Melia&Agra

Melia&Agra
Rencana dimulai



Melia membawa buku yang di belinya dari toko IPU/IPA ke perpustakaan di kampus iya sibuk bergulat dengan soal soal dan materi ia bersama dengan Chelsea tekad mereka berdua sangat lah tinggi agar dapat lulus secepat mungkin dari kampus dan melanjutkan cita cita mereka.


" giooo......" teriak Anya Yang sedang berada di koridor


gio menoleh ke arah teriakan yang memanggil namanya "apaan?" "gue liat Melia di perpus"


" jadi urusannya sama gue apa?"


" Lo jalanin tugas Lo! gue punya coklat yaaa mungkin aja Lo bisa dekatain di dengan ini"


gio tersenyum miring dan mengambil coklat itu dari tangan Anya "cewe kek dia bakal mudah gue dapetin liat aja!!"


"gue tunggu ucapan Lo"


gio pergi meninggalkan Anya dan teman nya. Anya tersenyum puas melihat kegigihan gio


...----------------...


" hai... gue bisa duduk disini ga?"


Melia dan Chelsea saling berpandangan . "bi_bisa". jawab Chelsea


" oiya aku tadi beli Buku trus ada hadiahnya coklat, sementara gue ga suka coklat, Lo mau ga?". tawar gio pada Melia


Dengan ragu ragu Melia menatap Chelsea dan Chelsea memberikan kode yang menandakan terima " makasih" . kata Melia menerima coklat dari gio


"oiya kenalin gue gio negro". gio menjabat tangan Melia dan Chelsea tanpa ragu ragu


"nama Lo Melia kan?? dan Lo Chelsea kan?". tanya gio


"tau dari mana?" . kata Chelsea)


" mmm itu gue biasa liat kalian berdua makan di kantin bareng, trus di kenalin sama temen"


"oh"


kata Melia dengan nada cuek


" emm gue sama Melia mau cabut dulu yah , buru buru soalnya


sampai jumpa lagi" . kata Chelsea membereskan buku bukunya marah tangan Melia dan segera beranjak pergi


"ahhhh!!!! bajingan!!


sok cuek tu berdua , awas aja gue pastiin dengan cepat gue bakal miliki Lo Melia"


Di lorong buku sebelah tempat duduk gio,Melia dan Chelsea ternyata ada Agra yang dari tadi dapat mendengar percakapan mereka, termasuk kalimat gio barusan, mendengar ada nama Melia di sebutkan rasanya telinga Agra memanas dan ingin sekali mencabik cabik muka gio, perasaan Agra semakin tak tenang sejak mengetahui Melia jadi target gio, semenjak dari situ Agra terus mencari cara agar gio tak bertemu lagi dengan Melia sementara gio selalu berusaha untuk mendapatkan perhatian dari Melia,


...----------------...


chat Melia


p


oi


^^^...ya?...^^^


jangan dekat dekat


sama gio


^^^kenapa?^^^


^^^apa urusannya^^^


^^^sama Kaka?^^^


ga usah banyak


tanya jgn Deket gue bilang


^^^m^^^


Melia menatap heran pesan yang di berikan oleh Agra kepada nya, Chelsea pun heran melihat pesan dari Agra,


" ni sih kades kenapa yah?". tanya Melia


"mana tau gue kesambet kali". kata Chelsea sambil melahap makanan nya. "eh tadi kenapa kak gio tiba tiba ngasih coklat yah?"


" kak??? emng dia senior kita?" . tanya melia yang baru tau


"iya dia tu katanya cowo yang sering bully orang trus gue dengar dengar dia juga play boy orangnya, gue sendiri sih percaya ga percaya yah karna gue ga pernah liat kak gio langsung melakukan pembulyan"


"trus kalo kak gio play boy lu pernah liat langsung?"


"ga juga sih cuman beberapa bulan lalu waktu kita masih beda jadwal, gue sempat liat 2 kali kak gio bareng sama cewe ke kampus dengan cewe yang berbeda".


"siapa tau ajakan cewenya numpang aja"


...----------------...


Di rooftop Gio melihat Anya dan teman temannya duduk di kafe taman bawah,|| kalo nunggu si Anya bergerak pasti kelamaan , ahk gue harus bergerak sendiri|| ucap Gio dalam batinnya. Gio mendatangi salah satu teman sekelas Melia setelah jam masuk berakhir,ia dan temannya mencegat teman Melia dengan penuh penekanan


"heeee!!! sini loo"


" ada apa yahh?"


" Lo sekelas Melia kan?"


" iya kenapa?"


" minta nomor Melia cepetan!!!!"


" buat apa Lo minta nomor Melia?"


" ga usah banyak tanya Lo kasih aja cepet!!! . kata Bram


Raka pun terpaksa mamberikan nomor itu kepada gio.


"gitu kek dari tadi!". gio dan teman temannya pergi meninggalkan Raka setelah meminta paksa nomor Melia


"Lo minta nomor Melia buat apa gi?". tanya tino


"buat apa lagi emang?, ya buat dekatin Melia lah goblok!


"Lo mau banget sih di suruh suruh Mak lampir Anya?". kata Tino


"iya tuh, bukannya orang tua Lo dah punya perusahaan yang cukup besar giii, emang butuh banget gitu investasi dari papanya anya?". ucap Bram


"apa yang Lo berdua bilang sih benar, tapi ini bukan semata mata untuk meningkatkan perusahaan papa gue, tapi dengan campur tangan papanya anya gue bisa hancurin perusahaan kecil Agra yang dulu sempat ngerebut klien besarnya papa gue".


Bram dan Tino hanya membulatkan mulut nya dan mengangguk


untuk memastikan nomor yang di kasih Raka adalah nomor aktif milik Melia ia pun mengirimkan pesan ke nomor tersebut


*cht melia


......................


hai


^^^ini siapa yah*?^^^


melihat balasan pesan yang di tunggu dari 1 jam yang lalu itu pun membuat gio sangat senang,"yes nomernya aktif ternyata, coba aja tadi si culun itu ngasih nomor yang ga aktif, bakal gue habisin dia!!". || batin gio


*ini gue, gio


yang tadi sempet


Kenalan di perpustakaan


^^^oooo^^^


^^^ada perlu apa ya kak?^^^


ga usah panggil kakak


santai aja sama gue


^^^biar lebih sopan aja kak^^^


^^^layaknya senior dan junior^^^


oiya besok habis kelas


sibuk ga? kalo ga


kita ke perpustakaan


yok, gue denger Lo


suka baca buku dan


belajar buat cepat²lulus


^^^maaf kk gue g bisa^^^


ooh ya udah ga papa


lain kali aja


^^^y kk*^^^


"ahk brengsek!!!! baru kali ini gue di tolak jalan sama cewe". gio mengumpat setelah menerima penolakan dari Melia, ia mengacak rambut gondrong nya,


" habis ini gue pakai rencana apa lagi yah?, biar Melia dekat sama gue, ahk dah lah capek mikirin cewe polos itu mending gue ke klub hilangin rasa kesal gue". gio beranjak dari kasurnya dan bersiap siap untuk pergi ke klub bersama temannya yang sekarang tinggal menunggu gio sampai ke klub