
"Pagi cantik!" suara yang sudah tidak asing lagi di telinga Megan ini benar-benar berhasil mengganggu gadis itu setiap harinya.
Kini Yoga sudah berada di dalam kelas Megan, gadis itu baru saja tiba namun sudah harus di ganggu dengan manusia yang memang setiap hari menggangu ketenangan hidupnya.
Megan mendengus sebal, ia harus menyalin PR Kimia sebelum bel berbunyi, tetapi pria yang ada di hadapannya ini benar benar mengganggu. Megan menutup bukunya dengan kasar, ia menoleh ke arah Yoga yang sudah berada di hadapannya dengan tatapan nanar.
"Lo gak bisa ya?" ucap Megan, lalu di jawab Yoga dengan cepat. "Ngga" jawab Yoga
Megan mengambil bukunya dan memukul kepala Yoga dengan benda itu. "gue lagi nulis Yoga, gue bisa di hukum kalo gue gak ngerjain ni PR" Ucap Megan marah
"yaudah lanjut lagi nulisnya, gue mau temenin lo di sini" jawab Yoga tanya dosa
Megan memutar bola matanya malas, lalu ia melanjutkan kegiatan menulisnya.
"Megan" panggil Yoga
"Hmm" jawab Megan yang masih sibuk dengan bukunya, tanpa menoleh.
"Lo udah gak benci sama gue kah?" ucapan Yoga kali ini berhasil membuat Megan memberhentikan kegiatan menulisnya, ia menatap Yoga dan menaikan sebelah alisnya
"Kenapa lo tanya itu?"
"Gak papa si, gue cuman mau tau aja, abisnya lo udah jarang narik kerah baju gue, udah jarang kasar juga, tapi kalo galak si lo masih, bahkan setiap hari"
Megan membenarkan posisi duduknya, ia lalu menatap wajah Yoga dengan serius. "Rasa benci gue masih ada, bahkan masih sama kaya pertama kali gue ninju muka lo, cuma gue udah mulai terbiasa sama kehadiran lo, jadi gue berusaha biasa aja dan perlahan lupain masalah gue, walaupun gue gatau bakal berhasil apa ngga"
Kini Yoga yang mulai membenarkan posisi duduknya, ia menatap Megan juga dengan serius. "Kalo gue bantuin lo lupain masalah itu, lo mau gak?"
Megan menaikan sebelah alisnya. "Cih! lo bahkan penyebab gue benci sama lo, Gimana bisa lo bantu gue lupain masalah gue? buat natap muka lo aja gue masih ada rasa pengen ninju"
"Ayolah Gan, kasih gue kesempatan. kali ini aja" Mohon Yoga
Megan menatapnya tajam. "Gak Akan! udah sana pergi, temen temen lo lagi pada main futsal noh di lapangan!" usir Megan
Yoga beranjak dari tempat duduknya, kemudian ia mencubit kedua pipi megan sebelum Pergi. "Jangan galak-galak dong sayang, dahh aku pergi dulu ya, nanti istirahat ke sini lagi" ucap Yoga dan kini kehadirannya sudah tidak terlihat lagi.
Megan bergidik ngeri, bagaimana bisa ia bertemu dengan manusia sekonyol Yoga.
"Ekhem..Ekhem! yang abis mesra-mesraan pagi-pagi, sampai lupa kalo kita ada di belakang" tegur April
Megan membalikan tubuhnya, ia tersenyum malu. kenapa bisa dirinya melupakan keberadaan Mereka di belakangnya.
"Lo udah mulai suka kah sama adik gue?" tanya Gita kepo
Megan menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Ngga! bahkan Gak akan pernah!"
Obrolan mereka terhenti ketika bel masuk sudah berbunyi, untung saja Megan sudah selesai menyalin PR Kimianya.
"Kalian lagi! Kalian Lagi!" suara Guru dari depan kelas Megan terdengar jelas, guru itu menyeret masuk ke empat Pria yang wajahnya masih santai ke dalam kelas XI IPA 1
"permisi Bu, saya sudah lelah menangani mereka ber empat, sekarang saya serahkan kepada Ibu selaku wali kelas mereka."
Guru Kimia Megan memang lah wali kelas dari Refas dan teman temannya, ntah membuat onar apa lagi mereka sampai sampai guru BK sudah tidak ingin menanganinya lagi.
"Ibu baru saja duduk, baru saja mau mulai pelajaran, tapi harus ngurus kalian ber empat lagi" Ucap guru Itu lalu menggelengkan kepalanya.
Yang di nasihati hanya bisa diam tapi tetap santai, Refas dan kawan-kawannya di seret karena masih bermain futsal saat bel masuk sudah tiba.
"Ibu sampai gak tau mau ngasih kalian hukuman apa lagi! karena kalian sudah merasakan semua hukuman dari ibu"
"Kita siap di hukum belajar di sini sampai jam pelajaran ibu selesai ko bu" ucap Yoga mengusulkan
Refas Xeo dan Regan membulatkan matanya, pelajaran kimia adalah pelajaran yang mereka benci, Mereka pun tidak setuju kalau harus belajar di sana.
Guru itu pun berfikir sejenak, ia menyetujui usul Yoga, Refas Xeo dan Regan berdengus pasrah, mereka pun memilih tempat duduk sendiri.
"Lo bisa usir si April, jangan sampe tempat lo
di ambil Regan" bisik Yoga kepada Refas
Refas langsung tersenyum mengerti maksud Yoga, lalu mereka tos-an bertanda kemenangan, Refas mulai menyetujui hukumannya setelah dapat usul dari Yoga.
"Minggir lo" usir Yoga kepada Gita yang duduk
di sebelah Megan
"Ihh gak mau gue Sat!" ucap Gita tidak terima
Yogan menarik tangan Gita secara paksa. "aduh sakit!" teriak Gita membuat Guru yang sedang mengajar di kelas itu menoleh.
"Kenapa Gita?" tanya guru itu
"Ini bu si Yoga mau duduk di tempat saya." ucap Gita membela diri.
"Biarlah dia duduk di situ, kalau di belakang bersama teman temannya pasti akan bercanda nanti, kamu boleh duduk dengan Regan di sana" Gita membulatkan matanya tak Percaya sedangkan Yoga tersenyum pertanda kemenangan.
Gita pindah duduk sambil menggerutu, ia tidak terima tempatnya di kuasai sang Adik dengan mudah.
Yoga menoleh ke arah belakang yang di sana sudah terdapat Refas dan Hana, Yoga menggerak gerakan sebelah alisnya pertanda kemenangan, sedangkan Refas hanya tersenyum.
Megan masih tenang selama jam pelajaran, beberapa kali Yoga bertingkah jail namun tidak Megan hiraukan.
"Pinjam tangannya" ucap Yoga membuat Megan menoleh
"Buat apa?"
"Pinjam aja kenapa sih pelit banget"
Megan mengulurkan tangannya, lalu Yoga menggenggam erat tangan itu, Megan langsung tegang di tempat duduknya sedangkan Yoga hanya tersenyum, ia berusaha melepas genggaman tangan itu namun Yoga semakin mengeratkannya. tidak ada pilihan lain, Megan hanya bisa pasrah ia tidak mau bertengkar dengan Yoga di dalam kelasnya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Akhirnya jam pelajaran pertama pun selesai, seluruh murid berlalu lalang menuju kantin untuk mengisi perutnya. di dalam kelas XI IPA 1 Regan bergumam kesal ia menggerutu berkali kali karena menyesal ikut belajar di sana.
"******* anjing bosen banget pelajaran dia, Udah yo ke kantin males gue di sini pengap banyak setannya" ucap Regan ngasal
Yoga menimpuk sahabatnya yang gila itu dengan bolpain. "Lo setannya anjing!"
"Anak setan emang si Refas sama Yoga, bisa bisanya mereka sekongkol mau di hukum di sini cuma karena biar duduk sama Megan sama si Hana" kini Xeo juga menggerutu kesal
"Demi duduk sama Hana? kak Refas suka sama Hana kah?" tanya Gita memperhatikan Hana dan Refas secara bergantian.
"Ketinggalan berita lo! Refas emang suka kali sama si Hana dari dia MOS, noh sama kayak si curut. tergila gila sama Megan dari dia MOS juga" Jelas Regan
Hana seketika tegang di tempat duduknya, ia baru mengetahui kebenaran itu sekarang. sedangkan Gita hanya tersenyum kecut, orang yang ia kagumi selama ini ternyata menyukai sahabatnya sendiri, sebisa mungkin Gita menyembunyikan rasa sakitnya.
"Kenapa emang? lo cemburu? lo mah gak cocok sama si Refas, lo lebih cocok sama nih anak Kadal, soalnya lo sama dia sama sama gila" ucap Xeo sambil menunjuk ke arah Regan
Refas dan teman temannya akhirnya keluar dari kelas Megan, sebelumnya mereka mengajak Gadis itu dan temen temannya, Megan bilang mereka membawa bekal. seperti biasa, sebelum meninggalkan Megan Refas selalu mengacak pelan rambut adiknya, begitu pun dengan Yoga, ketiga sahabatnya sudah keluar terlebih dahulu namun Yoga masih di sana melihat Gita makan dengan tatapan kosong, Sebagai kembarannya Yoga seperti tau apa yang sedang berada di pikiran sang kakak.
Gita menyuapi Yoga dengan tak bergairah, pria itu menangkap wajah sang kaka. "Apa pun yang terjadi, kembaran gue gak boleh nangis, lo boleh nangis kalo ada gue nanti, oke?" ucap Yoga menenagkan sedangkan Gita hanya mengangguk pelan "Muuuuaaaaah!" Yoga mencium kening Gita dengan sayang, ia lalu pergi menyusul ketiga temannya di kantin.
Megan April dan Hana memperhatikan Gita, terlihat gadis itu menyuapi makanannya dengan tatapan kosong ke depan.
"Git" panggil April, yang di panggil masih belum menoleh
"Gita" kini Megan yang memanggilnya.
Gita pun menoleh ke arah ketiga sahabatnya, sebisa mungkin Ia mengeluarkan senyum manisnya. "Eh iya apa Sat? mau ke kantin? Ayo"
Megan dan yang lain mengerutkan keningnya, mereka melihat ke anehan dalam diri Gita.
"lo sakit kah?" tanya Hana
"iya sakit hati" Gumam Gita dalam hati, namun bukan kata itu yang keluar dari mulutnya. "Ngga ko" jawab Gita bohong.
ym0712: Tolong temenin Gita, sampai gue balik ke kelas lo lagi. moodnya lagi gak baik
Megan membaca sekilas pesan dari Yoga, ia mengerutkan keningnya, pagi tadi Gita datang dengan wajah yang sangat ceria, mengapa moodnya tiba tiba berubah?
"Gue mau ke kantin air gue abis ternyata, kalian mau ikut atau mau nitip?" ajak April
Megan Hana dan Gita akhirnya memutuskan untuk pergi ke kantin, sekilas mereka mendengar perbincangan siswi membicarakan kedatangan siswa baru di sekolahnya.
"Iya ganteng banget"
"katanya dia bakal masuk IPA 1"
"aduh gue meleleh liatnya"
"kenapa dia gak masuk kelas kita aja ya?"
Megan dan yang lainnya memperhatikan siswi yang sibuk membicarakan siswa baru, April bertanya kepada tiga sahabatnya siapa siswa yang pindah ke sekolahnya. namun satupun dari mereka tidak mengetahui siapa siswa itu.
"dasar cewek! ke kantin juga mereka. bilang tadi pada bawa bekal" gerutu Regan ketika melihat Megan dan teman temannya masuk ke area kantin.
April dan Hana memesan minuman dan membeli beberapa cemilan sadangkan Megan dan Gita menunggu di meja yang biasa mereka tempati.
Kini semuanya Asik dalam obrolan Mereka, gerombolan laki laki pun sedang asik membicaranya liga bola. Gita membulatkan matanya tak percaya ketika melihat laki laki berparas tampan dengan seragam sekolah yang ia keluarkan, tas hitam polosnya juga ia selempangan di sebelah kanan, seluruh mata melihat laki laki itu, terutama untuk ciwi ciwi mereka menggigit dasi mereka sendiri karena tidak kuat melihat ketampanan laki laki itu.
Brak!
Gita menggebrak mejanya, hal itu membuat seluruh murid melihat ke arah Gita, Refas dan teman temannya pun sama.
"Aldy. Gan! itu lo liat! Itu Aldy Sat!" seru Gita
Refas menoleh ke arah pria yang Gita tunjuk, Regan Xeo dan Yoga pun menoleh penasaran. Seketika mata Megan membulat, sosok yang sudah tidak ia temui dalam dua tahun terakhir ini sekarang satu sekolah lagi dengannya.
"Jadi dia murid baru di sekolah kita?" tanya Gita tidak percaya lagi
"Lo kenal sama dia?" tanya April dan Hanna bersamaan
"Ya jel..." ucapan Gita terhenti ketika Megan menginjak kakinya, ia mengerti kode yang di berikan dari Megan, menandakan bawah Gita harus berhenti dari ucapannya
Di mejanya Refas juga bergumam pelan namun Xeo Regan dan Yoga mendengarnya. "Pindah dari Inggris buat kesini kah?"
Yoga dan lainnya menoleh ke arah Refas bersamaan "Lo kenal sama tu anak baru?"
"Ga, kayaknya lo bakalan kalah deh dari posisi cowok terganteng dan terkaya di sekolah ini, karena yang gue liat kayakya tu anak sultan, di tambah lagi gantengnya jauh dari Lo" ucap Regan drama sambil menepuk nepuk pundak sahabatnya itu
"Tapi kayaknya masih gantengan gue si" timpal Xeo begitu percaya diri
Yoga tidak menghiraukan ucapan Regan dan Xeo, dari kediamannya Yoga melihat Laki laki itu mendekat ke arah meja Megan dan teman temannya.
Detik berikutnya, Yoga bisa melihat jelas Laki- laki itu memeluk Megan, namun Megan tidak membalas pelukan itu. April Hana dan Gita membulatkan matanya tak percaya, begitupun dengan Refas dan teman-temannya, di tambah lagi Seluruh pasang mata di kantin melihat kejadian itu dengan Jelas.
Dia adalah Aldynaris Pratama, mantan kekasih Megan waktu masih duduk di bangku akhir Sekolah Menengah Pertama, namun hubungan mereka harus kandas di karenakan Aldy harus pindah ke Inggris karena urusan bisnis sang Ayah. namun kedatangannya kembali bukan karena tanpa alasan, Pria berdarah setengah Inggris itu merindukan Megan, karena sudah dua tahun ini Aldy selalu mengirim pesan kepada Megan namun satu kata pun Megan tidak pernah membalasnya, akhirnya ia memutuskan untuk mencari tau dimana Megan sekarang bersekolah, dan tanpa pikir panjang Aldy langsung meminta pindah sekolah kepada Ayahnya, dan juga tentunya Aldy memilih belajar di kelas yang sama dengan Megan.
"Do you miss Me?" ucap Aldy terdengar jelas di telinga Megan.
Megan masih diam di tempat, kedatangan Aldy secara tiba tiba membuat Megan betul betul terkejut
"Im so really miss you bby" Aldy semakin mengeratkan pelukannya
Megan melepas pelukan itu, ia begitu rindu dengan Aldy. orang yang sedari dulu selalu ada dan mensuportnya, Megan melihat wajah Aldy dalam dalam lalu detik berikutnya Megan memeluk Aldy dengan erat.
Seluruh pasang mata di sana lagi lagi tidak percaya, terutama Yoga. hatinya merasa teriris pelan-pelan, ia bisa melihat Jelas bahwa Megan memeluk Aldy tanpa di minta.
"Yes! im really miss you too" ucap Megan tidak memperdulikan di mana posisinya sekarang.
Refas dan teman-temanya datang menghampiri kediaman Megan.
"Heiyo! so whats'up Bang Fas" sapa Aldy kepada Refas.
Refas membalas salaman Aldy tanpa Ragu. "Baik. kenalin, ini temen temen gue" ucap Refas sambil menujuk ke arah Xeo Regan dan Yoga
Regan mulai menyalami Aldy "My name is Regan, mmm what's is your name?" ucap Regan dengan nada sok ke Inggris inggrisan. "Aldy" sapa Aldy sopan
Di susul dengan Xeo, ia juga membalas juluran itu "Xeo" ucapnya lalu Aldy membalas. "Aldy"
Kini giliran Yoga, ia membalas salaman dari Aldy tapi dengan raut wajah tak suka "Yoga" katanya.
"Git, Lo ngejaga Megan dengan baik dia keliatan makin cantik sekarang" ucap Aldy kepada Gita.
"Jelas Sat!"
"Kata Sat dari mulut lo gak pernah ilang ya ternyata dari SMP"
"Kenalin ini sahabat baru gue selain Gita, namanya April sama Hana" kini Megan mulai angkat suara.
"April" "Hana" ucap keduanya bersamaan dan tersenyum ke arah Aldy.
"Udah pada kenalan kan? mending kita duduk bareng, gue yakin lo pasti capek" Ajak Refas, yang lain hanya menyetujui kecuali Yoga.
Mereka pun akhirnya duduk di kantin bersama, Megan terlihat begitu dekat dengan Aldy, Yoga sedari tadi memperhatikannya dengan tatapan miris. Aldy mampu membuat Megan tersenyum semanis itu, sedangkan dirinya masih berusaha.
"Ohh jadi ni bule dulu mantannya si Megan?" tanya Regan tak percaya, sekarang mereka memang sudah larut dalam obrolan.
"Si kutub es bisa suka sama orang kah?" timpal Xeo juga tidak percaya.
"Dulu Megan orang yang ceria kali dari kelas tujuh gue sekelas sama Megan, tapi gue juga gak tau kenapa pas SMA dia berubah jadi Es" kini Gita menjelaskan.
Yoga beranjak dari tempat duduknya, ia sama sekali tidak minat dengan topik yang di bicarakan, Yoga mendekatkan wajahnya ke arah Aldy, lalu menunjuk laki laki dengan tatapan tidak suka.
"Lo seharusnya gak usah balik lagi ke sini!" ucap Yoga seperti penuh penekanan, lalu ia pergi dari sana