Mrs Billionaire

Mrs Billionaire
Bukti



“Apa kamu tidak apa-apa?” tanya Savero.


Ivana tersadar dengan pikirannya ketika mendengar suara Savero. Dia pun menegakkan tubuhnya. Savero masih membantunya untuk menegakkan tubuhnya.


“Terima kasih.” Ivana pun tersenyum.


“Sama-sama.” Savero mengangguk dan kembali mendudukkan tubuhnya di kursi yang berada di samping Irena.


“Apa kamu sudah lama?” tanya Ivana menatap Savero.


“Aku baru sekali sampai.”


“Apa kamu membawa kabar tentang paman dan bibiku?” Ivana begitu penasaran. Bagaimana dua orang tersebut sekarang.


“Iya, kini mereka sudah di kantor polisi.” Savero baru saja mendapatkan informasi dari bawahannya.


“Syukurlah, dengan begitu mereka akan segera mendapatkan ganjarannya.” Ivana senang. Akhirnya orang-orang tersebut akan mendapatkan hukuman atas apa yang dilakukannya.


“Ada yang ingin aku bicarakan juga selain itu.” Savero ragu-ragu mengatakannya. Namun, dia memberanikan diri untuk mengatakan pada Irena. Tadi bawahannya, memberitahu sesuatu hal yang penting selain tentang penangkapan yang dilakukan oleh polisi.


“Apa?” tanya Ivana. Dia begitu penasaran sekali.


“Aku harap kamu kuat mendengar ini.”


Ivana merasa aneh. Apa yang sebenarnya terjadi. Savero benar-benar membuatnya penasaran sekali.


“Aku meminta orang suruhanku untuk menyelidiki semuanya, dan aku mendapati jika paman dan bibimu terlibat dengan kecelakaan yang terjadi padamu.” Savero memberitahu pada Irena apa yang menjadi temuan.


Ivana sudah tahu sejak awal. Jadi dia tidak terlalu kaget. “Aku sudah tahu, tapi tidak ada bukti yang bisa membuktikan hal itu. Sopir truk itu sudah mati.” Terakhir mendapatkan informasi, sopir truk yang menabaraknya sudah meninggal. Jadi Ivana merasa akan sia-sia saja.


“Aku sudah mencari keluarganya. Dari rekening sopir itu ada dana yang masuk dari rekening pamanmu. Itu bisa menjadi bukti.” Savero mengambil sesuatu dari dalam saku jasnya. Kemudian memberikan pada Irena.


Ivana berbinar. Dia segera meraih bukti yang diberikan oleh Savero. Dia tidak menyangka Savero akan mendapatkan informasi berharga ini.


Ivana melihat hal tersebut. Dia tidak menyangka ternyata benar adanya bukti pengiriman uang dari rekening paman Irena. Artinya paman Irena itu dapat dijebloskan ke jeruji besi.


“Ini.” Savero memberikan satu lembar kertas lagi pada Irena.


Ivana melihat kertas yang diberikan Savero. Dia pikir jika hanya satu bukti saja. Namun, ternyata ada dua bukti. Dia pun segera mengecek bukti tersebut. Dia membaca jika ada pengiriman lagi dari bibinya untuk sopir itu. Namun, kali ini tanggal yang tertera adalah tahun lalu. Jadi artinya ada pekerjaan lain yang dikerjakan sopir itu selain sengaja menabarak dirinya.


“Apa maksudnya ini?” Ivana masih bingung. Dia tidak mengerti dengan petunjuk yang diberikan oleh Savero.


“Setahun yang lalu paman dan bibimu meminta sopir itu juga untuk mencelakai orang tuamu. Hingga akhirnya mereka meninggal.”


Tubuh Ivana seketika lemas. Ini adalah reaksi tubuh yang tak bisa dikendalikan oleh Ivana. Seolah ada jiwa lain yang merasakan terluka ketika mendengar kabar itu.


“Jadi orang tuaku juga berusaha dibunuh?” Kalimat itu keluar dari mulut Ivana begitu saja.


“Iya, mereka berusaha membunuh orang tuamu. Karena berhasil membunuh mereka dengan kecelakaan, mereka berusaha melakukan hal yang sama padamu.” Savero mencoba menjelaskan.


Air mata Ivana meluncur. Dia merasa terluka dengan yang dilakukan paman dan bibi Irena. Teganya dia melakukan semua itu pada Irena. Gadis malang itu harus kehilangan orang tuanya karena orang tuanya. Tentu saja itu membuat Ivana menangis.


Savero tidak tega melihat Irena yang menangis. Dia pun segera memeluk Irena. Menenangkan Irena yang sedang menangis.


Untuk sesaat mereka berada dalam kedekatan yang begitu intim.