Mrs Billionaire

Mrs Billionaire
Tak Mau Terseret



Polisi langsung ke vila yang di tempati Irena. Di sana mereka menemukan racun yang terdapat di teh. Walaupun teh sudah dibuang, masih ada gelas yang terdapat sisa racun tersebut. Racun itu pun sama persis yang berasa di mulut Irena.


“Silakan ikut ke kantor polisi.” Polisi akhirnya membawa Paman Berto dan Bibi Lania.


“Pak, jangan bawa mama dan papa saya. Ini pasti salah.” Jane berusaha untuk menghentikan polisi.


Polisi mengabaikan Jane. Mereka tetap membawa papa dan mamanya. Jane benar-benar bingung. Dia tidak tahu harus berbuat apa.


Jane mengambil ponselnya. Dia mencoba menghubungi Carlos Dia ingin meminta bantuan pada Carlos.


“Halo, Carlos. Papa dan mamaku ditangkap polisi tolong aku.” Jane meminta bantuan pada Carlos.


“Jane, aku tidak bisa membantumu. Ditemukan racun di tubuh Irena. Jadi jelas itu akan membuat mama dan papamu menjadi tersangka. Aku tidak mau terlibat.”


Jane begitu terkejut. Dia tidak menyangka jika Carlos tidak mau membantunya. “Kamu bilang kamu mencintai aku, tapi kamu tidak mau membantu aku.” Jane selama ini memang menjalin hubungan di belakang Irena. Sejak awal Carlos dan Irena bertunangan, Jane memang sudah menaruh hati pada pria itu. Saat ternyata cintanya berbalas. Akhirnya Jane dan Carlos menjalin hubungan di belakang Irena.


“Aku memang mencintaimu, tapi aku harus berpikir logika. Jika aku membantu orang tuamu, yang ada aku akan terseret. Aku sarankan kamu untuk tidak terlibat. Agar kamu selamat. Jika kamu ikut-ikutan, aku tidak yakin Irena akan memasukkan kamu ke jeruji besi.”


Jane begitu takut. Dia tidak pernah berpikir jika aksi orang tuanya akan berdampak padanya.


“Lalu aku harus apa?” tanya Jane.


“Ikuti saja apa yang aku katakan. Jadi kamu tidak akan terkena imbas dari apa yang dilakukan oleh mama dan papamu.” Carlos memberitahu Jane.


“Baiklah, aku akan dengarkan kamu.” Jane akhirnya setuju dengan yang diminta oleh Carlos. Tak mau sampai dirinya terjebak ke dalam jeruju besi seperti orang tuanya.


...****************...


Savero duduk di kursi yang berada di samping ranjang. Dilihatnya Irena yang tertidur begitu pulas. Savero jelas memerhatikan Irena. Dilihatnya Irena begitu cantik saat tidur.


Saat pertama kali melihat Irena, dia memang sudah menyadari jika memang gadis itu begitu cantik sekali.


“Kasihan sekali dia. Ditinggal orang tuanya. Tinggal bersama paman dan bibinya yang jahat.” Savero tidak tega melihat nasib dari Irena.


Tangan Savero secara impulsif membelai wajah Irena. Namun, belum sampai tangannya sampai ke pipi Irena, gadis itu tiba-tiba membuka matanya.


“Savero.” Ivana terkejut dengan kehadiran Savero.


“Maaf aku membangunkan kamu.” Savero menarik tangannya. Tak jadi membelai wajah Irena.


Ivana merasa aneh dia pun berusaha untuk bangun. Savero segera membantu Irena. Memegangi punggung Irena agar dapat membantu Irena menegakkan tubuhnya.


Ivana merasa terkejut dengan yang dilakukan oleh Savero. Dia segera mengalihkan pandangan pada Savero.


Savero melihat Irena juga. Membuat mereka saling pandang. Jantung Savero seketika berdegup kencang. Ada perasaan aneh yang menyelimutinya.


Hal yang sama dengan yang terjadi pada Ivana. Jantungnya juga berdebar kencang. Ivana ingin bangkit dan menghindari tatapan dengan Savero. Namun, tubuhnya tak bereaksi sama sekali. Justru seolah menikmati apa yang dilakukan bersama Savero.


Apa ini reaksi tubuh Irena yang asli?


Pertanyaan itu menghiasi pikirannya. Dia merasa bingung ketika otaknya tak sejalan dengan tubuhnya.