
Hari ini Ivana sudah kembali ke kantor. Menjalankan aktivitasnya kembali. Dia merasa senang karena akhirnya semua masalah sudah terselesaikan. Tinggal menjalani kehidupan Irena sampai dia bisa terbangun dari tidurnya ini.
Dengan semangat Ivana masuk ke kantor. Sayangnya, dia disambut wajah panik menajernya.
“Nona ... Nona.” Dia memanggil Irena.
“Ada apa ini?” tanya Irena.
“Tuan Carlos telah membobol rekening perusahaan.”
Mendengar kabar itu Ivana terperangah. Bagaimana pria itu bisa melakukan hal nekat itu.
“Bagaimana bisa?” Ivana bertanya.
“Kami baru mengetahui ketika hendak mengecek keuangan. Ternyata selama ini dana itu dikirim secara bertahan ke rekeningnya.”
Mendapati penjelasan itu membuat Ivana lemas. Dia pikir setelah kasus paman dan bibi Irena, semua masalah akan beres. Ternyata masalah baru justru muncul. Tentu saja itu membuatnya begitu bingung. Bagaimana bisa ini lepas dari pengawasannya.
Di saat seperti ini Ivana bingung. Akhirnya, dia segera keluar lagi dari kantornya. Sambil menghubungi seseorang.
Ivana meminta sopir untuk segera pergi ke kantor Savero. Dia tahu Savero punya komputer-komputer canggih yang dapat digunakan untuk melacak.
Sampai di kantor Savero, Ivana segera menceritakan semuanya. Dia meminta izin pria itu untuk meminjam akses komputer milik Savero. Dia ingin mengecek di mana keberadaan Carlos. Dia mengecek CCTV yang berada di bandara. Alangkah terkejutnya jika ternyata Carlos pergi dengan Jane.
“Sepertinya mereka pergi menggunakan pesawat.” Savero melihat jelas CCTV di depannya. “Apa perlu aku cek penerbangan atas nama mereka?” tanya Savero.
“Lakukan.” Ivana mengangguk.
Savero langsung mengecek data penerbangan. Sayangnya tidak ada data atas mama Carlos dan Jane. Ini benar-benar di luar nalar.
“Sial!” Karena sibuk dengan paman dan bibi Irena, Ivana sampai tak mengawasi dua orang itu. Dan tidak menyangka jika sampai uang perusahaan dibawa kabur dan mereka mengganti identitas mereka. Itu mungkin dilakukan agar terhindar dari pengejaran.
“Bagaimana cara aku bisa menjalankan perusahaan jika seperti ini?” Ivana panik. Dia berada dalam kerugian besar. Tentu saja dia bingung harus berbuat apa.
“Aku bisa membantumu. Aku akan mengakuisisi perusahaanmu.”
“Apa kamu gila. Itu adalah warisan satu-satunya. Bagaimana bisa aku memberikannya padamu!” Ivana tidak akan membiarkan Irena tersiksa dengan kehilangan perusahaannya. Jadi tentu saja dia akan melakukan apa pun untuk mempertahankan perusahaan.
“Kamu tetap akan memiliki perusahaanmu itu.” Savero tersenyum.
“Bagaimana maksudmu?” Ivana merasa bingung.
“Jika kamu menikah denganku. Kamu tetap akan memiliki perusahaanmu.”
Ivana membulatkan matanya. Dia tidak menyangka jika ternyata Savero melakukan itu.
“Apa kamu sedang mengambil kesempatan dalam kesempitan?” Ivana benar-benar murka sekali. Dia tidak menyangka jika Savero akan melakukan hal itu.
“Dengar, perusahaanmu membutuhkan dana. Jadi itu adalah pilihan tepat.” Savero menyeringai.
Ivana masih tidak habis pikir. Bagaimana bisa Savero melakukan hal itu. Di saat dirinya terjebak seperti ini. Ini bukan pertolongan, tetapi mengambil keuntungan untuk menolong seseorang.
Dalam hal ini Ivana benar-benar berada dalam dilema. Dia tidak bisa membiarkan Irena kehilangan harta paling berharga miliknya.
Savero menunggu Irena menjawab. Dia sebenarnya bukan hanya sekadar mengambil kesempatan dalam kesempitan. Namun, lebih mempertahankan perusahaan. Dilihat dari orang-orang yang bekerja di perusahaan itu. Jelas ada orang-orang yang akan menjadi duri dalam daging. Jika Savero tidak mengambil alih, dia tidak akan bisa mencarinya. Yang ada perusahaan itu akan semakin hancur.
“Baiklah, aku setuju.” Ivana memilih setuju dengan tawaran Savero. Hanya itu jalan satu-satunya agar bisa menyelamatkan perusahaannya.