
Ratna dan Prasetyo tiba di rumah terlebih dahulu yang kemudian langsung di susul oleh Agra, Ratna langsung mengganti pakaiannya yang kotor terkena tumpahan minuman coklat dan di lanjutnya dengan memasak makan malam buat suami dan anaknya.
di meja makan sudah tersedia beberapa lauk yang terlihat sangat enak dan mengunggah selera, kali ini mereka hanya makan bertiga, boy sibuk dengan pekerjaannya di kantor hingga membuatnya harus lembur,
"pa kamu merasa familiar ga sih liat anak cewe yang nabrak mama tadi?"
"agak asing sih, dia mirip sama Rita"
"iya pa mama juga liatnya betul betul mirip"
"pa ma Rita itu siapa? apa hubungannya dia dengan Melia? orang yang numpahin minuman coklat ke baju mama"
"Rita teman lama mama nak, beliau sudah mendiang, dan sedikit kemungkinan yang nabrak mama tadi adalah anaknya"
" siapa tau itu cuma mirip doang ma". kata Prasetyo
" iya aku setuju sama papa sih, lagian kalo emang dia anaknya teman mama, kenapa dia sedikit pun ga ngenalin mama"
"Memang mama belum pernah ketemu sama anak nya, tapi anak itu mirip dengan Rita, Agra kamu bisa ga cari tau asal usul anak itu."
"ga ahk
perempuan itu terkadang menyebalkan, ada baiknya juga sih tapi dikit, dia pernah bekerja separuh waktu di kantor cabang yang aku tempati"
"bekerja?".tanya Prasetyo
"iya dia bekerja, seingat aku sih dia pernah bilang gini" kalau gue mau kuliah gue harus menuhi kebutuhan gue selama mengikuti pendidikan"
"emang orang tua nya kemana? dia pernah cerita ga?". ucap Ratna
"ya namanya juga hanya sebatas kenal doang ma, pasti ga pernah ngomongin itu lah, lagian dia juga pasti punya privasi yang ga semua harus di tau orang lain"
(Prasetyo dan Ratna hanya mengangguk membenarkan ucapan anaknya)
"tapi gra mama minta tolong yah cari tau sedikit tentang anak itu, minimal keluarganya gitu lah".
"maaa...". Agra hendak menolak perintah ratna mengingat Melia sedikit menyebalkan walaupun memang cantik juga sih
"plisssss mama mohon sama kamu okey?". Ratna langsung menutup celah Agra agar tak membantahnya
"agrggggghhh ya udah deh Agra bakal cari tau".
"Gitu dong anak mama". Ratna tersenyum puas sambil mengelus kepala anaknya
"dah ah Agra cape, mau tidur di Luan good night mom, dad".
Agra pergi meninggalkan Prasetyo dan Ratna menuju kamarnya
"good night to sayang". jawab Ratna
...----------------...
pagi ini Melia pergi ke sebuah tokoIPU/IPA buku sebelum berangkat ke kampus ia pergi sendiri tidak di temani oleh Chelsea, , saat Melia hendak mengambil buku ensiklopedi tiba tiba saja seseorang mengambil dan mendahului Melia, yang ternyata itu adalah Agra
" eh eh eh itu saya di Luan loh yang liat".Kata Melia sambil menoleh sang ke arah pelaku.
"bentar". kata Agra memegang tangan Melia
"niii buat Lo , gue ambil karna gue liat Lo ga nyampe ngambilnya"
"makasih kak". kata Melia menunduk
"makanya jadi cewe tinggian dikit".
mendengar itu tanpa aba aba Melia langsung memijak kaki Agra "kalo mau bantu orang tu yang ikhlas".
"aaaawww Lo gila ya sakit banget kaki gue".
"rasain tuh". Melia beranjak pergi untuk membayar bukunya
"ini cewe apaan sih, dah di tolongin juga".
Melia menunggu angkutan di depan toko sembari menunggu ia membaca baca buku yang baru ia beli, Agra baru saja keluar dari toko dan memerhatikan melia sebentar. ia mengingat pesan mamanya ia harus menyelidiki keluarga Melia walaupun kemungkinan besar itu sangat sulit karna sebagian orang pasti memiliki privasi tersendiri tentang masalah keluarga.
" yokkk..". ajak Agra
"kemana?". tanya Melia
"kekondangan
pake nanya lagi Lo ga mau ke kampus?".
"mau ke kampus".
"yaudah ayok makanya".
Melia berpikir sejenak dan memutuskan untuk ikut bersama Agra(lumayan hemat ongkos||batin Melia). sepanjang jalan sunyi sampai Agra memecahkan keheningan
" Lo ga di asrama lagi tinggal di mana sekarang?"
"ga urusan Lo gue mau tinggal di mana"
"itu urusan gue!"
"kenapa jadi urusan Lo?"
"gue ketua dari tim organisasi kerohanian, dan Lo anggota gue, jadi gue harus tau".
"kenapa sama yang lain lo ga pernah nanya?"
" Lo istimewa" . entah dalam keadaan sadar atau tidak tapi Agra mengatakan itu
" Lo bilang apa tadi ga kedengaran!" kata Melia yang tiba tiba tak bisa mendengar jelas ucapan Agra karna kendaraan yang ribut
" ga..
gue ga bilang apa apa".
Melia terdiam dan tidak ada lagi percakapan mereka setelah nya sampai mereka tiba di kampus