Melia&Agra

Melia&Agra
Dekat dengan Gio



Setelah Chelsea pulang dari rumah Melia, Melia terasa sedikit lebih lega karena mengetahui keadaan ayahnya yang sekarang sudah dirawat dengan baik oleh dokter dan di urus sama Tantenya. Terlebih lagi Chelsea datang untuk memberikan semangat dan dukungan kepadanya. Saat ini, Melia tengah merebahkan dirinya di kasur, tiba-tiba HPnya berbunyi. Melia mengangkat hp yang tidak tergeletak jauh di sampingnya, ia Melia pesan masuk yang dikirimkan oleh Gio


chat gio


iya gapapa kok


oh iya besok ada waktu gak?


Melia berpikir sejenak awalnya ia ingin berbohong pada Gio tapi Melia tak tega karna Gio pernah membantunya


^^^...besok hanya ke ...^^^


^^^kampus doang kak.^^^


^^^kenapa yah?^^^


besok ikut aku


mau ga?sehabis


ngampus, cari angin gitu


sambil jalan sore


^^^okey kak^^^


sampai jumpa besok


Melia tak banyak berpikir kemana Gio akan membawanya,ia selalu berusaha untuk tetap positif thinking dan tidak memikirkan apa yang di katakan oleh Chelsea tentang Gio.


...****************...


Keesokan harinya Melia berada di kampus dan mahasiswa lainnya. Selama kelas berlangsung mulai dari jam 9 pagi hingga 3 sore Melia berusaha mencermati pembelajaran yang diberikan dosen. Setelah kelas selesai Gio datang menemui Melia yang sedang beberes beberapa bukunya.


"Udah beres belum?", tanya Gio.


"Udah kok".


"Kak...


kita mau kemana?", tanya Melia sesampainya di parkiran kampus.


Mereka pun berangkat, 15 menit berjalan Melia dan Gio sampai di sebuah taman. Taman itu sangat asri banyak berbagai jenis bunga dan air mancur, di tengah taman itu juga terdapat cafe kecil.


"Kita sampai",Kata Gio sementara Melia hanya sibuk terpana dengan bunga bunga warna-warni yang indah tertata di taman itu.


"Kesana yukk", ajak Gio menggenggam tangan Melia, sementara Melia hanya menurut dan mengikuti ke mana arah perginya Gio.


"Bukk mau mesan dong", Kata Gio setelah sampai di cafe dan memanggil Ibu-ibu pelayan cake kecil itu.


"Mie gorengnya satu Bu, eh Lo mau pesan apaa??", tanya Gio kepada Melia.


Melia yang sedari tadi diam akhirnya menyaut,"Samain aja kak" jawab Melia.


"Gimana Lo suka ga tempatnya?".


"Iyaa kak aku suka".


Meraka berdua menikmati sore hari menjelang malam di taman tersebut sambil menyantap mie yang disiapkan oleh pelayan cafe. Suasana di taman tersebut tetap dapat memanjakan mata karena walaupun malam lampu lampu dari berbagai bentuk seperti bintang, bulan, kupu-kupu dan lain sebagainya menghiasi taman itu. Melia dan Gio kini saling membuka topik masing masing agar tak ada keheningan diantara mereka di tengah tengah tempat yang kini ramai dan ribut.


Melia dan Gio pun semakin akrab, Melia membuang pikirannya tentang apa yang di ucapkan Chelsea kepadanya mengenai Gio.


Tidak terasa malam susah semakin larut Gio pun mengantar Melia pulang, di perjalanan tubuh Melia menggigil walaupun sudah memakai jaket, mungkin itu karena iklim saat ini.


"Lo kedinginan??",Melia hanya mengangguk.


"taro aja tangan Lo ke dalam kantong jaket gue biar ga terlalu dingin". Melia hanya menurut dan tidak mau membantah karena saat ini dia benar benar sangat kedinginan.


"Makasih ya kak" kata Melia,mereka pun sampai di kosan Melia.


"Gue yang harusnya bilang makasih, karna Lo dah mau ikut Sama gue".


Melia pun tersenyum"Ga mau mampir dulu kak?, minum gitu kebetulan ada tempat khusus makan dan minum di dalam".


"Ga usah lain kali aja, gue juga mau cepat cepat daj di cariin soalnya sama teman teman".


"Oooo okey kalo gitu".


"Gue pergi yah".


"Hati hati kakk....", kata Melia saat motor Gio mulai jalan