeknya menggangguk dan berjalan menjauhi tempat tidurnya disertai ajuma dibelakangnya…ethan menelap ludah ditenggorokkannya dengan sangat perlahan…ia tidak ingin gadis itu meninggalkannya…tidak saat ini…saat ia bisa merasakan gadis itu begitu dekat dalam pelukkannya…ethan menjukurkan tangannya dan memeluk kepala kecil ann dan mendaratkan ciumannyadiatas rambut istrinya yang terlihat
begitu nyeyak dalam tidurnya…ia pasti bermimpi, setelah apa yang terjadi beberap hari ini…akhirnya ia
bisa merasakan kedamaian…apa yang harus kulakukan besok…atau saat ann terbangun nanti…ia tidak
bisa berpura pura sekit seperti ini selamanya…mungkin untuk beberapa hari kedepan ia bisa menggunakan
kesemptan inii, mungkin bahakn membuat ann tidak perlu melihat wajah teman sekampudnya yang ter;ihat menyebalkan itu…ethan menggeser tubuhnya saat gadis kecil itu menggeleiat dalam pelukkannya…
senyumnya mengembang cepat…ia mulai tidak bisa merasakan lengannya…gaids itu harus mulai menjaga pola makannya…dan juga es cream…tidak ada lagi es cream dan coklat…bagaimana jika ia harus tersiksa seperti ini selamanya..taethan menggeleng cepat tanpa sadar…tidak…senyum dan tawa annn saat mendapatkan es cream dan cioklaT FAVORITENY LEBIH PENTING DARI PADA APAPAUN…
Ann membuka matanya perlahan…sesaat ia menarik nafasnya yang terasa begitu dimanjakkan oleh aroma yangsanat idrindukkannya…Ajushhi…bisik ann…mata ann tebelalak membesar dalam hitungan detik …tidakkkkk… teriak hatinya…suara lembut itu terdengar sagant dekat ditelinganya, begitu juga hembusan nafas yang trasa hangat ditelinganya…ann menenggelamkan wajahnya dengan cepat,,,jantungnya berdetak dengan sangat cepat sekarang…tidak..pasti sangat memalukan …bagaimana mungkin ia terleap saat harus menjaga ajushi yang sedang sakit…hidungnya terasa bergesek dengan ssuatu yang terasa hangat dan harum…ann terkesiap…berusaha menahan nafasnya…ia bisa merasakan belaian halus di kepalanya dan suara kecupannya yang sangat
lembut…ajushi..??
“Kami akan turun sebentar lagi…ucap ethan saat dering suara hp nya terdengar menyadarkan ann akan posisinya saat ini…ann menengadahkan wajahnya setelah berhasil mengumpulkan semua kekuatannya…ia tidak mungkin untuk Kembali pura pura tertidur…pasti akan sangat memalukan…”Kakek meminta kita untuk segera turun untuk makan siang Bersama… Ucap suara itu sambal membelai rambuntya dengan lembut…ann menggeser tubuhnya dengan sangat perlahan sambal terus menunduk, keberaniannya sepertinya menghilang satu detik setelah matanya berhasil menemukan mata ajushhi yang terluhat sangat lembut…apakah kami…?? Tidak…ia pasti salah…ajushi pasti telalu lemah untuk mendorong tubuhnya menjauhi tubuh ajushi,,,tentu saja….tidak ada penjelasan yang lebih baik selain itu…atau ajushi tidak ingin membuatnya merasa malu karena telah tertidur di sisinya dan menggunakan lengan ajushi sebagai bantalnya…atau pasti karena ajushi ….”ann…ucap suara itu terdengar memangil Namanya dengan lembut…pasti ajushi akan segera meledekku dan menertawakan kebodohannku…pikir ann sambil berusaha untuk menunduk dan mennggeser tubuhnya menjauhi tubuh hangat yang terasa ememluknya dengan le.but untuk sesaat…namun lamunannya buyar saat ia merasakan sesuatu menahan tangannya dan menariknya dengan cepat Kembali kepososi semula, ann bahkan tidak sempat meberikan perlawanan dan tentu saja ia tidak ingin memberikan perlawanan untuk saat ini…detak jantungnya saja sudah membuat tubuhnya terasa lemas…”tapi aku bisa bilang kalau kita masih ingin ditempat tidur…atau aku masih merasa pusing dan kau tidak tega untuk menarikku kemeja makan…atau…aku bisa memikirkan seribu alasan lainnya jika kau mau…?” bisik ajushi ditelinganyya…ann mengangguk…tanpa sadar dan senyumnya mengembang cepat saat matanya bertemu dengan mata pria yang kini menatapnya dengan sangat senyum aneh diwajahnya…” Kakek akan sangat mengerti kalau ia tidak boleh mengganggu kita sekarang…aku rasa kakek tidak akan keberatan…”ucap suara itu lagi sebelum akhinya Kembali mendaratkan ciumannya dikepalanya…ann terdiam…tidak…ia pasti sedang bermimpi atau ajushi sedang menggigau karena demam tinggi …???
Ann menunduk cepat berusaha menahan bahagianya dengan mengigit bibir bawahnya yang mulai terasa sakit…perlahan ann berusaha menatap sosok yang kini tengah mengemgam jemarinya…”aku sudah lebih baik…ucap suara itu masih dengan mengemgam jemarinya…ann mengangkat wajahnya saat suara kakeknya terdengar memanggil namanya…ann menggangguk ccepat…ia bahak tidak bisa mencerna kata kata kakek yang tengah menjadi lawan bicaranya…tidak mimpi ini terasa begitu panjang…tidak mungkin kan…? Ia pasti tertular demam ajushi…apakah sekarng ia perlu mengechek suhu tubuhnya??
"Ann...kakek menanyakan kabarmu..." bisik Ethan sambil merapikan rambut ditelinga gadis kecil yang masih terlihat asyik dengan lamunanya sendiri...ann pasti ...aku juga...entah apa yang membuatnya berani melakukan semua yang telah dilakukannya sejak ia melemparkan handuk biru tua ditangannya kearah sahabatnya dave yang mengejeknya habis habisan untuk kebodohannya semalam...tapi sekarang...apa yang harus kukatakan...??ann pasti menuntut jawaban atas semua kelakuannya...aku pasti bajingan yang tidak tahu malu di pikiran ann...tapi tubuhnya terasa seperti bukan lagi miliknya...tangannya bahkan tidak lagi menuruti perintah otaknya untuk berhenti memperbaiki anak rambut ann yang bergerak bebas tertiup angin siang itu...ethan mengigit bibirnya...lepaskan gengaman tangan mu idiot...Entahlah...mungkin tangannya sudah menemukan tempat lain yang membuatnya lebih nyaman ketimbang garpu yang berisi potongan kecil steak favoritnya...bahkan disaat ia setengah mati kelaparan...ethan tersenyum penuh kemenangan...setidaknya ann tidak akan menepis tangannya dan melayangkan tamparannya ke wajahnya ...tidak di hadapan kakek...bingo...teriak hatinya...ethan jenius...
Ann melambaikan sebelah tangannya , satu tangannya lagi sepertinya masih berada didalam gengaman ethan yang juga terlihat tengah melambaikan tangannya kearah kakek yang berada dalam mobil sedan hitamnya, ann menarik tangannya cepat...pasti akan lebih memalukan kalau sampai ia tidak menariknya terlebih dahulu...terbayang olehnya ejekkam ajushi seperti biasanya...ann masukkan tangannya kedalam kantung blouse nya dan berbalik saat mobil hitam itu menghilang diujung pagar ...melangkah cepat setengah berlari meninggalkan ethan yang juga memasukkan tangan nya kedalam saku celana jeansnya...ajushi sudah terlihat lebih baik...seingatnya tangan ajushi juga tidak,sedingin pagi tadi...pasti itu alasan ajushi menahannya ditempat tidur...pasti karena ia merasa tidak ingin sendirian saat sakit...keputusan yang bagus ann...puji dirinya sendiri, walaupun ia mulai merasa nyaman berada begitu dekat dengan ajushi...tapi...ann menggeleng dan melangkah semakin cepat menuju dapur...ajuma pasti masih menyisakan potongan steak makan siang tadi...perutnya masih terasa lapar...
Ethan berjalan perlahan memberikan jarak antara kedua langkah kakinya...ann pasti bingung dengan sikapnya tadi...tidak...aku juga ...entah apa yang terjadi...pasti karena aku merasa kesal karena mahluk itu ...aku akan meminta dave untuk menasihati keponakkannya...tapi bagaimana dengan ann...sepertinya ann merahasiakan pernikahan nya dengan teman teman dikampusnya...ethan membelokkan langkahnya menuju kamarnya...tiba tiba ia merasa amarahnya mulai memenuhi kepalanya...menyebalkan...teriak hatinya....