
...Telegram ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Untuk teman saya dan adik-adik mahasiswa seluruh nya
kita di harapkan untuk menghadiri sosialisasi yang di adakan oleh tim persatuan kepolisian ***pengumuman ini khusus untuk kita yang statusnya semester 6 kebawah, sosialisasi ini akan di adakan hari ini kita sebagai mahasiswa harus berkumpul semua di gedung utama genius university pada pukul 13:00
sekian informasi ini yang saya terima selaku dewan perwakilan mahasiswa genius university***
...Chelsea...
...****************...
liaaa...
oii
woi Jamet kemana sih ni anak
liaaa
Chelsea cemas melihat chat darinya tak kunjung di lihat oleh Melia tanpa pikir panjang Chelsea langsung menelpon Melia beberapa kali
call Melia
halo Chelsea ada apa?
^^^halooo liaaa, akhirnya ^^^
^^^Lo angkat juga. ^^^
^^^kata Chelsea dengan nada^^^
^^^ tidak beraturan^^^
^^^Lo harus liat Tele cepetan^^^
ntar gue liat dulu
yaelah ini beneran chel jam 1??
Kata Melia setelah melihat pesan yang di kirim 8 menit yang lalu
Pesan itu terlihat oleh seluruh mahasiswa genius university. Pesan yang di sampaikan oleh salah satu kating yang berumur 3 tahun di atas ku atau setara dengan semester 6 di perkuliahan .membuat beberapa mahasiswa membuka lebar matanya setelah melihat pesan tersebut ada yang benar benar malas datang pada siang bolong, ada yang semangat karna bertemu dengan crush yang selama ini beda jadwal dengannya, ada yang sudah tau tujuan dari sosialisasi itu di adakan dan juga ada yang merasa ada yang tidak beres dengan sosialisasi itu
sekarang dah jam 12:20
gimana dong.
kata Melia cemas cemas
^^^ga tau pokoknya cepetan^^^
^^^ ini penting!!!^^^
mmm
iya iya ntar gue tutup
telponnya biar gue siap siap
Dengan kecepatan kilat melia membereskan alat alat kerjanya dan memilih untuk membersihkan diri di kamar mandi milik perusahaan agar lebih cepat, Melia izin kepada Bu Dewi dengan nada yang tergesa-gesa tanpa di sadari caranya meminta izin kepada Bu Dewi di perhatikan oleh Agra sekilas, dengan izin Bu Dewi Melia lari sekuat tenaga menuju jalan raya dan hendak menunggu angkutan umum yang lewat namun entah nasip sial apa yang di alami oleh Melia butuh waktu sekitar 7 menit untuk sampai ke kampus bila menggunakan angkutan, bagaimana jika lari saja(hal itu sempat terpikirkan oleh Melia yang tak kunjung mendapatkan angkutan tapi dengan lari itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke kampus)
"Arrrggghhhh....
"Tinnnnnnnnnnnn tinnnnn". suara itu memecahkan keributan yang ada di dalam pikiran Melia.
"Mau ke kampus kan? ayo!".
Itu ka Agra, tanpa mikir panjang langsung naik ke motor kak Agra. Ia mengendarai motornya dengan kecepatan yang tinggi.
"Kak... Lo mau ngantarin gue ke kampus atau ke surga sih?". tanya ku dengan suara yang kencang
"Bukan ke duanya
tapi ke neraka". Balas kak Agra
"Dihhh seremmmmm".
"Kalo Lo mau nyampe ga usah ribut diem aja". Melia memutar mataku malas mendengar kalimat itu dari ka Agra
Tidak berlangsung lama kami sampai di parkiran kampus yang sudah di penuhi banyak mobil dan motor hingga membuat motor kak Agra harus berada di luar dari parkiran kampus,
"Kak makasih". Tanpa menunggu balasan dari kak Agra aku berlari secepat mungkin menuju gedung utama kampus, dan mungkin nasib sial terus menyertai Melia.
"Aduhhhh". Katanya yang beranjak beberapa langkah dan menabrak seseorang.
"Awwwwww sakit banget, Loo buat yaaa!!!!!
eehh Lo lagi Lo lagi". Kata kak Anya setelah menyadari bahwa Melia adalah orang yang pernah menabraknya
" Aa-aaa maaf ka aku ga sengaja".
"Heeeee!.... buta maaf Lo ga berlaku". Katanya teman sebelah kanan kak Anya sambil mendorong Melia)
Dorongan itu membuat ku mundur kebelakang dan hampir saja mengenai tiang, tiba tiba ada tangan yang menahan ku agar tidak terantuk ke tiang tersebut, ka Agra.... ya kak Agra adalah orang yang menahan ku.
"Kalian bertiga apa apaan sih, ngapain ngedorong dia?!!".
" Agra ku yang ganteng ini semua tuh salah dia, dia nabrak aku". kata kak Anya dengan manja ke kak Agra.
"Loo semua yang salah!!
ngapain Loo jalan sambil Selvi Selvi gitu?!! norak tau ga!!!
dan yaaa! jangan pernah Lo panggil gue dengan sebutan itu, gue najis dengarnya, CEWE GUE MARAH !!".
Selain besti bestinya kak Anya aku juga kaget mendengar kalimat terakhir kak Agra, yang aku pikirkan kak agra punya cewe? pria yang bersikap dingin dan tiba tiba menyebalkan itu bisa dapat cewe?||batin Melia.
" ayooo....". kak Agra langsung menarik tangan ku tanpa aba aba.
" Lo jangan ladenin orang orang centil kek mereka". Sontak Melia terkejut dengan tarikan tiba tiba itu.
"Whaaattttttt, apa apaan coba Agra buat gitu( kata Anya)
"Iiiiiiii sebel banget desssss". Kata teman Anya yang berada di samping kirinya dan yang kanan hanya mengangguk setuju.
"And wait??? cewe gue?? Agra punya cewe gitu iiiiii kok Agra jahat banget sihhhh". kata teman Anya yg di sampingkanannya.Sementara Anya berpikir pikir tentang siap cewe yang di maksud Agra".
...----------------...
Kami di kumpulkan di gedung utama genius university dan duduk sebelum aku menemukan tempat duduk ku, aku masih bertanya tanya tentang sosialisasi apa ini? kenapa infonya tiba tiba gini?
dan kenapa banyak polisi yang berpencar?, yaa Melia tau ini di adakan oleh pihak kepolisian tapi ini di luar dugaan ku ku pikir hanya perwakilan polisi saja seperti 3 atau 5 orang gituuu, tapi tidak ini bahkan lebih 15 orang polisi dan beberapa TNI, tidak mau memikirkan terlalu panjang aku akhirnya menemui Chelsea yang berada tidak jauh dengan ku , aku bercerita panjang dengan nya dan ya baru aku ketahui sedikit info tentang sosialisasi ini melalui Chelsea
Kalo dari info yang di terima oleh Chelsea dari kakaknya yang notabennya lulusan dari Genius university menyatakan apabila sosialisasi itu terjadi akan ada pengeledahan besar besaran. ini memang di adakan rutin setahun sekali tetapi tidak pernah ada yang tau karna hari dan tanggal tidak pernah di tentukan makanya beberapa orang mendadak kaget saat pengumuman itu terjadi,genius university adalah universitas yang di wajibkan untuk disiplin, dan taat aturan-aturan yang berlaku salah satu aturan yang harus di taati adalah tidak membawa barang yang tak pantas di bawa ke kampus atau bahkan ke asrama contoh barang itu seperti narkoba (atau sejenisnya) dan senjata tajam (pistol api). Sosialisasi ini bukan hanya memeriksa barang barang mahasiswa tetapi juga melakukan beberapa tes terhadap mahasiswa untuk mengetahui apakah dia pecandu narkoba atau bukan. mungkin inilah yang menyebabkan para polisi datang dengan jumlah yang banyak