
Semua mahasiswa mengisi penuh gedung itu, bila di lihat dari panggung seluruh mahasiswa itu seperti semut, 2, orang polisi, 1 orang TNI dan 2 orang dosen naik ke atas panggung dan memberikan beberapa kata sambutan dan kata pembuka suasana masih begitu ramai pada saat kata sambutan berlangsung hingga akhirnya kepala polisi memulai pidato dan ceramah mengenai narkoba dan sejenisnya, suasana seketika hening ketika kepala polisi tersebut menceritakan kejadian 1 tahun yang lalu, di mana 2 orang dari mahasiswa genius university di tangkap dan di berikan sanksi karena terdapat menggunakan obat obatan terlarang sejenis sabu.
Dan hari ini penggeledahan akan di lakukan kembali guna menjauhkan mahasiswa genius university dari hal hal yang berbaur semacam kisah 1 tahun yang lalu , Tidak terasa 1 jam berlalu hanya untuk mendengarkan cerita dan ceramah dari sang kepala polisi ceramah itu di tutup dengan kalimat " demikian pidato dan ceramah singkat saya, maka dari itu waktu pengeledahan akan segera di buka setelah ini sekian dan terimakasih"
Semua mahasiswa berhamburan keluar dari gedung itu ada rasa cemas dan khawatir yang di alami setiap mahasiswa dalam benak setiap orang\*bagaimana barang barang sejenis itu tiba tiba ada di loker ku atau di asrama ku padahal aku sama sekali tak pernah menyentuh benda benda itu\*pengeledahan berlangsung selama 2 jam dan tidak ditemukan benda benda seperti itu ada di asrama mahasiswa atau pun di kampus genius university ini, semua mahasiswa disuruh kembali ke dalam gedung dan mendengarkan arahan dari sang kepala polisi lagi
" Sungguh luar biasa ananda sekalian, kampus terbaik ini membuktikan bahwasanya universitas ini berbeda dengan universitas yang lain, terimakasih buat ananda sekalian yang betul-betul menjauh dari benda benda seperti narkoba, sabu atau obat obatan terlarang sejenisnya, tahun ini adalah tahun spesial karna hari ini saya nyatakan "bahwa kampus kebanggaan kita ini adalah kampus bebas Narkotika". kata kepala polisi tersebut sambil memberikan sebuah penghargaan piagam dan piala. itu membuat seluruh mahasiswa memberikan pujian tepuk tangan bagi kampusnya sendiri
"Chel apa hanya tahun ini yang memang memperoleh penghargaan? ada apa dengan 2 atau 3 tahun sebelumnya?".
"Ntah lah aku tahu".
Kami sama sama di Landa kebingungan saat itu dan memutuskan untuk pergi ke kantin mengisi perut yang kelaparan setelah sosialisasi itu dan polisi sudah berpulangan
"Guyssss itu ada orang kampqung yang tadi nabrak Anya tadi".kata Rosa teman Anya.
"Eh Anya kita apain tu anak". kata biangka lagi menyaut. Anya tersenyum menatap tajam ke arah Melia yang sedang berdiri menunggu Chelsea tidak ada yang tau pikiran licik Anya saat ini iya berjalan mendekat ke arah Melia dengan minuman Starbucks di tangannya
"Eeehhh Anya ngapain tuh", tanya Rosa heran, sementara biangka hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tau
Tanpa Melia sadari Anya datang kepada nya dan tanpa rasa bersalah Anya sengaja menumpahkan minumannya ke baju putih Melia hingga baju itu berubah menjadi coklat. semua mata mahasiswa yang sedang berada di kantin tertuju pada Anya dan melia, kedua teman Anya membulatkan matanya dengan sempurna ini di luar dugaan mereka Anya tega melakukannya di depan umum. Chelsea segera menjumpai Anya dan melia muka Chelsea yang memerah seakan ingin menerkam Anya saat itu juga
" Upssssss. sorrryy ga sengaja".
"Kaaaaa ..! Lo apa apaan sih kotor kan baju gue".
"Kan gue dah bilang *Sorry*! Lo budek!!!!, ternyata selain buta Lo budek juga yaaa". Anya tersenyum puas.
"Heeeee...! apa apa Lo ngomongin Melia gitu bukannya ikhlas mau minta maaf malah ngatain orang". Kata Chelsea meninggikan suaranya.
melihat itu Rosa dan biangka datang dan melwan Chelsea
"Heeee! Lo siapa ngebentak Anya seperti itu, jelas jelas si kampung ini kok yang nabrak Anya sampe minumannya tumpah".
"Gue dari tadi ga gerak loh kak, dari tadi gue berdiri dari mana jalannya Kaka bilang ku yang nabrak kak Anya!!!".
"Udah deh orang kampung, minuman mahal gue dah tumpah karna Lo jadi itu setimpal dong sama baju Lo yang basah". Kata Anya
"Ganti baju dia dan minta maaf ( Suara berat milik seorang pria itu membuat Anya dan teman temannya terdiam),Agra, Kevin dan David datang karena mendengar keributan di dalam kantin
"Gue gak mau!!!".
"Ganti gaak". Bentak David
*gue ga mau! ga usah sok jadi pahlawan deh( kata Anya meninggikan suaranya)
Agra menarik tangan Melia den membawanya keluar kampus
"Kak mau ke mana?". Kata Melia menepis tangan Agra,dengan tatapan dingin dan datar Agra melepaskan Hoodienya dan memberikan pada Melia
" Pake". kata Agra
" Gaamau".
"Pake ga! kalo gak gue pecat Lo!", ancam Agra. dengan perasaan kesal Melia memakai Hoodie tersebut hingga Hoodie itu menutupi baju kotornya, ketika hendak mengajak Melia pergi,
Agra menoleh "Lo urus dulu urusan di kampus .gue mau ngurusin OB gue ini",
David terpaku di tempat dipenuhi kebingungan "OB? apa Melia pembantu di rumah Agra?". tanya David dalam batinnya
Agra melajukan motornya hingga sampai ke sebuah mall yang tak jauh dari kampus
"Mau ngapain kesini". Tanya Melia, tanpa basa basi Agra menarik tangan Melia memasuki mall ia membawanya ke toko baju Agra melihat lihat baju yang cocok dengan Melia dan memilihkannya, alasan Agra memilih sendiri baju untuk Melia karna dia yakin kalo dia menyuruh Melia untuk memilih bajunya sendiri pasti manusia itu tak akan mau, ada 2 baju yang terlihat cocok buat Melia
"Coba sama". Agra memberikan baju yang sudah di pilihnya kepada Melia, Melia hanya mengangguk dan Menganti bajunya yang kotor ke baju yang di pilih oleh Agra , ia keluar dengan baju hitam lengan panjang dan pita putih hitam yang terlihat seperti syal di leher Melia, melihat itu Agra langsung membayar baju tersebut karna menurutnya baju itu cukup bagus dan tertutup di cuaca yang semakin sore semakin dingin tidak lupa ia juga membayar baju yang satu lagi di pilih ia yakin baju itu juga cocok untuk Melia.
...Chelsea...
...****************...
lo pulang ke asrama dulu
atau ke kampus langsung?
^^^gue kayaknya langsung^^^
^^^aja deh soalnya gue masih^^^
^^^sama kak agra^^^
ciee jalan sama kakak
ganteng xixixix
^^^aaapaan sih Lo ada ada aja deh^^^
jangan salting sama Kaka
ganteng yaaa!
^^^gila loo^^^
Membaca pesan dari Chelsea membuat pipi Melia memerah tanpa dia sadari sedari tadi Agra menatapnya( senyum senyum sendiri ga ngajak ngajak batin Agra) tapi dia mensyukuri itu Agra jadi bisa melihat senyuman manis yang terukir di wajah Melia dengan wajah yang merah padam entah kenapa, makanan di sajikan di depan mereka , yaaa Agra dan Melia memutuskan untuk makan di mall sebelum pergi ke kampus untuk mengikuti kelas malam,
"Kak...".Melia membuka suara di tengah keheningan mereka,setelah makana di depan mereka habis
"Kenapa?",jawab Agra singkat
"T_tadi baju nya berapa? sekalian makanan ini juga, biar aku bayar
"Ga usah, gue ga butuh uang lo", sombong banget pengen gue tonjok batin melia. Ia hanya diam membisu tak berani membuka suara
"Dah jam 5 , pulang". Agra menarik tangan Melia keluar dari mal,
tidak berlangsung lama mereka tiba di gerbang kampus,
"Makasih banyak kak".
"Hmmm". hanya itu balasan Agra dan langsung pergi meninggalkan Melia dan itu berhasil membuat tangan Malia mengeram bersedia memukul tapi ia mengurungkan niat nya itu.