Melia&Agra

Melia&Agra
penuh kebingungan



hari Selasa, hari ini merupakan hari dimana aku akan menentukan jadwal untuk masuk pagi,siang,malam untuk mengikuti pembelajaran di bangku perkuliahan. Sebelumnya aku dan Chelsea sudah memutuskan jadwal kami masing masing aku memutuskan untuk mengikuti kuliah malam karna pagi sampai ke siang aku akan bekerja dan Chelsea memutuskan untuk kuliah pagi.Di kampus aku dan Chelsea masih sibuk mengelilingi beberapa ruangan karena sebelumnya kami hanya mengunjungi kelas kelas berdasarkan jurusan, berserta taman utama di genius university dan sekarang kami mengunjungi perpustakaan dan beberapa kantin yang ada di universitas ini


"ehh dah jam makan siang nih, kita ke kantin sana yuk".ajak Chelsea


keadaan perut Melia yang saat ini sangat lapar tanpa pikir panjang langsung menerima tawaran dari Chelsea "yukkkkkks"


"Lo mau pesan apa".kata Chelsea bertanya


"gue nasi goreng biasa aja dan untuk teh nya,aku mau teh manis"


"OOO oke sebentar tunggu disini dulu yaa"


"iyaaaaaa"


untuk menghemat pengeluaran ku di kampus jadi aku hanya memesan teh manis dan nasi goreng biasa, tidak ingin ada perbedaan Chelsea memesan makanan siangnya yang sama dengan ku.Makan siang kami nikmati dengan penuh kepuasan dan kenikmatan yaa walaupun itu hanya nasi goreng biasa dan disertai dengan teh manis.Di tengah tengah menikmati makan siang tiba-tiba seseorang memanggil Chelsea dari pintu masuk kantin


"Chelsea......."


melia menoleh secara bersamaan dengan Chelsea ke arah datangnya suara itu


seorang pria mendekat ke arah meja makan kami dengan membawa beberapa lembar kertas. Semakin dekat pria tersebut semakin jelas bahwa ia adalah salah satu kating yang bertugas memberikan informasi tentang berbagai organisasi-organisasi yang ada di universitas ini.


"kakak memanggil ku??". kata Chelsea kebingungan bagaimana tidak bisa bisanya ia mengetahui nama Chelsea padahal Chelsea sama sekali tak pernah memperkenalkan diri padanya


"ga gue manggil setan", balas pria tersebut dengan dingin


Akan tetapi dengan polosnya Chelsea iya berkata


"tapi kak disini ga ada setan dan satu-satunya orang yang menoleh pada saat kakak memanggil nama Chelsea itu cuman aku"


pria tersebut pun hanya menghembuskan nafas dengan mimik wajah yang pasrah. "nih buat Lo dan teman Lo ini akan di kumpulkan 1 jam lagi nanti temui gue di laboratorium kimia". pria tersebut memberikan 2 lembar kertas yang ia bawa tadi.iya pun pergi dan meninggalkan ku dan Chelsea yang tampak kebingungan dengan isi kertas tersebut.


Setelah selesai makan siang aku dan Chelsea membaca isi kertas tersebut.Di kertas tersebut tertulis beberapa organisasi yang ingin di ikuti oleh mahasiswa baru. pikiran ku dilanda kebingungan bagaimana mana tidak ,aku masih belum mengerti bagaimana proses berjalannya organisasi ini nantinya sementara aku harus bekerja separuh waktu


"chel Lo pilih organisasi apa?".tanyaku pada Chelsea


"mungkin gue akan memilih : organisasi intra kampus dalam bentuk.senat mahasiswa ,gue ga terlalu tau tentang organisasi ini tapi setelah gue cari di internet organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin belajar mahasiswa"


"oo begitu yaa"


"lalu pilihan Lo sendiri apa?" .tanya Chelsea


"gue bingung, gue ga tau harus mau milih apa Lo tau sendirikan gue mau luangkan separuh waktu gue untuk kerja, ini bisa gasih ga usah milih"


"gue ga tau ,gini aja deh gimana kita samperin aja Kakak tadi di tempat yang ia sebut,trus kita tanya tuhh bisa ga ikut milih atau harus milih ".


"oke deh yok"


"sekarang??"


" ya iya menurut lo kapan lagi? kan ntar lagi juga di kumpul che kapan kita nanya nanti?"


" iya juga yah, yaudah deh yok"


Berangkat dari kantin kami langsung menuju laboratorium kimia sesuai yang di sebutkan oleh pria tadi, pada saat mendekati pintu lab kami bertemu dengan pria yang berbeda,pria tersebut pernah terlihat pada saat di gedung utama genius university .yaa dia adalah pria yang Chelsea bilang pernah ngelirik aku. Apabila dilihat dari dekat sangat berbeda pada saat aku melihatnya dari jauh pria tampan tinggi yang memiliki kulit putih dan mata yang bersinar ini benar-benar membuat mata ku tak berhenti memandang,ntah lah aku tak tau apa yang aku pikirkan saat ini sebelumnya ini belum pernah terjadi, aku tak pernah memandangi orang dengan begitu dalam.


"sssttt heii heii.....


suara itu membuat ku sadar


"haaa apa apaan sih gue ga mandangin dia!!!". elak ku


"IYAIN aja deh". kata Chelsea menaikkan bola matanya


"cari siapa yah?". kata pria yang ternyata memiliki nama Arga Putra Dentara dan sekarang berada tepat di depan kami


" aaa itu kaaaa, cari Kakak kakak yang ngasih kertas ini" Chelsea menunjukkan kertas tersebut


"ooooya biar gue aja yang ngasih. Lo berdua pergi aja". kata pria tersebut sambil melihat organisasi apa yang telah kami pilih di dalamnya.menyadari ada yang salah iapun memanggil kami yang hendak melangkah pergi


" eh bentar ini ko ga ada pilihannya?".pertanyaan itu menghentikan langkah kami


"mmmm itu kak , aku sepertinya tidak boleh mengikuti organisasi organisasi itu". jawabku gemetar


"kenapa?". tanyanya lagi


"aaa_aaku tidak bisa mengatur waktuku untuk organisasi itu kak karna aku akan berkerja separuh waktu kak"


"jadi untuk apa Lo kuliah? ga sekalian aja kerja gampangkan?". pertanyaan itu membuat ku menahan tangis tapi dengan berani aku menjawab pertanyaan dari pria tersebut


" gue kuliah karna itulah cita cita gue! dan supaya cita cita gue dapat gue capai dengan maksimal gue harus kerja agar kebutuhan gue saat melakukan pembelajaran di perguruan tinggi ini terpenuhi". kata ku dengan lantang dan pergi meninggalkan pria tersebut dengan Chelsea yang tampaknya bingung harus mau ngapain dan memilih untuk mengajar ku


pov diri si pria' lah emg gue salah ngomong gitu??


sementara aku terus berjalan cepat di koridor kelas dan tiba tiba menabrak seorang pria. yaa pria itu adalah orang yang memberi kertas yang berisi tentang pemilihan organisasi pada saat di kantin


" maaf kak". kataku sambil menundukkan kepala ku


"oh iya ga papa lain kali hati hati". kata pria tersebut


aku melanjutkan langkah ku hingga berhenti di sebuah taman yang lain dan tak bukan adalah taman umum genius university aku duduk dan berdiam diri disana sembari menatap tanaman- tanaman yang tumbuh subur,Aku melamun beberapa saat dan ntah kenapa tiba tiba aku teringat akan ayah, aku mengambil ponsel dari ransel ku dan menelpon ayah


"hallo nak apa kabar sayang??"


" hai ayah aku baik, gimana dengan ayah"


"ayah baik, gimana kuliah mu nak apa ada kendala atau gimana?


" tidak ayah semua berjalan dengan baik"


"syukur lah ayah berharap kamu dapat menjalani hari hari mu dengan baik, esok sampai selamanya"


" amin, terimakasih ayah aku sayang ayah"


" ayah juga sangat melia . udah dulu ya nak ayah ingin lanjut kerja "


" okeh ayah semangat kerjanya syalom"


" iya nak syalom "


Singkat sekali percakapan ku dengan ayah tapi itu dapat membuat hatiku tenang. yang semula badmood karna pria menyebalkan itu sekarang tak lagi