Mrs Billionaire

Mrs Billionaire
Menemukan



“Itu baru alasan pertama. Apa ada alasan lain?” tanya Ivana. Dia begitu penasaran


“Tentu saja, alasan kedua karena aku mencintaimu.” Savero menatap lekat wajah Irena. Sejak pertama kali melihat Irena. Dia memang sudah menaruh hati. Jika dulu, dia tidak berani maju karena Irena punya tunangan, tetapi kali ini dia akan melenggang dengan leluasa karena Irena tak terikat hubungan dengan siapa pun.


Keduanya saling pandang. Pandangan yang bertautan itu perlahan membawa Savero semakin mengikis jarak di antara mereka. Tempat yang dituju adalah bibir Irena. Ingin menikmati keindahan bibir Irena yang menggoda.


Ivana hanya bisa terpaku ketika Savero perlahan mendekat ke arahnya. Tubuhnya tak mau menolak sama sekali. Matanya refleks menutup dengan sendirinya. Seolah justru mempersilakan Savero melakukan apa yang ingin dilakukan. Ivana sudah takluk dengan pesona Savero.


Bibir Savero nyaris menempel di bibir Irena. Sayangnya, semua itu harus sirna ketika suara telepon terdengar. Savero memundurkan tubuhnya. Sedikit kesal ketika harus mengangkat telepon di tengah kenikmatan yang akan diraihnya.


Saat Savero menjauhkan tubuhnya, Ivana membuka matanya. Dia malu sendiri ketika tadi seolah mempersilakan Savero untuk menciumnya.


“Ada apa?” tanya Savero kesal pada orang yang berada di seberang sana.


“Kami sudah menemukan Carlos dan Jane. Mereka tidak pernah pergi dari negara ini. Mereka menikmati hidup di kota. Polisi sedang bergerak ke sana.” Karyawan Savero memberitahu.


Savero cukup terkejut. Dia pikir mereka sudah pergi dari negara ini. Namun, ternyata tidak. Kemarin mereka sudah melacak. Sayangnya tidak didapatkan informasi dari mereka. Akhirnya Savero meminta hacker profesional untuk mencari mereka.


“Baiklah, kita bertemu di kantor polisi.” Savero segera mematikan sambungan telepon.


“Ada apa?” Ivana yang mendengar cerita itu merasa begitu penasaran.


“Mereka sudah ditemukan.” Savero menyalakan kembali mobilnya.


Ivana tahu yang dimaksud ‘mereka’ oleh Savero. Siapa lagi jika bukan Carlos dan Jane. Dengan segera Ivana kembali memakai sabuk pengamannya.


Kedatangan Savero dan Irena tepat saat polisi membawa Carlos dan Jane. Hal itu membuat Ivana geram.


“Kurang ajar kamu!” Ivana berusaha untuk menghampiri Carlos untuk memukul mantan tunangan Irena itu.


Carlos dan Jane hanya terdiam ketika Irena marah. Mereka tidak membela diri sama sekali ketika Irena meluapkan kekesalannya.


Savero yang melihat hal itu pun langsung mencegah. Memegangi tubuh Irena. Sayangnya, gadis itu terus meronta. Berusaha untuk meraih tubuh Carlos untuk memberikan pelajaran.


“Sabar, Ren.” Savero menenangkan Irena. “Polisi justru akan menangkapmu karena membuat keributan.” Dia memberitahu Irena.


Ivana langsung menghentikan aksinya. Dia tidak mau sampai dipenjara karena aksinya itu. Yang ada dia akan dapat masalah.


Saat Irena tenang, Savero segera membawa Irena masuk. Mereka ingin mendengar penyelidikan yang dilakukan oleh polisi.


Alangkah terkejutnya ketika mendengar pernyataan Carlos. Ternyata uangnya sudah dipakai untuk berlayar. Menikmati pesta berhari-hari di laut. Beberapa juga sudah digunakan untuk membeli apartemen, mobil, san juga dihambur-hamburkan.


Ivana hanya bisa menggeleng heran. Uang perusahaan sebanyak itu dihabiskan Carlos dan Jane dalam sebulan. Ivana pun memilih tak memberikan ampun. Dia menyerahkan dua orang itu pada polisi. Meminta untuk diberikan hukuman yang setimpal. Berharap dua orang itu membayar semua perbuatannya.


Kini urusannya dengan dua orang itu selesai juga. Ivana bisa bernapas lega karena akhirnya menemukan dua oranh itu dan menjebloskan ke penjara.


Ivana merasa satu per satu masalah yang dihadapi Irena selesai juga. Berharap kelak Irena dapat menjalani hidup dengan baik.