
Hari itu membuat ku semakin dekat dengan kak Agra walaupun sikapnya yang kadang tak menentu dan sering membuat kesal kalo di lihat lihat kak Agra memang seorang yang dingin ga jutek tapi dia mempunyai sisi yang ramah dan peduli dengan orang lain, akan tetapi itu hal itu sulit di lihat oleh orang orang di sekeliling kak agra
"Liaaa....", panggilan itu membuat Melia tersentak kaget dari lamunanku. "Mikirin apa sih??".
"G-gaa, ga mikirin apa apa kok".
"Mikirin kakak ganteng yah?".Ucap Chelsea yang sontak membuat Melia kaget karna tebakannya benar sekali tapi ntah ada apa dengan Chelsea yang harus pake kalimat *ganteng*.
"Uuuueeeekkk apa apa sin ngapain coba ngaco Lo", jawab Melia mengelak
"Hehehe...
oh iya 2 bulan lagi akan ada mahasiswa baru dan kita harus segera cari tempat tinggal".
" Ooo iya iya gue hampir lupa karna sangking sibuk dengan pekerjaan dan urusan aksi dana utk kegiatan berbagai.
Lo dah ada dapat tempat gitu??
"Melia... gue sama sibuknya sama Lo, Lo pikir gue sempat?".
"Oo iya juga yaa heheh maaf lupa".
"Ohh iya Mel,,, aku mau bilang sesuatu".
"Ya tinggal bilang aja kale, ga usah minta izin dulu".
"Heheehe",Chelsea terkekeh kecil "Kakak aku mau pindah ke Jakarta".
"Yaa bagus dong bisa dekat sama kakak Lo gimana sih trus yang buat muka Lo murung gitu napa".
"Meliaaa kakak gue mau pindah kesini itu artinya gue bakal tinggal sama dia. dan bakal beda tempat tinggal sama Lo, kita ga bakal sama lagi liaaaaa".
Hening seketika dalam ruangan itu, Melia terdiam sejenak mendengar satu persatu kata dari Chelsea, mencoba untuk menahan rasa sedih itulah yang dilakukan oleh Melia saat ini
"Aahh udah lah ga papa kali kan toh juga di kampus bisa ketemu kan",kata Melia membuka suasana. "Nanti kan bakal di satuin juga jadwal masuk kampus bagi yang sudah jadi senior jadwal kita sama deh bisa ketemu tiap hari". Kata Melia melemparkan senyum manisnya.
Di genius university memang seperti itu tiap naik semester pasti jadwal masuk kampus bagi yang sudah jadi senior di satukan tidak ada pembedaan kelas pagi, sore dan malam, dan asrama juga sudah di berikan sepenuhnya bagi mahasiswa baru jalur Beasiswa
"Kalo gitu nanti temani gue ya cari tempat tinggal, biar sekalian Lo sering sering nanti singgah di tempat gue",lanjut Melia.
"Iii-yaa pasti, gue pasti temani Lo". Chelsea memeluk erat Melia.
...----------------...
Sinar matahari yang sudah bangkit kembali menerangi bumi muncul dari sela sela jendela asrama, hari bersih bersih kali ini harus cepat di selesaikan ya ini adalah hari Sabtu hari yang sangat sibuk bagi Melia dan Chelsea tidak tau dengan yang lainnya apakah sama atau tidak, bergegas bersih bersih dan pergi ke pasar untuk membeli bahan masak di asrama sudah biasa di lakukan tapi berbeda dengan hari ini, untuk Sabtu kali ini dengan menghemat waktu sepulangnya dari pasar Melia dan Chelsea keliling kota Jakarta untuk mencari tempat tinggal baru untuk melia berbagai tempat kami jalani akan tetapi tidak ada yang cocok sebagai tempat tinggal Melia, di bawah teriknya matahari kami berteduh di sebuah taman dekat dengan kantor Melia,
"Chel Lo capek ga??",tanya Melia.
"Kamu nanya??", jawab Chelsea mengejek.
"Huhhhhhhtt", Melia menghembuskan nafas kasar mendengar jawaban dari Chelsea, nyesel gue||batin melia mengelus dadanya.
"Nanti kalo ga dapat di sekitar sini kita cari yang agak jauh gimana??",tanya Chelsea
"Yaaa gue sih oke oke aja asal ga ngerepotin Lo".
"Bestiiiii ,
gue ini sahabat yang baik cantik perhatian serta rajin menabung
"Hemmmm terserah Lo deh".
...----------------...
Melihat Melia dan Chelsea dari balik kaca di lantai 3 kantor tampak lelah dan kepanasan, Agra turun dan menghampiri mereka
" Lo berdua ngapain" . Tiba tiba suara Agra memecahkan keheningan antara Chelsea dan Melia.
"berenang", jawab Melia asal.
" kok disini??kan ga ada kolam".
"Kaka Agra yang ganteng kok mau sih percaya omongan Melia yang asal",ganteng ganteng kok bego pikir Chelsea.
"Kalian di sini ngapain?",tanya Agra lagi.
"Kita lagi neduh kak, habis Keliling nyari kos kosan". Chelsea tetap menjawab pertanyaan dari Agra, sementara Melia hanya diam tak bicara apa apa.
"Ooo, gue di Luan".
Agra pergi meninggalkan Chelsea dan Melia, Chelsea yang terlihat geram karena Agra hendak bangkit dari duduknya dan mencabik cabik wajah Agra untungnya Melia menahannya
"Biarin aja chel".
"Kesel gue.... hanya gitu doang?? gue pikir bisa ngasih solusi tadi makanya nanya nanya aneh bener, ganteng ganteng nyebelin".
"Melia hanya tersenyum miring karena ia sudah tau bagaimana sikap Agra yang terkadang ramah dan terkadang cuek tak peduli".
Melihat jam sudah menunjukkan pukul 1 siang Chelsea dan Melia pulang ke asrama, dan segera bersiap-siap untuk ke kampus lagi mengikuti organisasi kerohanian,
...----------------...
Pertemuan ini cukup berbeda, Karen disini kami tidaklah membicarakan tentang bazar lagi akan tetapi ini merupakan perdana untuk aksi dana . kegiatan ini sangatlah menyenangkan karna dapat berbagi dengan sesama manusia yang membutuhkan
"Lo dan Chelsea ikut gue ambil barang yang akan di bagiin". Kata Agra tiba tiba berada di samping Melia.
"Ga gue ga mau ikut kak Agra Melia aja". Tolak Chelsea.
"Serah". Agra menarik tangan Melia yang tampak bingung dan heran bukan hanya dia tetapi banyak orang yang ada disitu memperhatikan Agra dengan heran .
"Lepas gue bisa jalan sendiri". Kata Melia menghempas tangan Agra.
Agra memberikan banyak kotak kotak kecil , dan tidak terlalu berat jika di bawa oleh seorang perempuan, akan tetapi kenapa harus Melia yang turun tangan? kenapa tidak orang lain saja atau pria yang lebih kuat dan bisa membawa lebih banyak kotak.
" Kenapa ga suruh orang lain sih kak?",rengek Melia.
" Lo bawahan gue".
Kalimat itu sontak membuat Melia terdiam apa hubungannya dengan bawahan? itukan berlaku di kantor tidak di kampus, namun Melia tak berani bicara dan hanya menurut saja
"Menyebalkan, ih dasar kades". Kata Melia pelan agar tak di dengar oleh Agra.
"Bawa aja ga usah komat Kamit tu mulut".
Melia membungkam mulutnya tak percaya, padahal ia sengaja berbisik pelan agar tak di dengar olehnya tapi tetap saja tidak ada gunanya, Melia tak berani lagi membuka mulut bahkan untuk berbisik, keheningan menyelimuti suasana ketika Agra dan Melia berjalan dari koridor menuju tempat organisasi, dan ntah lah bagaimana, rasanya gedung itu semakin jauh karna bersama dengan agra