
Pagi ini Megan berangkat sekolah tidak dengan Refas, ia berangkat dengan ketiga sahabatnya menggunakan mobil April. setelah turun dari mobil terlihat Aldy sedang berdiri memandangi Megan. ia juga baru tiba di sekolah.
"Bisa gue ngobrol sama Megan?" ucap Aldy. kini pria itu sudah berhadapan dengan Megan
"Iya boleh, kita cabut ke kelas duluan ya Gan" ucap Gita di susul dengan April dan Hana
"Ada apa?" tanya Megan kepada Aldy
"Kamu udah mulai suka sama Yoga?!"
"Kamu ngomong apa si Al"
"Kemarin aku liat kamu pergi sama dia sampe malem"
"Aku cuma nebus kesalahan aku Al"
"Kalo kamu udah mulai suka sama dia, bilang sama Aku Megan"
Megan diam tak menjawab, seketika bibirnya terasa kelu untuk mengucap kata tidak di hadapan Aldy sekarang.
"Gak bisa jawab? berarti emang Fix kamu udah suka sama dia!"
"Kalo aku suka sama Yoga, emang ada urusannya sama kamu?"
"Jelas ada Megan! aku balik ke Indonesia buat kamu!"
"Tapi aku gak pernah minta kamu buat balik lagi kesini"
"Chat dari aku selama dua tahun gak kamu bales, aku balik ke sini buat kamu gak di hargain? bilang dari awal kalo kamu udah gak butuh kehadiran aku lagi Megan!"
"Kalo aku bisa kendaliin perasaan aku juga aku maunya pilih kamu!"
"Berarti bener kan? kamu udah suka sama dia?"
"Jangan buat mood aku berantakan, aku lagi gak mau bahas apa pun hari ini!" Megan pun pergi begitu saja meninggalkan Aldy di parkiran.
Sampainya di kelas Megan melihat pemandangan yang membuat gadis itu mengerutkan keningnya. Refas sedang duduk di samping Hana sambil merangkul gadis itu, ia juga melihat April sedang di genggam erat tangannya oleh Xeo. sedangkan Yoga dan Regan sedang berusaha menghibur Gita
"Kalian udah pacaran?" tanya Megan kepada Refas Hana Xeo dan April. keempatnya hanya mengangguk pelan. "Kapan pacarannya?"
"Kemarin" jawab Refas Hana Xeo dan April bersamaan
Keempatnya masih sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Megan memandangi Gita yang terlihat sangat tidak bergairah hari ini.
"Lo kenapa?" tanya Megan, Gita hanya menggelengkan kepalanya pelan.
"Gita suka sama Refas" bisik Yoga kepada Megan, gadis itu membulatkan matanya terkejut.
Megan membawa Gita keluar dari kelasnya, Yoga dan Regan pun mengikuti mereka.
"Kenapa lo gak bilang kalo lo suka sama abang gue?!"
"Sssst! jangan kenceng-kenceng *******! nanti Hana denger!"
"Ohh jadi Gita suka Sam.." ucapan Regan terhenti ketika Yoga menutup mulut Pria itu dengan cepat
"Sekali lagi lo buka suara, gue pecat lo jadi sahabat gue!" tekan Yoga
Gita kini sudah meneteskan air matanya, palanya tersandar ke pundak Megan. gadis itu mengusap punggung sahabatnya lembut.
"Gue yang kenal Refas dari lama kenapa Hana yang dapet Gan Hikss.." ucap Gita sambil terisak-isak
"Loh? Megan lo kenapa nangis?" ucap April dari ambang pintu kelas, kini April Xeo Hana dan Refas berniat untuk ke kantin.
"Kita lagi latihan drama di acara band nanti" ucap Regan ngasal
Refas menaikan sebelah alisnya. "Kita mau drama atau ngeband sebenernya?"
"Ya mau ngeband, tapi nanti Gita pas selesai ngeband pengen drama pura-pura nangis gitu"
"Lo ngomong apaansi Anjing! gak ngerti gue" Xeo bersuara
"Ngga gue gak papa. gue nangis karena naruto meninggal, dia kan kartun temen masa kecil gue" ucap Gita bohong
"Ohh pantesan aja muka lo kaya sakura, ternyata lo suka nonton naruto" ucap Regan lagi-lagi ngasal
"Kita berempat mau ke kantin, kalian mau ikut atau ngga?" tanya April
"Ikut. gue butuh Bang Boy sekarang" jawab Gita
Akhirnya mereka semua menuju ke kantin. Refas merangkul pundak Hana jalan paling depan. kedua ada Yoga yang sedang menggandeng tangan Megan, barisan ketiga April menggandeng lengan Xeo dan di paling belakang terlihat Gita yang terus bertengkar dengan Regan karena kejailan pria bodoh itu.
Seluruh pasang mata langsung tertuju ke arah mereka, para perempuan menggigit dasinya masing-masing pertanda iri.
"Aku mau kasih ini" mereka semua sudah sampai di kantin dan duduk di meja yang sama, Aldy datang menghampiri meja Megan sambil membawa kotak berwarna ungu dan di berikan kepada Megan.
"Ini apa?" tanya Megan
"Buat kenang-kenangan. aku pamit"
Megan mengerutkan keningnya. "Kamu mau kemana?"
"Balik ke Inggris"
"Bagus! sana lo pergi" ucap Yoga menyindir
"Kenapa balik ke Inggris?" sambung Megan
"Kehadiran aku di sini juga udah gak di hargain lagi kan? jadi buat apa?"
"Ngga gitu Al, aku cuma.."
"Cuma apa? aku tau kamu udah suka sama Yoga"
"Ya kalaupun aku suka apa kamu harus balik ke Inggris?"
Yoga beranjak dari tempat duduknya, ia menjajarkan tubuhnya dengan tubuh Aldy "Keputusan yang lo buat itu sangat tepat, jadi cepetan Balik ke Inggris. sebelum ketinggalan pesawat."
Seketika keadaan Hening, sampai ketika ada satu perempuan datang dan langsung mengecup pipi Yoga tanpa permisi.
"Suprice!" ucap Gadis itu setelah mencium pipi Yoga. keadaan menjadi semakin tegang.
Yoga langsung membeku di tempat. Megan dan yang lainnya juga ikut terkejut melihat kejadian barusan.
"Lo ngapain di sini Sat!" ucap Gita langsung berdiri dan menunjuk ke arah gadis itu dengan benci.
"Santai kali Ta, gue kesini mau liat keadaan pacar gue Yoga, salah?" tanya Gadis itu
Dia adalah Rebbeca. mantan kekasih Yoga waktu masih menduduki bangku menengah pertama. kedatangannya yang sangat tiba-tiba membuat Yoga terkejut tak percaya. tiga tahun lebih sudah gadis itu lenyap dari kehidupan Yoga, namun ia datang lagi ntah untuk membuat masalah apa lagi.
Megan yang sedari tadi berdiri memandangi Yoga langsung mendekat ke arah pria itu, ntah kenapa dirinya marah dan tidak suka dengan kehadiran Rebbeca.
"Dia pacar Lo?" tanya Megan dengan nada yang sudah hampir pecah
"Ngga gue bisa jelasin Gan" jawab Yoga
Megan hanya tersenyum miring. "Cih! gak salah kalo selama ini gue benci lo ********!" ucap Megan menusuk, ia pun menarik tangan Aldy untuk menjauh dari kantin, gadis itu dengan sengaja pergi dan menabrak tubuh Yoga kasar.
"Agrrrrh! lo ngapain si kesini!" ucap Yoga marah ia menatap Rebbeca begitu benci.
"Ya jelas aku mau liat keadaan kamu dong sayang"
"Diem lo *****! mending lo jauh-jauh dari sini" kini Gita mulai bersuara
"Ohh shit!"
Tiba-tiba Yoga mengeluarkan darah segar lagi dari hidungnya, ia menampung darah itu dengan satu tangannya. Gita langsung bergegas mengantar Yoga untuk ke UKS.
"Ayo ke UKS" ucap Gita begitu khawatir.
"Kenapa? gak di minum ya obatnya?" ucap Rebbeca dengan nada meledek.
"Diem lo Sat!"
Gita pun pergi membawa Yoga ke UKS dan menabrak tubuh Rebbeca kasar. Hana dan April menggebrak meja kantin dan menarik Rebbeca tepat di hadapannya.
"Siapa pun lo! jangan pernah lo nyakitin Gita! karena kalo lo sampe berani nyakitin dia, lo bakal berurusan sama kita berdua! terutama Megan! Paham lo!" ucap April memperingatkan. mereka pun ikut pergi menyusul Gita dan Yoga ke UKS.
Rebbeca hanya tersenyum miring melihat kepergian Gita dan yang lainnya, permainannya seperti belum selesai sampai di sini.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Kini Megan membawa Aldy ke lorong ujung sekolah, ia menangis dalam pelukan Aldy di sana. pria itu mengusap rambut Megan dengan sayang.
"Maafin aku kalo aku udah lupain kamu Al" ucap Megan
Aldy hanya tersenyum ke arah Megan, ntah kenapa hatinya berkata sudah ikhlas kalaupun Megan akan memilih Yoga.
"Siapa pun nanti yang kamu pilih, aku berharap cuma satu. aku bisa liat kamu bahagia walaupun bukan sama aku, karena kehadiran aku disini buat bahagiain kamu Megan."
"Aku juga gak tau kenapa aku pelan-pelan bisa suka sama dia Al. padahal dua tahun ini aku tutup hati aku rapat-rapat, tapi dia berhasil buka pintu itu dan perlahan cairin hati aku Al."
"Iya Megan. gak papa, aku paham kok"
Isak tangis Megan terhenti ketika ponselnya berdering ternyata Refas menelfon.
"Yoga di UKS" suara di sebrang sana membuat Megan membulatkan matanya. gadis itu langsung melesat ke UKS bersama dengan Aldy.
Sampainya di UKS Megan langsung mendapat sambutan tak enak dari ambang pintu, karena Rebbeca berada di sana. Gita dan yang lainnya masih sibuk dengan Yoga yang sudah terlihat begitu pucat.
"Yoga suka sama tipe cewek yang ***** Kampus kaya lo ternyata"
Megan membulatkan matanya. "Apa lo bilang?! ***** Kampus? jelas gue berlian dan gak sampah kaya lo!"
"Lo belom kenal Yoga aja" ucap Rebbeca semakin sengit.
Gita langsung menoleh ke arah Rebbeca, ia menghampiri gadis itu dan langsung mendorong tubuh Rebbeca dengan kasar.
"Tujuan lo kesini mau ngapain si Sat! kurang puas lo bikin Yoga malu?!"
"Gita udah" kini Yoga berusaha melerai dari atas ranjang tidurnya.
Megan memajukan langkahnya dan langsung menarik kerah seragam Rebbeca dengan kasar, ia memojokan gadis itu ke tembok depan UKS. April dan Hana langsung ikut beranjak siap membantu Megan dan Gita.
Cengkraman Megan semakin kuat, ia menarik Rebbeca dan membawanya masuk ke dalam UKS Lalu mengunci pintu rapat-rapat karena tidak ingin menimbulakan suara bising di lorong sekolah. Refas Xeo Regan dan Aldy sudah menepi dari keributan Megan.
"Lo dengerin gue baik-baik ya! Apa pun keadaan Yoga. gue bisa terima dia! karena gue bukan Lo! jelas gue lebih berkelas!!" ucap Megan begitu menekan
Kini Gita mengambil alih dalam mencengkram kerah seragam Rebbeca. ia menatapnya gadis itu dengan penuh kebencian. dengan berani Gita meludahi wajah Rebbeca dalam keadaan deket!
"Cuih! lo emang selalu terlihat menjijikan Sat! lo salah masuk kandang kalo mau ngelawan gue. jadi gue peringatin sama lo mending lo cabut dari sekolah ini karena gue bener-bener najis buat liat lo lagi!"
Bug!
Pukulan dari Gita pun mendarat mulus tepat di wajah Rebbeca, Megan juga ingin memberinya pukulan namun Yoga menghentikan.
"Gita Megan April Hana! stop!" ucap Yoga dari atas ranjang tidurnya "Dan buat lo Rebbeca. gue udah gak ada rasa apa pun lagi sama lo lagi jadi mending lo pergi dari sini!"
"Dari dulu satu-satunya cewek yang ada di hati lo itu cuma gue Yoga! kenapa sekarang lo suka sama cewek ini!" ucap Rebbeca menunjuk ke arah Megan, pukulan dari Gita belum membuatnya jera ternyata.
"Karena dia bukan Lo!"
"Cih! bahkan keliatan dari tampangnya dia arogan kayak gue. apanya yang beda? jujur aja! lo udah di kasih jatah apa sama cewek ini!"
Megan mengepal tangannya kuat-kuat, ia membuka pintu UKS dan langsung menjambak rambut Rebbeca untuk keluar dari sana. Gita April dan Hana pun sudah geram di tempat mereka semua menggulung lengan seragam Mereka masing-masing.
"Ikut gue lo *******!" ucap Megan penuh dengan kemarahan.
"Gan lo cukup bawa dia keluar dari sekolah ini, gak usah di apa-apain" ucap Refas khawatir
"Lo semua cowo-cowo jangan ada yang keluar dari UKS sampe kita balik ke sini" ucap Megan dari ambang pintu UKS. Gita dan yang lainnya sudah memegangi Rebbeca agar tidak kabur.
"Mas Refas, Al, Xeo dan Regan. tolong jagain Yoga ya buat gue" Sebelum pergi Megan masuk terlebih dahulu dan mengusap kepala Yoga pelan. "Gue bakal kasih tau mantan lo itu, gimana caranya gue kasih jatah buat dia!" setelah itu Megan pun pergi.
Megan membawa Rebbeca ke gudang sekolah, ia menghajar habis gadis itu tanpa ampun. Gita juga dengan kalap memukuli Rebbeca seakan dendamnya akan terbayar setelah itu.
"Gue peringatin sama lo ya Rebbeca! lo masih untung karena kita gak bikin lo balik dalam keadaan tinggal nama! tapi kalo lo berani nongolin muka lagi depan gue, gue bakal bener-bener habisin lo!"
Megan dan ketiga sahabatnya pergi dari gudang meninggalkan Rebbeca yang sudah tergeletak tak berdaya di gudang sekolah.
\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_
Mereka pun datang kembali ke UKS. Yoga terlihat begitu pucat di sana, Refas berusaha mengelapi hidung Yoga yang terus mengeluarkan darah segar.
Gita menggigit bibir bawahnya cemas, ia menatap Yoga dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tolong jangan banyak pikiran dulu Ga! lo janji bakal temenin gue sampe tua kan!" ucap Gita begitu khawatir. air matanya mengalir deras tanpa henti
"Gita. gue gak papa, jangan nangis"
"Tapi lo selalu begini dan selalu bikin gue takut!"
"Gue udah berulang kali bilang sama lo, gue kuat! gue gak suka liat lo nangis. jadi tolong elap air mata lo"
Aldy memajukan langkahnya sampai tepat di samping ranjang tidur Yoga. "Mmm Yoga. maafin gue ya selama ini banyak omongan gak enak ke lo. gue gak bakal balik ke Inggris, gue bakal di sini. tapi boleh gak mulai hari ini gue jadi bagian dari lo Refas Xeo dan Regan? masalah Megan gue udah serahin semuanya sama dia, gue sadar selama ini gue udah egois" ucap Aldy merasa bersalah setelah Refas menceritakan semuanya tadi.
Yoga tersenyum ke arah Aldy, ia mengangguk pelan. "Gue juga minta maaf atas perlakuan gue ke lo Dy. Lo bisa jadi bagian dari gue Refas Xeo dan juga Regan sekarang.
"Aduh! makin terpojokan aja deh gue karena nambah satu ni anak curut." celetuk Regan
Xeo menoyor kepala sahabatnya itu tidak berperasaan. "Lo tuh ganteng Gan. cuma satu ***** lo kelewatan, jadi lo selalu terpojokan di antara kita"
Yoga meraih tangan Megan lembut, ia tersenyum ke arah gadis itu. "Gue gak tau perasaan lo gimana ke gue, tapi yang jelas gue mau bilang makasih ke lo Megan. lo cewek konyol yang bikin hidup gue berwarna. thanks lo udah bawa Aldy ke dunia gue, udah kasih Refas jadi sahabat terbaik gue. udah kenalin April dan Hana buat jadi sahabat Gita. dan lo selalu peduli sama gue walaupun gue tau lo masih benci gue, tapi gue bakal bikin keadaan perlahan membaik."
"Gue belom bisa bilang suka sama lo, karena jujur gue juga masih bingung sama perasaan gue sendiri. tapi gue bakal berusaha lupain semua masalah gue, thanks juga karena lo udah bikin hidup gue semakin kacau tapi berarti di setiap detiknya."
"Gimana kalo kita bikin Geng bersembilan sama ciwi-ciwi ini? kayaknya hidup kita bakal lebih seru sebelum lulus. karena mereka juga sama bar-bar nya kan kaya Kita?" usul Xeo
"Gak mau ah gue! males ada Gita" jawab Regan asal jeplak
Gita pun menoyor kepala Regan dengan berani. mereka berdua bertengkar sedangkan yang lainnya tertawa melihat tingkah keduanya. hari itu betul-betul hari mengejutkan untuk Yoga.