
Di klub teman teman Gio termasuk Anya and the gank menanti nanti kedatangan Gio
" Dari mana aja Lo? tumben lama amat". kata Bram
" Muka Lo kek ga enak gitu kelihatannya kenapa Lo?". tanya Tino
" Cewe sialan itu". Gio menjawab singkat pertanyaan dari Bram dan Tino sambil menuangkan bir kedalam gelas nya sampai full dan menegu bir tersebut sampai habis, yang membuat kedua teman nya itu kebingungan
" Siapa? mantan Lo?". kata Tino
"Mantan yang mana No Gio kan punya banyak mantan". kata Bram asal ceplos membuat Gio semakin kesal
"Issh.. Lo bisa diam aja ga!!". kata Tino mengerti raut wajah Gio yang makin kesal terhadap Bram
" Ya maap lagian gue kan ga tau".
" Melia nolak ajakan gue buat jalan bareng".
Mendengar itu Anya yang sedari tadi diam bersama kedua temannya kini angkat bicara.
" Cewe kek dia nolak ajakan Lo? Lo bilang Lo keren". kata Anya tersenyum meremehkan Gio
" Eh Lo jangan asal ngomong yah! di mana mana semua butuh proses, emang kayak Lo yang butuh apa apa yang mau capai apa apa tinggal minta papi, cuih dasar anak papi". kata Tino berhasil membungkam mulut Anya. sementara Bram dan Gio Tersenyum puas.
"Cihhh, jaga ya ucapan Lo yaaa!!!!. Lo ga punya orang tua yah makanya bilang gitu!!!". kata Biangka membela Anya
Tino hanya menggeleng kepalanya sambil tersenyum remeh terhadap Biangka
"Udah udah Lo pada kok jadi berantam sih, sekarang yang harus di bahas tu soal Melia bukan orang tentang orang tua Anya". ucap Rosa yang dari tadi diam mendengar perdebatan Biangka dan Tino
"Jadi gimana Gi, Lo tetap bakalan lanjut dekatin Melia?". tanya Bram
"Gue bakal dapetin dia!! dan gue mau ngasih sedikit pelajaran nantinya karna tu anak dah songong banget sama gue". ucap Gio dengan penuh penekanan
"Gue harap Lo bisa secepatnya ngambil hatinya Melia, Karna gue ga mau Melia dan Agra semakin dekat nantinya". kata Anya menyakinkan Gio
Gio tersenyum lebar "Lo tenang aja".
...****************...
Pagi hari sebelum masuk kampus Melia pergi ke sebuah Toko roti jaraknya cukup dekat dengan kampus, ia memilih beberapa roti yang menurutnya dapat menahan lapar sampai beberapa jam kedepan, setelah memilih 3 roti ya g berbeda ia membayar dan kemudian berangkat ke kampus,tapi belum sampai di gerbang kampus ia di cegat 2 orang yang tampak seperti preman
"Eitsssss mau ke mana? kalo lewat sini bayar dulu dong!". kata salah satu preman itu
" Ini jalan umum bukan jalan pribadi ngapain aku harus membayar sama kalian!". kata Melia dengan tegas dan lantang
" OOO jadi Lo ga mau bayar!?,sini tas Lo!!!". kata preman yang satu lagi
" Gaaaaa!!! apaan sih lepas!!
tolonggg tolongggg......., awwww aaa sakit banget". Melia terjatuh di dorong si preman tapi tasnya masih belum berhasil di ambil oleh preman
" kasih tas looooo!!! ". preman tersebut merebut tas yang masih di pegang oleh Melia.
*Buuuugghhhhl* Gio tiba tiba datang dan menarik tubuh si preman yang hendak mengambil tas Melia, lalu menghajarnya
" Lo berdua jangan beraninya sama cewe!!," kata gio
" Lo siap jangan ikut campur urusan kita, mending Lo cabut sebelum kita hajar!,".
" brengsekkkkk!!!". *buuugggh..... buughk* Gio melawan para preman terjadi perkelahian sengit antara gio dan preman sampai teman teman Gio datang dan membantu gio, para preman itu akhirnya menyerah dan memilih untuk kabur, Melia yang khawatir langsung berlari dan menemui gio yang terlihat sedikit babak belur
" Kaaakk... kakak ga papa?". tanya Melia khawatir
"Ga gue gapapa ko lo tenang aja". kata gio
" Tapi ini luka kak, gue bantu obatin yah".
Melia membawa gio ke UKS kampus dan mengobati luka luka di wajah gio. || kak gio ga seburuk yang Chelsea cerita_in kalo emang dia pembuly kan ga mungkin sampai mau babak belur kayak gini apa lagi demi aku yang bukan siapa siapa kak gio|| batin Melia
"Aakhhh". gio meringis kesakitan
"Sakit yah?, Di tahan yah bentar lagi kok ini tinggal ngolesin obatnya di sebelah sini doang".|| luka kecil gini aja dia sakitan, gimana dia jadi seorang pembuly|| batin melia.
" Kak gue minta maaf yah, gara gara gue kakak jadi babak belur begini".
Gio tersenyum "Ini bukan salah Lo kok , ga usah minta maaf gitu".
"Ya salah gue lah orang gue yang di ganggu sama preman preman itu tapi yang di gebukin malah kakak".
"Yakan emang Lo mau gitu yang di gebukin?".
"Ya engga sih tapi tetap aja salah gue kaka jadi babak belur gini".
Teman teman Agra datang ke UKS berserta dengan Anya dan teman temannya
"Gimana Gi Lo dah ga papakan?". tanya Bram
"Udah gue aman ko".
"Duhhh ternyata ada cewe kampung di sini pantas hawanya panas gitu". kata Anya
" Eh biangka jangan ngomong sembarangan, ini bukan salah dia jadi jangan bilang dia cewe sialan". ucap Gio membela Melia
" Kak... Lo udah ga papa kan?, biar gue bisa pergi". kata Melia yang sedari tadi menahan emosi terhadap Anya dan teman temannya
Gio mengangguk "Udah gue baik baik aja, Lo pergi aja biar sisanya teman gue aja yang urus". Melia pun keluar dari UKS
" Jadi gimana rencana gue? Berhasil kan? dan pasti cewe kampung itu bakalan merasa berutang Budi sama Lo". Anya tersenyum puas
"Loh jadi ini rencana Lo Nya?". kata Tino
"Kalo iya kenapa? toh juga kan rencana gue membuahkan hasil".
"Tapi Lo dah buat gio terluka gini Nya!!!". kata Bram
"Udah gue gapapa Bram, Mudah untuk gue melawan preman suruhan Anya tapi demi dapat perhatian dari Melia ya emang harus gini".
"Pantes Lo melawannya tadi kayak ga biasa". kata Tino
"Udah-udah toh juga hanya luka gitu doang, sekarang yang menjadi pembahasan kita ialah apa rencana selanjutnya".
"rencana selanjutnya Lo serahin aja sama gue,
gue tau harus ngapain setelah ini". kata Gio
"Bisa ga sih kita ga lama lama disini mau muntah gue, bau obat disini menusuk banget".kata Rosa yang sedari tadi menahan diri untuk memuntahkan isi perutnya yang sepertinya ingin keluar semua
"yaudah yok cabut, luka Lo ga parah kan? kalo makin parah kasih tau sama gue, gue biayain pengobatannya nanti. kata Anya
" ini ga seberapa kali, tenang aja, cabut aja sana ntar teman Lo muntah lagi". Anya dan teman temannya pun pergi dari UKS.
Sementara di perpustakaan Chelsea sudah menunggu kehadiran Melia yang dari tadi barang hidungnya belum juga muncul baik itu di kelas nya maupun di perpustakaan
"heiiii... sory gue telat". Melia akhirnya datang
"Dari mana aja sih?, biasanya Lo memang telat tapi ga setelat ini
Lo ga papa kan?".
"Tadi gue beli roti dulu buat sarapan pas mau jalan ke kampus eh ada preman".
"Preman? Lo ga diapa apainkan?". Chelsea langsung memotong perkataan Melia karna merasa khawatir.
"Gue sih gapapa tapi...".
"Tapi kenapa?ada apa?".
"Kak Gio babak belur di buat sama preman karna nyelamatin Gue".
"Kak Gio? dia nyelamatin loo sampe babak belur?."
" iya emang kenapa?".
"ga kenapa sih cuman ya gue heran aja katanya kak Gio itu pembuly, dan juga suka melakukan kekerasan. kok dia bisa punya hati buat bantuin Lo?
"kayaknya kak Gio bukan orang yang seperti itu deh chel, soalnya dia kelihatannya lemah gitu, ya ga mungkin kan dia mampu membully sementara dia sendiri lemah".
"Benar juga sih. dah ahk baik sekarang Lo pilih buku Lo ntar lagi masuk kelas".
"iya iya tungguin gue ya, gue cari buku gue dulu".
"heeeemm cepatan jangan lama lama ntar lagi mau masuk kelas".
Setelah mengambil 2 buku yang berhubungan dengan psikologi Melia dan Chelsea segera bergegas untuk masuk kelas mereka dan mengikuti pembelajaran dari dosen. 1 jam berlalu dan pembelajaran selesai.
"Gila laper banget gue". Melia melihat jam tangannya yang kini mengarah ke angka 12:40 yang artinya ini adalah waktu untuk makan siang.
chat Chelsea
chel....
woi
dah kelas Lo dah
selesai belum?
^^^ini baru aja dosennya^^^
^^^keluar kenapa emang?^^^
makan yuk laper gue
^^^okey^^^
^^^kita jumpa di kantin aja ya^^^
siapppp
Melia pun bergegas pergi ke kantin dan begitu pula dengan Chelsea ia juga saat ini sedang merasakan lapar karna serapannya dari rumah tadi hanyalah buah dan susu saja