
"Gue berangkat duluan" Megan meneguk segelas susu di atas meja makannya dengan terburu buru, Dasinya yang belum ia pakai masih di selempangkan di atas lehernya, ia mengecup pipi Refas sekilas lalu pergi meraih kunci mobil dan melesat ke arah bagasi.
"Loh gak bareng gue?" Teriak Refas di meja makannya sambil menyantap roti yang sudah di siapkan.
"Ngga gue bawa mobil, Balik sekolah gue mau hangout sama temen temen gue" teriak Megan dari arah pintu rumahnya.
Sementara Refas masih makan dengan tenang. ia menggelangkan kepalanya pelan melihat kelakuan sang adik
Megan dan Refas adalah kakak beradik dari pasangan Alex dan Claudy, usia Megan selisih satu tahun lebih muda di bawah Refas, paras cantik dan tampan keduanya membuat semua murid yang berada di sekolahnya terkagum-kagum, Megan dan Refas sering kali di juluki sebagai bro and sist goals.
"Aduh mah sakit" Suara Danish terdengar jelas di telinga Refas, ia melihat adiknya kesakitan saat di cubit oleh sang Mamah karena telat bangun untuk berangkat ke sekolah.
Mengetahui Ada Claudy, Refas langsung beranjak dari tempat duduknya, dan mengambil tasnya lalu di selempangkan di bahu sebelah kanannya, wajah datarnya selalu menjadi sarapan pagi untuk Claudy, Refas langsung bergegas tanpa menoleh ke arah sang adik.
"Cepetan, gue tunggu di mobil" Suara Refas memperingatkan Danish terdengar begitu dingin di telinga Claudy
"Kak Megan Mana?" tanya Danish sambil mencari cari keberadaan sang kakak
"Gue gak punya banyak waktu buat lama lama di sini, Kalo udah cepetan ke mobil"
Danish tersenyum ke arah Claudy "Mah Danish berangkat dulu ya" Claudy hanya balas senyuman anak Bungsunya itu, lalu menatap punggung Refas dengan Miris.
********
Megan menghampiri Refas yang sedang duduk di pinggir lapangan bersama dengan Yoga Xeo dan Regan. mereka adalah sahabat dari Refas, ke empatnya sama sama memiliki aura tampan yang bisa memikat seluruh hati perempuan.
Megan pun datang tidak sendirian, ia juga mengajak ketiga sahabatnya yaitu Gita April dan Hana.
"Jam tangan gue" ucap Megan tanpa basa-basi setelah sampai di hadapan sang kakak
Megan menagih jam tangannya yang di pinjam oleh Refas seminggu lalu. pria itu hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia sudah menjual jam itu kepada sahabatnya karena di beli dengan harga mahal.
"Mana cepetan!" pinta Megan tidak sabaran
"Nih di pake gue" seru Yoga sambil menunjukan jam tangannya.
Megan melirik jam tangan kesayangannya lalu menatap wajah Yoga dengan penuh kebencian.
"Gak jadi gue pinta, udah jadi najis!" ucap Megan dingin ia lalu pergi begitu saja dari kediaman Refas dan teman temannya
Yoga berdiri dari tempat duduknya lalu mengejar Megan yang sudah berjalan di lorong sekolah.
"Nih gue balikin" ucap Yoga lalu memberi jam tangannya yang sudah ia beli dari Refas untuk Megan.
Megan tidak menghiraukan ucapan Yoga, pandangannya lurus kedepan tanpa menoleh sedikitpun.
"Ya walaupun jam tangan ini udah gue beli dari abang lo ta.." ucapan Yoga terhenti ketika Megan membalikan badannya lalu menatap pria itu dengan tatapan tajam.
Megan maju satu langkah dari hadapan Yoga, ia dengan berani menarik kerah seragam sekolah pria itu dengan Kasar.
"Berhenti ikutin gue, atau lo mau gue bikin malu di sini?!" ucap Megan penuh penekanan
Yoga mengedipkan matanya berkali-kali, pria itu tidak menyangka bahwa Megan akan searogan ini. Gita April dan Hana pun sama, hanya bisa diam di tempat dengan pikiran terheran-heran.
"Udah mending lo cabut aja, Mood Megan lagi gak baik hari ini" Ucap Gita memperingatkan Kembarannya itu
Gita dan Yoga memang kembar satu kandung. satu sekolah pun tau kebenaran itu, hanya saja Yoga sudah duduk di bangku kelas akhir sedangkan Gita masih kelas Sebelas. hal itu terjadi karena waktu TK Yoga sudah tidak betah untuk melanjutkan sekolahnya, sehingga Yoga terlebih dulu yang memasuki sekolah dasar, padahal kenyantaanya Gita lah yang menjadi sang kakak dari kembar tak seiras itu.
Megan melanjutkan jalannya dengan wajah yang masih datar dan dingin. Gita April dan Hana berusaha memperbaiki mood Megan yang rusak, usaha apa pun sudah mereka coba namun tidak ada perubahan dari diri Megan, gadis itu terlihat tidak seperti biasanya.
"Gue balikin jam ini gak suruh lo bayar" Ntah datang dari mana manusia yang ada di hadapan Megan sekarang, kini Yoga sudah berdiri tegak sambil mengeluarkan senyumannya di hadapan gadis itu, Niat baiknya untuk memberi jam tangan ternyata berakhir buruk.
Megan memberhentikan langkahnya, tangannya sudah mengepal kuat-kuat, puncak kekesalannya seperti sudah sampai ujung.
BUG!
"Gue udah peringatin lo buat gak usah ganggu gue kalo lo gak mau malu! tapi lo tetep nekad. jadi jangan salahin gue kalo gue ninju muka lo dan bikin lo malu sekarang!" ucap Megan begitu menekan.
Refas Xeo dan Regan juga tak percaya, dari ujung lapangan Refas bisa melihat kejadian itu. ia langsung beranjak dan datang menghampiri adiknya yang kini seluruh murid sudah mengelilingi Megan dan Yoga.
Megan pun pergi begitu saja, Refas mencoba mengejar Megan sampai ujung lorong sekolah. April Gita dan Hana pun masih diam di tempat, sedangkan Xeo dan Regan membantu Yoga berdiri.
Di lorong pojok sekolah, Refas dengan sangat terpaksa menarik tangan Megan secara kasar, itu di karenakan Refas tidak suka melihat sang adik tidak bisa mengontrol emosinya sekarang.
"Gue tau apa yang ada di pikiran lo! gue tau arti tatapan penuh kebencian dari diri lo buat Yoga! gue tau arti kata najis yang lo bilang tadi! Gue juga tau gimana perasaan lo sekarang! tapi bukan karna lo gak suka sama dia, lo bisa perlakuin dia kaya gitu di depan semua orang, lo bisa luapin kekesalan lo sama gue, asal ngga bertingkah bodoh kaya tadi!" ucap Refas memperingatkan.
Megan menatap Refas dengan wajah dan mata yang sudah memerah. "Gimana bisa gue kontrol emosi gue buat orang yang udah bikin gue berubah kaya gini!"
Megan mengepalkan tangannya kuat-kuat sebisa mungkin ia berusaha untuk tidak menumpahkan air matanya sekarang. gadis itu lalu pergi begitu saja dari hadapan Refas, hatinya terasa sakit. dadanya begitu sesak, Megan bahkan juga tidak percaya bahwa emosinya pecah hari ini. bertahun-tahun gadis itu dapat menahan semuanya, tapi ntah kenapa hari ini Megan meluapkan itu semua, bahkan di hadapan langsung orang yang selama ini Megan benci.
Di sisi lain, terlihat Gita April dan Hana yang sudah lelah mengikuti langkah kaki Megan, nafas mereka tidak karuan, bahkan ketiga gadis itu juga sudah tidak habis pikir mood Megan akan sangat berantakan hari ini.
"Megan! plis berenti dulu!" ucap April dengan nafas yang tersengal-sengal.
Megan memberhentikan langkahnya dan berbalik badan, gadis itu menatap ketiga sahabatnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Gue lagi mau sendiri, kalian bisa ke kelas duluan tanpa harus ikutin gue!" ucapnya Begitu dingin
"Stop! diem di situ Sat!" kini Gita yang mulai bersuara, ia memajukan langkahnya sampai tepat di hadapan Megan. gadis itu langsung menarik kerah seragam Megan dengan kasar.
"Yoga gak sekuat yang lo liat Sat! jadi gue kasih tau sama lo. kalo sampe adek gue kenapa-kenapa setelah di tinju sama lo, gue bakal lakuin hal yang sama kayak apa yang lo lakuin ke Yoga!" ucap Gita marah sedangkan April dan Hana hanya menggaruk-garukan kepalanya bingung karena masalahnya semakin ribet.
"Lebih baik lo bilangin sama adek lo itu. gausah cari masalah sama gue!"
Megan pun meninggalkan Gita April dan Hana. di lorong sekolah dengan mata yang masih memerah.
Langkah kaki Megan terhenti ketika sosok Yoga lagi-lagi berada tepat di hadapannya. Tangan Megan mulai mengepal kembali, namun sebisa mungkin ia tidak meluapkan kekesalannya lagi.
"Gue cuma mau kasih ini" Yoga Meraih tangan Megan dan memberi sebuah kotak berwarna hitam untuk gadis itu. Lalu Yoga pun pergi begitu saja dari hadapan Megan.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Gita April dan Hana kini berada di UKS. begitupun dengan Refas Yoga Xeo dan Regan. Refas mengantar sahabatnya itu ke UKS untuk mengobati luka bekas pukulan yang di buat oleh adiknya. Gita juga ikut serta di sana karena biarpun mereka sering bertengkar gadis itu merasa khawatir dengan keadaan Yoga.
"Pelan-pelan Anjing sakit" ucap Yoga terpekik kesakitan saat Gita mengobati lukanya
"Gue bener-bener gak nyangka si Megan bakal ngelakuin itu padahal niat ni anak kadal kan baik" kini Regan mulai bersuara
"Kira kira apa yg bikin dia bisa napol muka lo Gan?" tanya Xeo
"Mungkin karena jam kesayangannya gue pake, lo tau sendiri Adeknya Refas yang satu ini emang arogan, selalu gak suka kalo liat gue kan" jawab Yoga
Cklek!
Pintu ruang UKS terbuka, semua orang yang ada di dalamnya terkejut heran, Megan berada di ambang pintu sambil membawa kotak yang tadi Yoga berikan. Ia meletakan kotak itu di atas Meja UKS. Megan sama sekali tidak ada minatan untuk menerimanya. oleh karena itu ia mencari keberadaan Yoga untuk mengembalikan kotak yang berisi tulisan kata Maaf, jam tangannya dan juga es krim coklat di dalam kotak itu kepada pemiliknya.
"Jangan pernah ganggu gue lagi kalo hal ini gak mau terjadi lagi sama lo!" ucap Megan begitu dingin kemudian gadis itu pun pergi
"Lo boleh lakuin hal apa pun yang lo mau sama gue, kalo itu bisa nebus kesalahan gue. walaupun selama ini gue gak tau kesalahan gue apa dan dimana, sampe-sampe hal itu bisa bikin lo benci sama gue, lo boleh kasih pukulan lebih dari ini kalo lo belum ngerasa puas." ucap Yoga di atas ranjang tidurnya
Megan memberhentikan langkahnya dan berbalik badan, menatap pria itu dengan tatapan nanar. "berenti ngomongin hal yang bisa bikin gue marah!" ucap Megan memperingatkan, lalu Gadis itu pun keluar.
"Gue suka sama lo Megan!"
Lagi-lagi langkah kaki Megan terhenti, ia berbalik badan untuk kedua kalinya, langkahnya maju perlahan sampai tepat di hadapan Yoga.
"Gue bilang berhenti ngomongin hal yang gak gue suka! lo masih aman sekarang karena gue gak ninju muka lo lagi, tapi kalo lo masih gak denger peringatan-peringatan dari gue, gue bakal bikin lo pulang dalaam keadaan tinggal nama!"
Kini Megan benar-benar pergi, gadis itu keluar dengan membating pintu UKS sekuat mungkin. air matanya menetes perlahan, dadanya terasa sesak.