
Melia belajar dengan sangat giat setelah jadwal kampus di ubah, ia bertekad untuk menyelesaikan s1 nya cepat mungkin seperti yang beberapa senior nya lakukan lulus hanya dengan 3,5 tahun bahkan ada yang hanya menyelesaikannya dengan rajin, ini adalah semester ke 2 Melia ia tidak ingin membuang biang waktunya dan hanya fokus belajar begitu juga dengan Chelsea, yaa.. mereka adalah sahabat yang akan sama sama berjuang seperti Kaka senior mereka.
Semenjak tidak bekerja separuh waktu Melia sering sekali ke perpustakaan, belajar bersama teman teman lainnya dan lebih aktif di kampus, salah satu contoh dari keaktifan nya ia lebih sering mengikuti beberapa olimpiade antara kampus dan selalu memenangkan pada posisi yang sulit untuk di kalahkan, terkadang ia menduduki peringkat pertama dan kadang juga peringkat 2
Di genius university kini, keadaannua sangat ramai beberapa dosen sibuk mengurus persiapan untuk wisudawan, Ratna datang ke kampus tersebut bersama sang suami, mereka tidak datang bersama Agra karena Agra terlebih dahulu berangkat, kedatangan sepasang suami istri itu di sambut baik oleh pemilik genius university
* selamat datang pak Prasetyo dan Bu Ratna, senang rasanya kalian mengunjungi genius university ini
*(Ratna dan Prasetyo hanya mengangguk dan senyum)
* mari bapak ibu, (pak Wawan mengarahkan mereka ke ruangan rapat yang telah disediakan sebelumnya)
...----------------...
* pak Prasetyo ada gerangan apa ya pak? sampai bela-belain datang langsung, apa ada masalah pak?
*( Prasetyo hanya dia dan beralih memandangi istrinya)
* (Ratna angkat bicara) begini pak WAN kedatangan saya dan suami saya ke sini hanya untuk meminta biodata mahasiswi yang mendaftar di genius university ini pak
*(Prasetyo menatap istrinya heran)
* eeemm... kalo boleh tau buat apa ya Bu?
* saya ingin menyelidiki seseorang mahasiswi dengan melihat pas fotonya
*(tanpa pikir panjang pak Wawan langsung mengambil sebuah buku besar berisikan foto mahasiswi) baik lah Bu sebentar saya ambil dulu
*maa
mama mau nyelidikin siapa?
* mama hanya mau cari tau tentang seorang anak perempuan yang dulu ibunya menjadi seorang pahlawan bagi hidup mama
* ( Prasetyo mengangguk) tapi kalo misal dia ga sekolah disini gimana?
* ya cari di kampus lain, mama sih udah cari beberapa kampus cuman ga nemuin hasil
* emang mama tau identitasnya?
*engga sih, tapi mama masih ingat sekali gimana wajah perempuan yang sudah menyelamatkan mama dan tidak sedikit kemungkinan pasti ada miripnya dong
* pak, buk ini buku berisikan foto mahasiswi, tapi ada kekurangan dalam buku ini, karena baru di perbaiki karna ada pertukaran mahasiswi yang terjadi 2 bulan yang lalu pak,buk jadi mungkin isisnya belum lengkap
*oh baik tidak apa apa( kata Prasetyo)
Ratna membuka lembaran demi lembaran namun hasilnya nihil ia tak menemukan wanita yang ia cari, mungkin memang wanita itu tak bersekolah di kampus ini, mereka pun menyudahi pertemuan itu dan berkeliling sebentar di daerah kampus melihat apa saja fasilitas yang tambah dari tahun ke tahun
...----------------...
Melia berjalan dengan membawa dua minuman dengan terburu buru hingga akhirnya ia menabrak seorang wanita yang lebih tua darinya
* duhh... maaf maaf Bu maaf( Melia meminta maaf berulang kali kepada wanita tersebut walaupun jika dilihat lihat baju Melia lebih banyak terkena tumpahan coklat dingin dibandingkan dengan baju wanita yang ia tabrak Melia menunduk ketakutan)
* lain kali jalan hati hati, jangan sampai nabrak kaya gini( kata pak Wawan) maafkan mahasiswi saya Bu, ia tak sengaja
* i-ya Bu sekali lagi mohon maaf
* mama ga papa( tiba tiba ntah dari mana Agra muncul)
* udh ga papa kok
* dia memang suka ceroboh orangnya
*m-maaf kak
* udah Agra mama kamu juga ga papa kok,
kamu ganti baju sana( kata Prasetyo kepada Melia)
*( Melia pergi dengan kepala menunduk)
*pa,ma gimana urusannya udah kelar? mama papa ada urusan apa sih Sampai kemari?
* nanti kamu juga tau nak( kata Ratna)
* oiya pak anak tadi namanya siapa yah?(tanya Ratna ke pak Wawan)
*namanya Melia mah kenapa?( jawab agra dengan cepat tanpa memperdulikan pak Wawan yang lagi mikir)
* ga kenapa mama hanya nanya doang
* Agra kamu dah selesai belajar nak?(tanya Prasetyo)
* jam Agra sudah selesai pah kenapa?
* kalo gitu kita pulang bareng aja
* OOO okey yaudah yok
* pak WAN kita pamit dulu pak terima kasih atas waktunya dalam melayani kami
* sama sama pak sudah kewajiban kami melayani pemilik saham tersebut di kampus ini
* hahaha baik lah pak, Sampai ketemu lagi
...----------------...
Agra dan kedua orang tuanya pergi menuju parkiran, Agra pun tersadar bahwa iya tadi mengendarai motor kesayangannya itu berarti sekarang ia harus pula g dengan motor itu
* ma, pa Agra naik motor ya pulangnya
* loh tadi mau pulang bareng(kata Ratna)
* Agra lupa bahwa Agra bawa motor
* oke kalo gitu jumpa di rumah ya nak( kata Prasetyo) mereka pun pulang dengan kendaraan masing-masing yang di bawa
Banyak mahasiswa yang melihat Agra dan kedua orang tuanya, mereka terkagum kagum dengan kekayaan yang di miliki oleh Agra tetapi mereka juga heran kenapa Agra tetap memakai motor butut kesayangan itu yang mungkin bisa di ganti dengan mobil keluaran terbaru saat ini.