
Sabtu ini Melia ingin sekali berjalan jalan di sekitar kompleks kosannya, sepulang dari kagiatan organisasi kerohanian di kampus ia membersihkan dirinya dan kemudian ia mengisi waktu sorenya dengan berjalan sekitar kompleks rumah seperti yang iya telah rencanakan dari beberapa hari yang lalu, pemandangan langit sore. dapat memanjakan mata Melia saat ini rasanya beban yang ia tanggung dalam beberapa hari belakangan ini lepas semua, babas, tidak memikirkan apa apa, dan lebih rileks itu yang ada dalam benak Melia. Melia duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari kosannya, sambil memandang tiba tiba terlintas dalam pikiran Melia untuk menelepon ayahnya,
"Kok tiba tiba kangen ayah yaaaa?". ucap Melia yang tengah duduk sendiri di pojok taman sambil melihat beberapa anak dan orang tuanya tengah bermain. Melia mengambil Hpnya dari kantong Hoodie nya, ia menelpon sang ayah yang kini ia rindukan
calling ayah
...berdering...
...tuttttt.........
...tuutt.........
...tutttt.......
...tuuuut........
Melia menelpon ayahnya berulang kali tapi tak ad jawaban dari sang ayah, telponnya tak di angkat membuat Melia khawatir
"Ayah kenapa yah?? koook ga di angkat sih??". ucap Melia cemas
Karena biasanya jika ayahnya tak mengangkat telepon 5 atau 10 menit kemudian pasti akan mengirim pesan untuk Melia dan memberitahu alasan kenapa ayahnya tidak mengangkat telpon dari Melia, namun kali ini berbeda tidak ada balasan dari sang ayah bahkan sampai malam hari saat melia sudah sampai di kosannya. ia semakin cemas karna sudah 3 jam berlalu tapi tak ada kabar dari sang ayah.
Akhirnya Melia memutuskan untuk menelepon salah satu kerabatnya yang tinggal dengan jarak 3 rumah lagi dari rumah mereka di kampung,
calling Tante Ruth
...berdering...
...tuuuttt........
...Tuuttt......
...tuuut.....
"hallo nantha??
kenapa sayang kok
tumben nelpon Tante".
(jawab Tante Melia yang gugup
karna ia sudah mengetahui apa
maksud dan tujuan Melia menelponnya,
panggillan Melia di kampungnya
ialah nantha, Melia anantha vilia.
mereka mengambil nama tengah Melia
sebagai nama panggilan)
^^^"Tante^^^
^^^Tante ayah ada di rumah ga?"^^^
Ruth (Tante Melia) gugup menjawab pertanyaan dari Melia, ayah Melia sudah berpesan padanya agar tidak memberitahu tentang keadaan ayahnya yang saat ini Tengah terbaring lemah di rumah sakit.
^^^"halo tannnnn??^^^
^^^jawab nantha Tan^^^
^^^jangan diam gitu^^^
^^^nantha khawatir sama ayah^^^
^^^nantha kangen sama ayah tan"^^^
^^^(kini air mata Melia sudah jatuh^^^
^^^dipipinya, suaranya gemetar dengan^^^
^^^Nanda yang menunjukkan^^^
^^^ke khawatiran nya)^^^
Tidak tega mendengar perkataan Melia Ruth menceritakan semua yang terjadi pada ayahnya, walaupun nantinya ia akan membuat kecewa sang kakak(ayah Melia) padanya karena ia memberitahu Melia apa yang terjadi.
" Nantha sayang jangan sedih
yah Tante bakal jangain ayah
kokk....
nantha berdoa aja supaya
ayah cepat sembuh jangan
nangis ya sayang"
^^^" makasih ya Tante aku titip ayah,^^^
^^^besok aku mau bicara^^^
^^^sama ayah boleh Tan?"^^^
"boleh dong nanti Tante
bilanginyaaa sama
ayah kamu, udah dulu ya sayang
kamu jaga kesehatan yaaa disana
banyak-banyak berdoa untuk
ayah kamu"
^^^"iya Tan pasti kok"^^^
"Tante tutup dulu yaa telponnya
syalommm"
^^^"syalom taann"^^^
Melia menghapus air matanya, ia mengambil kota dari bawah tempat tidurnya, di dalam kotak itu terdapat beberapa kenangan seperti foto foto bersama bundanya, ia melihat satu persatu foto foto itu air matanya kembali jatuh membasahi pipinya.
"Bunda aku kangen sama bunda, bunda ga kangen sama ku yaaa? ga kangen sama ayah juga?". Melia memeluk satu bingkai foto masa kecilnya bersama ayah dan bundanya sambil berbaring di tempat tidur, sampai akhirnya ia pun terlelap dengan bingkai foto yang masih ada dalam pelukannya
...****************...
Chelsea bingung mau ngapain di kamarnya rasanya sepi dan bosan, ia di tinggal sendiri di rumah, sang kakak pergi ngumpul bersama teman temannya,
"Telpon Melia kali yaaaahh?". kata Chelsea dengan bersemangat
*calling Melia
...berdering...
...tuuutt........
...tuuuut.......
...tuuuut.......
...tuuuut*...
"Ni anak kemana sih kok ga di angkat?".
chat Melia
"p
"p
"liaaaa
"looo kemana sihhhh
"oiiii
ia menunggu pesan itu di balas oleh Melia, ia juga mencoba beberapa kali untuk menelpon Melia tapi nihil tidak ada jawaban sama sekali, ia khawatir pada Melia tetapi Chelsea tetap berpositif thinking.
"mungkin dia tidur kali yaa?, eh tapi kan ini masih tengah 9 yakali dia cepat tidur, bisanya juga tahan sampe subuh". Ucap Chelsea menebak nebak ia tidak mau terlalu jauh berpikir tentang Melia apa lagi memikirkan hal negatif yang mungkin terjadi pada Melia.
Disisi lain Gio berniat untuk menjalankan rencananya untuk mendekati melia, kali ini ia bertekad untuk mengajak Melia jalan, karna ini malam Minggu kemungkinan Melia tidak terlalu sibuk hari ini.
chat melia
"hai
"Lo ada waktu ga sekarang?
Ia menunggu balasan pesan tersebut namun sama halnya seperti Chelsea tidak ada balasan dari Melia, ini membuat Gio kesal. Gio memukul meja yang ada di depannya.
" wihhh kenapa nih anak tiba tiba kumat gitu?". ucap Bram
" Giii Lo kenapa sih?" tanya Tino yang juga terkejut.
" Cewe brengsekkkkk itu ga bales bales chat gue"ucap Gio emosi
" Melia lagi Melia lagi kenapa sih Lo ga dekatin cewe cewe lain aja? kayak yang dulu Lo lakuin". kata Bram
"Kayak ga tau aja Lo Bram ini kan suruhan Anya". ucap Tino
"Tapi Gii kalo Lo benaran bakal suka nanti Sama Melia gimana?" tanya Tino
"Gue????? sukak???? ya gak lah, gue ga bakal suka sama cewe kampungan kayak gini sok dingin lagi najis bener"
"Awas nelan ludah sendirian nantinya".
...****************...
Pagi hari tiba Melia terbangun dari tidurnga yang begitu nyenyak, ia merapikan kota kenangan yang tadi malam sempat ia bongkar. Melia melihat HP nya yang tergeletak di lantai, ia menghidupkannya tetapi sepertinya HP Melia habis baterai, ia mencharger HP itu. Melia memulai aktivitas nya dengan memasak kemudian bersih bersih, mandi dan sarapan setelah itu berangkat ke gereja, sembari makan ia memeriksa hpnya yang sudah full ia terkejut melihat notifikasi yang ada di Hpnya beberapa pesan dari Chelsea dan riwayat panggilannya, Gio dengan pesannya.
Melia membalas pesan gio terlebih dahulu karena untuk urusan Chelsea ia akan beritahu pada saat pulang gereja nantiny
...*chat kak Gio...
" kak aku minta maaf yah ga balas pesan kakak,
"semalam aku ketiduran ga sempet lihat chat dari kakak
" maaf banget ya kak🙏🙏*.
Melia pun pergi ke gereja tanpa menghiraukan balasan dari Gio,
selama di gereja Melia duduk bersama dengan Chelsea, Chelsea sesekali melirik Melia ia ingin sekali mengetahui apa alasan Melia hingga dia tak membalas satupun pesan darinya. sepulangnya ibadah Chelsea memutuskan untuk mampir di kosan Melia.
"Semalam Lo kemana? terlalu cepat tidur apa gimana?". tanya Chelsea yang sudah penasaran
" semalam gue ketiduran".
"tumben bisanya juga diatas jam 11 masih oke oke aja".
Melia terdiam sebentar dan memutuskan untuk bercerita pada Chelsea
"Semalam gue dapat kabar dari Tante gue, ayah gue sakit dan sekarang lagi di rawat di rumah sakit, gue nangis lah gue kangen sama ayah gue dan gue juga kangen sama bunda gue". Melia bercerita dan akhirnya kembali meneteskan air mata
"Gitu ya chel semoga ayah Lo cepat sembuh yaaah, Lo ga boleh sedih, ntar kalo ayah Lo tau Lo nangis kayak gini itu bakalan nambahin pikiran ayah Lo, nanti ayah Lo jadi ga sembuh deh gara gara mikirin Putrinya yang sedang nangis disini". Chelsea berusaha memberikan semangat buat Melia
" Ia chel makasih yaaa chel, makasih karna Lo ada disaat gue lagi sedih gini, tambah sayang deh gue baik banget sahabat gue". kata Melia yang kalimat terakhirnya adalah kalimat lebay yang bisanya Chelsea ucapkan.
"Oh iya gue mau telpon ayah gue dulu, gue mau mastiin keadaanya".
*calling ayah
...berdering*...
halo ayah, kabar
ayah gimana
udah baikan?
^^^udah kok kamu^^^
^^^tenang aja ya nak^^^
ayah kenapa ga beritahu Melia?
kenapa papa ga cerita
sama Melia?
^^^ayah ga mau buat anak^^^
^^^kesayangan ayah sedih^^^
^^^lagian ayah ga papa kok^^^
^^^ayah kuat^^^
ayah jangan gitu lagi yah
kalo ada apa apa cerita sama
Melia yaah, jangan buat
Melia khawatir
^^^iya sayang ayah minta^^^
^^^maaf ya nak eh itu yang^^^
^^^di samping siapa?^^^
ini teman aku yah, Chelsea
haii omm aku Chelsea teman
Melia
^^^OOO ini yang namanya Chelsea^^^
^^^oiya nak Chelsea tolong jaga^^^
^^^Melia yaaaa disana^^^
siap ommm pasti aku
jagain kok
^^^udah dulu ya nak ayah^^^
^^^tutup dulu telponnya mau^^^
^^^di periksa sama dokter soalnya^^^
^^^syalom sayang^^^
syalom ayah
Melia lega melihat keadaan ayahnya yang sudah mulai membaik, kini rasa khawatirnya sedikit berkurang.