Melia&Agra

Melia&Agra
jalani seperti biasa



waktu begitu cepat berlalu kini aku sudah menempuh pendidikan 1 semester di genius university, menjalani aktivitas sehari-hari ku di tempat kerja dan di kampus, di dalam 1 semester ini. aku beberapa kali mengikuti olimpiade-olimpiade antara universitas dan yaaa semuanya menghasilkan hasil yang memuaskan, aku dan Chelsea selalu belajar dengan giat dan tekun agar IPK kami terus meningkatkan semua tugas tugas yang di berikan oleh dosen pembimbing tak pernah kami tumpuk kami selalu mengerjakannya dengan tuntas.


hari ini cukup pagi ini cukup melelahkan bagiku bagaimana tidak selain membersihkan beberapa ruangan aku juga harus membantu anak anak magang di kantor ini untuk mengetik dan sesekali mengantarkan berkas dari lantai ke lantai dengan menggunakan tangga


"liaaa...". panggil ibu Dewi


" iya Bu ada apa?"


" hari ini ada meeting dadakan yang akan di adakan 1 jam lagi tolong bersihkan ruang meeting yang ada di lantai empat yaa


dan sekalian kamu ambil makanan (Snack) dan minuman yang akan di hidangkan pada saat selesai rapat di toko roti sebelah yah".


" baik bu akan segera saya kerjakan".


Aku berlari dari lantai dua menuju lantai satu untuk mengambil beberapa alat kebersihan seperti kain lap, kain pel, ember dan cairan pembersih, aku berjalan ke arah lift untuk menuju ke tempat meeting tapi sayangnya ada beberapa orang penting yang akan memasuki lift (salah satunya Bu Dewi) tidak mungkin aku menerobos masuk lift di tengah-tengah orang penting tersebut, akhirnya aku memilih menaiki tangga. Ini sungguh melelahkan biasanya kalo menuju lantai 3,4, dan 5 biasanya aku menggunakan lift agar lebih cepat dan tidak repot menggunakan tangga, namun sekarang itu tidak mungkin, agar tidak terlalu lama membuang waktu aku menggunakan tangga


sesampainya di ruang meeting aku membersihkan setiap sudut ruangan dan merapikannya, Bu Dewi datang untuk memantau ku dan melihat apa saja yang kurang dalam ruangan tersebut


"liaa, itu gordennya di ganti aja yaa, di gudang ada beberapa gorden baru dalam kotak besar berwarna hitam, tolong di ambil segera ya".


"baik bu, adakah hal lain yang mau saya bawakan di bawah Bu?".


"hanya kotak itu saja dulu karna kotak itu besar kamu tak akan sanggup jika membawa peralatan lainnya, biar saya suruh pak obem saja nanti". pak obem adalah salah satu OB di kantor


" baik bu.


kalo gitu saya permisi dulu".


Aku membawakan kotak besar berwarna hitam yang di suruh oleh Bu Dewi, dan untung nya kondisi lift kosong dan dapat aku gunakan untuk kembali ke tempat meeting, aku mengganti semua gorden lama menjadi gorden baru yang cantik. melihat semua rapi saya beserta 2 OB perempuan lainnya di perintahkan untuk mengambil Snack (makanan) dari toko sebrang, sebelum rapat di mulai.


kami meletakkan makanan di setiap Barisan kursi yang di mana kursi tersebut sudah di duduki oleh para atasan atasan, manejer hanya satu kursi lagi yang kosong itu adalah kursi CEO yang belum hadir, tidak memperdulikan itu aku segera pergi dari ruang rapat tersebut setelah turun kebawah aku membuka lift karena buru buru aku menabrak seorang pria, beberapa berkas yang di bawa pria tersebut jatuh berantakan


" maaf pak, maaf". aku berulang kali minta maaf kepada pria tersebut tanpa melihat siapa yang ku tabrak,sekalian mengambil berkas berkas yang berserakan tadi)


aku hendak memberikan berkas tersebut sampai aku melihat siapa yang ku tabrak tadi "I-ini pak".


"haa looo??". Aku melihat pria itu yang ternyata adalah agra


"kenapa Lo? terkejut? lain kali liat liat kalo jalan".


"M-maaf gue ga sengaja".


" gue maafin


Lo cleaning servis disini?".


" I-ya, Lo karyawan baru ya?".


"guee? karyawan?". Agra menunduk sedikit dan berbisik. "Lo dah berapa lama kerja disini sampai bos disini Lo ga tau".


"maksud Lo apaan?


gue baru 6 bulan kerja disini".


" kenalin gue agra putra Dentara". Agra menjulurkan tangannya dan hendak bersalaman dengan ku


"gue tau kali nama Lo Agra".aku menepis tangan Agra


"gue belum selesai ngomong bego,".


" aneh bener loh. Ya ga mau sombong sih tapi sesuai nama perusahaan ini yaitu grup Dentara, Lo tau kan artinya apa?".


" to the point aja ga usah buat kode gitu gue ga ngerti".


"duuhh emang yah, susah ngomong sama orang kek Lo


sesuai dengan nama perusahaan "grup Dentara" dan nama gue agra putra Dentara ini berarti ini perusahaan milik gue. kenalin gue bos loo".


"haa? lo serius?".


" dah ah gue mau mimpi rapat minggir Lo". Agra mendorong ku agar tidak berdiri di depan lift


"dihhh songong bener, dasar kades". kakak judes


aku berjalan menuju ruang peralatan kebersihan dengan mulut yang masih komat Kamit karena kesal dengan kak Agra, sampai akhir aku berjumpa dengan perempuan paruh baya salah satu cleaning servis bagian luar Perusahaan aku sering memanggilnya dengan panggilan mbok Rani


"neng kenapa kek kesel gitu mukanya?". kata mbok Rani


"Tadi saya jumpa kating saya mbok, saya kesel sama dia karna belagu gituu, masa dia dorong saya karna mau masuk lift untuk rapat".


"emang katingnya siapa neng kok bisa jumpa disini? karyawan disini ya?".


"namanya Agra mbok". belum selesai bicara ucapan ku di potong oleh mbok Rani


"Agra putra Dentara ya neng? itu mah CEO perusahaan ini neng, dia bos kita, harus hormat sama dia neng".


"emang ia mbok?? saya kira tadi dia bercanda mbok soalnya dia juga bilang gitu".


"duhh neng lain kali jangan gitu yaa, ntar di pecat loh".


" hehe iya mbok saya ngerti sekarang.". Melia masih belum bisa percaya dengan apa yang di bilang sama mbok Rani.


sementara di ruangan lain Agra memulai rapatnya dengan baik sampai rapat tersebut selesai dan para cleaning servis di perintahkan untuk membersihkan ruangan tersebut, aku membersihkan beberapa kotak makan dari atas meja rapat.


'pantas ni cewe ga bisa ikut beberapa organisasi ternyata jadi cleaning servis di perusahaan gue, kenapa dia sampe kerja disini yaa? apa orang tuanya tega lihat dia kerja berat sambil kuliah gini?' ||batin Agra||


setelah selesai membersihkan ruangan itu aku segera pulang bersiap siap untuk pergi ke kampus, tapi sebelum pergi aku sempat bercerita tentang kak Agra kepada Chelsea di asrama. Chelsea tidak terlihat begitu terkejut melainkan biasa biasa saja ketika aku bercerita bahwa agar adalah pemilik perusahaan grup Dentara


"chel gue masih belum yakin loh dia pemilik perusahaan itu,".


" huuuuhh.


kenapa ga yakin? aku sih ga tau ya dia pemilik perusahaan itu tapi aku dah tau dia adalah salah satu anak konglomerat dan salah satu anak yang menginvestasikan sebagian besar dana ke genius university".


"Lo kenapa ga bilang gue, gila Lo nyimpen gosip sendiri".


"yaelah gua aja baru tau ini 4 bulan yang lalu, dan itu pas kita lagi sibuk untuk mengikuti olimpiade ga sempet gue kasih tau".


" ohhh yaudah deh, gue mau berangkat dulu baayyy".


"ntar kalo dah siap kelas hubungi gue, kita mau pergi soalnya".teriak Chelsea


" iya iya gue kabari ntar".


sekitar jam 5 sore aku berangkat dengan berjalan kaki ke kampus, kebetulan sekarang malam Sabtu yang berarti ini adalah hari terakhir dalam Minggu ini ke kampus, oleh sebab itu aku di ajak Chelsea untuk keluar nanti malam. sebenarnya sedikit malas untuk keluar di saat seperti ini melia ingin sekali tidur lebih cepat, karna kesempatan nya tidur cepat dalam satu Minggu hanya pada saat malam Sabtu, tetapi ini adalah permintaan Chelsea yang walaupun sudah berusaha menolak pasti tetap bakalan di oasa untuk pergi