
Sepulang sekolah Yoga langsung menuju ke parkiran motor di sekolahnya, pria itu bersandar di salah satu motor yang terparkir di sana dan memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana.
Yang di tunggu akhirnya datang, terlihat Aldy sedang berjalan santai menuju parkiran motor, pria itu memang lebih suka membawa motor dari pada mobil. Aldy terus berjalan mendekat sedangkan Yoga sudah memandanginya dengan benci. detik berikutnya Yoga langsung menarik kasar kerah seragam Aldy dengan tatapan mata yang sangat tidak bersahabat.
"Jauhin Megan kalo lo masih mau sekolah di sini!" ucap Yoga penuh penekanan sedangkan Aldy hanya tersenyum miring
"Lo juga bakal tau siapa yang Megan pilih" jawab Aldy santai
"Dari awal lo di sini gue udah najis liat muka lo tau gak!"
Aldy melepas cengkraman Yoga dengan kasar, ia memajukan langkahnya dan juga menarik kerah seragam Yoga dengan kasar.
"Satu yang harus lo inget Yoga! gue gak akan ngebiarin Megan jatuh di tangan orang yang udah ngerusak kebahagiannya!"
"Tau apa lo soal gue *******!"
"Cih! bahkan gue tau kalo nyokap lo amnesia!"
"Lo tau dari mana berita itu!"
"Karena sutradara di cerita ini sangat handal, tapi gue rasa dia juga sangat bodoh!"
Mata Yoga semakin memerah, ia sama sekali tidak mengerti apa yang Aldy maksud.
"Siapa yang lu maksud sutradara itu Anjing!"
"Bokap lo! gue tau alesan Megan benci lo! gue juga tau kenapa nyokap lo amnesia!"
Aldy pun pergi dari hadapan Yoga dan langsung melajukan motornya tanpa permisi. sedangkan Yoga masih diam di tempat berusaha mencerna semua ucapan Aldy, tangannya mulai mengepal dan matanya mulai memerah.
Yoga langsung menuju parkiran mobil, di sekolahnya parkiran mobil dan motor memang berbeda. menuju parkiran mobil Yoga masih mengepalkan tangannya kuat-kuat. pikirannya terus berputar apa yang di maksud dari ucapan Aldy di parkiran motor tadi.
"Kenapa lo Ga?" tanya Refas. kini Yoga sudah berada di parkiran mobil
"Lo kenapa sat?" gantian Gita yang mulai bertanya
"Aldy!"
Kini Megan Gita April dan Hana juga sedang berada di parkiran Mobil. begitupun dengan Refas Xeo dan Regan. mereka akan pergi ke rumah Aldy untuk latihan band.
Semuanya langsung menoleh penasaran ketika Yoga memukul atap mobilnya dengan kasar.
"Lo kenapa si sat!" tanya Gita semakin bingung
"Aldy!"
"Iya Aldy kenapa bang ganteng! gak selesai-selesai ngomongnya!" Regan berusaha mencairkan suasana
"Dia bilang bokap gue sutradara dari kejadian Amnesia nyokap gue. dan dia juga bilang kalo karena bokap Gue Megan benci gue"
Megan langsung membulatkan matanya tak percaya, gadis itu saling bertatapan dengan Refas.
"Apa aja yang dia bilang sama lo?" tanya Refas
"Dia cuma bilang itu, dan gue juga lagi berusaha nyerna omongannya! ******* banget tu orang!"
"Gan. apa omongan Aldy bener? lo benci Yoga karena bokap gue? tapi kenapa lo gak benci gue juga?" kini Gita yang mulai bertanya, ia menatap Megan dengan serius.
"Gue males bahas ini!" ucap Megan. gadis itu langsung masuk ke dalam mobil sedan berwarna putih yang terparkir di sana
"Oke gini aja. semuanya tenang dulu. kita omongin lagi di rumah Aldy nanti oke!" lerai April
"Gue ikut mobil siapa nih?" tanya Regan
"Regan Xeo Hana dan Gue satu mobil. Yoga biarin sama Gita karena pasti dia tau gimana cara nenangin Yoga. dan Megan juga lagi gak bersahabat biarin Refas juga nenangin dia" jelas April, semuanya pun setuju.
Di perjalanan Yoga masih menatap lurus kedepan dengan mata memerah. Gita sedari tadi sudah berusaha bertanya tapi tak ada jawaban dari Yoga.
"Kalo emang bener bokap sutradara di semua ini, kita harus ngapain?" akhirnya Yoga pun menoleh dan mulai bersuara
"Kita aja belom tau ceritanya sat! udah lu santai dulu aja lah"
"Tapi omongan Aldy kayaknya serius. dan banyak yang dia tau"
Di dalam mobilnya Megan juga sedang menatap lurus kedepan, tatapannya kosong tapi pikirannya berantakan.
"Lo harus ingetin Aldy buat tahan semuanya Gan" ucap Refas
"Emang kenapa kalo Yoga tau?"
"Gak baik buat dia. dia udah banyak menderita, gue gak mau bikin dia pikiran"
"Cih! lo selalu bilang begitu Mas!"
"Megan! lo gak kenal Yoga jadi lo gak tau!"
"Mas Refas! lo aja gak pernah kasih tau gimana gue mau tau!"
"Emangnya kalo gue kasih tau juga lo mau tau? ngga kan Megan Arnangio!"
Di dalam Mobil yang berbeda Juga. April dan Hana sedari tadi membicarakan masalah yang sama. karena mereka betul-betul tidak tau apa pun.
"Kira-kira maksud dari Aldy apa Na?" tanya April
"Ah gak ada apa-apa! dia emang mau bikin Yoga mundur aja" sela Xeo
"Tapi bisa jadi Aldy benar Loh!" ucap Regan
"Lo gak cocok ngomong serius! jadi gak usah ikutan!" timpal Hana
"Ih neng Hana galak amat sama Abang Regan. nanti suka lo"
"Hueeeek! jelas gue suka kak Refas dari pada lo!"
"Kalo lo Pril. suka gue gak?" kini Xeo yang berbicara
Hana langsung menatap April yang sedang menyetir dengan pipi yang sudah memerah padam. ia menyikut lengan April meledek.
"Ihh apaan si Na. ngga ko" jawab April malu
"Ahh lo malu-malu aja! gue tau kok lo suka gue" ucap Xeo lagi. kini pria itu mengacak rambut April dari kursi belakang.
Pipi April semakin memerah. ia berusaha tidak teriak di dalam mobil karena salah tingkah. sedangkan Hana sudah tertawa kencang karena melihat wajah April yang terlihat sangat lucu.
************
"Jangan pernah lepas tangan gue sampe kita latihan band!" kini semuanya sudah berada di rumah Aldy. Yoga langsung meraih tangan Megan setelah gadis itu keluar dari mobil
"Apaan si lo!" ucap Megan tak suka, ia melepas genggaman tangan Yoga dengan kasar
"Lo punya gue Gan! lo punya Gue!"
Megan menatap Yoga dengan dingin. ia memajukan langkahnya dan berdiri tepat di hadapan pria itu. "Mimpi Lo!" lagi-lagi nada bicara Megan tak suka. ia menabrak tubuh Yoga dengan sengaja dan berjalan masuk kedalam rumah Aldy terlebih dahulu.
Gita mengusap punggung Yoga pelan, ia berusaha untuk menenangkan emosi adiknya yang tidak beraturan hari ini.
"Udah lah Ga! lagian juga kita mau latihan band. gak mungkin lo pegangin tangan Megan terus" ucap Regan "Ayo neng Hana, Abang Regan gandeng" sambungnya, sambil berusaha menggandeng tangan Hana.
Refas langsung menoleh ke arah Regan dan menoyor kepala pria itu dengan tidak berperasaan. "Hana cocoknya sama gue!" ucap Refas. kini ia pun ikut menyusul Megan dengan menggandeng tangan Hana.
"Eh!" ucap Hana terkejut
"Lo cocokan di gandeng gue dari pada sama titisan iblis ini"
"Sialan Lo!" omel Regan tidak terima.
"Lo? mau gue gandeng juga Pril?" Xeo mulai bersuara. April hanya diam di tempat tapi hatinya berkata iya. tanpa aba-aba Xeo menggandeng tangan April dan menyusul Refas masuk ke dalam rumah Aldy.
Yoga mengepalkan tangannya kuat-kuat. sedangkan Gita sudah meremas ujung roknya sendiri.
"Kenapa semua jadi gandeng gandengan begini si!" gerutu Regan "Ayo Git lo sama gue" sambungnya sambil berusaha meraih tangan Gita. gadis itu langsung menatapnya tajam.
"Diem Lo!" jawab Gita galak. ia pun menggenggam tangan saudara kembarannya sendiri menyusul yang lainnya dengan tangan sebelahnya yang masih meremas ujung rok karena sudah berapi-api melihat Refas menggenggam tangan Hana.
Regan masih diam di depan halaman rumah Aldy. ia menatap tangannya sendiri dengan miris. "Ya allah kenapa nasib Regan begini ya allah."
"Ya ampun Megan! kamu cantik sekali" ucap Laras. mama Aldy
"Hehehe. Sore tante" sapa Megan sopan
"Ini Rame-rame mau ngapain? tumben loh Aldy ajak temen sebanyak ini"
"Mau latihan band tante" kini Gita yang menjawab
"Kamu siapa namanya?" tanya Laras kepada Gita
"Gita tante" jawab Gita sopan
"Kamu anaknya Stela kan?"
Gita langsung mengerutkan keningny "Kok tante tau?"
"Ya Allah Gita! kamu sudah besar ya. terakhir ketemu tante kamu umur dua tahun"
Sekarang semuanya sudah berada di ruang tamu Rumah Aldy. Gita berusaha bertanya lebih dalam apa yang Laras tau tentang dirinya.
"Mmm umur dua tahun tante? memangnya tante kenal saya?"
"Ya jelas kenal Gita! Claudy mamanya Megan, Saya dan Stela mama kamu. itu sahabat dari kecil"
Gita lagi-lagi mengerutkan keningnya tak percaya. "Tapi kenapa saya gak pernah liat tante atau pun mamanya Megan main kerumah saya atau sekedar keluar pergi bersama tante?"
"Karena papa kamu gak ngizinin Claudy dan saya bertemu mama kamu"
Kini Gita dan Yoga saling bertatapan heran, hatinya mulai bertanya-tanya apakah ucapan Aldy kepada Yoga itu benar? ini semua masuk akal karena mungkin Aldy tau semuanya dari sang mama.
Aldy yang baru saja turun dari tangga rumahnya langsung menatap Yoga dengan penuh kemenangan. ia langsung mengambil alih duduk di sebelah Yoga sambil berbisik pelan.
"Gue udah bilang. gue tau semua alur cerita yang di bikin sama bokap lo sendiri" bisik Aldy sedangkan Yoga hanya mengepalkan tangannya kuat.
"Mmm maaf tante Laras. ini udah sore, kita harus latihan band karena takut kemaleman nanti" Refas berusaha memutus obrolan Gita dan Laras
"Ohh iya maaf ya. silahkan, silahkan latihan"
Mereka semua akhirnya menuju ruang latihan band. Regan yang sedari tadi berulah membuat Yoga harus menoyor kepala sahabatnya ini dengan kasar.
"Lo ngapain si anjing! dari tadi muter-muter gak jelas!" omel Yoga
"Ckckck ini bahkan dua kali lipat jauh lebih gede dari rumah lo Ga. kayaknya Aldy emang udah gantiin posisi lo deh Ga sebagai cowok ter-kaya dan ter-ganteng di sekolah" ucap Regan ngasal dan membuat Yoga semakin naik darah
"Dia gak akan pernah menang!"
Di dalam ruangan band. Megan Yoga dan Gita terlihat tidak bersemangat, Gita dengan terus menerus menatap Megan dengan rasa penasaran.
"Bisa kita berenti dulu latihannya?" ucap Gita
"Kenapa?" tanya Aldy
"Gan. sebenernya apa alasan lo benci Yoga?" tanya Gita tiba-tiba sedangkan Megan masih berusaha tenang di tempat.
"Gue lagi gak mau marah Git. jadi kita fokus latihan aja. atau gue balik!"
"Tapi kita mau tau kenapa Gan" kini Yoga yang mulai bersuara.
Megan membanting stik drum ke lantai dengan kasar, ia menatap Yoga dengan mata yang sudah memerah. "Sebaiknya pertanyaan ini lo tanya sendiri sama bokap lo!" Megan pun pergi dari ruangan band tanpa permisi. seketika suasana menjadi tegang dan tidak enak.
"Megan!" panggal Refas. "Megan Stop!!!" kini nada suara Refas semakin tinggi.
Megan memberhentikan langkahnya dan berbalik badan, sebisa mungkin air matanya ia tahan. "Kenapa Mas? lo mau bilang stop nyalahin orang? Lo mau bilang stop bikin Yoga makin menderita? Iya kan! lo mau ngomong itu kan!" kini air mata Megan mulai menetes "Padahal lo tau! lo tau kalo sebenernya yang menderita itu gue Mas Refas! Bukan Yoga!!!" Megan langsung berlari keluar dari rumah Aldy. ia memesan taxi online dan meninggalkan kediaman Mereka dengan air mata yang mengalir deras.
"*******! kenapa gue gak tau apa-apa soal ini!" Yoga menendang pintu rumah Aldy dengan kasar.
"Ga. rumah orang ini jangan ngasal Sat! plis tenang! cepat atau lambat pasti kita bakal tau semuanya! lo cuma butuh tenang sekarang!"